Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

keinginan-keinginan yang dibayar kontan (bag 2)

pada 13 Desember 2007

 

Beberapa waktu yang lalu aku pernah menulis tentang banyaknya keinginan-keinginanku yang terwujud dalam waktu tidak terlalu lama. Dan beberapa hari yang lalu Allah kembali menunjukkan sayangNya padaku.

Pada acara happy day di kantorku, panitia menyediakan door price untuk karyawan yang mau hadir dalam acara tersebut. Hadiahnya lumayan sih, ada lap top, tivi, dvd, magic com dan hadiah-hadiah menggiurkan lainnya. Di awal acara panitia sudah mengumumkan bahwa jangan kecewa bila ternyata mendapatkan hadiah yang tidak dinginkan, karena ini terkait dengan rezeki Allah, harus sabar dan menerima apapun yang di dapat.


Bismillah, kupon-kupon mulai dikocok, dan namaku disebut. Hadiahnya jas hujan….hmmmm…..jujur, agak kecewa. Diantara ratusan hadiah dan sebagian besar hadiah adalah hadiah mewah, aku hanya dapat sebuah jas hujan. Namanya sih keren ….water coat,….. tapi tetep aja jas hujan. Ups…buru-buru aku istighfar. Ya Allah, inilah rezeki terbaik yang engkau berikan untukku. Aku mengikhlaskan jas hujan itu menjadi milikku. Alhamdulillah, daripada ga dapet sama sekali.


Tidak lama ada pengumuman dari panitia, ternyata ada kesalahan teknis karena hadiah jas hujan itu tidak ada dan kuponku harus dikocok kembali. Ekspresiku datar saja, meskipun sepertinya ada harapan untuk bisa meraih hadiah yang lebih besar. Kupon dikocok kembali, aku dapat setrika. Alhamdulilah. Kali ini dengan hati yang tulus ikhlas menerimanya. Bergegas ke meja panitia dan…..Allah Akbar….ternyata ada kesalahan lagi, kuponku harus dikocok lagi. Entahlah, aku sudah pasrah mau dapat apapun aku terima. Kupon dikocok……Subhanallah…… dapet magic com. Aku terhenyak, teringat kembali kata-kataku suatu pagi beberapa hari lalu pada suamiku. “mas, kayanya magic com kita dah rusak deh, insya Allah kalo dapet rezeki kita beli ya…“


Aku tidak pernah mengerti bagaimana skenario Allah mengatur alur hidup ini. Mungkin hal kecil, tapi aku tidak mau melewati peristiwa ini tanpa sedikitpun mengambil hikmah. Kadang aku malu, kenapa Allah selalu memberikan apapun yang aku butuhkan meskipun aku belum total memberikan yang terbaik untukNYA. Tapi aku harus lebih malu, kalau setelah kejadian ini ternyata lisanku tak juga sering mengucap syukur.


seperti sore kemarin…….

Kepala Cabangku ikut Raker di Yogya. Baru terpikir menginginkan sebuah gamis atau daster khas Yogya. Agak sungkan kalo bilang keinginanku itu sama si bos. Aku segera menghubungi temanku di Yogya untuk membelikan barang yang dimaksud, dengan harapan bisa dititipkan ke bosku itu. Tapi karena kesibukannya dia tidak bisa membelikannya hari ini, kecuali bosku itu pulang keesokan harinya. Aku sms pak kacab.

Bos pulang kapan? Aku mau titip sesuatu, besok temanku yang antar barangnya

Kalau mau titip sekarang ya, aku masih di hotel nih

Yaaah…. dia baru bisa beli besok. Ya udah deh gpp. next saja. Makasih

Titip apa sih sama temannya itu?

Hmmm…barang wanita sih….daster khas Yogya

Ooo…klo daster Yogya aku emang udah beliin, dan beli juga oleh-oleh untuk teman2 yang lain

Hah?..yang bener….kok bisa nyambung sih…aku kan ga pernah bilang…


Ya Allah …..aku tambah malu padaMu. Penggalan surat AR RAHMAN terngiang-ngiang.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan


12 Desember 2007






Iklan

4 responses to “keinginan-keinginan yang dibayar kontan (bag 2)

  1. Nunk Subarga berkata:

    Jimmy (Mifse) perhatian banget ya sm stafnya..salut

  2. hanifa syahida berkata:

    yaa begitulah bosku……hehe

  3. fitri indriyani berkata:

    meskipun kadang untuk menerima ketentuan Allah, yg muncul pertama kali adalah prasangka buruk.. semoga kita selalu diingatkan untuk slalu bersyukur padaNya.

  4. hanifa syahida berkata:

    amiiinnn…makasih ya uminya hanania

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: