Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Cerita di Hari Ahad

pada 28 Desember 2011

Hari ahad kemarin, adalah hari yang sangat melelahkan buat saya. Ada hal diluar dugaan terjadi dari rencana yang ingin saya lakukan pada hari itu, dan saya nyaris meninggalkan peluang kebaikan karena kelelahan.

Ahad pagi jam 8 adalah jadwal rutin saya bersama teman-teman untuk mengisi ruhiyah, menambah ilmu dan saling bersilaturahim. Biasanya Kanaya saya bawa ke tempat pengajian, tapi hari itu ibu meminta saya untuk menitipkan Kanaya di rumahnya karena ada keponakan dan adik saya yang sedang berkunjung ingin bertemu Kanaya.

Biasanya Kanaya bangun saat subuh berkumandang, tapi saat itu dia baru bangun jam 6.30 dan tidak ingin lepas dari gendongan saya. Terpaksa saya menyiapkan keperluan mandi dan sarapan Kanaya sambil menggendong. Ayahnya sejak selesai subuh bermain badminton bersama teman-temannya, jadi tidak bisa membantu menjaga Kanaya. Selesai mandi, Kanaya menolak sarapan yang saya buat bahkan menangis karena ingin menyusu. Akhirnya saya baru bisa mandi saat ayahnya pulang, padahal sudah pukul 7.30 dan saya masih harus ke rumah ibu untuk menitipkan Kanaya.

Selesai urusan Kanaya saya bergegas ke tempat pengajianan. Rencananya sepulang mengaji, saya dan suami akan mampir ke Mall untuk membeli beberapa kebutuhan Kanaya, setelah itu menjemput Kanaya dan istirahat sebentar karena setelah magrib ada anak-anak remaja sekitar rumah yang belajar mengaji.

Saat masih berdiskusi dengan beberapa teman, ada sms dari teman saya yang intinya ingin menggunakan breastpump yang saya pinjam. Duuuh saya langsung merasa bersalah, niatan mengembalikan memang sudah lama, tapi selalu saja bentrok dengan acara lain. Padahal teman saya ini juga baru melahirkan dan belum sempat saya jenguk. Benar-benar bukan teman yang baik nih.

Akhirnya saya mengambil keputusan untuk membatalkan rencana ke mall dan ingin langsung ke rumahnya mengembalikan breaspump. Suami saya telpon untuk minta tolong membawakan alat tersebut supaya nanti ketika menjemput saya, tidak perlu lagi mampir ke rumah.

Perjalanan ke rumah teman saya diiringi mendung setelah hujan deras, saya mampir untuk beli kado dan mengisi perut karena dari pagi belum sempat sarapan. Masya Allah, ternyata rumahnya jaaauuuuuuhhhh banget dan jalanan banyak yang rusak, p*nt*t saya sampai terasa pedas, ketambahan lagi suami lupa alamatnya jadi harus muter-muter dulu…. aaarrggghhhh (suami saya yang ke rumahnya saat meminjam breastpump).

Setelah selesai urusan, saya menjemput Kanaya di rumah ibu sekitar pukul 15.00. Ketika bersiap pulang ke rumah dan sudah di atas motor, tiba-tiba hujan deras, saya masuk kembali ke rumah ibu dan menunggu cukup lama sampai hujan berhenti. Saat itulah berbagai pikiran berkecamuk di benak saya, saya ingin membatalkan acara pengajian remaja karena khawatir sampai rumah terlalu sore dan saya pun juga sangat kelelahan.

Ya gpp lah absen ngajar sekali ini, kan memang kamu cape, perlu istirahat” bisik hati saya. Belum lagi sampai rumah magrib, belum mandi, belum siapin makan malam Kanaya, beberes rumah. Arrrggghhh….

Saya sudah hampir menekan tombol di keypad HP untuk mengirim sms pada salah satu ketua kelompok pengajian unutk meliburkan pengajian hari ini. Tapi kata hati saya yang lain kembali berbisik “lelah??… bukannya tidak ada kata lelah untuk sebuah kebaikan??… bukannya istirahatmu adalah ketika kaki sudah menapak di surga NYA?? banyak orang lebih sibuk, lebih lelah dari kamu tapi mereka selalu semangat menebarkan kebaikan” Saya tercenung sejenak, kemudian meluruskan niat dan mengobarkan lagi semangat yang sempat meredup. Bukan mereka yang membutuhkan saya, tapi saya yang membutuhkan mereka karena memberi kesempatan pada saya untuk berbagi ilmu.

Sampai rumah memang sudah hampir magrib, alhamdulillah Kanaya tertidur. Jadi saya bisa mandi, sholat dan makan. Sambil menunggu kedatangan mereka, saya masih sempat menyiapkan makan malam untuk Kanaya dan menyuapinya saat Kanaya terbangun. Ahhh… ternyata memang tidak serepot yang saya bayangkan.

Hari itu saya berhasil menuntaskan beberapa amanah. Meski letih, saya bisa menyungging senyum saat tidur. Tak terbayang seandainya saya meliburkan pengajian hari ini hanya karena kelelahan, mungkin tidur saya tidak akan nyenyak karena dibalut penyesalan sepanjang malam.

Iklan

6 responses to “Cerita di Hari Ahad

  1. alhamdulillah…. 🙂

  2. rifi zahra berkata:

    Semangat bu…Alloh's with u dear sista… *hug*

  3. alhamdulillah …

    semangat … he he he …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: