Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Jadi orang tua yang baik, bisa gak ya?

pada 22 September 2011

Sejak jadi orang tua, terasa banget perlu tambahan ilmu mendidik anak. Secara lingkungan sosial sekarang sudah semakin mengerikan. Sejak Kanaya masih di kandungan bunda sudah mengumpulkan berbagai buku psikologi anak, karena sadar jadi orang tua yang baik itu ga mudah ketambahan lagi ga ada sekolah untuk orang tua. Jadi kalo orang tuanya enggak pinter, gimana nanti anaknya bisa berkualitas…. * serius mode on *

Nah, dalam rangka meng up grade kualitas ortu, ahad kemaren ayah dan bunda Kanaya ikut seminar Parenting Education di Islamic Center Bekasi. Temanya Menanamkan Pendidikan Karakter Model Rasulullah agar anak cerdas mulia. Tadinya mau berangkat berdua aja, tapi setelah dipikir pikir keknya Mbah (ibuku) yang sehari-hari membantu mengasuh Kanaya harus ikutan juga. Jangan sampai ayah dan bunda udah kompak dalam pengasuhan anak tetapi mbahnya masih belum klop. Selama ini karena beda generasi sama mbahnya suka beda pendapat dalam mendidik Kanaya. Ayah bunda pengennya Kanaya disiplin, tapi mbah pengennya nurutin kemauan Kanaya karena saking sayangnya. Kalo ngajak seminar parenting gini kan, mbahnya tidak merasa digurui, justru malah semakin punya banyak ilmu untuk mengungkapkan kasih sayang ke cucu.

Berangkat pagi-pagi setelah Kanaya sarapan, sampai di tempat ternyata peserta sudah banyak. Baruuu aja acara dimulai, eeh Kanaya udah rewel minta bobo. Dikasih botol asip nolak, diayun ayun juga enggak mau, akhirnya bunda ngumpet menghadap tembok dipojokkan dan buka warung hehehe. Alhamdulillah Kanaya tidur, jadi bunda bisa lebih khusyu dengerin materi dari pembicara.  

Bapak Suhadi Fadjaray sang pembicara ini adalah seorang trainer dari kota Surabaya.
Gaya bicaranya menarik, lugas, to the point dan ekspresif. Setiap cerita pasti diikuti oleh gerak tubuh atau mimik wajah. Jadi suasana tidak terasa kaku, sesekali cerita lucunya membuat peserta terpingkal-pingkal. 

Di awal materi , Pak Suhadi menekankan bahwa anak kita terlahir dalam keadaan fitrah, kondisi sosial budaya dan proses pembelajaran yang akan menentukan tingkat kecepatan perkembangan kecerdasan mereka. Sereeeem banget kalo anak yang seperti kertas putih ini sedikit demi sedikit terkoyak karena salah dalam pola asuh. Nanti amanah ini akan dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah. Ihiks… ihiks…. bisa gak ya diriku ini jadi orang tua yang baik buat Kanaya…


Di tengah – tengah materi, tiba-tiba Kanaya bangun dan langsung jumpalitan seperti biasa. Suaranya melengking mengalahkan suara pembicara. Untungnya disediakan meja dan kursi kecil untuk anak-anak, jadi untuk beberapa saat Kanaya bermain disitu. Tapiiiii, ya gak bisa lama karena Kanaya bosan. Daripada teriak-teriak mengganggu peserta yang lain akhirnya ayah mengalah ajak Kanaya main di luar ruangan.

Sementara itu bunda dan mbah serius dengerin pak Suhadi menerangkan tentang bagaimana memotivasi anak. Yup… terkadang orang tua sering banget men judge kalo anak salah, yang ada di mata orangtua anak itu selalu salah. Nah ini namanya metode pak polisi yang selalu melihat kesalahan orang, bener juga ya….. apa pernah kalo ada pengemudi yang taat aturan dikasih pujian? Uppss… maap pak polisi bukan bermaksud menyudutkan… contoh doang pak… jangan ditilang ya pak…. hehehe

Jadi inget, bunda paling sering denger kalo tetangga marah sama anaknya pasti yang keluar kata-kata…. gobl*k banget sih kamu…… heh anak nakal… jangan main di jalan dasar bandel….. dan label-label yang lain. Jadi yang ada di rumah bawaannya horror melulu, kebelakang diomelin bapaknya, ke depan di damprat ibunya. Duuuhh, malang bener. Jangankan dapet motivasi, yang ada malahan down, dan biasanya ini akan berdampak teruus sampai dia besar nanti. Makin gemeteran denger ulasan pak Suhadi ini, semoga Kanaya selalu nyaman berada di tengah keluarganya.  

Pembentukan karakter anak juga bisa melalui cerita atau dongeng, karena biasanya dengan mendengarkan kisah akan memberi kesan mendalam, mudah diingat dan mudah ditiru. Apalagi yang dikisahkan tentang kehidupan Rasulullah, insya Allah anak akan mendapat sosok teladan yang baik. Jangan sampai anak diceritakan dongeng kancil yang penipu, pembohong dan licik. Secara tidak sadar, orangtua sedang menanamkan nilai-nilai yang tidak baik pada anaknya. Begitu kata pak Suhadi…

Huuffss… enggak terasa hari sudah semakin siang. Acara ditutup dengan menampilkan cuplikan acara kick andy tentang anak jalanan. Sedih banget waktu liat ada seorang pengamen cilik yang menyanyikan lagu ciptaaannya sendiri tentang ibunya yang sudah tiada, di liriknya bercerita bahwa ia sangat merindukan sosok ibu yang menyayanginya. Sukses deh bikin peserta yang sebagian besar ibu-ibu menangis. Bunda juga sesenggukan di kursi paling belakang… hiks…hiks…

Pak Suhadi pintar banget mengaduk-aduk perasaan pesertanya. Dari di awal acara kita dibuat tertawa sampai terpingkal pingkal, di tengah acara dibikin mikir semikir mikirnya (halah… bahasa apa sih ini) sampai di akhir acara bikin para ibu termehek mehek. Apalagi pas sessi doa …. duuuuh ga sanggup nahan air mata, ngebayangin amanah yang tidak boleh disia siakan. Semoga, ayah, bunda, mbah, diberi kemampuan oleh Allah untuk bisa berhasil menjadikan Kanaya pribadi yang berkarakter seperti akhlaknya Rasulullah . Aamin ya Allah aamin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: