Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

pelajaran sedekah dari tukang rujak

pada 12 September 2007

 

Kemarin sore ada kesempatan silaturahim sama teman di pusat via jabber. Secara dah lama juga gak komunikasi. Cuma chatting sebentar sih, tapi alhamdulillah dapat cerita penuh makna juga dari dia. Setelah edit sana-sini. Aku copy paste nih hasil chattingnya


Teman : eh rin, gw punya cerita kaya kisah infaknya bayu gawtama nih. Tulis dong di blog lu

Rina : cerita apaan sih…

Teman : 3 minggu yang lalu kan gw mo ke sebelah imigrasi yang letaknya ga jauh dari rumah gw, cuma kalo jalan kaki rada jauh juga…..biasanya kan naik metromini bayar 2000 tapi gw pikir mending bayar 1500 aja deh , deket kok…trus gw tukerin duit yang 1000 ke tukang rujak jadi 500 an dua gituh…

Rina : ya ampyuun ….duit gope aja pake nuker…

Teman : trus tukang rujak itu nanya, buat apaan nuker duit 500 an? Gw cerita aja niatan gw…

Rina : tukang rujaknya bilang apa?

Teman : dia bilang….ya udah mas, gpp kalo bayar 2000, kalopun kelebihan , insya Allah dihitung amal dan sedekah ….

hehehe gw jadi malu.Gw sampai kehabisan kata-kata…


Ya, ternyata sebuah pelajaran hidup itu tidak selalu berasal dari sebuah gedung yang bernama sekolahan, tidak juga selalu harus keluar dari lisan pak ustadz, atau dari petuah ibu guru. Seorang tukang rujak yang sederhana pun bisa menyadarkan seseorang. Mungkin justru orang-orang kecil seperti itu segala makna kehidupan sedemikian meresap, mendalam hingga mampu menandingi pemikiran orang-orang yang mengaku intelek, berpendidikan, lebih bermoral, tapi sesungguhnya miskin jiwa.

Aku yakin, temanku itu mungkin sudah sangat mengerti hakekat memberi dari pengajian yang sering diikutinya. Tapi, siapa yang menyangka justru kesadaran itu baru muncul setelah dialog ringan dengan seorang penjual rujak. Beruntung deh orang yang masih mau berpikir dan mengambil hikmah dari sekecil apapun kejadian yang lewat dalam kehidupannya.


Teman : rin, besoknya gw pergi sama teman dan kita naik metromini

Rina : trus…

Teman : waktu itu teman gw bilang kita bayar seribu aja, kan deket

Rina : ente jawab apa

Teman : jangan, kita bayar penuh aja….selebihnya buat amal


Bulak Kapal Permai, 11 September 2007

Tengkyu ya zik…..







Iklan

13 responses to “pelajaran sedekah dari tukang rujak

  1. Nunk Subarga berkata:

    siapa tuh yg chat sm dikau?……..zikril? ihihihihih

  2. nona amanah berkata:

    iya Mbak…sepakat…pendidikan tertinggi adalah pengalaman, kata Maria Bo Niok lho…si RANTING SAKURA.

  3. Handi Handiana berkata:

    Emmmh…
    Padahal mungkin si”Tukang Rujak” itu tadinya gak bermaksud ceramah, mungkin sebenernya si”Tukang Rujak” itu agak keberatan ditukerin uang, jadi berbasa-basi pake “wejangan” itu, tapi akhirnya jadi membawa berkah buat yang nuker uang itu. Subhanallah….!

  4. hanifa syahida berkata:

    hehehehe…ketebak yaks….gaya bahasanya anak betawi…..

  5. hanifa syahida berkata:

    sepakat…sepakat…pengalaman itu guru yang ga pernah marah,…hehhe…makasih ya mbak…

  6. hanifa syahida berkata:

    sepakat…pengalaman itu guru yang ga pernah marah…hehehe…makasih ya mba

  7. hanifa syahida berkata:

    bisa jadi begitu ya pak….ga sengaja mo tausiah…eh justru mengena di hati…makasih pak

  8. juni nur azizah berkata:

    itu kali ya yang dinamakan hikmah dari lisan yang ikhlas, tanpa banyak retorika si tukang rujak, mampu mengingatkan si ndzik justru melalui lisan yang sederhana.

  9. hanifa syahida berkata:

    bener banget jun….tpo banget dah itu tukang rujak, bikin si nzik insap…makasih ya juni

  10. Bang Aswi berkata:

    …dan kadang, petuah dan hikmah itu juga datang bukan dari orang luar, tapi dari orang yang sering dekat dengan kita dan kita tidak pernah menyadarinya. Dan orang itu adalah ANAK. Tidakkah kita menyadarinya???

  11. hanifa syahida berkata:

    yup….sepakat…saya juga pernah belajar dari anak tetangga saya yg uurnya baru 5 tahun….yg ramahnya ga ketulungan…siapa aja dia sapa….dari anak kecil sampe nenek2…..makasih kang aswi

  12. fitri indriyani berkata:

    Mudah-mudahan bisa mengingatkan kita juga, bahwa betapa kita memerlukan orang lain dalam hidup ini dikala kita tdk dpt mengambil hikmah sendiri dari setiap kejadian…

  13. hanifa syahida berkata:

    sepakat pit…..
    *angkat2jempol*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: