Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

pagi kelabu

pada 4 Januari 2008

Pagi ini masih mendung. tapi ga semendung perasaanku. Halah…puitis amat! Begini ceritanya….. tadi malam suami bilang kita harus berangkat lebih pagi karena ada test panggilan kerja di daerah kranji, searah sih sama kantorku, jadi bisa antar aku dulu. Rencana kita mo berangkat jam 7 pagi.

Yup, setelah subuh….aku menyiapkan sarapan buat suamiku, o..ow..ternyata persediaan beras habis, tadi malam sih niatan beli sepulang kerja, tapi kelupaan. Yaaah…masa’ sarapan mie rebus lagi, jadi nostalgia zaman nge kost dahulu kala. Eiit keingetan…kenapa gak beli nasi uduk aja?…masih jam 5 pagi sih, tapi biasanya udah mulai jualan. Bergegas aku memakai atribut keluar rumah dan menuju si penjual nasi uduk.

Aku panggil-panggil si ibu kok tidak menyahut, padahal kan nasi uduk dan assesorisnya dah tersedia di meja dagangan…duuh kemana nih sih ibu…hmm, mungkin lagi sibuk di dapur. Aku memutuskan pulang dan kembali setengah jam kemudian. Sampai rumah ngobrol ngalur ngidul sama suami dan entah bagaimana awalnya sampai akhirnya  aku dan suami tertidur.

Hwaaaaaa……terbangun jam setengah tujuh lewat. Nasi udukku! masih kebagian gak ya jam segini?. Mandi dulu deh, secara kalo pakai jilbab suka lama. Setelah rapi segera meluncur ke penjual nasi uduk…….eng ing eng….fillingku tepat, nasi uduk sukses dibeli orang, yang tersisa cuma kerupuk doang. Padahal perut dah laper banget. hiks….kenapa juga pakai acara ketiduran…

Melihat kondisi waktu tidak memungkinkan suami memutuskan beli makanan di jalan saja. Agak tergesa suami mengajakku segera berangkat. Roda motor baru 50 meter menggelinding di aspal…tiba-tiba…grekkkk….kok mati? ‘….bensin habis bo’…huhuhuhu…. jadilah tontonan indah di pagi hari. Seorang laki-laki berjaket hitam menuntun motornya diikuti seorang wanita yang berjalan lunglai menenteng helm di belakangnya, berjalan sampai menemukan SPBU terdekat. Sabarlah…..begitu kata hatiku.hiks…

Setelah sekian lama menempuh perjalanan tak pasti, akhirnya si motor bisa minum juga. Ngeeeng…motor melaju……tapi kok gak ada tanda-tanda suami mo memberhentikan motor di warung makanan?…aku ga berani tanya secara waktu udah mefeeeet banget. Wah kayanya bakal cari sarapan sendiri niy. Tahan, insya Allah bentar lagi sampai kok, jalan sudirman menuju kranji biasanya lancar kalo jam segini. Baru saja aku berpikir begitu, tiba-tiba motor berhenti. Ya ammmpppyyuuun…..macet total mulai dari CEVEST samping GOR Bekasi sampai berkilo-kilo meter entah berakhir dimana.

Maap ya dek, mas antar sampai sini aja soalnya udah telat nih, ga papa kan?

hiks…iya ga pa-pa….pagi kelabu, sekelabu wajah pucat cacing-cacing dalam perut yang meminta hak sarapannya……

Iklan

4 responses to “pagi kelabu

  1. Nunk Subarga berkata:

    aduhhhh..jd ikut laparrr dan lemessss…….ini akibatnya kalau kelonan terus..hik hik…jd ketiduran dan kehabisan nas ud…

  2. hanifa syahida berkata:

    mba nuuunnnggg…… parno aja niy…

  3. Eva Nurfalah berkata:

    hehehehehehe…
    sedih yang lucu [nah lho!]

    ujan-ujan gini, abis subuh, emang enakan ngelingker lagi yah, rin…
    Hoaemmm…

  4. hanifa syahida berkata:

    heheheh iya nih….kebawa suasana mendung kali yeee….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: