Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Air dan Asisten

pada 14 Maret 2011

Malam abis gajian, ngobrol sama suami tentang pengeluaran rumah tangga yang membengkak. Listrik, air, gas, kebutuhan pangan dsb mulai signifikan kenaikannya. Perlu dibahas serius nih secara aku dan suami pegawai biasa dan gaji yang diterima ga pernah ada tambahan setiap bulannya, (halah….. malah curcol). Pengennya sih jadi pengusaha apa daya mentok di modal (hayyooo sapa yang mau pinjemin modal…:) ). Tapi alhamdulillah… apapun yang didapat tetap harus disyukuri… iiih ngeri klo sampai kufur nikmat dah, gak nahan nanggung azab.

Nah, balik ke masalah biaya rumah tangga, aku lagi mencari-cari celah kira-kira apa ya yang bisa dihemat. Bukan bermaksud melimpahkan kesalahan pada asisten yang ada di rumah, tetapi memang sejak ada asisten rumah tangga, biaya-biaya agak bertambah terutama listrik dan air. Kalo minta mbaknya ikut berhemat air dan listrik , khawatir dibilang , cerewet, trus mbaknya ga betah, trus dia resign, trus ga punya asisten, trus nyari lagi, susaaaah…. Sejauh ini sih aku cocok banget sama asistenku ini, kerjaan lumayan rapi, dan enggak berisik kalo lagi kerja jadinya kanaya ga kagetan kalo lagi bobo.

Tentang tagihan air, memang asistenku ini agak boros, misalnya nyuci pakaian, air sudah meluber dari ember tapi kran tidak ditutup, eh dia malah asyik ngejemurin, keknya merduuu banget denger suara air ngucur. Suatu hari iseng aku bilang ke dia, wah mantap nih bulan ini tagihan air sampai 150 ribu padahal biasanya paling mahal cuma 60 rebu, sambil mengerjakan kerjaan lain supaya terlihat tidak serius dan tidak menyinggung. Trus dia bilang apa coba? “ hahhh….. emang airnya bayar ya bu?, trus gimana tuh cara ngitungnya?” aku pikir dia becanda tapi klo liat wajahnya kok serius banget. “lho jadi selama ini mbak ga tauk klo air di rumah ini bayar?” dia geleng-geleng kepala kebingungan. lhaaaaaaa……. pantesan aja . Jangan-jangan dia juga ga tauk klo listrik di rumah ini juga bayar dan bukan pakai energi matahari…. waaaakakakaka.

Iklan

2 responses to “Air dan Asisten

  1. novita iskandar berkata:

    one of a problem with ART.. 🙂 biasanya nyuci di pancuran air sungai di kampunynya kali mba.. hehe. the same problem lah denganku…

  2. hanifa syahida berkata:

    bettul vit… kudu extra sabar yaks..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: