Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Angkot idaman

pada 17 November 2011

Sejak pindah ke kantor cabang di Bekasi 5 tahun yang lalu, aku mulai akrab dengan angkutan umum angkot atau disebut sering disebut koasi. Aku tidak perlu lagi berdiri berjubel di bis sambil menikmati kemacetan. Tidak perlu juga menunggu harap-harap cemas bis yang dinanti tidak segera tiba atau galau tingkat tinggi karena keseringan terlambat. Keramaian lalu lintas di Bekasi pun tidak separah di Jakarta, angkot hanya berhenti jika menaikkan atau menurunkan penumpang juga berhenti saat lampu merah. Kecuali kalo angkotnya lewat pasar atau stasiun, atau melewati rel kereta api, baru deh ngerasain macet, tapi itu pun tidak lama. Pas banget angkot yang kutumpangi tidak melewati pasar, stasiun atau rel kereta api, jadi setiap hari lancar jaya. Duuuh…. bahagianya. ( jangan mupeng yeee yg setiap hari ngerasain macet…..hehehehe )

Tapi dibalik itu semua, ternyata naik angkot pun ada pula dukanya. Terutama angkot yang aku naiki setiap pulang kerja. Angkot 10B namanya, jurusan tol timur-Alinda. Sekarang jadi angkot favorit para penumpang yang kerja di daerah Kranji dan sekitarnya, karena angkot ini bisa segera sampai di tol timur tanpa harus melewati stasiun Bekasi dan Pasar baru.

Karena jadi favorit, angkot ini selalu penuh setiap aku pulang kerja, dan jumlah angkotnya tidak sebanyak angkot yang lain. Kalau 10 B ini sudah lewat aku akan menunggu lumayan lama untuk bisa naik angkot berikutnya, itu pun kalau tidak penuh. Tapi terkadang ada juga sih angkot 10 B yang tidak sampai alinda dan berputar arah di depan kantor. Wuuuih asyik bener kalo ada angkot yang begini, aku bebas memilih duduk di pojokan, tempat favoritku.

Namanya angkot dimana-mana ya terbatas jumlah penumpang yang bisa diangkut. Kursi panjang 6 orang, kursi sedang 4 orang dan kursi pesakitan 2 orang (soale kasian yg duduk di kursi ini berasa jalan mundur…heheheh). Tapi setelah aku amati, sebenarnya aturan kursi panjang 6 orang, kursi sedang 4 orang ini diperuntukan bagi penumpang yang tubuhnya proporsional. Kalo ada salah satu dari penumpang yang memiliki tubuh agak besar, maka aturan ini terasa sulit dipatuhi. Penumpang yang naik belakangan kadang cuma bisa nempel doang dan tidak bisa duduk sempurna. Ditambah lagi kalo penumpang yang lain egois tidak mau bergeser, jadilah sepanjang perjalanan penumpang terakhir tadi, meringis-ringis menahan diri supaya tidak jatuh.

Yaah begitulah karakter orang yang sering aku temui di angkot. Banyak yang egois tidak mau menggeser tubuhnya agar lebih merapat supaya penumpang yang lain kebagian tempat duduk. Bahkan yang duduk di pinggir pun tidak mau memberikan tempat duduk, dia malah menyuruh orang yang baru naik untuk masuk kedalam dan berarti harus susah payah melewati beberapa orang untuk bisa sampai duduk dipojokkan. Padahal apa sih ya susahnya kasih jalan atau kasih tempat buat penumpang yang baru naik, kan memudahkan orang juga enggak ada ruginya.

Meskipun demikian adanya, angkot 10 B tetap jadi angkot idaman. Meskipun kadang abang sopirnya banyak yang judes, doyan ngebut dan suka maksain penumpang naik meski udah ga muat. Angkot inilah yang setiap hari menghantarkan aku sampai ke timur Bekasi, dan mengakhiri kangenku sama si imut Kanaya. Mudah-mudahan tahun-tahun berikutnya bisa say good bye sama si 10B, diganti sama si avanza…. hahahahaha….. eeeh … aamiiin…. ayo dong bantuin mengaminkan…..maksa.com

16 November 2011

Iklan

4 responses to “Angkot idaman

  1. Siti Mawaddah berkata:

    waaah senang yaa… kantor deket rumah… iri.com -___-

  2. Siti Hamidah berkata:

    iya nih..ngiri aku mak…kantor bisa deket rumah…tp meski iri aku tetap ikutan senang kalo harapanmu terkabuh mak..AAMIIIIIN….semoga avanza segera datang 🙂

  3. hanifa syahida berkata:

    alhamdulillah yaa… sesuatu banget… xixixixi

  4. hanifa syahida berkata:

    makasih atas amin nya… ^_____*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: