Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Berpisah 2 malam dengan Kanaya

pada 19 Juli 2011

Rabu sore 13 Juli 2011 pulang kerja, kesentuh air kok berasa dingiiiin, eh malamnya ternyata demam. Kanaya tidur dalam pelukan bunda yang badannya meriang gembira. Langsung di geber sama madu dan habbatusauda, berharap semoga hanya meriang semalam dan besoknya segar bugar. Ternyata…. Allah punya kehendak lain, setelah sholat subuh aku sudah buang air dua kali dan bentuknya cairan, badan tambah ga enak pula. Selang beberapa menit terbirit-birit lari ke toilet karena berasa mau muntah, daaaaan keluarlah semua makanan tadi malam. Hiks…hiks….

Selang hanya beberapa menit bab lagi, dan muntah lagi entah sudah yang keberapa kali. Aku memutuskan tidak ke kantor karena badan rasanya lemas. Jam 9 dalam keadaan lunglai akhirnya ke dokter dianterin art naik becak. Pertama kali yang aku tanyakan ke dokter adalah, bagaimana dengan ASI ku? Ada pengaruh ga ke bayi? Alhamdulillah dokter bilang tidak apa-apa dan obat yang diresepkan juga tidak akan mempengaruhi ASI….uggghh legaaaaa. Pulang ke rumah dengan hati riang gembira (lho!) optimis aja insya Allah sakit hanya hari ini dan akan sembuh. Jadi bisa terus menyusui Kanaya.

Tetapiiiiiii…. ternyata manusia cuma bisa berencana. Tidak ada perubahan yang signifikan setelah aku minum obat. Babnya agak berkurang tetapi mual dan muntahnya makin menjadi, jam 3 sore aku sudah tidak tahan lagi, lemas sekujur tubuh bahkan sampai sudah tidak ada lagi makanan yang bisa dimuntahkan. Berjalan pun sempoyongan rasanya. Setiap aku masukan makanan atau minuman, lambungku seperti menolak dan sukses dikeluarkan lagi.

Ibuku yang panik melihat kondisiku seperti itu menelpon suami sambil menangis minta untuk segera pulang. Suamiku yang sampai rumah satu jam kemudian, tanpa melepas jaket, dan helm langsung berlari ke kamar, mengemasi pakaian dan membawa aku ke rumah sakit terdekat. Alhamdulillah, dokter di UGD langsung sigap menangani diriku, cairan infus juga langsung terpasang. Keputusannya malam itu aku harus rawat inap karena sudah kekurangan cairan banyak sekali. Hiks…. hiks…

Ini lah moment terberat setelah aku mempunyai anak, harus tidur tanpa Kanaya. Biasanya setiap mau tidur dia akan mimik langsung dari Pdku sambil matanya menatapku mesra, kakinya nangkring di perutku, tangannya membelai pipiku. Duuuh malam itu ga bisa tidur sampai ditegur suster jaga.Paginya Kanaya dibawa menjengukku ke rumah sakit. Pertama kali melihat ku dia diam saja, tidak seperti biasanya langsung berteriak minta gendong. Sediiiih banget, apa iya Kanaya lupa sama aku, kan baru ditinggal semalam. Apalagi setelah aku pangku dia malah menangis. Hwwwaaaaaa….. pedddiiiih hatiku. Setelah aku peluk dan aku bujuk alhamdulillah tangisnya reda.

Pengeeen banget besoknya bisa pulang, cukup semalam saja menderita tidur tanpa Kanaya. Tapi ternyata hb ku ikut-ikutan anjlok. Jadi aku belum boleh pulang, dan malam kedua itu aku menangis terus sampai akhirnya kelelahan dan tertidur. Alhamdulillah, Kanaya tidak rewel, meskipun hati sempat was-was karena persediaan asip di kulkas mulai menipis. Padahal di rumah sakit aku tetap pumping tapi ternyata Kanaya minum asip banyak sekali sejak kutinggal.

Sabtu pagi aku memaksa dokter dan suster untuk membolehkan pulang. Masih agak kliyengan dan mual sih tapi sudah tidak mencri dan muntah lagi. Yang ada di otakku adalah aku ingin segera bertemu Kanaya. Akhirnya sebelum zuhur, proses administrasi selesai. Dengan membonceng motor dan membawa gembolan yang segambreng sampai juga di rumah mungilku, langsung kupeluk Kanaya yang sedang tertidur pulas. Duuuh nak, bunda kangeeeen banget…

Iklan

4 responses to “Berpisah 2 malam dengan Kanaya

  1. Nunk Subarga berkata:

    Baru liat kanaya tanpa kerudung, btw Penyebab diare nya apa rin? sampai obat dr dokter ga ngefek..

  2. Siti Mawaddah berkata:

    huhu aku juga pernah ngerasain meninggalkan sayyid 4 hari 3 malam krn dirawat juga… rasanya emang gk enak banget.. sampe kebawa mimpi…

    semoga seaht selalu ya mbak 🙂

  3. hanifa syahida berkata:

    ga pake kerudung ke cowok ya mba…hehehe… aku keracunan daun singkong mba… ga elit banget dah hihih

  4. hanifa syahida berkata:

    ho oh mba… sediih… jangan sampe lagi deh makasih ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: