Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

ada apa dengan ban bocor

pada 27 Juli 2007

 

Hari masih pagi, dan seperti biasa aku bergegas ke kantor, menjalani rutinitas.Suami yang baik hati berkenan mengantar sampai ke kantor, meskipun setelah itu untuk menuju kantornya harus berbalik arah lagi. Sampai di belakang Islamic Center, tiba-tiba….blep..(bener gak ya bunyinya begitu)…ada yg aneh sama roda belakang motor. Masya Allah…ternyata bocor. Seingat aku baru seminggu yang lalu ban ini diganti karena bocor juga. Yaaah….bakalan telat deh sampai di kantor, mau naik angkot, jalanan ini tidak dilewati angkot menuju kantor. Aku cuma bisa pasrah. Alhamdulillah…tidak jauh dari TKP ada tukang tambal ban. Tenang, kata suamiku, gak lama kok kita ganti aja ban dalamnya, jadi gak perlu ditambal. Ternyata memang tidak lama, cukup 5 menit, selesai sudah. Jadi aku bisa meluncur ke tempat tujuan.

Jam Istirahat siang aku menelepon suamiku, karena kita janjian ke bank mau ambil uang. Di seberang terdengar suara memelas suamiku….

“ Ya ampun de’ motor kita bocor lagi bannya, saat ini aku sedang menuntun motor, mencari bengkel

terdekat ”.

Masya Allah!! aku sampai histeris mendengarnya.Tidak perlu pakai hitungan hari, kalau Allah berkehendak, apapun bisa terjadi. Padahal kalo dipikir, tadi pagi itu bukan sekedar menambal, tapi mengganti ban dalam.Tapi ternyata ada rezeki tukang tambal ban yang datang melalui kami.

Malamnya aku berdiskusi dengan suami tentang kejadian yang kami alami. Jalanan sebegitu lebarnya, motor sebegitu banyaknya, tapi kenapa ya motor kami yang terpilih untuk dipertemukan dengan paku dan menyebabkan bannya bocor?? Dan kenapa pula terjadi di waktu yang berdekatan? Kalau melihat dari kondisi jalanan sebenarnya kemungkinan melindas paku itu sangat kecil. Tidak ada yang kebetulan, semuanya terjadi dengan seizin Allah. Aku yakin pasti ada sesuatu dibalik semua ini. Bisa jadi ini sebuah teguran dari sebuah kesalahan.

Jadi ingat kata mutiaranya Fudhail bin Iyadh yang berkata, “ aku bermaksiat kepada Allah, lalu hal tersebut aku ketahui pada perilaku istri, dan hewan kendaraanku “

Astaghfirullah……mungkin sudah sebegitu banyak maksiat yang aku lakukan kepada Allah tanpa sadar. Aku bercermin diri. Aku baru ingat , karena kesibukan, ternyata sudah lama aku dan suami tidak melakukan muhasabah yang biasanya kami lakukan rutin setiap pekan, dimana kami saling mengkoreksi kekurangan masing-masing dalam hal ibadah, perilaku dan lainnya.Mungkin juga infakku kurang maksimal, masih ada penyakit hati yang terkotori. Atau mungkin ada hak-hak hambaNYA yang aku lalaikan. Aku melirihkan istighfar banyak-banyak. Memohon ampun atas segala khilaf. Sekarang aku justru bersyukur Allah menegur melalui bocornya ban motor. Justru dari musibah itu aku mulai membenahi diri.


Ya Allah ….aku bukan orang yang luar biasa

Aku baru bisa mencintaiMU dengan caraku yang paling sederhana

Tapi aku melihat cintaMU, di setiap gerak langkah dan aliran nafasku…..

Ampuni aku , yang belum bisa sempurna memaknai kasihMU….


25 Juli 2007

Mas, saling mengingatkan ya….



Iklan

One response to “ada apa dengan ban bocor

  1. diah alsa berkata:

    Subhanallah… Allah Maha Mengetahui sgalanya….. dan mbak dan suami mnyadarinya… duuh jadi trharu mbacanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: