Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

mo lari kemana sih kita?

pada 1 Agustus 2007

Rating: ★★
Category: Other

Tersebutlah seorang menteri di zaman Nabi Dawud `alayhissalam, bernama
Jalil al-Qadri. Ketika Nabi Dawud `alayhissalam meninggal, ia menjadi
menteri di era Sulaiman bin Dawud `alayhissalam.

Di suatu pagi, Sulaiman `alayhissalam mengadakan majelis bersama
dengan menteri ini. Kemudian seorang laki-laki masuk memberi salam dan
berbicara sesuatu kepada Nabi Sulaiman `alayhissalam. Lelaki ini
memandang dengan tajam kepada Jalil, sang menteri, sehingga ia
ketakutan. Ketika lelaki tersebut keluar dari majelis, sang menteri
bertanya kepada Sulaiman `alayhissalam, “Wahai Nabi Allah, siapakah
lelaki yang barusan keluar tadi? Sungguh pandangan matanya membuatku
takut.”

Nabi Sulaiman `alayhissalam menjawab, “Ia adalah malaikat maut yang
menjelma manusia. Ia mendatangiku.” Seketika itu gemetarlah sang
menteri dan menangis. Kepada Nabi Sulaiman `alayhissalam ia berkata,
“Wahai Nabi Allah, demi Allah aku memohon kepadamu agar kau
perintahkan angin bertiup membawaku ke tempat yang paling jauh, ke India.”
Nabi Sulaiman `alayhissalam pun memenuhinya. Sang menteri pun terbang
ditiup angin.

Keesokan harinya, malaikat maut datang kembali ke hadapan Nabi
Sulaiman `alayhissalam sebagaimana kemarin. Nabi Sulaiman
`alayhissalam berkata, “Kemarin engkau telah membuat sahabatku
gemetar. Mengapa engkau menatapnya begitu tajam?”

Malaikat itu berkata, “Wahai Nabi Allah, aku mendatangimu di pagi
hari. Aku terkejut mengetahui orang itu masih bersamamu di sini,
padahal Allah telah memerintahkanku mencabut nyawanya selepas Zhuhur
di India.”

“Lalu apa yang engkau lakukan?” tanya Sulaiman `alayhissalam. “Aku
pergi ke tempat yang Allah perintahkan kepadaku untuk mencabut
nyawanya di sana. Ternyata kudapati ia telah menungguku, lalu aku
cabut nyawanya,” jawab sang malaikat.

[Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka
sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan
dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang
nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan”]
(al-Jumuah: 8)

Ah, mau lari ke mana sih kita?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: