Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Cerita Tentang Minuman Masa Depan

pada 21 Juni 2011


Kanaya masih mimik ASI dan ASIP sampai hari ini, suatu kebahagiaan yang tak terkatakan. Meskipun di awal hidupnya pernah mencicipi sufor, tapi bundanya pantang menyerah untuk bisa terus memberikan ASI untuk Kanaya. Alhamdulillah 6 bulan terlewati, entah bisa disebut sarjana ASI atau tidak, tapi aku sudah berusaha maksimal untuk memberikan hanya ASI saja sampai Kanaya berumur 6 bulan. Gelar ga penting ah, yang penting Kanaya bisa mendapatkan haknya (menghiburdiri.com)


Setelah 3 bulan cuti melahirkan selesai, (ihiks..ihiks…) akhirnya “back to the jungle” lagi deh. Sempat galau apa mungkin bisa istiqomah memberikan ASI sedangkan aku harus kembali jadi WM. Alhamdulillah menemukan milis Asi For Baby yang sangat membantu banget dalam menginformasikan manajemen ASIP. Sebelum masuk kerja, aku dan suami hunting mencari barang-barang yang diperlukan. Cooler bag, botol kaca untuk asip, blue ice, breastpump, dan warmer untuk menghangatkan asip. Tadinya ga tauk sama sekali kalo ASIP itu bagusnya menggunakan botol yang terbuat dari kaca, dan sudah terlanjur beli botol susu biasa sampai beberapa botol. Ternyata botol kaca selain lebih bagus harganya juga lebih murah.


Setiap habis subuh biasanya aku mulai memerah untuk mimik Kanaya di pagi hari. Untuk suhu ruang, asip ini bisa tahan 4 s/d 6 jam, jadi hasil perahan pagi tidak aku masukan ke kulkas. Berangkat kerja jam 7 teng , lengkap dengan gembolan 2 tas. Tas pertama isinya bekal makan siang (makasih mama udah dimasakin ^_*), gelas minum tupperware, 2 atau 3 breastpump, bubur kacang hijau atau cemilan lain, payung (klo kepanasan, kehujanan atau buat nonjok copet…halah), dompet, hape dan lain-lain, pokoke isi tas perempuan lah. Tas yang satunya lagi adalah cooler bag yang isinya 6 botol kaca dan satu buah blue ice. Dua pundak penuh digelayutin 2 tas yang berat-berat. Kalo jalan dilihat dari jauh mirip orang yang minggat dari rumah karena diomelin emaknya…hehehe.


Nah, berhubung setiap hari bawaaanya segambreng gitu, tasku mulai menjerit. Tas favorit yang biasa aku pakai kerja talinya putus. Mungkin karena harga tasnya murah cuma 50 rebu, jadi ga tahan sama bawaan berat. Nah, suami yang jatuh iba melihat tas istrinya compang camping (tsaah…), ngasih hadiah tas yang rada mahalan dikit. Tadinya sempet nolak, sayang aja beli tas mahal gitu, tapi suami rada maksa supaya lebih awet alasannya. Yo wes nurut ajah….eeeehhhh ternyatah cuma tahan 2 bulan bow Talinya ga kuat juga. Sampai akhirnya terpikir apa aku pakai karung aja yah diiket di ranting pohon kek pengembara gituh…wkwkwkw….


Sampai di kantor grubak grubuk sama kerjaan eeeh ga kerasa jam 10, waktunya pumping session kedua. Alhamdulillah bos ngizinin (eh dia ngizinin apa aku paksa ngizinin yaks…) pumping di ruangan kerjaku, yang emang cuma sendirian. Kalo lagi pumping pake yang electric sih bisa tangan satu, tangan satunya lagi nginput!! weeeww. Bunyinya ngooeennggg….ngoooeenngg…. Untuk masalah pumping ini bersyukur banget bisa pumping di tempat yang bersih, baca pengalaman ibu-ibu di milis, mereka rata-rata pumping di toilet lhoh. 

Untuk session ke tiga pumping sekitar jam 2 atau kalo lagi bisa ditinggal kerjaannya kadang jam setengah duaan. Nah kalo yang pagi dapet sekitar 130 cc sekali pumping , kalo pumping siang biasanya agak banyakan. Sekarang ngerasa kuantitas asi mulai berkurang, gak kek sebelumnya yang bisa pumping sampai 150 cc. Tapi itu belom seberapa, ada ibu-ibu yang sekali pumping bisa dapet 250cc lho, woooowww.. Pumping sessi terakhir jam setengah limaan dan biasanya hasil pumping jauh lebih sedikit. Gapapa deh yang penting asiku cukup untuk Kanaya. Nenangindiri.com. Jadi, dalam sehari aku bisa dapet kurleb sekitar 350 s/d 400 cc ASIP yang dibagi ke dalam 6 botol. Soale klo dalam satu botol kaca diisi banyak-banyak khawatir ga dihabiskan Kanaya dan akhirnya kebuang…wiiiih sayang banget pumpingnya susah-susah kebuang percuma.





Sampai rumah menjelang magrib, botol-botol ASIP aku susun di kulkas. Hasil pumping jam 10 pagi aku masukan freezer dan sisanya masuk ke rak bawah untuk mimik Kanaya esok hari. Tidak lupa diberi label tanggal pumping. Dengan cara begitu Kanaya tidak full mendapat ASIP yang beku tapi dikombinasi asip yang fresh juga. Besoknya kalo mau mimik, mbahnya Kanaya tinggal masukin botol kaca yang berisi asip ke warmer yang sudah aku stel ke suhu 40 dercel. Cuma lima menit, tuang ke botol susu dan siap dinikmati hangat-hangat. Ssllllrrruuuppp…

Karena kulkasku satu pintu, jadi asip yang di frezer cuma tahan sampai 2 minggu dan yang di rak bawah cuma sampai 24 jam. Pengen beli kulkas 2 pintu yang daya tahan asipnya lebih lama. Tapi tak ada budget yay. Menerima kado kulkas nih dua pintu dua jendela..hehehe


Selama bundanya Kanaya kerja, asip dari kulkas ini yang jadi andalan. Kalo lagi masa Jayanya pernah freezer penuh sama ASIP, sampai ga muat dan punya niatan juga untuk donor asip. Pernah juga karena terlena, ga sadar asip menyusut tinggal 6 botol, waduh paniknya kek pengungsi gunung merapi. Hebooooh. Malam-malam di tengah kantuk dibela-belain pumping supaya bisa kejar tayang. Alhamdulillah belom pernah sampai kehabisan sama sekali. Subhanallah, ketika asip sedang menyusut Kanaya juga menyesuaikan mimiknya ga terlalu banyak.


Alhamdulillah….. cuma bisa ngomong gitu aja selama ini dikasih kemudahan sama ALLAH. Perjalanan masih panjang euy, rencana mo kasih asi dan asip sampai 2 tahun. Aamiin ya Allah. Meskipun kadang jenuh dengan rutinitas pompa memompa, tapi senang karena bisa ngasih Kanaya minuman masa depan yang insya Allah terbaik untuknya. ^_*

mejeng dulu sama gembolan aaah….


Rina thanks to (gaya penerima award kek di tipi-tipi)

  1. Allah SWT, dengan izinNya aku bisa melakukan semua yang tadinya tak pernah terbayang akan bisa.

  2. My beloved hubby , mas Sani untuk dukungannya, tempat curhat dan pijatannya dikala aku kelelahan pumping.

  3. Mama tersayang, untuk masakan dan bubur kacang hijaunya setiap hari

  4. My princess Kanaya, yang selalu menginspirasi dan membuat bunda belajar banyak hal tentang kehidupan ini.

  5. Bosku yang udah ngijinin pumping di ruangan kerja dan teman2 kantor yang pengertian.

  6. Milis AFB, dan para ibuk-ibuk yang ga pelit berbagi ilmu

  7. Tetangga depan rumah, yang kulkasnya bisa dititipin ASIP saat kulkas mau dibersihkan


Makasih…makasih…. (dadah-dadah kek misyunipers)



17 Juni 2011

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: