Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Mbahnya Kanaya

pada 10 Mei 2011

Beruntunglah kanaya yang punya mbah yang sangat menyayanginya. Saking sayangnya bahkan cenderung berlebihan. Maklumlah cucu boleh kepengen. Sebenernya ibuku sudah punya cucu laki-laki dari adikku yang bungsu, tetapi berhubung aku hamil setelah 4 tahun menikah, yah jadi memang kanaya itu cucu yang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Dari lahir hingga sekarang kanaya memang selalu nempel dengan mbahnya ini. Mbahnya punya mainan baru secara dah 10 tahun ditinggal mbah kakungnya kanaya. Setiap hari ditinggal kerja bundanya juga dimomong sama mbahnya, dari pagi sampai sore dari senin sampai jumat, karena sabtu ahad, mbahnya pulkam ke rumahnya. Itu pun kadang ahad pagi udah muncul lagi di rumahku karena katanya ga tahan kangen kanaya dan di rumahnya selalu kepikiran kanaya lagi ngapain, udah makan belum, udah mandi belum, rewel atau enggak. Duuuh si mbah, ga percaya pisan sama bundanya……

Kalo sabtu ahad aku pas ada acara ta’lim, pengajian rutin atau kajian keislaman, kanaya pasti dilarang ikut. Padahal pengen banget ngajak dia, seperti yang lainnya selalu membawa anak. Teman-temanku juga selalu bertanya, kok kanaya ga pernah diajak? Aku jawab ga boleh sama bodyguardnya ^_*. Kalo acaraku berbenturan dengan acara ibuku, pastilah ibuku yang mengalah membatalkan acaranya kalo ga penting-penting amat. Yang penting kanaya jangan diajak, duuuh apalagi kalo aku ajak aksi palestine di bunderan HI yaks… ibuku bisa pingsan deh ngeliat cucunya kepanasan, hihihihi….

Kalo sore-sore keluar rumah, kanaya biasanya dikerubutin sama ibu-ibu dan anak-anak. Nah ibuku yang paling cerewet negur orang yang pegang-pegang kanaya, hayooo tangannya kotor ga, udah cuci tangan belom, jangan kenceng-kenceng pegangnya, apalagi kalo ada ibu-ibu yang pengen gendong kanaya, keliatan banget ibuku ga suka. Baru sebentar udah diambil lagi, alasannya kanaya liatin mbahnya terus takut sama orang tuh… halllah bisaaa ajah. Pernah sih aku membicarakan masalah ini ke ibuku agar jangan terlalu pelit kalo kanaya mau digendong orang karena ga enak juga sama tetangga…eeeh malah aku diomelin… yeee nanti kalo kecengklak gimana,…… duuuuh my mom….

Begitulah kasih sayang nenek pada cucunya, yang kata orang bahkan melebihi sayangnya pada anaknya. Meskipun kadang terbersit rasa khawatir kalo kanaya jadi manja dan tidak mandiri karena terlalu disayang mbahnya. Nah tentang masalah ini perlu usaha ekstra untuk memberi pengertian sang mbah supaya bisa kompak dalam menerapkan pola pendidikan untuk kanaya. Seperti ibu-ibu senior yang lain, ibuku pun merasa lebih berpengalaman dibandingkan aku yang masih bau kencur dalam mendidik anak. Biasanya kalo perdebatan sudah agak alot aku pakai jurus ampuh…. kata bu dokter, atau baca artikel di internet bahwa sebaiknya bla…bla…bla…. dan biasanya ibuku langsung mengiyakan meskipun ada juga komentarnya… aaah jaman sekarang macem-macem ajah, … ^_*

I Love You So Much mbahnya Kanaya…. semoga Allah selalu memberi kesehatan padamu..

10 Mei 2011

Iklan

2 responses to “Mbahnya Kanaya

  1. Kanaya brp bulan mbak?

  2. hanifa syahida berkata:

    kanaya dah 6 bulan 2 minggu mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: