Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Usia 40 Tahun

Usia 40 tahun

Saya mendapatkan tulisan ini via grup di WA tanpa diketahui siapa penulisnya. Mohon apabila ada yang merasa menuliskannya atau mengetahui siapa penulisnya, ย dapat diinfokan di kolom komentar. ย Saya copas di blog ini sebagai pengingat diri juga penyemangat untuk tidak lengah dalam memperbaiki diri dan semoga bermanfaat juga untuk yang lainnya.

Selamat merenung wahai diri…… ย ๐Ÿ™‚

Tadzkiroh pagi..
โ—พ *BILA USIA TELAH SAMPAI 40 TAHUN* โ—พ

Allah Ta’ala berfirman :

ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุฅูŽุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุดูุฏูŽู‘ู‡ู ูˆูŽุจูŽู„ูŽุบูŽ ุฃูŽุฑู’ุจูŽุนููŠู’ู†ูŽ ุณูŽู†ูŽุฉู‹ ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุจูู‘ ุฃูŽูˆู’ุฒูุนู’ู†ูู‰ ุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุดู’ูƒูุฑูŽ ู†ูุนู’ู…ูŽุชูŽูƒูŽ ุงู„ูŽู‘ุชูู‰ ุฃูŽู†ู’ุนูŽู…ู’ุชูŽ ุนูŽู„ูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูŽุงู„ูุฏูŽูŠูŽู‘ ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ุฃูŽุนู’ู…ูŽู„ูŽ ุตูŽุงู„ูุญู‹ุง ุชูŽุฑู’ุถูŽุงู‡ู ูˆูŽุฃูŽุตู’ู„ูุญู’ ู„ูู‰ ููู‰ ุฐูุฑูู‘ูŠูŽู‘ุชูู‰ ุฅูู†ูู‘ู‰ ุชูุจู’ุชู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ูˆูŽุฅูู†ูู‘ู‰ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู…ูุณู’ู„ูู…ููŠู’ู†ูŽ

“…Sehingga apabila dia telah dewasa dan usianya sampai 40 tahun, ia berdoa : “Ya Tuhanku, berilah aku petunjuk agar aku dapat mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orangtuaku, dan agar aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah aku kebaikan yang akan mengalir terus sampai kepada anak cucuku. Sungguh, aku bertaubat kepada-Mu dan sungguh aku termasuk orang muslim” (QS. Al-Ahqaf [46] : 15).

Bila Usia 40 Tahun, maka manusia mencapai puncak kehidupannya baik dari segi fisik, intelektual, emosi, maupun spiritualnya. Ia telah meninggalkan masa mudanya dan melangkah ke masa dewasa yang sebenar-benarnya…

Bila Usia 40 Tahun, maka hendaknya manusia memperbarui taubat dan kembali kepada Allah dengan bersungguh-sungguh, membuang kejahilan ketika usia muda, lebih berhati-hati, melihat sesuatu dengan hikmah dan penuh penelitian, semakin meneguhkan tujuan hidup, menjadikan uban sebagai peringatan dan semakin memperbanyak syukur…

Bila Usia 40 Tahun, maka meningkatnya minat seseorang terhadap agama, sedangkan semasa mudanya jauh sekali dengan agama. Banyak yang mulai menutup aurat dan mengikuti kajian-kajian agama. Jika ada orang yang telah mencapai usia ini, namun belum ada juga minatnya terhadap agama, maka bisa jadi pertanda yang buruk dari kesudahan umurnya di dunia…

Bila Usia 40 Tahun, maka tidak lagi banyak memikirkan “masa depan” keduniaan, mengejar karir dan kekayaan. Tetapi sudah jauh berpikir tentang nasibnya kelak di akhirat…

Bila Usia 40 Tahun, jika masih gemar melakukan dosa dan maksiat, mungkin meninggalkan shalat, berzina dll, maka akan lebih sulit baginya untuk berhenti dari kebiasaan tersebut…

Bila Usia 40 Tahun, maka perbaikilah apa-apa yang telah lewat dan manfaatkanlah dengan baik hari-hari yang tersisa dari umur yang ada, sebelum ruh sampai di tenggorokan. Ingatlah menyesal kemudian tiada guna…

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata :

“Barangsiapa mencapai usia 40 tahun dan amal kebajikannya tidak bagus dan tidak dapat mengalahkan amal keburukannya, maka hendaklah ia bersiap-siap ke Neraka”

Imam Malik rahimahullah berkata :

“Aku dapati para ahli ilmu di negeri kami mencari dunia dan berbaur dengan manusia hingga datang kepada mereka usia 40 tahun. Jika telah datang usia tersebut kepada mereka, mereka pun meninggalkan manusia (yaitu lebih banyak konsentrasi untuk meningkatkan ibadah dan ilmu)” (At-Tadzkiroh hal 149).

Imam asy-Syafiโ€™i rahimahullah tatkala mencapai usia 40 tahun, beliau berjalan sambil memakai tongkat. Jika ditanya, maka beliau menjawab :

“Agar aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku sedikit pun tentang hiruk-pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syaraโ€™ lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah”

Abdullah bin Dawud rahimahullah berkata :

“Kaum salaf, apabila diantara mereka ada yang sudah berumur 40 tahun, ia mulai melipat kasur, yakni tidak akan tidur lagi sepanjang malam, selalu melakukan shalat, bertasbih dan beristighfar. Lalu mengejar segala ketertinggalan pada usia sebelumnya dengan amal-amal di hari sesudahnya” (Ihya Ulumiddin IV/410).

Wahai Saudaraku, bagaimanakah dengan dirimu ?

โœ

  • 15 Maret 2017
3 Komentar »

DIY : Membuat Pajangan Dinding dari Stik Es Krim

diy pajangan dinding stik es krim

Saya suka ber DIY dengan bahan-bahan yang sederhana dan low budget, misalnya memanfaatkan barang bekas yang ada di sekitar. Sebenarnya hal ini dulu sering saya lakukan sebelum ada krucils, jadi semacam hobi lama bersemi kembali gitu lah. :))

Saya akan dokumentasikan bebikinan ini di blog, jadi mulai rutin minimal dalam sebulan sekali posting tentang DIY. Semoga istiqomah ya kakaaaa…. Secara emak labil sok rempong suka moody pulak.

Kali ini saya membuat pajangan dinding dari stik es krim. Bahannya mudah murah meriah muntah. Stik es krimnya saya beli di toko alat tulis seharga 5000 dapet segambreng. Jadi bukan stik es krim yang anak kita makan trus dikumpulin yaaah. Etapi kalau ada yang rajin ngumpulin boleh juga sih, biasanya stik es krim yang asli lebih tebal, halus dan kuat. Ya tapi sabar yak kalau mau pakai cara ini, kecuali beli es krim segerobak dan undang warga se RT buat makan es krim bareng habis itu kumpulin deh stiknya. LoL.

Untuk perekatnya banyak yang pakai lem tembak, tapi saya lebih senang pakai lem fox karena menurut saya lebih kuat. Sejak zaman dahulu kala selalu pakai lem fox untuk DIY, gak pernah pakai yang lain. *kok kedengerannya kaya iklan yah. ย  Ada beberapa teman yang bilang saat membuat DIY dari stik es krim ini banyak yang lepas stiknya saat di pajang di dinding karena pakai lem tembak, tapi ada juga yang tetap kokoh. Terserah sih cocoknya pakai lem yang mana.

photo_2017-02-22_09-43-53

Nah, bagian menempel ini memang harus agak telaten yah supaya hasilnya rapih dan kuat kalau diletakkan barang lain. Untuk bentuknya bisa bermacam-macam tapi yang lagi ngehits di IG itu bentuk hexagonal, segitiga atau model teepee. Bisa dilihat di IG dengan #uploaddiy atau #bebikinan. Boleh juga follow IG saya @rinabundakanaya. *gaadahubungannya *Iklanterselubung. LoL

Setelah selesai tinggal di semprot dengan pylox atau langsung di cat. Kalau ingin warnanya natural boleh juga kok tidak di cat, supaya vintagenya lebih keliatan gitu. Kalau hasilnya inign ada warnanya tapi malas pakai pylox atau cat bisa beli stik es krim yang berwarna. Saya lihat di Gramedia banyak dijual stik es krim dengan warna warni cerah.

photo_2017-02-22_10-10-20

Taraaa… jadilah pajangan dinding ala-ala ini. Mudah banget bikinnya, tapi yang punya anak balita sebaiknya dikerjakan saat anak tidur yah, supaya lebih cepat kelar, kecuali memang mau membuatnya bersama-sama.

Lumayan membuat DIY ini butuh kesabaran dan ketelatenan hitung-hitung latihan untuk sabar menghadapi kerasnya hidup ini, eeaaaaa……

 

 

 

 

 

 

 

11 Komentar »

Aplikasi Edit Foto Favorit

aplikasi edit foto favorit

Sewaktu saya mengeluh kenapa ya HP belakangan ini jadi lemot, teman saya langsung menuduh, banyak gamenya kaliiii. Widiiii โ€ฆ tuduhan yang asal mangap itu mah. Saya enggak suka game dan engga sempat juga mainnya. Kalau ada waktu luang bisa pegang HP, lebih suka ngedit foto. Makanya aplikasi edit foto di HP saya juga engga sedikit. Kayanya ini kali yah yang makan memori HP lebih banyak. Bukan ngedit foto yang merubah wajah menjadi cantik yah, aku kurang suka aplikasi seperti itu. Selalu terngiang-ngiang meme , โ€œwajah itu dirawat bukan dieditโ€ wkwkwkwk. Kalau saya merubah wajah jadi Dian Sastro, nanti suami malah bingung, nyariin istrinya kemana…. halllaaah.

Aplikasi edit foto ini biasanya saya gunakan untuk ngeblog atau membuat kata-kata motivasi yang diupload di IG atau FB. Masih amatiran sih, hasilnya juga belum bagus, tapi puas aja gitu rasanya kalau utak atik foto. Bahagianya saya ya sesederhana itu. Cuma ngedit foto dan udah bisa senyum-senyum sendiri. :))

Belakangan ini memang lagi suka dengan dunia fotografi, apaan sajalah saya foto, sepatu, stik es krim, pajangan dinding, dapur dan cencu saja objek foto terfavorit anak-anak saya. Meskipun fotoin bocah itu susahnya minta ampun tapi seneng lihat ekspresi lucu mereka. Hiburan banget ini

Nah ini dia beberapa aplikasi edit foto favorit saya :

1. Picsart

Aplikasi sejuta umat ini yaaa…. Rata-rata pakai aplikasi ini karena mudah dan komplit. Biasanya saya pakai untuk membuat kolase dan menggunakan label atau stickernya yang lucu-lucu

photo_2017-02-17_12-37-55

2. Pixlr

Pixlr juga termasuk aplikasi yang mudah, tinggal pilih foto mau di edit seperti apa tersedia semua di sini. Saya paling suka pakai bordersnya yang banyak pilihan. Dulu kalau kita mau pakai borders harus download dulu tapi sekarang bisa langsung digunakan.

img_20170126_125732_803

3. VSCO

Awal menggunakan VSCO saya nyaris mengibarkan bendera putih. Menyerah karena enggak ngerti gimana cara pakainya, susah dan ribet. Tapi setelah saya utak-atik lagi lain waktu eeh kok bisa dan ternyata gampiiill, jadi ketagihan deh pakai VSCO. Memang menunya tidak terlalu banyak, ringkas banget tapi saya malah senang karena lebih praktis.

img_20170211_113816_497

4. Snapseed

Tertarik download snapseed saat lihat ada teman upload foto di medsos dengan tampilan fontnya yang lucu. Lebih karena penasaran aja sih ini snapseed, engga terlalu sering pakainya.

ketulusanitu1

5. Photo Grid

Saat awal punya smartphone dan lagi norak-noraknya, saya download Photo Grid. Ini juga ikut-ikutan teman karena melihatnya simple banget. Di HP saya saat itu cuma ada Photo Grid untuk edit foto selain bawaan dari HP. Sering dipakai untuk pasang foto di PP nya BBM karena kan ukurannya harus kecil. Sekarang BBM udah bhay, enggak pakai lagi.

photo_2017-02-17_12-38-31

6. Phonto

Sebenarnya Phonto bukan untuk edit foto sih tapi untuk utak atik font supaya lebih cantik dan enak di baca. Setelah edit foto sana sini biasanya selalu berakhir di phonto untuk buat watermark atau quotes di foto.

img_20170203_070833_428

7. Picmonkey

Aplikasi online ini saya pakai untuk edit foto di Komputer. Suka banget dengan Picmonkey karena enggak ribet tinggal klik klik doang. Pilihan fontnya juga lumayan banyak dan bagus-bagus meskipun ada beberapa yang harus bayar dulu.

Teman-teman biasa pakai aplikasi edit foto apa?

10 Komentar »

Dandan? Ogah ah !

Saya enggak suka dandan dari dulu hingga sekarang. Suami juga tidak pernah mempermasalahkan. Pernah coba pakai lipstik di depan suami malah diketawain, enggak usah dandan macam-macam lah katanya. Padahal cuma pakai lipstik doang dengan warna natural. Alhamdulillah, saya sih senang saja karena memang pada dasarnya tidak suka wajahnya di make up. Kalau keluar rumah juga cuma pakai bedak tipis atau malah pakai pelembab saja, selesai.

Awal masuk rohis di kampus dan ikut kajian yang membahas tentang berdandan keluar rumah, makin bersoraklah saya. Yeaaaaay โ€ฆ…. ternyata ketidaksukaan saya pada poles poles wajah itu dilegalkan oleh Al Quran. Saya selalu punya alasan yang tepat kalau mama tanya, kok kamu enggak pakai lipstik? Kok dandannya cuma begitu doang?. Dulu sebelum tahu bahwa dandan berlebihan di luar rumah itu dilarang oleh Allah, saya selalu bingung bagaimana menjawabnya karena jawaban saya enggak suka dandan selalu dibantah lagi dengan pernyataan, kamu kan perempuan, enggak pantes kalau enggak berdandan. Errrr….

Sewaktu sekolah, hari yang paling menyiksa adalah saat hari Kartini. Siswinya wajib pakai kebaya dan wajah di make up. Saya sampai stres karena dipaksa mama berdandan seperti teman-teman lainnya. Disuruh pakai kebaya saja saya sudah pusing eh ini ketambahan disuruh berdandan pula. Beruntung tetangga sebelah rumah, pernah kerja di salon dan tahu banget saya enggak suka dengan dandanan yang menor. Akhirnya demi memuaskan mama, saya mau didandani asalkan dilakukan oleh tetangga saya itu. Beliau pintar sekali membuat wajah saya tetap natural tidak terlihat tebal riasannya. Sampai sekolah malah saya dianggap aneh oleh teman-teman karena dandanannya beda sendiri. Bodo amat lah….

Masalah muncul lagi saat saya menikah dan mengadakan resepsi pernikahan di rumah. Saya menghadapi banyak orang terutama dari pihak keluarga besar yang protes saat saya menolak didandani. Lagi-lagi tetangga saya ini penyelamatnya. Meskipun kata orang dandanannya sederhana sekali tapi lumayanlah yang penting buat saya tidak mencolok. Itupun rasanya kepingin cepat-cepat acara selesai, supaya bisa cuci muka.

Setelah menikah di Bekasi tempat orangtua saya, resepsi diadakan lagi di Palembang tempat orang tua suami. Disinilah masalah muncul lagi. Ternyata meskipun pesta diadakan di rumah, saya harus berdandan dengan adat Palembang. Semua sudah dipesan satu paket untuk pernikahan termasuk juga periasnya. Waduuuuh…… saya benar-benar terpojok, tapi tetap cerewet menolak ini itu. Si ibu baru memoleskan bedak, saya sudah bilang, jangan tebal-tebal ya bu, saya tidak mau alisnya dicukur, dll.

Suasana mulai memanas saat ibu perias ingin memasangkan bulu mata palsu. Saya menolak, tapi dia tetap ngotot. Akhirnya saya minta dipanggilkan suami dan bilang bahwa suami saya yang melarang saya memakai bulu mata palsu. Suami bengong karena bingung engga tau masalahnya. Dengan kode colek-colek tangannya saya minta dia mengangguk saja untuk menyetujui. Si Ibu mengalah dengan wajah cemberut.

Tidak pakai bulu mata palsu, alis tidak dikerok mungkin merupakan musibah bagi perias karena hasilnya menurut dia tidak maksimal. Tapi bagi saya ini sudah luar biasa, seumur hidup baru kali ini saya didandani semenor ini, sampai saya tidak mengenali diri saya sendiri karena kok jadi cantik begini.*kemudian dikeplak orang satu kampung.

Buat pengantin lain, berdiri di atas panggung seperti raja dan ratu sehari pasti membahagiakan tapi buat saya, yang paling membahagiakan adalah saat acara usai, bisa cuci muka dan saya bisa makan pempek.

Hahahaha, remeh temeh kebahagiaan saya mah.

6 Komentar »

DIY Storage Paper

DIY storage paper ini pasti sudah banyak yang tau yah, secara wara wiri terus di dunia per DIY an di Instagram. Awalnya sih bukan dari kertas tapi dari kain yang tebal gitu dengan gambar yang lucu-lucu tapi karena harganya yang mihiiil buat sebagian orang (termasuk saiah ) jadi dibuatlah versi kertasnya. Kalau bisa bikin kenapa harus beli, yekaaaan #prinsipemakirit. Engga tahu awal mulanya ide dari mana akhirnya banyak yang membuat DIY ini dan saling menginspirasi teman-teman yang lainnya.

Buat saya, storage seperti ini sangat diperlukan untuk menampung printilan krucils yang tersebar di penjuru rumah. Kalau beberes gampang deh tinggal cemplung cemplung aja masukin. Segampang saat mainan mau dipakai lagi sama anak-anak, tinggal di tunggingin storagenya, keluar semua mainannya.. horeeeeee.. rumah berantakan lagi.

Ini bikinnya gampiiil banget, tapi sayang saya lupa foto step by stepnya. Intinya kertasnya harus tebal supaya tidak mudah sobek. Saya pakai kertas kalender yang sudah tidak terpakai. Tapi bisa juga dikreasikan dengan bahan-bahan yang lain.

Ini dia bahan dan cara membuatnya :

Bahan :

Kertas tebal/kertas kalender warna putih

Kertas coklat

Lem/double tip

Spidol

Cara membuat

Kertas warna putih ditumpuk dengan kertas coklat ( posisi kertas putih di bawah) kemudian lipat keluar ke arah kertas putih sebanyak dua atau tiga kali. Satukan dua sisi kertas membentuk bulatan. Di bagian bawah lipat dengan menyatukan kedua sisi kemudian bentuk seperti membungkus kado. Buat motif di kertas putih sesuka hati. Taraaaa…. storage paper sudah jadi.

Enggak bingung kan ? Kalau agak bingung, beli gorengan yang di gerobak dorong atau yang dipikul itu trus kertas gorengannya itu bisa jadi contoh, karena sama persis bikinnya, hanya bedanya di bagian atasnya di double dengan kertas coklat.

Selamat beli gorengan… eh selamat ber DIY yaaa…

4 Komentar »

Kenapa Harus Selingkuh?

Ini kedua kalinya ada yang curhat tentang perselingkuhan.

Kisah yang pertama saya dilibatkan jadi penengah dan ikut berpikir bagaimana caranya supaya selingkuh tidak berlanjut. Saat itu saya belum menikah dan meskipun belum tahu bagaimana masalah dalam pernikahan, tapi hati saya cukup perih mengetahui hal ini, apalagi pelakunya orang yang faham agama.

Cerita perselingkuhan yang kedua, saya sudah menikah dan juga membuat saya jadi baper berhari-hari, bahkan sampai sekarang. Si istri yang suaminya selingkuh ini curhat berjam-jam di telepon dan akhirnya saat ada kesempatan untuk bisa bertemu, saya sudah tidak bisa mengendalikan perasaan lagi, kami menangis berpelukan. Perempuan kuat yang darinya saya belajar banyak hal, tentang kesabaran, keikhlasan dan lapang dada untuk memberi maaf. Yaaak, suaminya yang mengakui terang-terangan bahwa dia sudah tidur dengan wanita lain ini akhirnya kembali ke istrinya, dan dia menerimanya.

Kalau ada seseorang yang selingkuh, akan ada judge dari sekitar, pasangannya yang ditinggal selingkuh ini pasti enggak bener juga. Wajar dong dia selingkuh, lha suaminya/istrinya aja enggak pernah perhatian, pantas saja kalau dia cari perhatian ke orang lain.

Errrrr…… bukannya kekurangan pasangan itu pasti akan ada? Dia bukan malaikat tanpa kesalahan kan? Kenapa tidak mencoba untuk membicarakan atau memperbaiki kesalahannya? Kenapa…. kenapa…. banyak tanya di benak saya….

Emang situ yakin engga ada kekurangannya?? ( sinis amat mpok). Jangan-jangan bukan karena pasangan banyak kekurangan tapi karena yang selingkuh ini kurang piknik bersyukur. *Aaah mulai deh nyinyir. Kalau kita sadar banyak juga kekurangannya lalu kenapa kekurangan pasangan dijadikan alasan untuk selingkuh. Lalu saat selingkuh mencari lagi yang lain, yakin teman selingkuhnya ini sempurna ? Dari awal saja sudah kelihatan kan kekurangannya, MAU diajak selingkuh. Errrrr…

Saya paling engga setuju kalau ada yang selingkuh kemudian dibenarkan karena kekurangan pasangannya. Apapun alasannya, selingkuh adalah selingkuh, sebuah pengkhianatan atas komitmen pernikahan. Ini pendapat pribadi saya lhoh yaa, kalau ada yang pendapatnya beda silahkan saja.

Sebenarnya apa yang dicari sih dari perselingkuhan, hanya berpindah pindah dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain, hidup tidak tenang karena khawatir ketahuan. Melarikan diri dari satu masalah ke masalah yang lainnya. Kesenangan semu, kesenangan sesaat yang justru hasil akhirnya akan menghancurkan pernikahan.

Dua kasus perselingkuhan ini mengajarkan saya bahwa sebenarnya kita tidak akan masuk ke dalamnya jika bisa menghindari pemicunya. Seperti kasus teman saya ini, dia berkenalan dengan seseorang, lalu bertukar no telpon, dan berlanjut dengan pertemanan. Seharusnya dari bahasa tubuh atau ucapan-ucapannya sudah bisa ditebak kan kalau si kenalan ini ada ketertarikan. Telpon malam-malam hanya untuk ngobrol enggak jelas padahal tahu kenalannya ini sudah beristri. Lalu… kenapa diladenin sih ? ( ealaah kok emosi gini sih saya).

Seharusnya kita bisa menjadi satpam bagi diri kita sendiri. Mengaktifkan alarm dari dalam diri kita, karena setan tidak pernah lelah menggoda dari segala penjuru dan selalu melihat dari titik terlemah kita. Kita tidak bisa menyetir pikiran orang lain supaya jangan menyerempet (bahasa apa inih) ke arah perselingkuhan, tapi kita bisa membuat benteng untuk tidak terjebak ke pusaran jebakan setan itu.

โ€œ habis saya engga tegaan sih, mosok ada yang mau curhat saya cuekinโ€

โ€œ cuma iseng doang kok, engga bakalan deh sampai selingkuh โ€œ

Eh…eh..eh…Berapa banyak sih orang akhirnya selingkuh hanya gara-gara masalah sepele. Awalnya jadi tempat curhat, lalu simpati, kemudian jatuh hati dan lalu…

Bahasan tentang selingkuh ini selalu akan jadi panjang dan jadi perdebatan tak berujung. Saya juga tidak punya hak menjudge orang-orang yang selingkuh. Maapkeun kalau tulisan di atas sangat berbau nyinyir.

Hidup ini banyak pilihan dan semoga Allah memberi saya kemampuan untuk memilih perbuatan yang baik-baik saja. Karena hidup hanya sebentar, sayang sekali kalau meninggalkan jejak yang tidak disukai oleh Sang Pemberi Kehidupan.

26 Komentar »

Upgrade SIM Card

Ganti HP nih ceritanya, jadi sim card pun harus di upgrade ke 4G supaya sesuai dengan Hpnya. (haree genee baru upgrade sim card ????) Tapi rasanya kok malleeeeees ya ke grapari, mikirnya bakalan antri panjang dan ribet prosedurnya. Apalagi ini harus ke dua grapari, Indosat dan 3. Sebenarnya bisa sih engga perlu ke grapari kalau cuma mau upgrade ke 4G tapi masalahnya kartu udah jelek banget karena dulu pernah di cutter dan mepet banget ke chipnya jadi tetap harus ganti fisiknya juga.

Sebelum ke grapari tanya-tanya dulu di mbah Google. Terutama cari tau dimana lokasinya di Bekasi. Kalau grapari Indosat sudah tau ada di Metropolitan Mall, dulu pernah juga ke sana dan agak trauma sama antriannya yang panjang. Tinggal grapari 3 yang masih belum jelas, ada yang bilang di Rawalumbu, di Hypermall dan ada juga yang kasih info di ruko Jalan Ahmad Yani. Ruko sebelah mana enggak dijelaskan, padahal sepanjang jalan Ahmad Yani itu ruko semua.

Pak suami yang tau istrinya sering bingung inisiatif mengantarkan mencari lokasi kantor 3. Yaaak daripada daripada istrinya hilang diculik nyasar yang ujung-ujungnya pasti pak suami juga yang dihubungi mendingan sekalian antar.

Dugaan awal grapari 3 ada di ruko di depan RS Mitra keluarga Bekasi Timur karena disitu rukonya paling ramai. Sebelum masuk ke area ruko tanya dulu sama tukang parkir apa benar di dalam komplek ruko ini ada kantor 3, dia bilang engga ada, tapi kalau enggak salah ada di ruko sebelahnya lagi. Cuuuuus nyari ke komplek ruko sebelahnya dan celingak celinguk sebentar karena banyak ruko baru yang masih kosong. Tidak ada tanda-tanda ada grapari 3 disitu. Akhirnya tanya sama Satpam dan dia dengan santainya nunjukin gedung dibelakangnya yang dindingnya dijadikan tempat dia sandaran sambil merokok. Oalaaa, pantesan enggak kelihatan disitu ada grapari 3, karena tulisannya kecil dan nempel di pintu saja.

photo_2017-01-27_09-42-31

Saat masuk, pengunjungnya sepi hanya ada dua orang saja. Tidak berapa lama saya dipersilahkan duduk di depan CS nya dan ditanya keperluannya. Dia hanya tanya nomor sim card saya dan ngetik ngetik di lap top, ngeluarin kartu yang baru dan memasukannya ke HP saya. Taraaaaa, sim card yang baru sudah aktif. Hah? Begini doang. Alhamdulillah enggak ribet yah.

Selesai urusan di 3 saya langsung meluncur ke Indosat di Metropolitan Mall. Lokasinya persis di depan Mall jadi saya tidak perlu masuk Mall dan tergoda mampir-mampir *dompet aman. Baru masuk ruangan, pak Satpam langsung tanya keperluannya apa, setelah dijelaskan dia bilang langsung saja ke loket sebelah kiri tanpa ambil nomor antrian. Hah? Enggak pakai antri nih, bener nih ?.

photo_2017-01-27_09-42-22

Sama mas CSnya ditanya nomor IM3 dan KTP, dia ketak ketik sebentar trus bilang saya foto yah, cekrek… lhaaah belom sempat benerin jilbab, bedakan dan ganti kostum bikin kaget aja niy om nya. Mungkin ekspresi saya di foto aneh banget kali ya, lagi bengong kok difoto. Selesai di registrasi dia kasih sim card yang baru, tapi enggak dipasangin kaya di 3.Huhuhuhu *manjabener. Pesannya, nanti setelah satu jam ketik nama , alamat, no KTP dan kirim smsnya kesini yah, sambil ngasih tulisan di robekan kertas kecil. Saya ngangguk saja sambil bilang terima kasih.

Yeaaay โ€ฆ…tidak seperti dugaan saya , upgrade sim card itu ternyata gampil banget dan gak perlu antri panjang, tidak sampai satu jam dua urusan selesai.

Alhamdulillah…

3 Komentar »

Hanging Clouds

Pertama kali kenal sama kain flanel itu saat ngelihat alm papa membersihkan kacamatanya. Kainnya lembut dan agak berbulu gitu. Pernah beberapa kali melihat tumpukan kain flanel warna warni di pasar tradisional di tempat perlengkapan menjahit. Dijualnya per lembaran yang sudah dipotong kecil kecil dan ada juga yang per meter. Kepikir sih buat bikin apaan yah….

Ternyata, kain flanel banyak banget fungsinya, bisa buat bikin boneka, bantal dan kerajinan tangan lainnya. Apalagi di jagat Instagram lagi rame DIY membuat bantal aneka bentuk yang bahannya dari kain katun atau bisa juga dari flanel. Kepengen juga dong ikutan bikin, secara kalau beli lumayan juga sih harganya. Prinsip emak irit, kalau bisa bikin kenapa harus beli ๐Ÿ™‚

Saya mau mencoba membuat hanging clouds dari kain flanel warna biru. Tetap ya pakai warna favorit. Tetesan airnya menggunakan flanel campuran warna biru tua. Iyak enggak kreatif banget pilihan warnanya. Suka aja gitu sama warna yang bikin hati adem ini.

Berhubung langkah-langkah pembuatannya lupa difoto jadi saya tuliskan saja yaa…

Alat dan bahan :

Kain flanel (ukuran disesuaikan dengan keinginan besarnya bentuk awan)

Drakon

Gunting

Jarum dan benang

Peniti besar dan paku pin (untuk menggantung)

Cara membuat :

Buat pola awan di atas kain flanel yang ditumpuk dua bagian . Gunting mengikuti pola sekaligus dua tumpukan. Kemudian jahit sekelilingnya tapi jangan ditutup semua untuk memasukan drakon. Setelah drakon dimasukan baru jahitan di tutup. Kemudian buat juga pola tetesan air di atas kain flanel dan ikuti langkah langkah seperti pembuatan awan. Setelah selesai susun tetesan air dan di jahit di bagian bawah awan.

Taraaaaaaa jadi deh hiasan awannya.

Untuk memasangnya saya menggunakan peniti besar di belakang awan kemudian digantung di paku pin. Tapi kalau teman-teman punya cara lain untuk menggantungnya silahkan saja dicoba.

Seperti ini penampakannya

photo_2017-01-18_14-48-23

Kanaya senang sekali saya buatkan hiasan awan ini . Kadang dia berdiri di bawah tetesan airnya dan bilang, buuun, aku kehujanan niiih…. sambil tertawa tawa

Bahagia itu sederhana kaaaan.

8 Komentar »

Kencan di Waroeng Steak

Sudah lama janjian sama pak suami pengen ngedate makan siang bareng, tapi selalu gagal terus. Secara sekarang agak susah mau kencan pulang kerja karena engga tega mampir-mampir, kepikir langsung pulang pengen cepat ketemu krucils. Sabtu ahad lebih ga mungkin lagi, waktu yang sangat berharga kalau cuma dipakai berdua doang. Jadi kapaaaaaan mau pacarannya?

Pas banget momennya hari pernikahan, jadi saya dan pak suami menyempatkan diri untuk bisa makan bareng di luar saat jam istirahat kantor. Sebenarnya ga pernah secara khusus merayakan sih, tapi biasanya kalau tanggal pernikahan kami ngobrol-ngobrol untuk saling instropeksi diri dan mengingatkan satu dengan yang lainnya. Dalam rangka dua hati merawat cinta gitu lah. Aiiihh

Awalnya mau makan di restoran pasta tapi lokasinya jauh dari tempat saya kerja, akhirnya dipilih yang tengah-tengah Waroeng Steak di jalan Juanda. Saya belum pernah makan di sini tapi kata teman pengajian steaknya enak dan murcee. Yaak, engga ada salahnya kan icip icip.

Sampai sana suasana tidak terlalu ramai, disambut dengan lagu Kangennya Dewa. Uhuk. Tempatnya terbuka gitu sih bukan ruangan indoor yang ada AC nya, tapi ada kipas anginnya kok. Saya pilih duduk di pinggir jendela yang terbuka jadi engga terlalu gerah karena banyak angin masuk. Disediakan juga ruangan yang tidak terlalu besar untuk bebas rokok. Saya baru ngeh lihat ruangan ini pas mau pulang. Secara umum nyaman tempatnya tapi sayang suara musiknya terlalu kencang jadi susah buat ngobrol romantis.

Celingak celinguk dulu lihat interior tempat makannya baru deh pesen makanan. Pak suami pesan steak cumi plus milkshake coklat dan saya steak ikan kakap plus seperti biasa air bening alias air mineral engga dingin. Pak suami pesan lagi nasi satu porsi, ga nendang kalau karbohidratnya pakai kentang doang, maklumlah orang Indonesia asli waaahahaha. Tidak berapa lama pelayan datang lagi bilang steak ikan kakapnya belum dipancing habis. Akhirnya saya malah pesan nasi sapi lada hitam.

photo_2017-01-16_15-07-43

Rasanya gimana ? Hmmmm standarlah ya untuk harga segitu, dibilang enak banget ya enggalah, biasa aja. Kuah steaknya agak encer dan porsinya cuma seuprit. Yaiyalah kalau mau banyak masak sendiri. Saya sebenarnya engga terlalu suka daging karena punya masalah sama gigi, tapi sapi lada hitamnya lumayanlah rada empuk, enggak melawan saat digigit.

Makan siang berdua, total kerusakan hanya Rp.62.000 aja, murah meriah kurang kenyang. Buat yang rumahnya sekitaran Bekasi Timur, boleh juga nih kalau pas tanggal tua tapi kepengen makan steak bisa mampir ke sini. Lokasinya di Jalan Juanda persis di depan Bank Mandiri, biasanya dilewati kalau mau ke Bekasi Junction atau ke terminal Bekasi. Selamat icip icip yaaah….

photo_2017-01-16_15-07-54

16 Komentar »

Rak Buku

Sejak sebelum nikah dan sudah berpenghasilan, saya rajin beli buku. Meskipun bacanya nyicil dan baru selesai entah di zaman apa ๐Ÿ™‚ Waktu itu tempat menyimpan buku numpang di lemari kaca punya ortu dan sebagian akhirnya diusung ke kamar kost. Buku-buku hanya saya letakkan di atas lemari kecil dengan posisi berdiri supaya memudahkan pencarian. Hampir setiap hari rajin dibersihkan supaya tidak berdebu, maklumlah masih banyak waktu luang.

Setelah menikah, jumlah buku semakin banyak karena dapat tambahan dari buku-buku suami. Sedangkan lemari kaca milik ortu juga sudah penuh. Akhirnya beli rak buku sederhana yang penting bisa menampung buku sementara supaya tidak berserakan. Karena rak bukunya murah meriah hore, jadi belum ada usianya setahun sudah rusak. Dia tidak sanggup lagi menanggung beban kehidupan yang demikian berat buku yang lumayan banyak.

Belum selesai masalah rak buku, saya sudah mulai mengumpulkan buku-buku anak yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal saat itu masih dalam masa penantian sang buah hati, tapi bukunya sudah segambreng. Makin pusinglah saya memikirkan di mana buku-buku itu diletakkan. Saya mah type yang bertindak dulu baru mikir belakangan ๐Ÿ™‚

Suatu sore sepulang kerja, tidak sengaja melewati pameran furniture di sebuah mall dan tertarik dengan rak buku coklat tanpa kaca yang kelihatannya cakep. Berhubung harganya murah tapi jenis kayunya bagus, akhirnya saya beli. Tetap prinsip mak irit dipakai, enggak kapok dulu pernah beli rak buku murah yang usianya cuma seumur jagung. Sekaligus dua deh, karena mikirnya nanti kalau beli satu rak bukunya penuh pasti saya bingung lagi.

photo_2017-01-12_09-01-11

Alhamdulillah rak buku ini awet, pernah kena banjir dua kali tapi tetap tegar berdiri. Sudah lebih dari 10 tahun baru agak doyong sedikit karena kebanyakan buku. Selama belum punya anak masih rajin bersih-bersih rak dan bukunya. Tapi saat punya anak satu mulailah rasa malas muncul, kadang seminggu sekali dibersihkan, kadang malah sebulan sekali baru sempat. Hadeeeeuuh, juara deh joroknya.

Punya anak dua, semakin akut rasa malasnya bebersih rak buku. Tapi segera tersadar saat si bungsu Kaysan ternyata alergi debu. Menurut dokter segala yang memicu batuk harus disingkirkan dari rumah. Karpet, boneka, kipas angin dan lain-lain sudah disingkirkan tapi Kaysan tidak kunjung sembuh. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, pencetus batuknya Kaysan dari rak buku.

Horeeeeee…. ada alasan ganti rak buku. *modus emaknya.

Diskusi dengan suami, akhirnya saya pesan rak atau lemari buku yang tertutup atau ada kacanya. Ide model rak bukunya disesuaikan dengan ukuran ruangan dan kebutuhan dan cencu saja disesuaikan juga dengan isi kantong. Kepinginnya sih yang begina begini, kayu yang bagus, panjangnya juga sampai mentok ke dua dinding dll. Tapi sadar diri budegtnya cuma seuprit. Akhirnya jadinya seperti ini. Lumayanlah bisa menampung buku-buku dan tertutup rapat.

photo_2017-01-12_12-08-28

Abaikan rumah yang berantakan dan foto model yang belum pada mandi yah.

Ternyata malah lebih rapi dengan rak buku tertutup seperti ini. Kaysan juga sembuh dari batuk-batuknya. Emakpun riang gembira karena tugas beberes rak buku sudah agak berkurang. Debu tetap ada sih tapi enggak sebanyak rak buku yang terbuka.

Alhamdulillah

 

15 Komentar »