Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

trenyuh…..tapi tak bisa berbuat apa-apa

pada 20 Februari 2008

 

Bulan Mei nanti usia lumpur Lapindo 2 tahun. Kalo diibaratkan anak kecil, umur segitu lagi lucu-lucunya, tapi untuk kasus ini sama sekali gak ada yang lucu, malah diharapkan usianya segera berakhir. Hati rasanya teriris menyaksikan para korban di pengungsian, melalui layar kaca dan kemarin, mereka melakukan aksi demo menutup jalan porong. Panas, sedih, khawatir, letih, juga luka pada hati aku lihat melalui wajah-wajah yang lusuh itu. Penuh harap mereka memohon pemerintah agar menjadikan status lumpur Lapindo bukan sebagai bencana Nasional dan memasukan daerah mereka ke dalam peta bencana sehingga bisa diganti kerugiannya.

Langit porong seakan berselimut duka atas masalah yang tak kunjung selesai ini. Sementara para anggota DPR sedang bersilat lidah, di tengah ruangan luas yang sejuk, ditemani makanan ringan yang lezat dan secangkir kopi hangat. Sidang dengan biaya tidak sedikit itu berakhir tanpa kesimpulan. Bahkan ketua sidang mengetuk palu dengan cuek bebeknya sambil menghisap rokoknya dalam-dalam. Asap terlihat mengepul di ruangan dewan (yang katanya) terhormat itu. Hmmm…..bagaimana mau mengurusi rakyat yah, lha wong ngurusin diri sendiri aja gak bisa. Racun kok dibiarkan masuk ke dalam tubuh. Ketika keluar ruangan, wartawan menyerbu para anggota dewan dan menanyakan ketidakjelasan hasil sidang, kemudian dari fraksi Golkar menjawab……ah, itu sudah biasa. Masya Allah, ini amanah yang harus dipertanggungjawabkan lho pak…….kataku, entah bicara dengan siapa.

Di sana, di timur Pulau Jawa banyak orang yang meratap , menangis karena haknya terenggut, sementara kaum berdasi membahas tanpa keseriusan. Pernah gak ya terpikir oleh mereka, bagaimana jika hal ini menimpa mereka. Bukan tidak mungkin kan kalau Allah menakdirkan ada semburan lumpur juga di Jakarta. Kebayang gak sih setiap hari hidup dalam ketidakpastian, sementara anak-anak butuh tempat yang layak untuk berkembang.

Wah , mungkin ini tulisan yang gak penting, dan tidak punya arti apa-apa dan belum tentu juga merubah ke arah yang lebih baik. Ini cuma tulisan sederhana, ungkapan hati yang paling dalam, yang sangat trenyuh dengan nasib sodaraku di sana tapi tidak bisa berbuat apa-apa…..hiks…..



Iklan

10 responses to “trenyuh…..tapi tak bisa berbuat apa-apa

  1. Nunk Subarga berkata:

    Terakhir dengan berita bencana Lumput Lapindo ini akan ditetapkan sbg…Fenomena alam/benacana alam…..hiks

  2. Bastho Bubble berkata:

    Segala sesuatu akan dimintakan pertanggung jawabannya di hadapan yang maha kuasa… semoga gusti Allah memberikan kekuatan & ketabahan buat saudara2 kita yang telah terzolimi oleh pihak2 yang seharusnya bertanggung jawab atas kasus lapindo

  3. ario muhammad berkata:

    Bu… ganti warna tulisan dong.. nanti mataku jadi warna biru nih…. !!! kalo jadi ganteng kan gawat… *ga nyambung+Narsis Mode On…*

  4. sri sulistyowati berkata:

    Ikutan trenyuh…. sambil kedip-kedip mata, rada susah baca tulisan berwarna biru di background warna biru juga 😦 …………

  5. iJuL iSRaZuL berkata:

    ikutan terenyuh doong…
    tapi aQ baru tau klo lumpur lapindo warnanya biru (^___^)

  6. ummi nadhira berkata:

    thanks sudah mengingatkan peristiwa ini. Kalo ndak lihat TV/baca koran kadang lupa dengan penderitaan tetangga kota ini. Manusia cenderung mudah menyalahkan pihak lain, dalam hal ini kalau dianggap bencana alam berarti mereka menyalahkan Allah ?? (astaghfirullah) Mungkin akibat didikan waktu kecil, kalo jatuh suka nyalahin kodok ya

  7. sabrul jamil berkata:

    minimal ini indikasi kuat bahwa nurani kita belum mati

  8. hanifa syahida berkata:

    yup…beberapa hari ini beritanya masih sama……masyarakat porong dengan derai air mata, dan anggota dewan dengan rapat-rapat tak pasti….. hiks….hiks…..kita bantu doa yah….btw….maap ya warna birunya menggangu….aku dah coba edit tapi kok ga ada pilihan warnanya yah….ada yg tauk ga caranya…hehe..gaptek euy….makasih ya semuanya…..^___*

  9. sabrul jamil berkata:

    soal warna themes, bisa ganti dengan theme bawaan dari MP? Tapi kayaknya persoalannya cuma di css, ganti bagian text property nya

  10. hanifa syahida berkata:

    oo gitu ya pak…. maksudnya sih mo ganti warna tulisan di artikel ini aja gt….btw, jazakallah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: