Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

mendadak daiyah

pada 27 Februari 2007

Habis subuh hari ahad, emang paling enak tidur lagi…..untung inget klo nanti pkl 6.30 ada acara pengajian rutin bareng teman-teman, di daerah timur bekasi. Ngebayangin ketemuan sama sodara-sodaraku tersayang membuat rasa kantuk lenyap. Mendingan siapin sarapan, mandi dan ganti pakaian.

Siip dech….udah wangi dan keren nih, (hehe narsisnya kumat…) tinggal nunggu suami manasin motor, ketika tiba-tiba 2 ibu-ibu pengurus majelis taklim dekat rumah datang……waduuuuh ada apa nih

Ternyata mereka meminta aku supaya bisa mengisi materi pada acara rutin pengajian majelis ta’lim dekat rumahku hari ini pukul 10.30. Whaaaaatttt???….ngisi ta’lim?….di mesjid?…pakai pengeras suara?…. Hari ini?…..4 jam lagi?… penduduk sekomplek denger semua?…..hiiii syerem….ga PD la yaw…Saat itu kepingiiiiiiin banget bilang, “enggak ah bu, mendadak banget, yang lain aja, belum siap”…belum juga aku menjawab bersedia atau tidak, ibu yang satunya lagi sudah meneruskan, “tolongin ya,” dengan wajah mengiba. Aku tersenyum….bingung. “sudah tidak ada orang lagi, yang seharusnya mengisi ta’lim ada acara mendadak tadi malam, bisa ya bu rina…” . Duuuh gimana ya, aku ga PD niih…Mendadak terngiang tausiah mba Mur tentang hakekat hidup untuk dakwah, bahwa sebenernya kita ini adalah para prajurit dakwah yang harus siap ditempatkan dimanapun dalam kondisi apapun. bahwa Allah memberikan pahala yang buanyak buat orang-orang yang mau menyampaikan kebenaran. Hmmm….gimana yaaa…Mereka menatapku penuh harap, jadi ga tega euy. Seperti ada yang menyihir, aku menganggukan kepala………Insya Allah.

Sepulangnya mereka, aku langsung menyambar buku-buku tentang tausiah. Ku cari-cari tema yang sederhana dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Jujur saja, saat itu aku paniiiik sekali, bingung mau kasih tausiah  apa. Aku terus mencari-cari tema yang cocok sampai akhirnya suamiku yang sudah stand by di atas motor mengingatkan bahwa aku sudah telat ke tempat pengajian. Olala….akhirnya aku baca-baca buku di atas motor yang melaju, meskipun mendadak dan nyaris tanpa persiapan, aku harus memberikan yang terbaik ….itu tekadku.

Selesai acara pengajian, rasa panik masih menghinggapi. Aku lihat jam di dinding …hmm….masih setengah jam lagi. Aku ke kamar mandi untuk berwudhu setelah itu tilawah, berdoa memohon kekuatan agar diberi kemudahan. Aku yakin semua kejadian bisa terjadi atas izinNYA, dan kuselipkan sebuah harap Allah menuntunku dalam berbicara nanti. Aku tarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan…….duuh kaya orang mo melahirkan aja……..dan, Aku lebih tenang sekarang.

Bismillah….kulangkahkan kaki menuju mesjid dan semua terjadi begitu cepat atas kehendakNYA. Subhanallah…Allah benar-benar menurunkan pertolongannya, semua berjalan lancar. Aku menggunakan metode dua arah dalam penyampaian materi supaya ibu-ibu bisa ikut terlibat dalam sebuah diskusi tentang keseimbangan hidup dan alhamdulillah semuanya selesai tepat sebelum azan zhuhur berkumandang. Terima kasih ya Allah…aku bisa melewati pengalaman pertama dan tak terlupakan ini, ternyata betapa bila kita bergantung sepenuhnya pada Allah maka pertolongan itu akan datang. Satu yang terselip di akhir perenunganku, semoga yang terucap tadi tidak sekedar kata, bukan sekedar tausiah tanpa makna, atau hanya sekedar menjadi daiyah tanpa aplikasi nyata…. tapi menghujam ke lubuk hati…hati seorang rina.

 

4 februari 2007,  mendung masih bergayut di mustika sari….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: