Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

sebuah pengaduan

pada 28 Agustus 2007

 

Kemarin baru aja beli bukunya mas Bayu Gawtama yang judulnya 11 Amanah Lelaki baru baca setengah sih, soalnya keburu ngantuk. Ga tau knapa belakangan ini kalo baca buku sering ngantuk. Padahal aku tertarik untuk membuka halaman demi halaman buku pengarang favoritku ini. Tapi baru baca setengah buku, udah banyak hikmah yang bisa diambil. Ada satu cerita yang berkesan buat aku, judulnya Sesal Hingga Pagi. Dikisahkan mas Bayu merasa bersalah terhadap seorang cacat, meskipun bukan sepenuhnya kesalahan dia, tapi tetep aja merasa bersalah karena tidak mampu berbuat apapun untuk menolong. Nah, ada ungkapan perasaan mas bayu, yang buat aku sangat menyentuh, dia berdoa seperti ini,


Ya Allah jangan biarkan ia marah dan mengadukannya padaMU. Sungguh saya tak bermaksud membuatnya tidak ridha atas perlakuan saya, menyesal hamba atas kelemahan ini, tapi jangan jadikan derita wanita bersebelah kaki itu sebagai alasan Engkau menghukum hamba “


Hmmm….kebayang gak sih, kalo ada seseorang yang mengadukan kita pada Allah, karena dia merasa kecewa, sakit hati, sedih karena sikap, perilaku atau lisan kita?. Serem ya….ngadunya kepada Pemilik Alam ini lho.Aku membayangkannya seorang korban pencurian yang melapor ke polisi. Trus tukang polisi itu nyamperin pencurinya, setelah itu diproses hukum. Waduh…kalo Allah menghukum kita, karena pengaduan makhluknya itu……bisa gawat nih…halah!! …kok jadi mendramatisir begini….


Aku yakin siapapun kita mungkin tidak pernah bermaksud sungguh-sungguh ingin mengecewakan atau menyakiti orang lain. Tapi siapa sih manusia yang bisa lepas dari khilaf, entah itu yang disengaja atau tidak. Sedih rasanya, kalau karena lidah ini, ada satu hati yang tersakiti, apalagi sampai ada yang mengadukannya pada Allah. Buat bahan instropeksi diri kali yaa…..pantas saja kalo ada doa-doa kita yang belum Allah kabulkan, lha wong kita belum berhati hati dalam berperilaku dan bertutur kata….eh kok kita?…aku maksudnya…



28 agustus 2007

setelah perenungan pagi itu……

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: