Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Dukaku tak sepedih duka Palestina….

pada 31 Desember 2008

Aku sedang berada di tepian Desember 2008. Akhir yang  sedikit menorehkan kesedihan. Ah ternyata aku memang cuma manusia biasa yang tidak bisa menolak kehendak Allah. Rencanaku di 31 Desember ini adalah menyelesaikan semua pekerjaan di kantor, secara tugas seorang staf keuangan di akhir tahun pasti menumpuk, dengan sepenuh harap apabila semuanya selesai  aku bisa menikmati long weekend bersama orang yang aku sayangi. Ternyata rencana tinggallah rencana, Allah pemilik segala.

Pagi-pagi sebelum OB datang aku sudah sampai di kantor. Mengantongi semangat penuh untuk menyelesaikan semua pekerjaan, lalu kemudian semangat itu meredup ketika ternyata listrik padam. Hiks…hiks…Aku segera melaporkan hal ini ke kantor pusat dan kemudian menghubungi PLN meminta bantuan. 3 jam berselang 4 orang petugas datang. Ah…harapan itu masih ada (numpang nyomot slogan sebuah partai J ) Menjelang adzan Zhuhur, listrik kembali aktif, semangatku kembali penuh dan…Oow….seketika semangat itu luruh kembali. Jaringan bermasalah, jabber, intranet, system tidak bisa digunakan, padahal 90% pekerjaanku tergantung perangkat-perangkat tersebut. Kemungkinan besar ada masalah pada server dan bisa jadi hal ini yang menyebabkan listrik tiba-tiba padam.

          Saran seorang teman IT di pusat, aku harus membuka server kemudian melepas kabel, power dsb untuk kemudian dinyalakan kembali. Tapi yang jadi masalah adalah, server tersebut dikunci dan kunci dibawa seorang teman yang sedang cuti. Aku mencoba menghubungi, ternyata anaknya sedang di rawat di rumah sakit.. Aku tak mampu lagi berkata-kata, terbayang pekerjaan menumpuk yang harus segera diselesaikan. Menjelang sore ternyata dia menyempatkan datang ke kantor dan berusaha mengutak atik server yang ngambek tersebut, dan hasilnya ….hmmm…. rusak dan harus diganti. Hwaaaaa…….. ….lengkaplah penderitaanku hari ini.  Entah kapan jaringan bisa digunakan kembali, padahal kesempatan hanya di akhir Desember ini. Kantor kembali aktif tanggal 5 Januari dan itupun belum ada kepastian jaringan akan bisa digunakan, secara pengalaman yang sudah-sudah biasanya akan lama, padahal Closing dilaksanakan pada tanggal 7 Januari. Oh…aku benar-benar tidak kuasa melawan keadaan.

Pulang kerumah dengan perasaan kacau, aku tidak terbiasa menunda pekerjaan dan hal itu akan menjadi beban buatku. Menguaplah sudah long weekend. Aku sibuk berpikir bagaimana menghadapi closing dengan persiapan seperti ini. Samar-samar sambil mengetik tulisan ini aku mendengar tausiyah Ust Arifin Ilham di TV One yang menggambarkan keadaan saudara-saudara kita di Palestina. Aku tersentak, rasanya sangat tidak pantas bersedih hanya karena masalah seperti ini, bukankah memang ini kesalahan non teknis yang bukan kehendakku dan aku yakin pasti akan ada jalan keluarnya. Siapalah aku yang merasa paling susah, paling menderita hanya gara-gara server mati dan pekerjaan tidak terselesaikan. Sungguh tidak sebanding dengan penderitaan muslimin Palestina yang sedang dibantai oleh Israel Laknatullah. Kalau ingin diukur, merekalah yang pantas untuk sedih, bukan aku yang masih bisa duduk santai di depan tivi sambil menikmati martabak mie. Kesedihanku mungkin akan segera berakhir, tapi mereka di Palestina entah kapan akan berakhir.

Lalu sebaris doa menyelinap di antara perenunganku malam ini. Berpuluh tahun diberi kesempatan Allah untuk hidup ternyata masih belum maksimal aku pergunakan untuk hal yang baik. Tahun 2008 ini masih menyisakan sederetan catatan kelam. Masih banyak yang harus aku perbaiki dan masih banyak kewajiban-kewajiban yang belum aku laksanakan. Semoga…di tahun mendatang aku bisa merangkai lagi hari-hari yang indah, bukan hanya untukku tapi indah untuk orang-orang sekelilingku.

Ditepian Desember 2008, tengah malam…..

Iklan

4 responses to “Dukaku tak sepedih duka Palestina….

  1. ghanay cihuy berkata:

    hiikz..2x…
    semoga tahun ini kita bisa menjadi manusia yg lebih bersyukur…

  2. hanifa syahida berkata:

    amiiiiiiin ya Allah….

  3. hanifa syahida berkata:

    weeits… aya anak2 ash shaff di dieu…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: