Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Selamat Jalan Ustadzah…

pada 23 Mei 2011

Sabtu pagi ketika membaca berita meninggalnya Ustadzah Yoyoh Yusroh via Fesbuk, sempat bikin shock. Kaget dan sedih banget. Sama persis perasaannya seperti saat Ustadz Rahmat Abdullah Meninggal Dunia . Ingin tidak percaya tapi juga tidak ingin mengingkari ketentuan Allah. Jadi terbayang suasana ketika Rasulullah meninggal, para sahabat saking sedihnya sampai ada yang tidak percaya juga, bahkan Umar Bin khatab RA sampai berani menghunuskan pedang kalo sampai ada yang bilang Rasulullah meninggal. Mungkin saking sedih luar biasa. Makanya rada maklum klo Umar Bin Khatab bersikap seperti itu, lha wong saat ustadz dan ustadzah yang sangat dicintai aja perasaannya kacau begini, gimana Rasulullah sang manusia pilihan.


Begitulah ajal, tidak pernah ada yang tahu dan akan selalu menjadi rahasia Allah. Meski sedih, meski pilu tapi inilah kehendak Allah yang harus diterima. Sangat kehilangan sosok beliau yang bersahaja, sederhana tapi penuh dengan ketenangan. Melihat sosok ustadzah Yoyoh Yusroh sama seperti melihat sosok Ustadz rahmat Abdullah, yang baru melihatnya saja rasanya hati menjadi lebih teduh, sperti sedang berteduh di pohon yang rindang di tengah terik matahari. Taujihnya bikin air mata meleleh sekaligus malu masih memiliki hati sekotor ini. Melihat amalan Yaumiyannya, membuat diri yang sedang loyo jadi semangat lagi, terkadang malu sering berkeluh kesah repot, tidak mempunyai manajemen waktu yang baik, padahal mereka memilik segudang amanah dakwah dengan tanggung jawab yang lumayan besar juga di keluarga. Apalagi Ustadzah Yoyoh punya anak 13, dan tidak ada pernah cerita keluarganya berantakan. Aku anak baru satu, amanah dakwah tidak seberapa tapi keluh kesah siang malam ga pernah berhenti. Malu…kapan yah bisa seperti ustadzah….


Ah terlalu banyak cerita tentang sang ustadzah ini, dan ceritanya hanya cerita-cerita kebaikan saja. Bahkan di beberapa hari menjelang ajalnya saja beliau masih memberi kita pelajaran lewat smsnya kepada salah seorang akhwat…


Ya robb, aku sedang memikirkan posisiku kelak diakhirat. Mungkinkah aku berdampingan dengan penghulu para wanita khodijah al kubro yang berjuang dengan harta dan jiwanya? Atau dengan Hafsah binti Umar  yang di bela oleh Alloh saat akan dicerai karena showwamah (rajin puasa-red) dan qowwamahnyaI (rajin tahajud-red) ? Atau dengan Aisyah yang telah hafal 3500 an hadits, sedang aku….ehm 500 juga belum…atau dengan Ummu Sulaim yang shobiroh (penyabar) atau dengan Asma yang mengurus kendaraan suaminya dan mencela putranya saat istirahat dari jihad… atau dengan siapa ya. Ya Alloh, tolong beri kekuatan untuk mengejar amaliah mereka…sehingga aku laik bertemu mereka bahkan bisa berbincang dgn mereka di taman firdausMu


Subhanallah… selamat jalan ustadzah, sungguh sulit mencari seorang ibu yang baik spertimu yang bisa aku jadikan sebagai teladan…









23 Mei 2011

Iklan

2 responses to “Selamat Jalan Ustadzah…

  1. Siti Hamidah berkata:

    iya..mbak, baliau mmg tauladan buat kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: