Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Keseharian si Emak Rempong

Gegara baca tulisan mak Raya jadi latah pengen ikutan nulis juga tentang daily activity emak pekerja yang sok rempong.

Aktivitas di pagi hari biasanya yang paling rempong, karena saat sang emak bangun, Kaysan si 7 bulan ikutan bangun juga. Kalau di puk puk terus tidur lagi sih masih mendingan saya bisa langsung ngerjain ini itu termasuk sesi pumping. Tapi kalau pangeran di puk puk malah ketawa ketiwi ngajak becanda, ya berarti saya harus menemani dia dulu karena kalau ditinggal bisa ada jeritan melengking di pagi buta.

Masak di pagi hari itu wajib di keluarga saya karena kami kalau sarapan serius banget, engga bisa sarapan cuma pakai roti atau susu doang, tapi harus nasi komplit beserta kawan-kawannya. Sekalian masakan pagi hari ini saya bawa untuk bekal makan siang di kantor.

Kalau adek lagi rewel, suami yang berkutat di dapur masak ala kadarnya yang penting bisa sarapan dan saya bawa bekal. Keadaan masih aman sebelum Kanaya si 6 tahun bangun tidur, karena biasanya kalau bangun tidur sering ngambek ngambek ga jelas, jadi acara masak kacau balau. Saya pegang Kaysan, suami pegang Kanaya. Mama yang ga tega melihat kerepotan kami, biasanya yang ambil alih dapur. *Kemudian dihujat karena masih merepotkan orang tua :)

Kalau Kanaya dan Kaysan anteng, saya langsung menyiapkan bekal yang akan dibawa ke kantor termasuk breastpump, botol kaca, blue ice. Setelah beres sekarang mengurus bekal sekolah si kakak yang sudah sekolah di TK B. Dulu waktu belum ada bayi saya rajin bikin bento tapi sekarang belum mulai lagi karena engga sempat. Jadi untuk menghindari drama tambahan di pagi hari biasanya saya tidak menawarkan Kanaya mau bekal apa tapi langsung tembak, “ kakak hari ini bekalnya makaroni goreng yah.… karena pernah suatu hari saya keceplosan nanya, kakak mau bekal apa...eh dia langsung nyodorin buku bento yang rumit banget. #emaknya langsung kejengkang.

Selesai urusan Kanaya sekarang nyiapin MPASI nya Kaysan. Alhamdulillah ada slow cooker, jadi saya bisa masak bubur sambil ongkang ongkang kaki tanpa perlu banyak menyita waktu. Tinggal cemplung cemplung aja di malam hari, ditinggal bobo cantik, taraaaaa … paginya bubur sudah jadi. #peluk erat slow cooker. Biasanya hasil dari masak buat Kaysan, saya bagi dua atau tiga jadi mbah hanya tinggal menghangatkan saja untuk makan siang atau sorenya. Kecuali buahnya memang harus fresh dan sudah saya potong potong tinggal diberikan ke Kaysan untuk pure atau finger food.

Urusan makanan beres, saya langsung ngoprak ngoprak Kanaya supaya cepat mandi, yang biasanya urusan mandi selalu jadi drama queen, si ayah yang siapin mandinya Kaysan, saya atau mbahnya yang gantikan bajunya. Kalau Kaysan ngantuk biasanya saya susui dulu dan kalau masih keburu waktunya saya suapi. Saya sarapan bisa sambil nyusui dan sambil nyuapin sarapan si kaka, daaaaaan  bisa juga sambil melihat chat di WA. Empat aktivitas dalam satu waktu #yeaay hidup multitasking !!.

Sudah selesai urusan bocah, sekarang gantian emaknya yang siap-siap ngantor. Alhamdulillah ya Allah, pas punya Kaysan pas juga kantor pindah dekat rumah, cukup 5 menit saja naik motor atau mau sambil koprol juga masih bisa. Pakaian sudah rapi, Kaysan pasti nangis lihat saya, ya sudahlah gendong dulu sampai dia puas sambil sesekali ngelirik jam sapa tahu kalau jamnya dilirik dengan sinis bisa lebih lambat jalannya.

Sampai kantor, baru bisa ngerasain duduk manis dengan tenang sekitar 5 menitan setelah huru hara di rumah sejak subuh tadi. Tidak berapa lama langsung deh riweuh lagi sama kerjaan, laporan ini itu dll. Kadang kalau sedang stres hasil pumping menurun dan saya cuma bisa pasrah sambil berdoa semoga ASI bisa banyak lagi.

Teng tong, jam 5 sore dijemput pak suami dan langsung cuuus pulang ke rumah, disambut senyuman Kaysan, pelukan Kanaya dan laporan ini itu dari mama. Buru-buru deh cuci tangan, masukin hasil pumping di frezer dan gendong Kaysan, karena ini bocah kalau melihat emaknya langsung nyengir lebar meluluhkan hati siapapun. Owwh my idol.

Tidak berapa lama gendongan pindah ke ayahnya, karena emaknya kalau pulang kerja lapar, dan kalau lapar biasanya suka judes, jadi ya makan dulu. Kadang kalau di kulkas ada sayur dan lauknya  masak dulu ala kadarnya atau kalau keburu lapar beli masakan di warung. Kelar makan, Kaysan pindah lagi ke saya karena ayahnya ke mesjid, dan saya baru bisa mandi kalau ayahnya pulang. Saya berusaha sekali kalau pulang kerja, mbah sudah tidak direpotkan lagi sama Kaysan, meskipun pada prakteknya tetap kadang-kadang dipegang juga sama mbahnya.

Malam sebelum tidur, setelah urusan steril botol dan cuci piring selesai, saatnya quality time bersama anak-anak atau ngobrol sama mbah. Biasanya mata emaknya udah kriyep kriyep tapi krucils masih pada segar bugar. Tetap harus melek sampai akhirnya Kaysan minta nenen, horeeeeeeee…… Akhirnya bisa nyelonjor juga. Niatnya sih anak tidur mau melakukan banyak hal, seperti, nulis, baca, ngeberesin lemari, merapihkan kamar Kanaya, dimana semuanya itu ternyata ada di alam mimpi. Bwahahahahahaha. Saat tersadar sudah di tengah malam.

Begitulah indahnya menjadi seorang bunda, peluk hangat buat para bunda yang bekerja di luar rumah maupun yang full di rumah. Semoga sehat sehat selalu yaaa… #koyo mana koyo

photo_2016-09-27_13-18-10

Tinggalkan komentar »

Cerita Lebaran

Sudah agak terlambat yah mau cerita tentang lebaran tahun ini ? Biarin dah lebih baik terlambat dari pada terlambat banget… hihi

photo_2016-07-19_13-21-27

Rina dan keluarga mengucapkan,

“Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘aamin wa antum bikhair”

Mohon Maaf Lahir & Bathin…

Sεlαmατ Hari Raya Idul Fitri,

1 Syawal 1437H

Dan semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dalam kesucian diri dan kemantapan ibadah….Aamiin Aamiin Aamiin Allahumma Aamin

Lebaran kali ini, lebih meriah karena sudah ada Kaysan yang usianya masih 4 bulan. Maksudnya meriah adalah ramai dengan tangisan dan celotehnya. Awal Ramadhn sudah siap-siap sholat Idul fitri akan seru (baca : rempong) karena bawa dua krucil. Eh ternyata saya berhalangan tapi tetap diniatkan datang untuk mendengar khutbahnya saja. Pagi-pagi menjelang berangkat ke Mesjid, saya dan suami berbagi tugas, suami mengurus Kanaya dan saya kebagian mengurus Kaysan. Anak-anak sudah rapi semua, tapi bundanya belum mandi dan Kaysan tidur lelap, padahal sudah 6.45. Akhirnya suami memutuskan hanya mengajak Kanaya yang sudah mendekap mukenanya dari tadi. Tahu bundanya enggak ikutan ke mesjid, ada drama dooooong, Kanaya malah nangis. Tadinya mau dititipin tetangga eh sudah berangkat semua, yah terpaksa suami agak memaksa Kanaya untuk ikut saja, gimana nanti yang penting sudah sampai mesjid. Alhamdulillah sampai sana ketemu banyak tetangga jadi Kanaya aman.

Setelah keliling komplek cari angpau silaturahim dengan para tetangga, kami pulang ke rumah, tangis-tangisan, foto-foto, makan-makan, tidur-tiduran. Menjelang siang baru menemui mama di rumah adek, supaya terhindar dari macet. Tapiiiii yah namapun lebaran semua orang yang ga pernah keluar rumahpun jadi keluar rumah, jalanan muacet meskipun belum bisa mengalahkan macetnya Brexit.

Jadi dari lebaran sampai dengan hari Ahad, kami enggak kemana-mana, sodara-sodara pulang kampung semua. Mau jalan-jalan ke tempat wisata kok ya males banget yah sama rame dan antriannya. Jadi cukup menikmati liburan di rumah sambil menggemukkan badan.

Hari Senin saat sebagian orang sudah mulai aktivitas ,saya sekeluarga beserta mama, adik-adik dan keponakan malah menuju puncak. Rencana mau nginep di Villa Arga Sonya semalam saja. Alhamdulillah jalanan menuju puncak tidak macet, lancar jaya tidak ada hambatan. Meskipun ini sudah yang ketiga kalinya saya ke villa Arga Sonya, tapi tetaplah villa ini bikin jatuh cinta. Tempatnya luas, indah, dan nyaman buat anak-anak. Kanaya dan para sepupunya melihat tempat bermain seluas itu seperti baru keluar dari kandangnya, langsung berlarian kesana kemari, berenang, cari ikan, main layangan dan tidak lupa acara berantemnya.

Akhirnya kesampaian juga niat saya berenang di sini setelah bertahun tahun tidak pernah merasakan berenang lagi. Biasanya kalau ke kolam renang cuma jagain tas suami dan anak, atau kalau di kolam renang umum enggak pede mau nyemplung khawatir sama pakaiannya. Jadi jam setengah dua siang saat para penghni Villa tidur semua, saya menyelinap ke kolam renang, sambil menggeret pak suami minta ditemani. Suami yang baru saja selesai berenang dengan anak-anak menolak tapi tetap mau menemani di sekitar kolam renang saja sambil tilawah menyelesaikan odojnya. Widiiiiw, saya yang memang sudah lama kepengen berenang langsung norak kecipak kecipuk kesana kemari. Apalagi siang itu yang berenang hanya saya sendirian tidak ada orang lain , berasa kolam renang milik pribadi. Heuheuheu.

Malamnya adek ngajak keluar villa untuk makan jagung rebus, eh ternyata hujan deras, jadi kita makan mie rebus saja di dalam villa sambil ngobrol ngalor ngidul (yang penting agak mirip ada rebus-rebusnya). Paginya setelah subuh ngoprak ngoprak krucil mau diajak ke puncak pass, karena kalau siangan dikit biasanya macet di pasar Cisarua. Setelah keliling-keliling lalu kami sarapan di sekitar area Mesjid Ta’wun. Dari lima anak-anak cuma Kaysan aja yang enggak bisa jalan, jadi kalau kemana-mana selalu ada dalam gendongan emaknya. *Koyo mana koyo.

Siangnya setelah sholat zhuhur cuuuusss kami pulang menuju Bekasi dan sudah dihadang kemacetan sampai Gadog. Yah namapun lebaran yak, kurang afdol kalau enggak ada macetnya.

Nah begitu cerita lebaran tahun ini, capeeeek tapi menyenangkan bisa berlibur dengan orang-orang yang kita sayangi…

8 Komentar »

Setelah Tiga Bulan

Tanggal 23 Mei ini aku sudah mulai ngantor lagi setelah 3 bulan di rumah bersama krucil. Jangan tanya gimana perasaannya,( lagian siapa yang mau tanya seh ) yang pasti galaaaaau meninggalkan anak-anak. Seminggu sebelum masuk kerja beberapa kali aku menangis tanpa sebab. Kanaya sepertinya menangkap kesedihan bundanya, dia sering  laporan ke ayahnya, yah, bunda kenapa tu nangis. Yang bikin meleleh adalah saat paginya mau berangkat ke kantor dia bilang, bunda nanti di kantor jangan nangis ya, aku yang jagain adek…. so sweet. Meskipun selama tiga bulan ini nyaris setiap hari ada drama di rumah karena kecemburuan Kanaya dengan adiknya, ternyata dia juga bisa bersikap dewasa. #Peyuuuk si kaka.

Kegalauan seperti ini juga pernah aku alami saat harus meninggalkan Kanaya bekerja untuk pertama kalinya. Hanya bedanya sekarang lebih tenang karena stok asip untuk Kaysan di frezer lumayan banyak. Saat Kanaya dulu hampir setiap hari was was karena stok asipnya kejar tayang. Alhamdulillah saat baby Kaysan sanggup menghabiskan 7 botol asip @70-80 ml, Allah berikan kemudahan dengan memberikan asi yang  lumayan banyak. Tinggal aku yang harus mengelola hati dan pikiran supaya tidak stres agar produksi asi tidak menurun.

Etapi yaah namapun dunia kerja susah banget lepas dari yang namanya stres. Apalagi saat pekerjaan sedang menumpuk, ditekan sana sini, rasanya kepengen di rumah aja sama krucil tapi tetap digaji hihihi kemudian dikemplang HRD.

Meskipun sering galau tingkat kelurahan, alhamdulillah ada juga satu hal yang menggembirakan. Sejak aku cuti melahirkan, ternyata kantorku pindah gedung di dekat rumah. Naik motor cukup memakan waktu 10 menit saja jadi aku bisa agak siang berangkat dari rumah dan lebih banyak kesempatan mengurus anak-anak. Senangnyaaaaaaa……

Setiap kesulitan selalu beriringan dengan kemudahan. Di saat banyak kondisi yang berubah seperti bertambahnya anak, Allah juga memberikan kemudahan-kemudahan untuk penyesuaiannya. Rasanya malu kalau banyak mengeluh, padahal nikmat Allah sudah begitu luar biasa diberikan untukku.

Semangaaaaaaat bundaaa…..

2016-05-06 10.51.53 1.jpg

 

 

 

 

 

 

 

 

11 Komentar »

Welcome Home Baby Boy

Alhamdulillah, setelah melalui proses yang berliku, akhirnya aku bisa bertemu dengannya. Seorang bayi mungil yang dengan tangisannya saat keluar dari perutku, menghentakkan kembali nuraniku sebagai ibu untuk mensyukuri nikmatNya yang luar biasa ini.

Aku sudah mulai cuti dari tanggal 22 Februari 2016 setelah penggantiku datang dan mentransfer pekerjaanku padanya. Rasanya lega bisa cuti dan istirahat di rumah karena aku nyaris tidak sanggup berjalan, Selangkangan terasa nyeri, kalau duduk atau berbaring punggung sakit, sesak nafas, kontraksi berkali kali dan fisik yang sangat lelah. Sejak cuti aku hanya berbaring saja di tempat tidur sambil terus makan makanan yang menambah darah dengan harapan HB ku segera naik.

Jumat sore 26 Februari 2016 aku dan suami bersiap ke rumah sakit untuk kontrol kandungan. Sebenarnya aku sudah mendaftar untuk kontrol hari Sabtu paginya, tapi aku sudah tidak sabar ingin segera bertemu bu dokter untuk menyampaikan keluhanku yang terasa semakin parah. Jadi aku putuskan untuk memajukan jadwal kontrol.

Sampai Rumah Sakit aku langsung menuju laboratorium untuk cek HB. Suamiku mendorongku dengan kursi roda karena jika berjalan bagian bawah perut terasa sakit. Setelah hasil lab selesai aku membawanya ke dokter kandungan. Alhamdulillah HB ku membaik meskipun belum bisa dikatakan normal. Dokter bergegas memeriksa kondisi bayi melalui usg, menurutnya, dengan usia kehamilan 39 minggu, kondisi kehamilanku sudah cukup matang. Dengan mempertimbangkan kondisi kakiku yang nyeri bila ditekuk (efek kecelakaan beberapa tahun lalu), dan HB yang membaik dokter menyarankan SC. Dokter bertanya , siap SC besok sore bu? Aku tidak langsung menjawab tapi berpandangan dulu dengan suami minta persetujuannya, akhirnya diputuskan keesokan harinya aku harus SC. Malam itu juga aku dan suami mengurus administrasi untuk sabtu dan langsung pulang ke rumah untuk kembali ke rumah sakit esok hari.

Malam menjelang SC aku tidak bisa tidur, rasanya gelisah dan pikiranku mengembara kemana mana. Sampai menjelang subuh baru aku bisa terlelap sebentar, padahal jam 7 pagi aku sudah harus ke rumah sakit lagi. Meskipun ini SC yang kedua tapi rasa takutnya melebihi yang pertama. Saat melahirkan Kanaya dulu aku tidak tahu bagaimana rasanya melahirkan, jadi malah lebih tenang. Tapi kali ini aku sudah membayangkan ketegangan di ruang operasi .

Sabtu 27 Februari 2016, pkl 18.00 dengan doa yang tak henti dari mulutku, aku memasuki ruang operasi. Dokter kandungan yang menangani kelahiran anakku langsung menemuiku dan menggenggam tanganku yang dingin, banyak berdoa ya bu, katanya. Jujur saja aku malah tambah tegang setelah dokter berkata seperti itu. Apalagi dokter juga mengingatkan agar petugas medis di ruang operasi menyiapkan dua kantong darah , untuk berjaga-jaga jika aku pendarahan. Ya Allah, saat itu yang ada di pikiran, apakah aku bisa selamat dengan riwayat HB ku yang tidak stabil.

Di ruang operasi aku seolah berdialog dengan Allah, aku berharap operasi ini baik-baik saja karena ada mama dan suamiku yang menunggu di luar sangat menginginkan aku dan bayiku selamat dan aku tidak ingin mereka sedih jika terjadi sesuatu denganku. Rasanya ingin menangis saat menghadapi ketegangan ini tapi aku hanya bisa pasrah dengan apa yang akan terjadi.

IMG_20160317_112106_000961
Alhamdulillah pkl 18.25 tangisan yang aku tunggu selama 9 bulan itu terdengar juga. Tangisannya melengking memenuhi ruang operasi. Tidak berapa lama kemudian anakku di letakkan di dadaku untuk IMD, dengan gemetar kuucapkan tasbih berkali kali. Rasanya luar biasa sekali bisa menatap wajahnya untuk pertama kali.

Setelah di observasi selama dua jam akhirnya aku kembali ke ruang perawatan, Alhamdulillah HBku tidak turun terlalu banyak dan pendarahannya juga normal. Jadi aku tidak perlu transfusi darah. Lega rasanya. Berbeda dengan SC ku yang pertama dimana rasa sakit baru muncul di hari kedua, kali ini aku sudah merasakan sakitnya jahitan sejak masuk ruang rawat inap. Apalagi jam 11 malam anakku di antar ke ruangan untuk disusui. Jangankan untuk bangun dari tempat tidur, untuk miringpun belum sanggup, akhirnya aku menyusui dengan posisi tiduran dan anakku yang dimiringkan. Meskipun rasanya sakit sekali tapi aku berusaha untuk menyusui anakku.

ASI memang belum keluar, tapi aku yakin dengan sesering mungkin menyusui maka asi akan segera keluar. Belajar dari pengalaman melahirkan anak pertama yang langsung diberi sufor saat asi tidak keluar, jadi aku lebih semangat untuk terus belajar menyusui. Alhamdulillah karena bayiku juga pintar menghisap puting jadi asi lebih cepat keluar, ahad sore dia sudah bisa menikmati asi, bahkan aku juga menyempatkan pumping karena asiku berlimpah sedangkan bayi belum banyak menyusu.

Alhamdulillah, syukur yang tak terputus atas nikmat Allah yang luar biasa ini. Semoga amanah yang Allah berikan ini bisa kujaga sebaik baiknya dan aku diberi kemampuan untuk bisa lebih baik lagi menghadapi fase-fase selanjutnya pasca melahirkan.

IMG_20160311_184308_000606

29 Komentar »

37 minggu

Terakhir posting di blog usia kehamilanku 20 minggu dan sekarang sudah masuk 37 minggu. Hitung sendiri yak udah berapa lama enggak ngeblog :))))

HPL sih 7 Maret 2016 tapi saat ini sudah mulai ada kontraksi ringan. Mungkin akunya juga agak stres menghadapi persalinan yang kedua ini. Padahal seharusnya sudah kehamilan yang kedua tidak usah terlalu stres yah, tapi justru aku lebih enjoy saat hamil pertama karena masih lugu ga ngerti persalinan itu seperti apa, sakitnya bagaimana. Yang penting saat itu pengen melahirkan normal, jadi banyakin jalan-jalan aja. Meskipun ujung-ujungnya tetap saja SC.

Nah untuk kehamilan kedua ini sudah dari awal memang banyak keluhan, mulai dari kaki yang kambuh lagi nyerinya setelah kecelakaan jatuh dari bis 13 tahun yang lalu, sering kram perut dan ketambahan ada masalah dengan HB ku yang cuma 7,5.

Mengenai HB ini sebenarnya tidak hamilpun HB ku memang selalu rendah. Aku pernah juga di transfusi sampai 4 kantong karena HB cuma 6. Berhubung sedang hamil, setiap kontrol dokter selalu tanya HB. Saat usia kehamilan 35 minggu Hbku 7,5 dokter akhirnya menyarankan aku diinfus dengan fenover, cairan obat seperti darah yang akan membentuk sel-sel darah merah dengan harapan HB ku akan naik.

Saat dokter memutuskan aku harus diinfus dengan fenover selama kurang lebih 2 jam dan ditambah dengan CTG (rekam jantung janin) aku sebenarnya bimbang karena saat itu sudah jam 7 malam dan masih harus mengikuti beberapa prosedur rumah sakit. Akhirnya aku memutuskan untuk rawat inap dengan harapan besoknya setelah semua tindakan selesai aku bisa pulang.

Akhirnya malam itu aku menginap di rumah sakit. Baru diinfus dengan fenover jam 11 malam dan selesai kira-kira jam 1 malam. Berbeda dengan transfusi darah yang bisa segera diketahui perubahan HB setelah transfusi, hasil dari penggunaan fenover ini baru bisa diketahui setelah 2 Minggu.

Besok paginya aku minta pulang tapi kata bidan harus menunggu bu dokter dulu yang baru akan visit jam 10 pagi. Tidak berapa lama dapat kabar lagi ternyata baru bisa datang setelah selesai praktek jam 6 sore. Sabaaaaaaar… meskipun rasanya sudah pengen ketemu kasur di kamar.

Setelah jam 6 sore tidak ada tanda-tanda dokter akan visit, aku mulai gelisah. Saat ditanyakan ke perawat barulah diinformasikan bahwa bu dokter mendadak ke RS Gatot Subroto karena ada pasien yang harus ditangani segera. Hwaaa…. rasanya mau garuk-garuk tembok saking kesalnya.

Akhirnya perawat telpon dokter menyampaikan keluhanku yang sudah sangat ingin pulang . Bu dokter berjanji akan mengusahakan balik lagi ke rumah sakit setelah urusan di RS Gatot Subroto selesai. Sempat pesimis sih , apa iya sudah semalam ini masih mau menyempatkan datang mengunjungiku.

Yaaah memang ini otak pikiran negatif harus di charge lagi kayanya. Dugaanku meleset, jam 11 malam bu dokter datang memenuhi janjinya di saat aku sudah hampir tertidur. Alhamdulillah beliau tetap menyempatkan menemui pasiennya meskipun sudah malam Buat buibuk yang tinggal di wilayah Bekasi, dokter Triskawati Indang di RS Hermina Bekasi Barat bisa dijadikan dokter pilihan nih.

Kata bu dokter, dua minggu lagi kita lihat hasilnya. Semoga HB nya bisa naik. Sebenarnya aku belum boleh pulang karena masih ada satu tindakan lagi untuk melihat kondisi kakiku yang sering nyeri, tapi aku (sebagai pasien ngeyel tingkat kecamatan) keukeuh minta pulang karena besoknya gantian ibuku yang punya jadwal ke rumah sakit. Jadi anakku tidak ada yang menjaga. Setelah tahu alasanku ngotot minta pulang akhirnya bu dokter mengizinkan dengan harapan aku segera memeriksakan kakiku.

Yaaaah… apapun kondisinya saat ini, aku berusaha menikmati kehamilan ini, segala keluhan aku coba tukar dengan menikmati gerak lincah mahluk mungil di dalam perutku. Berbeda dengan saat hamil Kanaya yang lebih anteng saat di dalam perut, adiknya ini luar biasa aktifnya.

Sehat-sehat di dalam sana ya dek….

10 Komentar »

20 Minggu

Alhamdulillah kehamilan saya sudah masuk 20 minggu. Mualnya sudah agak berkurang tapi kadang masih muntah-muntah, meskipun tidak seperti trimester pertama. Kehamilan kedua ini memang lebih berat dibandingkan saat hamil Kanaya dulu. Mual muntah hampir setiap hari, badan sering lemas dan banyak keluhan yang biasanya baru dialami saat hamil 8 bulan. Tapi ada hal yang menyenangkan, saya bisa makan apa saja sesuka hati sampai berat badan naik 10 kilo. #tutupmuka. Waktu hamil Kanaya banyak makanan yang harus saya hindari karena masih dalam perawatan.

Sewaktu memeriksakan kehamilan pertama kali saya agak bimbang menentukan dokter kandungan. Masih mengidolakan dr.Lina di RS Mitra Bekasi Barat, orangnya komunikatif, sabar, dan ramah tapi antriannya luar biasa, daftar via telpon seminggu sebelumnya pun sudah tidak kebagian nomor antrian. Lagipula saya tidak berniat melahirkan di RS Mitra Barat, karena tidak sanggup dengan biayanya yang mihil. Sewaktu melahirkan Kanaya, saya memilih RS Mitra Barat karena ada dr. Lina. semua biaya di cover dari kantor suami tapi sekarang sudah seperti dulu karena pak suami sudah tidak bekerja di sana lagi.

Akhirnya saya memilih RS Hermina Bekasi untuk memeriksakan kehamilan. Meskipun belum tentu juga melahirkan di sini. Salah satu alasannya di rumah sakit ini banyak pilihan dokter kandungan perempuan. Dari mulai hamil sampai kandungan 20 minggu ini saya sudah berganti sampai 4 dokter kandungan. Memang sih setiap dokter punya kelebihan dan kekurangan. Cuma saya kok merasa kalau masuk ruangan dokter ya kita sebagai pasien harus mendapatkan informasi yang banyak. Jadi saya tetap keukeuh mencari dokter yang nyaman untuk berkomunikasi.

Sampai akhirnya saya mendapatkan rekomendasi dr Triskawati Indang Dewi dari sebuah forum ibu hamil. Masih di RS Hermina juga, keterangannya beliau dokter ahli kanker kandungan tapi bisa juga melayani pemeriksaan kandungan biasa.

Daftar via telpon dapat nomor 10 tapi saat akan diperiksa malah dipanggil di urutan kedua. Horeeee……. Dokternya baik, ramah, dan banyak menjelaskan berbagai hal yang tidak saya tanya. (Nah ini dia yang saya cari). Mumpung ketemu dokter yang informatif , saya langsung curcol mengenai kehamilan saya, sampai akhirnya saya cerita pernah transfusi darah karena HB cuma 6. Dokter Triska agak kaget sewaktu saya cerita tentang darah saya, beliau langsung menyuruh saya ke lab supaya segera diketahui kondisi saat ini. Supaya bisa ditangani segera apabila memang ada masalah.

29347

29348Setelah selesai berkonsultasi bu dokter menyalami saya dengan senyuman. Mungkin biasa saja, tapi buat saya senyum dan jabat erat tangannya jadi semangat buat saya, apalagi dokter-dokter sebelumnya begitu selesai periksa langsung memegang HP nya.

Begitu keluar dari ruang dokter, saya dan suami langsung berdiskusi lab mana yang akan kami kunjungi. Ini penting karena terkait dengan biaya lab yang tidak murah. Apalagi penggantian rawat jalan di kantor saya sudah habis dan semua biaya pemeriksaan kehamilan sampai lab harus ditanggung sendiri.

Langsung deh saya dan suami ngubek ubek mbah google. Dari beberapa blog yang saya baca ternyata biayanya lumayan mihil sekitar 1 jutaan, yang paling murah ada di Prodia sekitar 800 ribuan dan itupun karena ada promo diskon.

Biaya lab yang murah ada di RSUD Bekasi, sekitar 250 ribuan. Saya mengajak suami ke sana meskipun agak ragu-ragu. Suami langsung menolak. Memang sih kami berdua sudah banyak mendengar berita tidak menyenangkan mengenai pelayanan rumah sakit ini. Tapi akhirnya setelah diskusi panjang lebar dengan berbagai pertimbangan kita memutuskan untuk ke sana. Hitung-hitung sebagai pengalaman.

Sampai RSUD Bekasi sudah hampir siang, antriannya juga lumayan. Letaknya ada di gedung yang baru jadi suasananya masih terlihat bersih dan rapi. Saya bertanya pada petugasnya mengenai prosedur pemeriksaan sampai pembayaran. Biayanya sebesar Rp.233.000. Setelah itu, tidak lama kemudian diberikan wadah kecil tempat urine.

Biasanya toilet untuk periksa urine menyatu dengan labnya, tapi ini saya harus naik gojek berjalan dulu keluar lab menuju toilet umum. Dari toilet saya menenteng wadah urine melewati antrian orang. Haduuh tidak ada tissu untuk menutup wadahnya, rasanya agak risih membawa wadah yang sudah berisi urine melewati banyak orang.

Usai menyerahkan urine saya diminta antri tapi ketika sudah sampai di nomor antrian giliran saya, tiba-tiba banyak orang antri di depan lab dan masuk satu persatu tanpa melihat nomor lagi. Rupanya mereka yang tadi dipanggil tapi tidak ada di tempat atau yang diminta untuk puasa dua jam dan diperiksa lagi. Tapi kesannya jadi tidak tertib yah, asal masuk lab saja dan petugasnya pun langsung melayani tanpa melihat nomor antriannya lagi. Butuh kesabaran ekstra sampai akhirnya tiba giliran saya untuk diambil darahnya.

Meskipun masih ada yang harus dibenahi, tapi alhamdulillah pelayanan di RSUD ini sudah lumayan lebih baik. Mungkin juga karena gedung baru, AC masih maksimal sehingga meskipun banyak orang udara tidak pengap.

Adek bayi di dalam perut, sehat-sehat selalu ya nak….. 29349

14 Komentar »

Menjadi Pakaian bagi Pasangan

Setiap pasangan suami istri pasti pernah merasakan konflik dalam rumah tangga (etapi mungkin ada ya yang rumah tangganya adem ayem tanpa masalah ), yang membedakannya hanya bagaimana pasangan itu menghadapi permasalahan tersebut (kayanya serius banget inih🙂

Sewaktu saya belum menikah ada beberapa teman yang sering menjadikan saya sebagai tempat curhat masalah rumah tangga mereka. Sebenernya lebih banyak sebagai pendengar saja, karena memang tidak punya pengalaman apa-apa menghadapi permasalahan rumah tangga.

Di saat menjadi tempat curhat itu ada satu hal yang membuat saya agak risih apabila si teman sudah mulai membongkar aib pasangannya. Mungkin karena dia bercerita sambil emosi jadi keluarlah semua uneg unegnya mengenai perilaku suaminya. Tadinya saya pikir hanya saya yang jadi tempat curhat masalah rumah tangganya, eh ternyata ada teman lain yang konfirmasi ke saya mengenai masalah ini. Mulai cenut cenut lah kepala saya karena akhirnya jadi banyak yang tahu dan keburukan sang suami jadi bahan pembicaraan gosipers.

Waktu berlalu, badaipun sepertinya mulai mereda. Belakangan terlihat teman saya dan suaminya sering upload foto mesranya berdua di media sosial. Alhamdulillah saya ikut senang, huru hara yang dulu sempat mewarnai rumah tangga mereka sudah tidak tampak lagi. Meskipun mungkin meninggalkan sedikit jejak di ingatan teman-temannya yang mengetahui permasalahan mereka.

Ketika menikah, permasalahan rumah tangga teman-teman jadi pelajaran buat rumah tangga saya. Apapun permasalahan rumah tangga sebaiknya tidak dipublikasikan apalagi sampai membongkar kekurangan pasangan. Kecuali perilakunya sudah sangat zholim dan membahayakan keselamatan diri kita. Saya pernah baca, untuk kasus seperti ini boleh diceritakan asalkan ke orang atau tempat yang tepat untuk segera di carikan solusi. Lagipula kalau kita cerita masalah rumah tangga ke orang yang tidak tepat, biasanya bukan dapat solusi tapi malah dapat gosip. Iya apa iya?

Sependek pengetahuan saya inti masalah dari rumah tangga itu tidak jauh dari komunikasi. Kalau semua dikomunikasikan dengan baik kepada pasangan, insya Allah akan ada pemecahan. Bukan malah menceritakan keburukan pasangan kepada orang lain. Teringat cerita yang disampaikan oleh pembicara dalam sebuah seminar keluarga. Dia didatangi seorang ibu yang menceritakan masalah rumah tangganya.

Pak, saya ada masalah dengan suami saya
Masalah apa bu
Nggg… anu, saya kurang nyaman saat berhubungan suami istri, karena dia bla …bla…bla
Suami ibu tahu hal ini ?
Tidak
Sudah dibicarakan belum sama suami?
Belum
Lhoooh, yang punya masalah kan anda berdua,? Ya dibicarakan dong bu sama suaminya…..

Nah, itulah kadang suami merasa rumah tangganya baik-baik saja, sedangkan istrinya merasa rumah tangganya seperti ditimbuni banyak masalah. Hanya karena satu hal, tidak ada komunikasi. Aiiih sok tau banget yah eike :))

Allah mengumpamakan pasangan suami istri sebagai pakaian. Salah satu fungsi pakaian adalah menutup aurat ( menutup aib ). Jadi pasangan yang baik akan selalu berusaha menutupi kekurangan pasangannya, karena pada dasarnya saat kita menutup aib pasangan, kita juga sedang menutup aib diri kita sendiri. Semoga Allah selalu menuntun lisan saya untuk menjaga aurat pasangan. Aamiin

“ Mereka (perempuan) adalah pakaian bagi kalian dan kalian ( laki-laki ) adalah pakaian bagi mereka
( QS AL Baqarah 187 )

17 Komentar »

Cerita Kehamilan Kedua

Ingin konsisten menulis di blog ternyata tidak mudah bagi saya. Ada saja kendala, baik yang tidak bisa dihindari maupun kendala yang memang dibikin sendiri🙂 Padahal ide tulisan sudah menumpuk di kepala minta dituangkan. Tapi yaaah begitulah.

Apalagi ada satu alasan yang membuat saya jadi malas ngeblog. Morning sickness

Iyah, judulnya saja morning, tapi kenyataannya sepanjang hari saya mual dan muntah. Alhamdulillah meskipun rasanya enggak karuan tapi saya bahagia, dan sangat menikmati hari-hari penuh perjuangan ini.

Saya baru tahu hamil anak kedua ini saat kandungan sudah berusia 6 Minggu. Memang haid terlambat, tapi tidak menyangka kalau hamil, karena bulan sebelumnya saya juga terlambat haid dan saat periksa ke dokter dinyatakan tidak hamil. Jadi saat bulan ini saya terlambat haid lagi, saya santai santai saja dong.

Saat keluarga dari Palembang berlebaran di rumah saya, kemungkinan saya sudah hamil tapi tidak menyadarinya. Teringat lagi saya  harus mondar mandir dari lantai satu ke lantai dua untuk mengurus berbagai keperluan. Apalagi sebelum kedatangan mereka, saya bebenah rumah habis-habisan ( maklumlah mertua dan ipar mau datang🙂 ) salah satunya saat membetulkan horden saya naik kursi tinggi kemudian turunnya loncat. Perjalanan ke Kuningan juga cukup melelahkan karena sepanjang jalan saya memangku Kanaya. Intinya saya lelah sangat.

Sepulang dari Kuningan saya mengalami flek dan saya berpikir itu haid. Saya tetap beraktivitas seperti biasa. Sudah mulai bingung saat hari kedua fleknya berhenti dan sampai hari kelima ternyata saya tidak haid. Cuma bingung tapi tetap belum terpikir kalau hamil, karena tidak biasanya seperti ini.

Beberapa hari kemudian saya sering mual dan pusing, tapi menganggap itu masuk angin biasa atau maagnya sedang kambuh. Alhamdulillah mulai curiga ini hamil karena mualnya seharian tidak berhenti. Malamnya suami beli tes pek dan paginya saya yakin kalau saya hamil setelah melihat ada dua strip.

Reaksi saya antara bersyukur, terharu dan cemas. Terutama saat mengingat aktivitas yang saya lakukan dua minggu terakhir. Apalagi saya juga sempat flek. Perasaan sudah tidak karuan, apa bisa janin ini selamat. Sorenya saya langsung ke dokter dan alhamdulillah bisa bernafas lega saat dokter bilang, semua baik-baik saja. Dokter hanya memberi vitamin dan penguat kandungan.

Alhamdulillah kehamilan ini segera diketahui, jadi saya bisa lebih berhati-hati. Saat badan meriang dan muntah-muntah itu saya masih berfikir hanya sakit maag dan nyaris minum obat sembarangan. Alhamdulillah ya  sinyal curiganya masih aktif.

Sekarang sudah berjalan 15w, terakhir kontrol ke spog, dede bayinya sehat, detak jantung normal. Bundanya juga sudah naik bb sampai 5 kg, lagi doyan makan meskipun habis makan keluar lagi. Yaaaah dinikmati saja prosesnya, insya Allah mual muntah ini akan segera berlalu dan berganti kebahagiaan. Aaamiin

24 Komentar »

Cerita lebaran

Sudah hampir dua bulan yah Idul Fitri berlalu, tapi saya masih merasa seperti baru kemarin saja, karena masih punya PR belum posting cerita dan foto-fotonya disini.

Ini sebenernya hanya modus kalimat pembuka untuk menyembunyikan malu karena postingan yang telat bingit, wkwkwkwk

Lebaran tahun ini keluarga saya tidak pulang ke rumah mertua di Palembang karena enggak punya duit banyak pertimbangan. Pas banget keluarga kakak ipar ingin berlibur di pulau Jawa dan karena pas juga saya enggak ke Palembang jadi mereka akhirnya memutuskan berangkat libur pas hari raya. Senangnya kedatangan tamu dari Palembang, enggak jadi sedih deh karena pastinya tetap bisa makan pempek dan krupal gratisan. *penting.

Tambah senang karena ternyata mertua dan keponakan yang lain ikutan juga. Kalau yang ini sih sebenernya hasil dari rayuan suami supaya bisa ketemu orang tua. Alhamdulillah lebaran kali ini jadi rame banget.

Kemudian disusunlah rencana berkunjung ke rumah kerabat di Kuningan. Awalnya saya tidak ikut karena muatan mobil tidak cukup tapi ternyata masih bisa lah nyempil di pojokan. Perjalanan ini juga sangat menyenangkan buat saya karena sudah 9 tahun tidak ke Kuningan. Tidak banyak perubahan, pemandangannya dan suasana pedesaan dengan udaranya yang sejuk selalu membuat saya betah. Hanya satu yang tidak tahan, jalan utamanya macet total karena masih suasana lebaran.

22503

22498 22499 22500 22501

Dua malam saya dan keluarga di Kuningan kemudian langsung menuju ke Bekasi karena mertua akan ke Bogor berkunjung ke rumah kerabat yang lain, sementara kakak ipar dan keluarganya menuju Pamanukan dan Bandung.

Perjalanan pulang ke Bekasi alhamdulillah lancar jaya mulus tanpa hambatan. Padahal beberapa jam sebelumnya ada kabar arus tol Cipali macet total. Mungkin mereka pada minggir ngasih jalan pas tau keluarga saya mau lewat. Hallllaah….

Sampai Bekasi menginap semalam dan langsung ke Bogor. Yeaaay kena macet juga di Ciawi tertahan sampai 3 jam. Untungnya saya tidak ikut, karena beberes rumah yang 3 hari ditinggalkan. Iya ini sebenarnya modus banget beberes rumah padahal saya mah tau, jalanan menuju Bogor pasti macet total di hari lebaran.

Setelah kakak ipar kembali dari Bandung, kami langsung merencanakan main air berenang bersama di Columbus Mutiara Gading. Ini jalan-jalan terakhir karena besoknya mereka sudah harus pulang ke Palembang.

22495 22496

Capeeeek banget rasanya libur lebaran ini. Tapi alhamdulillah senang karena bisa berkumpul dengan keluarga Palembang. Sedih waktu mereka meninggalkan Bekasi, mudah-mudahan lain waktu bisa berkumpul lagi.

22492

22494

Masih tersisa waktu libur satu hari sebelum saya kerja lagi keesokan harinya. Rencananya ingin istirahat saja di rumah. Etapi ngobrol sama mama kasihan juga mama, adik dan keponakan tidak jalan kemana-mana selama liburan. Akhirnya diputuskan kami berkunjung ke Ragunan. Yaaak, biar lebih kumplit capeknya.🙂

22502

22497

22493

Nah itu dia cerita liburan lebaran kemarin, teman-teman pasti seru juga yah liburannya.

12 Komentar »

Marhaban Yaaa Ramadhan

Alhamdulillah, bertemu lagi dengan Ramadhan bulan yang mulia dan penuh berkah. Mohon maaf lahir bathin yah atas segala kekhilafan, semoga Ramadhan kali ini lebih baik dari Ramadhan sebelumnya.

Libur ngeblog duyuuu…🙂

Selamat berlomba-lomba dalam kebaikan ya temans….

12495

10 Komentar »