Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

di detik-detik menjelang akhir lajang………

pada 13 April 2007

Rating:
Category: Other

…..DI DETIK DETIK MENJELANG AKHIR LAJANG……..

Hari hari kian merayap pada satu titik, jam berganti, menit menit saling berkejaran hingga terhitung detik demi detik. Adalah salah satu karakteristik waktu yang sedemikian cepatnya beranjak, menyisakan kenangan dan menorehkan beragam takdir kehidupan. Saya tidak sedang menghitung hari, tetapi saya sedang meresapi waktu yang bergeser menjelang akhir masa lajang saya. Saya resapi dalam-dalam untuk memaknai dengan lekat setiap detik yang berpindah ke detik selanjutnya. Saya tak kuasa menahan lajunya waktu, untuk sebentar saja memberikan saya kesempatan menikmati sedikit lagi masa lajang saya.
Bukan…..….bukannya saya tidak bahagia dengan kado sebuah pernikahan yang Allah anugerahkan pada saya. Ini adalah kado terindah dalam hidup saya. Saya hanya sedang membuat ‘pesta kecil’ dalam benak saya untuk pergantian status ini. Hmmm……Status lajang menjadi seorang istri (ciee..). Menghadirkan kembali penggalan kisah kehidupan saya sebelum melangkah ke sebuah gerbang bernama rumah tangga, mengambil sebanyak banyaknya hikmah dari semua kejadian yang berhasil saya lewati. Tidak pernah menyangka akhirnya saya bisa melewati masa masa yang sulit, ujian terhadap kesabaran dan keistiqomahan saya. Sungguh janji Allah itu sudah pasti kebenarannya. Betapapun perihnya saat berbagai ujian itu datang silih berganti, semuanya telah terlewati, dengan izin Allah.
Sekian tahun menjadi lajang, cukupkah mendewasakan saya? Ternyata tidak, proses pendewasaan itu akan terus berlanjut, apapun status saya. Karena kehidupan hakakekatnya adalah proses pembelajaran, supaya saya bisa survive menghadapi apapun. Hanya saja, pengalaman hidup ketika lajang, saya harap bisa dijadikan sebagai bagian dari proses itu. Saya sadar, kehidupan saat lajang pasti akan sangat berbeda dengan kehidupan ketika berumah tangga. Kewajiban dan tanggung jawab akan bertambah, ujian pun akan sangat berbeda. Dan perahu yang saya kayuh pun kini punya seorang nahkoda, seorang partner dakwah yang mendampingi hari-hari saya selanjutnya. Bersama menghadapi badai dan gelombang yang sewaktu waktu akan menghampiri pelayaran ini.
Ketika saya sudah melewati ujian-ujian ketika lajang, bukan berarti saya bisa berteriak bebaaaaas, justru dalam sebuah pernikahanlah medan ujian sesungguhnya bagi kedewasaan saya dalam menghadapi berbagai masalah.
Menikah bukanlah prestasi, bukan juga saatnya untuk berbangga diri atau sekedar terjebak dalam romantisme sepasang manusia yang terbungkus indahnya mitsaqon gholizho. Saya sadar saya sedang menggerakan kaki saya untuk melangkah di sebuah “dunia lain”. Dunia penuh warna yang sebagian warna-warnanya tidak saya jumpai ketika saya masih lajang. Kini saya sedang berada di depan gerbangnya, saya kuatkan pijakan kaki saya dan berusaha menopang kokoh dagu saya untuk tidak menoleh ke belakang. Saya hanya ingin menatap lurus ke depan, biarlah jejak-jejak langkah yang pernah saya toreh di masa lajang tetap berada di belakang saya. Saya hanya ingin mengambil beberapa serpihan hikmah untuk saya jadikan bekal dalam memasuki dunia baru ini.
Detik-detik ini akan segera berlalu, dan detik detik selanjutnya akan saya temui. Lajang atau menikah bukan ukuran terhadap kualitas diri. Saya tetap harus terus, terus dan terus memperbaiki diri, karena Allah tidak pernah melihat seseorang dari status, DIA hanya melihat ketakwaan saya padaNYA. DIAlah yang akan menyaksikan apakah pernikahan ini akan membuat saya semakin dekat denganNya atau justru menjauh dariNya.
Di detik-detik terakhir menjelang akhir lajang ini, saya merasakan sepenuh cinta yang Allah berikan kepada saya dan kehidupan saya. Meski sadar ibadah seumur hidup pun tak kan mampu membalas cintaNya, tapi saya ingin memberikan cinta terbaik yang saya miliki untuk NYA dan untuk orang-orang yang mencintaiNYA dengan sepenuh hati. Selamat tinggal dunia lajang, insya Allah saya siap menyambutmu wahai dunia baru.

Mampang, 11.01.06-23.15 wib
Bersiap menjemput sesuatu yang Allah janjikan………
Hanifa Sy

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: