Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

cerita kehamilan

pada 5 April 2011

Sebenarnya sudah lama banget pengen bikin tulisan tentang proses kehamilanku sampai melahirkan di blog ini, tapi setelah melahirkan malah jadi lupa karena sibuk ngurus bayi. Inginnya suatu saat akan menjadi bahan renungan supaya aku selalu bersyukur atas apapun yang aku dapat dan kelak anakku tahu bahwa ayah dan bundanya telah melewati sebuah episode panjang kehidupan yang penuh perjuangan.

Yah… 4 tahun dengan penantian panjang penuh harap dan sarat dengan rintihan doa. Menikah tahun 2006 aku masih tenang-tenang saja ketika setahun setelahnya aku masih belum hamil. Pertanyaan bertubi-tubi datang padaku, dah hamil belum…kok belum hamil… , periksa ke dokter kandungan dong (emang klo periksa kudu bilang-bilang)…. sampai pertanyaan ekstrim… kapan nih hamilnya… weeww… meneketehe kan yang mengatur kehamilan seseorang hanya Allah saja. Biasanya aku hanya tersenyum saja dan meminta doa apabila ada pertanyaan-pertanyaan seperti itu, tetap menarik bibir meskipun dalam hati dada bergemuruh, siapa sih perempuan yang sudah menikah tidak ingin hamil?… ugggh…

Setahun pernikahan terlewati aku mulai gelisah, meskipun suami selalu menyemangati tapi hatiku masih saja hampa. Beberapa kali aku berkonsultasi ke dokter kandungan dan ikut pengobatan alternatif, tapi hasilnya masih belum memuaskan. Hingga suatu hari seorang teman menginformasikan tentang pengobatan alternatif di daerah cawang yang banyak membuat ibu-ibu berhasil hamil. Aku dan suami berikhtiar untuk berobat kesana. Karena antriannya luar biasa, aku pernah berangkat dari bekasi jam 3 pagi! Dan dapat nomor antrian 50, padahal satu orang masuk bisa sampai 15-20 menit. silahkan dihitung deh berapa lama aku menunggu. Benar-benar ujian kesabaran buat aku dan suami. Kurang lebih 2 bulan setiap pekan aku berkunjung ke pengobatan tersebut dengan penuh harap pada Allah agar pengobatan kali ini berhasil.

Hingga suatu hari sabtu pagi, aku mendapati ada dua garis tipis di tes pek. Haidku memang terlambat datang, tapi aku belum curiga ini adalah awal kehamilan karena memang biasanya haidku tidak teratur. Aku tidak ingin terlalu gembira karena khawatir akan kecewa lagi, tapi justru ibu dan suamiku yang heboh dan yakin sekali kalau aku beneran hamil. Saking penasarannya ibuku menyuruhku menyerahkan air seni yang di taroh di wadah plastik steril dan kemudian membawanya ke laboratorium.

Pagi itu aku bekerja seperti biasa saat tiba2 OB di kantor mengabarkan ada seorang ibu yang ingin bertemu. Ternyata dia adalah ibuku sudah menunggu di lobby sambil menangis, beliau memelukku sambil menyerahkan hasil lab yang tertulis positif. Alhamdulillah, tapi perasaanku masih datar saja, enggak ngerti kenapa begitu. Beberapa hari kemudian untuk lebih yakinnya aku dan suami ke dokter kandungan dan setelah di usg ternyata ada detak jantung di rahimku. Di ruang dokter itulah aku baru yakin kalo ada nyawa yang Allah titipkan di rahimku. Subhanallah, Allah Akbar, Alhamdulillah, lisanku tak berhenti bersyukur.

Ajaib, sebelum ke dokter aku tidak merasakan apa-apa, sepulang dari dokter aku mulai merasakan mual, dan mulailah hari-hari penuh dengan rasa mual, pusing, lemas, khas ibu-ibu hamil semester awal. Tapi aku menikmatinya, meskipun hampir setiap pagi muntah dan badan terasa ngilu sampai ke tulang-tulang. Suami yang tidak tega melihatku harus naik turun angkot saat bekerja akhirnya menyewakan mobil berikut supirnya. Awalnya aku tidak mau, karena kesannya kok hamil manja banget, tapi suami dan ibu agak memaksa, yah akhirnya ngerasain juga naik turun mobil sewaan ga cuma naik turun angkot. ^_*

Suatu malam bulan kelima kehamilanku, aku terpeleset air galon yang ternyata bocor, suamiku yang kaget mendengar jeritanku reflek berlari menolongku yang akhirnya ikut jatuh karena terpeleset juga. Jadilah jam 2 dini hari, aku dan suami menangis sambil berpelukan. Aku tidak bisa berhenti menangis sampai pagi menjelang karena membayangkan sesuatu terjadi dengan janinku, bahkan aku sempat berpikir Allah akan mengambil titipannya ini. Ampuni aku ya Allah atas prasangka ini.

Paginya aku langsung ke dokter, alhamdulillah janinku baik-baik saja. Aku juga bersyukur dokter yang menanganiku adalah seorang muslimah yang baik hati dan ramah, bahkan bersedia menjawab semua pertanyaaku yang bertubi-tubi mengenai keselamatan janinku. Aku lihat di layar usg kakinya bergerak, subhanallah… dia seperti ingin mengatakan… bunda jangan khawatir, aku baik-baik saja….

Jumat 15 Oktober 2010 adalah Pekan ke 40 kehamilanku dan diprediksi bayiku akan segera lahir, tapi ternyata tidak ada tanda-tanda aku akan melahirkan. Kontraksi hanya terjadi beberapa kali saja, setelah itu aku tidak merasakan apa-apa. Dokter melihat air ketubanku masih bagus dan diminta datang lagi hari selasa, begitu diperiksa ternyata air ketuban berkurang cukup signifikan. Besoknya aku diminta datang lagi dan akan diinduksi. Aku cari artikel tentang induksi di internet, hampir semua ibu-ibu yang pernah merasakan, mengatakan sakitnya luar biasa. Semalaman aku tidak bisa tidur membayangkan apa yang terjadi besok pagi. Bahkan suami dan ibuku mengharap supaya aku bisa langsung dioperasi Cesar saja karena mereka tidak tega melihat aku kesakitan. Tetapi aku sudah bertekad untuk sabar dan kuat agar bisa melahirkan normal. Apapun yang terjadi akan aku hadapi dan akupun sudah siap kalau memang harus merasakan sakit seperti apapun.

20 Oktober 2010 pagi aku menuju rumah sakit ditemani suami dan ibuku. Masuk ruang persalinan bidan yang bertugas langsung memeriksa kondisi jantung janin. Hasil pemeriksaan kondisi janin bagus tapi posisi masih diatas, belum mau turun, kontraksi jarang terjadi dan air ketuban sudah sangat sedikit. Melihat kondisi seperti ini dokter mengurungkan niat untuk menginduksi karena proses kelahiran bisa beresiko. Dokter seperti tahu kekhawatiranku kemudian sambil tersenyum dia berkata.. “saya tahu kamu menunggu cukup lama untuk kehadiran bayi ini, dan saya tidak mau mengambil resiko, kita lakukan caesar jam 2 siang dan kamu mulai puasa dari sekarang…… “ Ya Allah ..ternyata inilah keputusanMU, aku sudah pasrah saja. Jujur, akupun sebenarnya merasa ngeri juga membayangkan kata operasi. Apalagi yang aku tahu operasi Cesar juga bukan berarti tanpa resiko.

Jam 2 siang aku masuk ruang operasi dengan iringan doa juga semangat dari 2 orang yang sangat aku sayangi, yaitu ibu dan suamiku. Terbayang sebelumnya aku rajin ikut senam hamil, dan bersemangat jalan pagi keliling komplek setiap hari, karena aku ingin melahirkan normal, ternyata takdir Allah berkata lain. Aku harus menghadapi ruang dingin kamar operasi yang terasa begitu menakutkan bagiku. Mungkin karena gugup dan tidak siap harus operasi Cesar secara mendadak, aku berteriak-teriak meminta pertolongan dokter karena dadaku terasa sesak dan menggigil kedinginan. Aku hanya bisa pasrah sambil tak lupa melantunkan banyak doa mohon keselamatan. Setelah 20 menit berlalu aku mendengar suara bayi melengking di ruangan operasi, ya Allah itukah suara bayi yang selalu aku mimpikan selama ini? Seperti tak percaya rasanya ketika dokter memperlihatkan bayi perempuan itu di hadapanku. Dialah malaikat kecilku yang akan mewarnai hari-hariku, yang akan memanggilku bunda, yang membutuhkan cinta dan kasih sayang dariku, yang akan menggenggam tanganku untuk meminta perlindungan, dialah anugerah terindah yang Allah berikan untukku, sebuah amanah yang tak akan kusia-siakan, yang akan aku didik untuk menjadi pribadi yang solehah hingga kelak akan memperkokoh barisan para mujahidah yang berjuang menegakkan kalimatullah di muka bumi ini. Alhamdulillah …. tiada kata yang pantas terucap dari bibirku kecuali kata syukur yang tak berbatas, Engkau hadirkan seorang mahluk mungil dipelukanku.

Ahlan wa Sahlan… Kanaya Almira Hasna… betapa hidup bunda jadi lebih indah sejak hadirnya dirimu…

20 Oktober 2010












































Iklan

10 responses to “cerita kehamilan

  1. Yuli Yuli berkata:

    Subhaanallah, Allahu Akbar. I am sure you will be a good mom.

  2. -- Fathîa™ -- berkata:

    Subhanallaah.. terharu.. fufufu..
    Walaupun masih muda tapi aku juga khawatir karena haidku ndak teratur, tapi membaca cerita ini aku jadi semangat lagi. Jazaakillah khoyr.. 🙂

  3. novita iskandar berkata:

    Subhanallah… I'm so happy for you… TFS

  4. novita iskandar berkata:

    eh.. btw, tumben tuh ada mpok yuli nongol diatas.. 🙂

  5. hanifa syahida berkata:

    tengkyuh mbak yul… doakan yah supaya bisa jadi super mom..

  6. hanifa syahida berkata:

    spekles duapekles mba nung…. hehe

  7. hanifa syahida berkata:

    spekless duapekless mba nung… hehe..

  8. hanifa syahida berkata:

    semangat…semangat… perjalanan masih panjang ukhty… ALlah berkuasa atas segala sesuatu, bahkan mungkin yg menurut kita mustahil…

  9. hanifa syahida berkata:

    makasih jeng vita…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: