Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

15 Maret 2008, tepat tengah malam

pada 17 Maret 2008

 

15 Maret 2008 tepat tengah malam, setengah sadar seperti ada yang membangunkan tidurku. Samar-samar aku melihat senyum merekah dari wajah yang sangat aku kenal. “ Selamat ulang tahun sayang, semoga mendapatkan umur yang di berkahi ALLAH “ .Subhanallah…meskipun aku sedang berjuang mengumpulkan kesadaranku, tetap saja aku merasakan keharuan yang dalam. Suamiku rela menahan kantuknya hanya untuk mengucapkan selamat ultah untuk istrinya di tepat pukul 12 malam. “ takut keduluan teman yang lain “ katanya. Oh suamiku…it’s so sweet……kemudian banyak doa meluncur dari lisannya, aku mengaminkan. Meskipun sejak beberapa tahun belakangan ulang tahun sudah tidak terlalu punya arti mendalam, tapi tetap saja aku suka dengan kejutan-kejutan kecil seperti ini.

Ah, mengingat hari lahir kadang justru menyisakan sedih di ruang batinku. Sedih karena di usia yang tidak muda lagi ini, aku belum banyak berbuat. Langkahku belumlah langkah- langkah lebar penuh makna, bahkan kadang aku sering merasa jalan di tempat. Ibadahku tidak juga mengalami peningkatan berarti, aktivitas dakwahku belumlah maksimal, apalagi proses perbaikan diri yang dulu jadi komitmenku masih jauh dari sempurna. Di usiaku yang semakin bertambah ini sesungguhnya hanyalah pengurangan jatah hidup dan semakin dekat pada akhir perjalanan. Apakah amal-amalku sudah cukup untuk menghadapi hari yang Allah janjikan pasti akan terjadi itu? Hmmm… itulah yang sering aku sedihkan, bekal apa yang akan kubawa untuk menghadapi hari-hari panjang setelah kematianku.

Hari itu aku tenggelam dalam muhasabah yang dalam, ya Allah betapa besar kasih sayangMu padaku, di usia ini Kau masih memberikan aku kesempatan untuk mengumpulkan bekal perjalanan panjang sebanyak-banyaknya. Aku tidak dapat menahan butiran bening dari mataku ketika mengingat betapa banyak nikmatMu yang diberikan padaku. Nikmat berupa suami yang luar biasa, teman-teman yang baik, keluarga yang menyayangiku, nikmat sehat dan nikmat-nikmat lain yang tak terhitung. Perjalanan hidupku sampai sejauh ini, tiba-tiba berkelebat. Ternyata memang aku belum apa-apa dan belum menjadi siapa-siapa. Menjelang fajar, aku lalu teringat perkataan Abdullah bin Mas’ud, “ Aku tidak menyesali sesuatu melebihi penyesalanku terhadap waktu, umurku bertambah tetapi amalanku tidak bertambah “ hiks….




Iklan

4 responses to “15 Maret 2008, tepat tengah malam

  1. ario muhammad berkata:

    selamat Ultah bu.. setiap orang melankolis suka dengan kejutan.. 😀

  2. hanifa syahida berkata:

    makasih ya….. saya bukan orang melankolis, saya orang islam….hehehe…

  3. Selamat ulang tahun tuk bu rina. semoga panjangnya umur menjadi banyaknya
    tinta2 (karya amal )sejarah bagi rina & kel dan ilmu yang bermanfaat untuk ummat.

    Salam untuk mbah Hasani

    )l( Anisa Izzah Millati & Kel )l(

  4. hanifa syahida berkata:

    makasih abinya anisa yang soleh……amiiin doanya, salam buat aas juga yah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: