Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

thanks friends…

pada 16 Maret 2007

Allah yang maha penyayang tidak pernah berhenti memberikan nikmatNya pada saya. Salah satu nikmat dari sekian banyak nikmatNya yang sangat pantas untuk di syukuri adalah nikmat berupa banyak teman. Teman, sahabat selalu mempunyai posisi khusus di hati saya. Saya selalu menganggap kehadiran teman dalam hidup saya adalah sebuah anugerah yang Allah hadiahkan pada saya. Anugerah terindah yang pernah saya miliki dan tidak akan pernah saya sia siakan. Saya sering merasakan kebahagiaan bila berada di tengah-tengah teman. Saya bisa tertawa, terhibur, tersentuh dengan tingkah laku mereka..

Ada satu hal berharga yang saya dapat dari teman yang membawa perubahan besar dalam kehidupan saya. Teman-teman sayalah8 yang telah menghantarkan saya  ketika saya sedang menjemput hidayahNYA. Membimbing saya dengan sabar ketika saya sedang berproses metemorfosis dari ulat, kepompong, hingga menjadi kupu-kupu. Karena merekalah saya mengenal islam secara kaffah.

Saya ingat ketika pertama kali saya memakai jilbab ke kampus, teman-teman di rohis menuntun saya ke mushola untuk membenahi jilbab saya yang acak-acakan. Saya “dikeroyok” beberapa orang, ada yang memakaikan jilbab, memasangkan peniti hingga saya bisa berjilbab dengan rapi. Saat itu yang saya rasakan adalah bahwa betapa mereka menyayangi saya dengan tulus, dan menjadi penopang langkah saya yang masih tertatih untuk istiqomah dengan pakaian taqwa. Besoknya, beberapa jilbab, baju-baju, kaos kaki, kaset nasyid, buku-buku islam hingga peniti, sudah berpindah ke tangan saya, saya terharu merasakan indahnya persaudaraan ini.

Ketika saya bergabung dengan barisan dakwah, lebih banyak lagi saya temukan pelajaran-pelajaran baru tentang teman. Saya belajar bagaimana mendahulukan orang lain dan mengesampingkan egoisme, satu hal yang masih sering mendominasi tingkah laku saya dan sangat sulit diubah. Malu rasanya mempertahankan egoisme saya di tengah-tengah ketulusan teman-teman saya dalam mendahulukan orang lain.

Saya juga tidak pernah tahu sebelumnya bahwa ternyata melewati satu malam bersama teman-teman saya, telah mengisi penuh sisi ruhiyah saya. Menyaksikan betapa dekatnya mereka dengan Allah, sering membuat saya termotivasi untuk bisa mengikuti. Saya sering merasakan kesejukan yang dalam ketika tangan-tangan itu menjabat erat tangan saya, memeluk tubuh saya dengan pelukan yang hangat dan sentuhan pipi lembut yang menempel di pipi saya. Tidak ada balasan yang pantas selain memberikan senyum terbaik yang saya punya. Dari hal itu saya belajar bagaimana rasa menyayangi diekspresikan, betapa ketulusan yang datang dari hati akan sampai ke hati pula.

Tatapan mata mereka seakan ingin mentransformasi sebuah kekuatan pada diri saya yang masih sering merasa lemah. Saya belajar ketegaran dari cara teman-teman saya menghadapi kerasnya kehidupan, dan saya juga belajar kesabaran dari cara mereka menyelesaikan masalah. Beban yang menghimpit terasa lepas apabila saya ada diantara “keperkasaan” mereka, hingga saya sering merasa malu apabila masih mempertahankan kecengengan saya.

Saya berinteraksi dengan manusia, bukan malaikat, karenanya saya juga pernah mengalami konflik dengan beberapa teman saya. Setiap terjadi konflik, saya sering merasa tidak tenang dan ruang terasa lebih sempit karena sebenarnya saya sangat tidak ingin itu terjadi. Tetapi justru karena konflik itulah saya belajar memaafkan, memahami karakter individu dan akhirnya menyadari bahwa saya pun harus menghargai perbedaan. Dari keburukan tingkah laku mereka, saya  belajar akhlak yang baik, dari kecerobohan mereka saya belajar ketelitian. Segala gerak dan pemikiran teman-teman telah menginspirasi saya dalam menemukan konsep diri. Saya ingin menjadi diri saya sendiri, tetapi saya juga membutuhkan pengaruh yang baik dan saya dapatkan itu dari interaksi saya dengan teman-teman.

Saya merasakan hidup saya begitu berwarna dengan kehadiran teman di sisi saya. Karenanya tak lupa saya hadirkan wajah-wajah mereka di setiap doa robithoh yang saya lantunkan setiap hari. Supaya Allah Sang pemilik cinta sesungguhnya berkenan mencurahkan banyak cintaNya dalam ikatan ukhuwah Islamiyah yang indah ini.

Teman,………

Satu hal yang ingin aku ungkapkan bahwa…..

Betapa aku mencintaimu karena Allah…………….

 

15 Maret 2005

Happy birthday to me….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: