Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

merangkai makna sakit

pada 6 Juni 2007

Siapapun pasti pernah merasakan sakit, entah sakit ringan atau berat, tetap saja sakit itu terasa tidak menyenangkan. Aku juga pernah merasakannya, dari mulai sakit karena keseleo sampai dirawat di rumah sakit gara-gara terserang thyphus. Gimana perasaannya?….waduh, kalo lagi sakit begini, jadi merasa nikmat sehat itu luar biasa banget. Kepengennya cepat sembuh, kepengen aktivitas lagi dan sedikit janji hati kalo sudah sembuh mau menjaga diri supaya tidak sakit lagi (halah!!)…


Aku termasuk yang sering terserang penyakit, padahal paling trauma mencium bau rumah sakit, ngeri aja gitu. Bau obat, selang infus, baju putih-putih (kenapa sih baju dokter dan perawat gak biru saja seperti warna favoritku hehe..) membuat aku down. Kadang tanpa sadar keluh kesah mengalir dari lisanku, kenapa ya aku yang di kasih sakit. Ada nasehat menyentuh dari seorang dokter, kenapa kita harus takut menghadapi sakit?. Ketika sakit itu sesungguhnya Allah sedang mengurangi dosa-dosa kita asalkan kita ikhlas dan sabar tentunya. Kalo pengurang dosa-dosa itu di jual di warung-warung, pasti orang akan antri untuk mendapatkannya dan dengan sakitnya kita, Allah memberikannya langsung tanpa membeli. Dan seandainya dosa-dosa itu sudah habis, akibat keikhlasan kita menerima sakit, juga masih tidak sia-sia karena insya Allah ujian itu bisa menambah pahala dan memperkokoh keimanan. Duuh dokter, aku jadi terharu…hiks…


Seorang sahabat juga pernah mengajarkan aku tentang makna sakit lewat ketegarannya. Ketika dokter memvonis bahwa dia terkena diabetes, bukan sedih atau takut yang diungkapkannya, dia malahan menulis sms ke beberapa teman dengan nada ceria,


Doain dex ya, tadi baru check up ke dokter, dex kena penyakit sweetist, stadium 4, semacam penyakit makin manis gitu, ga nular sih, Cuma ga bisa sembuh aja, he…he…


Subhanallah, ditengah kesedihan hati menerima vonis dokter, dia masih bisa becanda, sebuah kesabaran dan ketabahan menghadapi sakit. Ya…..sabar. Ketika ujian Allah ini datang, maka pilihan terbaik adalah bersabar. Aku sering menghibur diri saat sakit bahwa memang tidak ada pilihan lain selain bersabar, tetapi ternyata bukan karena tidak ada pilihan, tapi karena hanya sabar lah pilihan yang paling tepat. Toh kalaupun aku sakit tidak sebanding dengan penderitaan nabi Ayub Alaihi salam yang selama bartahun-tahun diuji Allah dengan penyakit kulit atau orang-orang di rumah sakit yang saat ini harus berjuang melawan penyakit yang belum ada obatnya.


Sungguh aku harus lebih banyak belajar memaknai sakit. Bahwa sakit itu bisa menjadi nikmat kala aku bisa mensikapinya dengan baik. Meskipun tidak semua sakit itu berujung pada kematian, setidaknya sakit bisa menjadi bahan muhasabah untuk selalu mengingatkan bahwa sakit adalah sebuah tanda kematian. Penyemangat hidupku sekarang adalah justru ketika aku mengingat kematianku dan aku bisa lebih sering mengingat kematianku di kala Allah mengujiku dengan sakit.


Kadang aku berpikir, sebenarnya sakit itu adalah tanda cinta dari Allah. Ya..kasih sayang Allah menyelinap di rasa sakit tapi kadang aku sering gagap memaknainya. Jika Allah mencintai, menyayangi aku, lalu apa yang mesti aku risaukan, karena itu lebih dari cukup, karena cintanya Allah melebihi apapun di dunia ini.


Iklan

4 responses to “merangkai makna sakit

  1. UKASAH ADITYA berkata:

    La insyakartum la adzidanakum,,, Wala Ingkafartu ila azdabillahisyadid…

    SAlam ukhuwah….

  2. hanifa syahida berkata:

    salam ukhuwah juga

  3. Handi Handiana berkata:

    Semoga Allah menjadikan kita orang-orang yang selalu bersabar. Amin!

  4. hanifa syahida berkata:

    amiin ya ALLAH……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: