Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Jumpalitan Menjadi Ibu

pada 1 Maret 2011

Jumpalitan menjadi Ibu

Beberapa hari ini saya sedang membaca buku yang judulnya sama persis dengan judul tulisan ini. Haru dan seru bahkan ada satu cerita yang sukses membuat saya mencucurkan air mata. Cengeng.com …. eeee.. iya, buku bisa dipesan ke saya lho… halah ini mau cerita apa mau jualan buku seeeh…

Terlepas dari masalah mo jualan atau enggak (beeuuhh…!!!) saya cuma mau mengapresiasi buku tersebut, bahwa memang menjadi ibu adalah peran yang paling menakjubkan. Mungkin karena saya baru saja menjadi ibu, jadi mungkin masih rada norak sama peran yang satu ini, hehehe…banyak hal-hal yang membuat saya surprise… kok bisa yah saya melakukannya….. rina yang ga tahan ngantuk, ga tahan sakit, panikan, ringkih, penyakitan, moody, ternyata bisa menjadi seorang ibu….saya sendiri juga bingung kenapa saya bisa…. * garuk2 kepala*. Mungkin itulah yang disebut naluri keibuan yang tidak tidak bisa ditemukan pada diri seorang bapak.. (ya iyalaaah… klo itu sih namanya naluri kebapakan kaliiiii)

Minggu-minggu pertama setelah melahirkan adalah saat-saat paling heboh, terutama malam hari. . Bisa tidur agak nyenyak satu jam saja adalah sebuah anugerah yang indah. Nyeri setelah operasi masih terasa tapi saya anggap seperti semut yang mematuki tubuh (baca kek digigit semut, ……ribet amat bahasanya). Semua demi mahluk kecil yang tidak berdaya ini. Meskipun dibantu mama tapi saya tetap ibunya yang harus total memberikan rasa aman dan nyaman pada dirinya. Belum lagi kehebohan saat menyusui, asi belum lancar, tapi nafsu mimiknya sudah luar biasa, jadilah setiap menyusui seperti orang berantem…

Hari pertama masuk kerja, lebih heboh lagi, pagi-pagi memompa asi, babyku nangis karena ditinggal di kamar sendirian, baru mau sarapan nangis lagi karena pipis. Pakai baju, pakai jilbab, sambil masukin alat2 pumping ke tas dan masukin botol serta blue ice ke cool bag sambil sesekali ngelirik jam dinding, wadaw…. kecepatan harus ditambah nih. Lagi siap-siap mau pakai kaos kaki.. eeeh dede nangis lagi kali ini haus…duuuh ga tega jadi terpaksa deh udah pakaian lengkap nyusuin dulu. Sudah sangat terlambat nih, cepet2 naik angkot dan kebagian duduk di samping pak sopir (yg sedang bekerja mengendalikan angkot supaya baik jalannya…^_* ) mata langsung tertuju ke kaca spion… wedeww… itu daleman jilbab balapan sama jilbab luar, bedak rada cemong dikit, muka kuyu kurang tidur, liat ke bagian rok….haaah…. kok bajunya merah roknya biru dongker??… salah ambil rok, kirain rok item…hiks..hiks…. mana resletingnya udah muter ke samping lagih….amppyyuun.

Sampai kantor kerjaan numpuk akibat cuti 3 bulan ga da yang gantiin (curcol niy) tapi acara pumping harus tetep jalan demi asi exlusive untuk my beloved kanaya. Pulangnya, rasanya pengen terbang karena saking dah ga tahan kangen berat sama anakku. Bahu kiri ada tas besar isi macam2, tas kanan cool bag isi 6 botol hasil perahan asi, langkah kaki selebar lebarnya. Alhamdulillah kerja dah pindah di cabang jadi masih daerah bekasi dan ga ngerasain dahsyatnya kemacetan Jakarta dan jalan tol…uhuuuy…

Sampai rumah, hilang semua lelah setelah melihat senyum manis kanaya, meski setelah itu bukan berarti istirahat karena harus menyusui dan begadang lagi. Alhamdulillah sekarang 4 bulan sudah terlewati dan masa2 awal menjadi ibu akan selalu menjadi kenangan tak terlupakan. Kalau lagi ngerasain jumpalitannya jadi ibu, saya biasanya langsung teringat sama mama…. hiks… pasti beliau lebih luar biasa karena jaman dulu kan alat2 rumah tangga tidak sepraktis sekarang. Masak nasi tinggal nyolokin ke listrik, air tinggal pencet, mau air panas ada dispenser, steril peralatan bayi ada sterilizer, mo angetin susu ada warmer, semua nya serba efisien. Jadi, ibu-ibu jaman dulu memang lebih luar biasa jumpalitannya. 4 jempol buat semua ibu, sungguh peran ibu adalah peran paling menakjubkan, karena bertabur kesempatan untuk meraih sebanyak-banyak pahala asalkan diiringi dengan keikhlasan.

So… yang mau pesan buku …. monggo… (lhaaa… tetep jualan…^_* )

Bundanya kanaya

Iklan

6 responses to “Jumpalitan Menjadi Ibu

  1. APRILLIA EKASARI berkata:

    hurufnya biru juga
    jadi agak tabrakan sama backgroundnya hehe

  2. APRILLIA EKASARI berkata:

    maksudku agak sakit di mata 🙂

  3. Lolly aja berkata:

    selamat memasuki dunia jungkir balik seorang Ibu… capek, lelah, tapi menyenangkan…:)

  4. hanifa syahida berkata:

    mba sukma….. dah digantiniy… kemaren sebelum posting luma diedit…makasih ya

  5. hanifa syahida berkata:

    mba loly iyanih… terkaget kaget tapi sueenenngg

  6. novita iskandar berkata:

    welcome to the jungle… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: