Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Akhirnya…..kuhirup juga udara kedamaian

pada 17 Maret 2008

 

Hampir dua tahun di Cabang Bekasi, ternyata mengajarkan aku banyak hal. Tentang pekerjaan yang lebih variatif juga interaksi dengan para penghuninya. Di awal aku mulai bekerja, sudah mulai tercium hawa suasana yang tidak sehat , ada makian, ada keluhan, ada kebencian, juga ada tangis. Waduh, gawat banget nih suasana, pikirku saat itu. Rupanya ada seseorang yang sangat emosional disini, kesalahan kecil saja bisa berujung pada pertengkaran, sepertinya tidak ada masalah kecil baginya, semua masalah adalah masalah besar dan penyelesaian akhirnya dengan tidak bertegur sapa, pandangan sinis dan penuh prasangka. Duh, sejujurnya aku paling tidak tahan menghadapi situasi seperti ini, meskipun masalah ini bukan masalah aku, tapi berimbas pada suasana kerja yang tidak kondusif.

Suatu hari, entah apa kesalahan yang aku perbuat, tanpa sepatah kata pun, sapaku tak terjawab, lalu dia mulai membanting barang-barang di sekitar. Padahal di ruangan kecil ini hanya aku berdua dengannya. Bisa dibayangkan bagaimana suasana hatiku. Aku hanya diam, meskipun kemudian yang keluar dari lisannya adalah kata-kata ketus, aku tetap bertahan untuk bersabar. Kejadian ini tidak hanya sekali, entah dia kesal dengan orang lain, maka aku pun bisa jadi sasaran kemarahannya. Sungguh, aku sering merasa tertekan dengan keadaan ini, dan ternyata teman-teman yang lain juga merasakan hal yang sama.

Di setiap sholat kuselipkan doa untuknya, semoga Allah yang Membolak Balikkan hati, berkenan melunakkan hatinya, hingga suatu hari doaku berubah, mungkin karena sudah saking tertekan aku memohon kepada Allah memberikan dia tempat kerja yang baik selain di cabang Bekasi, mungkin di pusat atau di cabang lain dia bisa berubah. Ups…salahkah aku dengan permohonan seperti itu?….entahlah, tapi Subhanallah, dua pekan lalu aku mendengar kabar dia akan di mutasi ke Pusat, karena sering bertengkar dengan temannya di bagian teknik. Teman-teman menyambut gembira keputusan ini, karena memang kondisi di sini sangat jauh dari nyaman akibat watak emosionalnya. Ah, tapi mungkin juga kami bukanlah teman-teman yang baik untuknya, setidaknya semoga keputusan manajemen ini adalah keputusan yang terbaik buat suasana kerja kita.

Menjelang perpisahan, tak ada kata maaf keluar dari lisannya, aku membesarkan hati untuk mengulurkan tanganku, mendahului meminta maaf atas kekhilafan yang mungkin tanpa sadar aku lakukan. Ada senyum, meski tidak banyak dan dadaku sedemikian leganya. Aku mencoba untuk melupakan semua sikapnya, biarlah luka-luka ini mengering oleh waktu, aku sudah cukup senang membayangkan hari-hari mendatang tanpa bantingan barang, makian atau keributan dengan sesama karyawan. Besok, lusa dan selanjutnya aku akan datang ke kantor ini dengan semangat baru….S E M A N G A T!!!!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: