Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Aplikasi Edit Foto Favorit

aplikasi edit foto favorit

Sewaktu saya mengeluh kenapa ya HP belakangan ini jadi lemot, teman saya langsung menuduh, banyak gamenya kaliiii. Widiiii … tuduhan yang asal mangap itu mah. Saya enggak suka game dan engga sempat juga mainnya. Kalau ada waktu luang bisa pegang HP, lebih suka ngedit foto. Makanya aplikasi edit foto di HP saya juga engga sedikit. Kayanya ini kali yah yang makan memori HP lebih banyak. Bukan ngedit foto yang merubah wajah menjadi cantik yah, aku kurang suka aplikasi seperti itu. Selalu terngiang-ngiang meme , “wajah itu dirawat bukan diedit” wkwkwkwk. Kalau saya merubah wajah jadi Dian Sastro, nanti suami malah bingung, nyariin istrinya kemana…. halllaaah.

Aplikasi edit foto ini biasanya saya gunakan untuk ngeblog atau membuat kata-kata motivasi yang diupload di IG atau FB. Masih amatiran sih, hasilnya juga belum bagus, tapi puas aja gitu rasanya kalau utak atik foto. Bahagianya saya ya sesederhana itu. Cuma ngedit foto dan udah bisa senyum-senyum sendiri. :))

Belakangan ini memang lagi suka dengan dunia fotografi, apaan sajalah saya foto, sepatu, stik es krim, pajangan dinding, dapur dan cencu saja objek foto terfavorit anak-anak saya. Meskipun fotoin bocah itu susahnya minta ampun tapi seneng lihat ekspresi lucu mereka. Hiburan banget ini

Nah ini dia beberapa aplikasi edit foto favorit saya :

1. Picsart

Aplikasi sejuta umat ini yaaa…. Rata-rata pakai aplikasi ini karena mudah dan komplit. Biasanya saya pakai untuk membuat kolase dan menggunakan label atau stickernya yang lucu-lucu

photo_2017-02-17_12-37-55

2. Pixlr

Pixlr juga termasuk aplikasi yang mudah, tinggal pilih foto mau di edit seperti apa tersedia semua di sini. Saya paling suka pakai bordersnya yang banyak pilihan. Dulu kalau kita mau pakai borders harus download dulu tapi sekarang bisa langsung digunakan.

img_20170126_125732_803

3. VSCO

Awal menggunakan VSCO saya nyaris mengibarkan bendera putih. Menyerah karena enggak ngerti gimana cara pakainya, susah dan ribet. Tapi setelah saya utak-atik lagi lain waktu eeh kok bisa dan ternyata gampiiill, jadi ketagihan deh pakai VSCO. Memang menunya tidak terlalu banyak, ringkas banget tapi saya malah senang karena lebih praktis.

img_20170211_113816_497

4. Snapseed

Tertarik download snapseed saat lihat ada teman upload foto di medsos dengan tampilan fontnya yang lucu. Lebih karena penasaran aja sih ini snapseed, engga terlalu sering pakainya.

ketulusanitu1

5. Photo Grid

Saat awal punya smartphone dan lagi norak-noraknya, saya download Photo Grid. Ini juga ikut-ikutan teman karena melihatnya simple banget. Di HP saya saat itu cuma ada Photo Grid untuk edit foto selain bawaan dari HP. Sering dipakai untuk pasang foto di PP nya BBM karena kan ukurannya harus kecil. Sekarang BBM udah bhay, enggak pakai lagi.

photo_2017-02-17_12-38-31

6. Phonto

Sebenarnya Phonto bukan untuk edit foto sih tapi untuk utak atik font supaya lebih cantik dan enak di baca. Setelah edit foto sana sini biasanya selalu berakhir di phonto untuk buat watermark atau quotes di foto.

img_20170203_070833_428

7. Picmonkey

Aplikasi online ini saya pakai untuk edit foto di Komputer. Suka banget dengan Picmonkey karena enggak ribet tinggal klik klik doang. Pilihan fontnya juga lumayan banyak dan bagus-bagus meskipun ada beberapa yang harus bayar dulu.

Teman-teman biasa pakai aplikasi edit foto apa?

4 Komentar »

Dandan? Ogah ah !

Saya enggak suka dandan dari dulu hingga sekarang. Suami juga tidak pernah mempermasalahkan. Pernah coba pakai lipstik di depan suami malah diketawain, enggak usah dandan macam-macam lah katanya. Padahal cuma pakai lipstik doang dengan warna natural. Alhamdulillah, saya sih senang saja karena memang pada dasarnya tidak suka wajahnya di make up. Kalau keluar rumah juga cuma pakai bedak tipis atau malah pakai pelembab saja, selesai.

Awal masuk rohis di kampus dan ikut kajian yang membahas tentang berdandan keluar rumah, makin bersoraklah saya. Yeaaaaay ……. ternyata ketidaksukaan saya pada poles poles wajah itu dilegalkan oleh Al Quran. Saya selalu punya alasan yang tepat kalau mama tanya, kok kamu enggak pakai lipstik? Kok dandannya cuma begitu doang?. Dulu sebelum tahu bahwa dandan berlebihan di luar rumah itu dilarang oleh Allah, saya selalu bingung bagaimana menjawabnya karena jawaban saya enggak suka dandan selalu dibantah lagi dengan pernyataan, kamu kan perempuan, enggak pantes kalau enggak berdandan. Errrr….

Sewaktu sekolah, hari yang paling menyiksa adalah saat hari Kartini. Siswinya wajib pakai kebaya dan wajah di make up. Saya sampai stres karena dipaksa mama berdandan seperti teman-teman lainnya. Disuruh pakai kebaya saja saya sudah pusing eh ini ketambahan disuruh berdandan pula. Beruntung tetangga sebelah rumah, pernah kerja di salon dan tahu banget saya enggak suka dengan dandanan yang menor. Akhirnya demi memuaskan mama, saya mau didandani asalkan dilakukan oleh tetangga saya itu. Beliau pintar sekali membuat wajah saya tetap natural tidak terlihat tebal riasannya. Sampai sekolah malah saya dianggap aneh oleh teman-teman karena dandanannya beda sendiri. Bodo amat lah….

Masalah muncul lagi saat saya menikah dan mengadakan resepsi pernikahan di rumah. Saya menghadapi banyak orang terutama dari pihak keluarga besar yang protes saat saya menolak didandani. Lagi-lagi tetangga saya ini penyelamatnya. Meskipun kata orang dandanannya sederhana sekali tapi lumayanlah yang penting buat saya tidak mencolok. Itupun rasanya kepingin cepat-cepat acara selesai, supaya bisa cuci muka.

Setelah menikah di Bekasi tempat orangtua saya, resepsi diadakan lagi di Palembang tempat orang tua suami. Disinilah masalah muncul lagi. Ternyata meskipun pesta diadakan di rumah, saya harus berdandan dengan adat Palembang. Semua sudah dipesan satu paket untuk pernikahan termasuk juga periasnya. Waduuuuh…… saya benar-benar terpojok, tapi tetap cerewet menolak ini itu. Si ibu baru memoleskan bedak, saya sudah bilang, jangan tebal-tebal ya bu, saya tidak mau alisnya dicukur, dll.

Suasana mulai memanas saat ibu perias ingin memasangkan bulu mata palsu. Saya menolak, tapi dia tetap ngotot. Akhirnya saya minta dipanggilkan suami dan bilang bahwa suami saya yang melarang saya memakai bulu mata palsu. Suami bengong karena bingung engga tau masalahnya. Dengan kode colek-colek tangannya saya minta dia mengangguk saja untuk menyetujui. Si Ibu mengalah dengan wajah cemberut.

Tidak pakai bulu mata palsu, alis tidak dikerok mungkin merupakan musibah bagi perias karena hasilnya menurut dia tidak maksimal. Tapi bagi saya ini sudah luar biasa, seumur hidup baru kali ini saya didandani semenor ini, sampai saya tidak mengenali diri saya sendiri karena kok jadi cantik begini.*kemudian dikeplak orang satu kampung.

Buat pengantin lain, berdiri di atas panggung seperti raja dan ratu sehari pasti membahagiakan tapi buat saya, yang paling membahagiakan adalah saat acara usai, bisa cuci muka dan saya bisa makan pempek.

Hahahaha, remeh temeh kebahagiaan saya mah.

6 Komentar »

DIY Storage Paper

DIY storage paper ini pasti sudah banyak yang tau yah, secara wara wiri terus di dunia per DIY an di Instagram. Awalnya sih bukan dari kertas tapi dari kain yang tebal gitu dengan gambar yang lucu-lucu tapi karena harganya yang mihiiil buat sebagian orang (termasuk saiah ) jadi dibuatlah versi kertasnya. Kalau bisa bikin kenapa harus beli, yekaaaan #prinsipemakirit. Engga tahu awal mulanya ide dari mana akhirnya banyak yang membuat DIY ini dan saling menginspirasi teman-teman yang lainnya.

Buat saya, storage seperti ini sangat diperlukan untuk menampung printilan krucils yang tersebar di penjuru rumah. Kalau beberes gampang deh tinggal cemplung cemplung aja masukin. Segampang saat mainan mau dipakai lagi sama anak-anak, tinggal di tunggingin storagenya, keluar semua mainannya.. horeeeeee.. rumah berantakan lagi.

Ini bikinnya gampiiil banget, tapi sayang saya lupa foto step by stepnya. Intinya kertasnya harus tebal supaya tidak mudah sobek. Saya pakai kertas kalender yang sudah tidak terpakai. Tapi bisa juga dikreasikan dengan bahan-bahan yang lain.

Ini dia bahan dan cara membuatnya :

Bahan :

Kertas tebal/kertas kalender warna putih

Kertas coklat

Lem/double tip

Spidol

Cara membuat

Kertas warna putih ditumpuk dengan kertas coklat ( posisi kertas putih di bawah) kemudian lipat keluar ke arah kertas putih sebanyak dua atau tiga kali. Satukan dua sisi kertas membentuk bulatan. Di bagian bawah lipat dengan menyatukan kedua sisi kemudian bentuk seperti membungkus kado. Buat motif di kertas putih sesuka hati. Taraaaa…. storage paper sudah jadi.

Enggak bingung kan ? Kalau agak bingung, beli gorengan yang di gerobak dorong atau yang dipikul itu trus kertas gorengannya itu bisa jadi contoh, karena sama persis bikinnya, hanya bedanya di bagian atasnya di double dengan kertas coklat.

Selamat beli gorengan… eh selamat ber DIY yaaa…

4 Komentar »

Kenapa Harus Selingkuh?

Ini kedua kalinya ada yang curhat tentang perselingkuhan.

Kisah yang pertama saya dilibatkan jadi penengah dan ikut berpikir bagaimana caranya supaya selingkuh tidak berlanjut. Saat itu saya belum menikah dan meskipun belum tahu bagaimana masalah dalam pernikahan, tapi hati saya cukup perih mengetahui hal ini, apalagi pelakunya orang yang faham agama.

Cerita perselingkuhan yang kedua, saya sudah menikah dan juga membuat saya jadi baper berhari-hari, bahkan sampai sekarang. Si istri yang suaminya selingkuh ini curhat berjam-jam di telepon dan akhirnya saat ada kesempatan untuk bisa bertemu, saya sudah tidak bisa mengendalikan perasaan lagi, kami menangis berpelukan. Perempuan kuat yang darinya saya belajar banyak hal, tentang kesabaran, keikhlasan dan lapang dada untuk memberi maaf. Yaaak, suaminya yang mengakui terang-terangan bahwa dia sudah tidur dengan wanita lain ini akhirnya kembali ke istrinya, dan dia menerimanya.

Kalau ada seseorang yang selingkuh, akan ada judge dari sekitar, pasangannya yang ditinggal selingkuh ini pasti enggak bener juga. Wajar dong dia selingkuh, lha suaminya/istrinya aja enggak pernah perhatian, pantas saja kalau dia cari perhatian ke orang lain.

Errrrr…… bukannya kekurangan pasangan itu pasti akan ada? Dia bukan malaikat tanpa kesalahan kan? Kenapa tidak mencoba untuk membicarakan atau memperbaiki kesalahannya? Kenapa…. kenapa…. banyak tanya di benak saya….

Emang situ yakin engga ada kekurangannya?? ( sinis amat mpok). Jangan-jangan bukan karena pasangan banyak kekurangan tapi karena yang selingkuh ini kurang piknik bersyukur. *Aaah mulai deh nyinyir. Kalau kita sadar banyak juga kekurangannya lalu kenapa kekurangan pasangan dijadikan alasan untuk selingkuh. Lalu saat selingkuh mencari lagi yang lain, yakin teman selingkuhnya ini sempurna ? Dari awal saja sudah kelihatan kan kekurangannya, MAU diajak selingkuh. Errrrr…

Saya paling engga setuju kalau ada yang selingkuh kemudian dibenarkan karena kekurangan pasangannya. Apapun alasannya, selingkuh adalah selingkuh, sebuah pengkhianatan atas komitmen pernikahan. Ini pendapat pribadi saya lhoh yaa, kalau ada yang pendapatnya beda silahkan saja.

Sebenarnya apa yang dicari sih dari perselingkuhan, hanya berpindah pindah dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain, hidup tidak tenang karena khawatir ketahuan. Melarikan diri dari satu masalah ke masalah yang lainnya. Kesenangan semu, kesenangan sesaat yang justru hasil akhirnya akan menghancurkan pernikahan.

Dua kasus perselingkuhan ini mengajarkan saya bahwa sebenarnya kita tidak akan masuk ke dalamnya jika bisa menghindari pemicunya. Seperti kasus teman saya ini, dia berkenalan dengan seseorang, lalu bertukar no telpon, dan berlanjut dengan pertemanan. Seharusnya dari bahasa tubuh atau ucapan-ucapannya sudah bisa ditebak kan kalau si kenalan ini ada ketertarikan. Telpon malam-malam hanya untuk ngobrol enggak jelas padahal tahu kenalannya ini sudah beristri. Lalu… kenapa diladenin sih ? ( ealaah kok emosi gini sih saya).

Seharusnya kita bisa menjadi satpam bagi diri kita sendiri. Mengaktifkan alarm dari dalam diri kita, karena setan tidak pernah lelah menggoda dari segala penjuru dan selalu melihat dari titik terlemah kita. Kita tidak bisa menyetir pikiran orang lain supaya jangan menyerempet (bahasa apa inih) ke arah perselingkuhan, tapi kita bisa membuat benteng untuk tidak terjebak ke pusaran jebakan setan itu.

“ habis saya engga tegaan sih, mosok ada yang mau curhat saya cuekin”

“ cuma iseng doang kok, engga bakalan deh sampai selingkuh “

Eh…eh..eh…Berapa banyak sih orang akhirnya selingkuh hanya gara-gara masalah sepele. Awalnya jadi tempat curhat, lalu simpati, kemudian jatuh hati dan lalu…

Bahasan tentang selingkuh ini selalu akan jadi panjang dan jadi perdebatan tak berujung. Saya juga tidak punya hak menjudge orang-orang yang selingkuh. Maapkeun kalau tulisan di atas sangat berbau nyinyir.

Hidup ini banyak pilihan dan semoga Allah memberi saya kemampuan untuk memilih perbuatan yang baik-baik saja. Karena hidup hanya sebentar, sayang sekali kalau meninggalkan jejak yang tidak disukai oleh Sang Pemberi Kehidupan.

26 Komentar »

Upgrade SIM Card

Ganti HP nih ceritanya, jadi sim card pun harus di upgrade ke 4G supaya sesuai dengan Hpnya. (haree genee baru upgrade sim card ????) Tapi rasanya kok malleeeeees ya ke grapari, mikirnya bakalan antri panjang dan ribet prosedurnya. Apalagi ini harus ke dua grapari, Indosat dan 3. Sebenarnya bisa sih engga perlu ke grapari kalau cuma mau upgrade ke 4G tapi masalahnya kartu udah jelek banget karena dulu pernah di cutter dan mepet banget ke chipnya jadi tetap harus ganti fisiknya juga.

Sebelum ke grapari tanya-tanya dulu di mbah Google. Terutama cari tau dimana lokasinya di Bekasi. Kalau grapari Indosat sudah tau ada di Metropolitan Mall, dulu pernah juga ke sana dan agak trauma sama antriannya yang panjang. Tinggal grapari 3 yang masih belum jelas, ada yang bilang di Rawalumbu, di Hypermall dan ada juga yang kasih info di ruko Jalan Ahmad Yani. Ruko sebelah mana enggak dijelaskan, padahal sepanjang jalan Ahmad Yani itu ruko semua.

Pak suami yang tau istrinya sering bingung inisiatif mengantarkan mencari lokasi kantor 3. Yaaak daripada daripada istrinya hilang diculik nyasar yang ujung-ujungnya pasti pak suami juga yang dihubungi mendingan sekalian antar.

Dugaan awal grapari 3 ada di ruko di depan RS Mitra keluarga Bekasi Timur karena disitu rukonya paling ramai. Sebelum masuk ke area ruko tanya dulu sama tukang parkir apa benar di dalam komplek ruko ini ada kantor 3, dia bilang engga ada, tapi kalau enggak salah ada di ruko sebelahnya lagi. Cuuuuus nyari ke komplek ruko sebelahnya dan celingak celinguk sebentar karena banyak ruko baru yang masih kosong. Tidak ada tanda-tanda ada grapari 3 disitu. Akhirnya tanya sama Satpam dan dia dengan santainya nunjukin gedung dibelakangnya yang dindingnya dijadikan tempat dia sandaran sambil merokok. Oalaaa, pantesan enggak kelihatan disitu ada grapari 3, karena tulisannya kecil dan nempel di pintu saja.

photo_2017-01-27_09-42-31

Saat masuk, pengunjungnya sepi hanya ada dua orang saja. Tidak berapa lama saya dipersilahkan duduk di depan CS nya dan ditanya keperluannya. Dia hanya tanya nomor sim card saya dan ngetik ngetik di lap top, ngeluarin kartu yang baru dan memasukannya ke HP saya. Taraaaaa, sim card yang baru sudah aktif. Hah? Begini doang. Alhamdulillah enggak ribet yah.

Selesai urusan di 3 saya langsung meluncur ke Indosat di Metropolitan Mall. Lokasinya persis di depan Mall jadi saya tidak perlu masuk Mall dan tergoda mampir-mampir *dompet aman. Baru masuk ruangan, pak Satpam langsung tanya keperluannya apa, setelah dijelaskan dia bilang langsung saja ke loket sebelah kiri tanpa ambil nomor antrian. Hah? Enggak pakai antri nih, bener nih ?.

photo_2017-01-27_09-42-22

Sama mas CSnya ditanya nomor IM3 dan KTP, dia ketak ketik sebentar trus bilang saya foto yah, cekrek… lhaaah belom sempat benerin jilbab, bedakan dan ganti kostum bikin kaget aja niy om nya. Mungkin ekspresi saya di foto aneh banget kali ya, lagi bengong kok difoto. Selesai di registrasi dia kasih sim card yang baru, tapi enggak dipasangin kaya di 3.Huhuhuhu *manjabener. Pesannya, nanti setelah satu jam ketik nama , alamat, no KTP dan kirim smsnya kesini yah, sambil ngasih tulisan di robekan kertas kecil. Saya ngangguk saja sambil bilang terima kasih.

Yeaaay ……tidak seperti dugaan saya , upgrade sim card itu ternyata gampil banget dan gak perlu antri panjang, tidak sampai satu jam dua urusan selesai.

Alhamdulillah…

3 Komentar »

Hanging Clouds

Pertama kali kenal sama kain flanel itu saat ngelihat alm papa membersihkan kacamatanya. Kainnya lembut dan agak berbulu gitu. Pernah beberapa kali melihat tumpukan kain flanel warna warni di pasar tradisional di tempat perlengkapan menjahit. Dijualnya per lembaran yang sudah dipotong kecil kecil dan ada juga yang per meter. Kepikir sih buat bikin apaan yah….

Ternyata, kain flanel banyak banget fungsinya, bisa buat bikin boneka, bantal dan kerajinan tangan lainnya. Apalagi di jagat Instagram lagi rame DIY membuat bantal aneka bentuk yang bahannya dari kain katun atau bisa juga dari flanel. Kepengen juga dong ikutan bikin, secara kalau beli lumayan juga sih harganya. Prinsip emak irit, kalau bisa bikin kenapa harus beli 🙂

Saya mau mencoba membuat hanging clouds dari kain flanel warna biru. Tetap ya pakai warna favorit. Tetesan airnya menggunakan flanel campuran warna biru tua. Iyak enggak kreatif banget pilihan warnanya. Suka aja gitu sama warna yang bikin hati adem ini.

Berhubung langkah-langkah pembuatannya lupa difoto jadi saya tuliskan saja yaa…

Alat dan bahan :

Kain flanel (ukuran disesuaikan dengan keinginan besarnya bentuk awan)

Drakon

Gunting

Jarum dan benang

Peniti besar dan paku pin (untuk menggantung)

Cara membuat :

Buat pola awan di atas kain flanel yang ditumpuk dua bagian . Gunting mengikuti pola sekaligus dua tumpukan. Kemudian jahit sekelilingnya tapi jangan ditutup semua untuk memasukan drakon. Setelah drakon dimasukan baru jahitan di tutup. Kemudian buat juga pola tetesan air di atas kain flanel dan ikuti langkah langkah seperti pembuatan awan. Setelah selesai susun tetesan air dan di jahit di bagian bawah awan.

Taraaaaaaa jadi deh hiasan awannya.

Untuk memasangnya saya menggunakan peniti besar di belakang awan kemudian digantung di paku pin. Tapi kalau teman-teman punya cara lain untuk menggantungnya silahkan saja dicoba.

Seperti ini penampakannya

photo_2017-01-18_14-48-23

Kanaya senang sekali saya buatkan hiasan awan ini . Kadang dia berdiri di bawah tetesan airnya dan bilang, buuun, aku kehujanan niiih…. sambil tertawa tawa

Bahagia itu sederhana kaaaan.

8 Komentar »

Kencan di Waroeng Steak

Sudah lama janjian sama pak suami pengen ngedate makan siang bareng, tapi selalu gagal terus. Secara sekarang agak susah mau kencan pulang kerja karena engga tega mampir-mampir, kepikir langsung pulang pengen cepat ketemu krucils. Sabtu ahad lebih ga mungkin lagi, waktu yang sangat berharga kalau cuma dipakai berdua doang. Jadi kapaaaaaan mau pacarannya?

Pas banget momennya hari pernikahan, jadi saya dan pak suami menyempatkan diri untuk bisa makan bareng di luar saat jam istirahat kantor. Sebenarnya ga pernah secara khusus merayakan sih, tapi biasanya kalau tanggal pernikahan kami ngobrol-ngobrol untuk saling instropeksi diri dan mengingatkan satu dengan yang lainnya. Dalam rangka dua hati merawat cinta gitu lah. Aiiihh

Awalnya mau makan di restoran pasta tapi lokasinya jauh dari tempat saya kerja, akhirnya dipilih yang tengah-tengah Waroeng Steak di jalan Juanda. Saya belum pernah makan di sini tapi kata teman pengajian steaknya enak dan murcee. Yaak, engga ada salahnya kan icip icip.

Sampai sana suasana tidak terlalu ramai, disambut dengan lagu Kangennya Dewa. Uhuk. Tempatnya terbuka gitu sih bukan ruangan indoor yang ada AC nya, tapi ada kipas anginnya kok. Saya pilih duduk di pinggir jendela yang terbuka jadi engga terlalu gerah karena banyak angin masuk. Disediakan juga ruangan yang tidak terlalu besar untuk bebas rokok. Saya baru ngeh lihat ruangan ini pas mau pulang. Secara umum nyaman tempatnya tapi sayang suara musiknya terlalu kencang jadi susah buat ngobrol romantis.

Celingak celinguk dulu lihat interior tempat makannya baru deh pesen makanan. Pak suami pesan steak cumi plus milkshake coklat dan saya steak ikan kakap plus seperti biasa air bening alias air mineral engga dingin. Pak suami pesan lagi nasi satu porsi, ga nendang kalau karbohidratnya pakai kentang doang, maklumlah orang Indonesia asli waaahahaha. Tidak berapa lama pelayan datang lagi bilang steak ikan kakapnya belum dipancing habis. Akhirnya saya malah pesan nasi sapi lada hitam.

photo_2017-01-16_15-07-43

Rasanya gimana ? Hmmmm standarlah ya untuk harga segitu, dibilang enak banget ya enggalah, biasa aja. Kuah steaknya agak encer dan porsinya cuma seuprit. Yaiyalah kalau mau banyak masak sendiri. Saya sebenarnya engga terlalu suka daging karena punya masalah sama gigi, tapi sapi lada hitamnya lumayanlah rada empuk, enggak melawan saat digigit.

Makan siang berdua, total kerusakan hanya Rp.62.000 aja, murah meriah kurang kenyang. Buat yang rumahnya sekitaran Bekasi Timur, boleh juga nih kalau pas tanggal tua tapi kepengen makan steak bisa mampir ke sini. Lokasinya di Jalan Juanda persis di depan Bank Mandiri, biasanya dilewati kalau mau ke Bekasi Junction atau ke terminal Bekasi. Selamat icip icip yaaah….

photo_2017-01-16_15-07-54

16 Komentar »

Rak Buku

Sejak sebelum nikah dan sudah berpenghasilan, saya rajin beli buku. Meskipun bacanya nyicil dan baru selesai entah di zaman apa 🙂 Waktu itu tempat menyimpan buku numpang di lemari kaca punya ortu dan sebagian akhirnya diusung ke kamar kost. Buku-buku hanya saya letakkan di atas lemari kecil dengan posisi berdiri supaya memudahkan pencarian. Hampir setiap hari rajin dibersihkan supaya tidak berdebu, maklumlah masih banyak waktu luang.

Setelah menikah, jumlah buku semakin banyak karena dapat tambahan dari buku-buku suami. Sedangkan lemari kaca milik ortu juga sudah penuh. Akhirnya beli rak buku sederhana yang penting bisa menampung buku sementara supaya tidak berserakan. Karena rak bukunya murah meriah hore, jadi belum ada usianya setahun sudah rusak. Dia tidak sanggup lagi menanggung beban kehidupan yang demikian berat buku yang lumayan banyak.

Belum selesai masalah rak buku, saya sudah mulai mengumpulkan buku-buku anak yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal saat itu masih dalam masa penantian sang buah hati, tapi bukunya sudah segambreng. Makin pusinglah saya memikirkan di mana buku-buku itu diletakkan. Saya mah type yang bertindak dulu baru mikir belakangan 🙂

Suatu sore sepulang kerja, tidak sengaja melewati pameran furniture di sebuah mall dan tertarik dengan rak buku coklat tanpa kaca yang kelihatannya cakep. Berhubung harganya murah tapi jenis kayunya bagus, akhirnya saya beli. Tetap prinsip mak irit dipakai, enggak kapok dulu pernah beli rak buku murah yang usianya cuma seumur jagung. Sekaligus dua deh, karena mikirnya nanti kalau beli satu rak bukunya penuh pasti saya bingung lagi.

photo_2017-01-12_09-01-11

Alhamdulillah rak buku ini awet, pernah kena banjir dua kali tapi tetap tegar berdiri. Sudah lebih dari 10 tahun baru agak doyong sedikit karena kebanyakan buku. Selama belum punya anak masih rajin bersih-bersih rak dan bukunya. Tapi saat punya anak satu mulailah rasa malas muncul, kadang seminggu sekali dibersihkan, kadang malah sebulan sekali baru sempat. Hadeeeeuuh, juara deh joroknya.

Punya anak dua, semakin akut rasa malasnya bebersih rak buku. Tapi segera tersadar saat si bungsu Kaysan ternyata alergi debu. Menurut dokter segala yang memicu batuk harus disingkirkan dari rumah. Karpet, boneka, kipas angin dan lain-lain sudah disingkirkan tapi Kaysan tidak kunjung sembuh. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, pencetus batuknya Kaysan dari rak buku.

Horeeeeee…. ada alasan ganti rak buku. *modus emaknya.

Diskusi dengan suami, akhirnya saya pesan rak atau lemari buku yang tertutup atau ada kacanya. Ide model rak bukunya disesuaikan dengan ukuran ruangan dan kebutuhan dan cencu saja disesuaikan juga dengan isi kantong. Kepinginnya sih yang begina begini, kayu yang bagus, panjangnya juga sampai mentok ke dua dinding dll. Tapi sadar diri budegtnya cuma seuprit. Akhirnya jadinya seperti ini. Lumayanlah bisa menampung buku-buku dan tertutup rapat.

photo_2017-01-12_12-08-28

Abaikan rumah yang berantakan dan foto model yang belum pada mandi yah.

Ternyata malah lebih rapi dengan rak buku tertutup seperti ini. Kaysan juga sembuh dari batuk-batuknya. Emakpun riang gembira karena tugas beberes rak buku sudah agak berkurang. Debu tetap ada sih tapi enggak sebanyak rak buku yang terbuka.

Alhamdulillah

 

15 Komentar »

Masakan Mama

Beruntungnya diriku mama tinggal satu rumah denganku, jadi urusan masak memasak diambil alih oleh beliau. Masakan mama itu paling pas buat lidah anak-anaknya dan ternyata disukai juga oleh para menantunya. Padahal mama paling sering masak makanan Jawa, tapi menantunya yang dari Bali dan satunya lagi besar di Sumatera malah ikutan mengidolakan masakan mama.

Pak suami selalu memuji sambal buatan mama, bisa berkali kali nambah kalau ada sambal. Sedangkan adik ipar pernah bilang, beberapa kali makan telor dadar di rumah makan, tapi belum pernah ada telur dadar seenak buatan mama. Eeeaaaa, telur dadar aja masih dibandingin yaah bli…. :))).

Sejak bekerja aku selalu membawa bekal makan siang. Selain karena alasan hemat dan lebih higienis, masakan di warung makan kurang pas di lidahku. Masakan apa saja yang penting buatan mama aku pasti suka. Sambel goreng kentang, tumis-tumisan, opor ayam, semur tahu tempe dll kesukaan anak dan menantunya pasti dimasakin dengan senang hati.

Nah, kalau mamanya suka masak dan hasil masakannya enak, apa keahlian ini menurun juga ke anaknya?… huhuhu… ternyata tidak sodara-sodara. Meskipun hampir setiap hari membantu dan melihat sendiri mama masak, tetap saja aku tidak pintar masak. Baru dengar nama pepes ikan kembung ajah aku udah stres ngebayangin ribetnya. Pernah sih saat mama tidak ada aku masak persis dengan yang mama masak. Aku contek abis takaran bumbunya dan cara memasaknya. Hasilnya, yaaaa gitu deh, rasanya ngalor ngidul ga jelas. Pak suami sih tetap lahap makannya, terpaksa kali yah ga ada makanan lain, bwaahhaha.

Pernah juga tanpa sepengetahuan suami aku hidangkan masakan mama di meja (mama sedang di rumah adek), dia langsung komentar, lho sekarang masakan bunda udah miriiip banget masakan mama, enak banget. Aku nyengir nyengir asem ajah, emang itu masakan mama. Pak suami komen lagi, ooohhh, pantesan. Secara ga langsung kan mau bilang masakan eike kurang enak gitu yaaah. Enakan masakan mama gitu yaah. Ya udah gpp, ga boleh ngambek, besok-besok belajar masak lagi sama chef Juna. :)))

Mungkin karena terbiasa mengandalkan mama untuk urusan dapur aku jadi keenakan. Mama ada, masakan pasti tersedia, mama engga ada, wajah-wajah tampak kelaparan. Sabtu ahad mama nginep di rumah adikku, tapi sebelum pergi biasanya masak dulu untuk kami sekeluarga. Soalnya beliau tau, aku dan pak suami itu pendekar meja makan, dan terutama aku sering banget lapar karena menyusui tapi paling males sama urusan dapur. Apalagi sekarang kalau aku di rumah, krucils nempeeel terus jadi makin ada ada alasan kuat tidak menjamah dapur.

Etapi jangan langsung nuduh aku istri dan ibu yang ga becus sama urusan masak yah. Kadang-kadang kalau anak-anak enggak rewel aku juga masih sempat masak lho, sungguh ini bukan pencitraan. Makanan untuk Kanaya dan Kaysan diusahakan homemade. Kecuali kalau benar-benar enggak sempat masak, barulah jajan di luar.

Ngomongin tentang masakan mama yang enak ini, pak Suami pernah kepikiran untuk buka warung makan dan mama sebagai chefnya. Katanya, pasti jualannya mama laris manis karena sambalnya mantaaap. Hadeeuh pecinta sambal. Aku yang tidak setuju, kasihan mama kan sudah tua pasti kalau jualan makanan matang seperti itu akan melelahkan sekali. Mendingan masak buat anak-anaknya aja yah maa. Trriiing.

Cintaaaa banget sama mamaku ini, apalagi sama masakannya, sehat-sehat, panjang umur dan terima kasih sudah memasak sejak aku lahir sampai hari ini ya maaa.

photo_2016-11-04_11-55-16

19 Komentar »

Keseharian si Emak Rempong

Gegara baca tulisan mak Raya jadi latah pengen ikutan nulis juga tentang daily activity emak pekerja yang sok rempong.

Aktivitas di pagi hari biasanya yang paling rempong, karena saat sang emak bangun, Kaysan si 7 bulan ikutan bangun juga. Kalau di puk puk terus tidur lagi sih masih mendingan saya bisa langsung ngerjain ini itu termasuk sesi pumping. Tapi kalau pangeran di puk puk malah ketawa ketiwi ngajak becanda, ya berarti saya harus menemani dia dulu karena kalau ditinggal bisa ada jeritan melengking di pagi buta.

Masak di pagi hari itu wajib di keluarga saya karena kami kalau sarapan serius banget, engga bisa sarapan cuma pakai roti atau susu doang, tapi harus nasi komplit beserta kawan-kawannya. Sekalian masakan pagi hari ini saya bawa untuk bekal makan siang di kantor.

Kalau adek lagi rewel, suami yang berkutat di dapur masak ala kadarnya yang penting bisa sarapan dan saya bawa bekal. Keadaan masih aman sebelum Kanaya si 6 tahun bangun tidur, karena biasanya kalau bangun tidur sering ngambek ngambek ga jelas, jadi acara masak kacau balau. Saya pegang Kaysan, suami pegang Kanaya. Mama yang ga tega melihat kerepotan kami, biasanya yang ambil alih dapur. *Kemudian dihujat karena masih merepotkan orang tua :)

Kalau Kanaya dan Kaysan anteng, saya langsung menyiapkan bekal yang akan dibawa ke kantor termasuk breastpump, botol kaca, blue ice. Setelah beres sekarang mengurus bekal sekolah si kakak yang sudah sekolah di TK B. Dulu waktu belum ada bayi saya rajin bikin bento tapi sekarang belum mulai lagi karena engga sempat. Jadi untuk menghindari drama tambahan di pagi hari biasanya saya tidak menawarkan Kanaya mau bekal apa tapi langsung tembak, “ kakak hari ini bekalnya makaroni goreng yah.… karena pernah suatu hari saya keceplosan nanya, kakak mau bekal apa...eh dia langsung nyodorin buku bento yang rumit banget. #emaknya langsung kejengkang.

Selesai urusan Kanaya sekarang nyiapin MPASI nya Kaysan. Alhamdulillah ada slow cooker, jadi saya bisa masak bubur sambil ongkang ongkang kaki tanpa perlu banyak menyita waktu. Tinggal cemplung cemplung aja di malam hari, ditinggal bobo cantik, taraaaaa … paginya bubur sudah jadi. #peluk erat slow cooker. Biasanya hasil dari masak buat Kaysan, saya bagi dua atau tiga jadi mbah hanya tinggal menghangatkan saja untuk makan siang atau sorenya. Kecuali buahnya memang harus fresh dan sudah saya potong potong tinggal diberikan ke Kaysan untuk pure atau finger food.

Urusan makanan beres, saya langsung ngoprak ngoprak Kanaya supaya cepat mandi, yang biasanya urusan mandi selalu jadi drama queen, si ayah yang siapin mandinya Kaysan, saya atau mbahnya yang gantikan bajunya. Kalau Kaysan ngantuk biasanya saya susui dulu dan kalau masih keburu waktunya saya suapi. Saya sarapan bisa sambil nyusui dan sambil nyuapin sarapan si kaka, daaaaaan  bisa juga sambil melihat chat di WA. Empat aktivitas dalam satu waktu #yeaay hidup multitasking !!.

Sudah selesai urusan bocah, sekarang gantian emaknya yang siap-siap ngantor. Alhamdulillah ya Allah, pas punya Kaysan pas juga kantor pindah dekat rumah, cukup 5 menit saja naik motor atau mau sambil koprol juga masih bisa. Pakaian sudah rapi, Kaysan pasti nangis lihat saya, ya sudahlah gendong dulu sampai dia puas sambil sesekali ngelirik jam sapa tahu kalau jamnya dilirik dengan sinis bisa lebih lambat jalannya.

Sampai kantor, baru bisa ngerasain duduk manis dengan tenang sekitar 5 menitan setelah huru hara di rumah sejak subuh tadi. Tidak berapa lama langsung deh riweuh lagi sama kerjaan, laporan ini itu dll. Kadang kalau sedang stres hasil pumping menurun dan saya cuma bisa pasrah sambil berdoa semoga ASI bisa banyak lagi.

Teng tong, jam 5 sore dijemput pak suami dan langsung cuuus pulang ke rumah, disambut senyuman Kaysan, pelukan Kanaya dan laporan ini itu dari mama. Buru-buru deh cuci tangan, masukin hasil pumping di frezer dan gendong Kaysan, karena ini bocah kalau melihat emaknya langsung nyengir lebar meluluhkan hati siapapun. Owwh my idol.

Tidak berapa lama gendongan pindah ke ayahnya, karena emaknya kalau pulang kerja lapar, dan kalau lapar biasanya suka judes, jadi ya makan dulu. Kadang kalau di kulkas ada sayur dan lauknya  masak dulu ala kadarnya atau kalau keburu lapar beli masakan di warung. Kelar makan, Kaysan pindah lagi ke saya karena ayahnya ke mesjid, dan saya baru bisa mandi kalau ayahnya pulang. Saya berusaha sekali kalau pulang kerja, mbah sudah tidak direpotkan lagi sama Kaysan, meskipun pada prakteknya tetap kadang-kadang dipegang juga sama mbahnya.

Malam sebelum tidur, setelah urusan steril botol dan cuci piring selesai, saatnya quality time bersama anak-anak atau ngobrol sama mbah. Biasanya mata emaknya udah kriyep kriyep tapi krucils masih pada segar bugar. Tetap harus melek sampai akhirnya Kaysan minta nenen, horeeeeeeee…… Akhirnya bisa nyelonjor juga. Niatnya sih anak tidur mau melakukan banyak hal, seperti, nulis, baca, ngeberesin lemari, merapihkan kamar Kanaya, dimana semuanya itu ternyata ada di alam mimpi. Bwahahahahahaha. Saat tersadar sudah di tengah malam.

Begitulah indahnya menjadi seorang bunda, peluk hangat buat para bunda yang bekerja di luar rumah maupun yang full di rumah. Semoga sehat sehat selalu yaaa… #koyo mana koyo

photo_2016-09-27_13-18-10

14 Komentar »