Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Ini Masalah Selera

pada 29 Maret 2012

Dialog suatu siang dengan seorang teman, yang usianya sudah di atas 50 tahun yang memakai kaca mata baru dengan frame berwarna merah menyala.

Saya : Weiiss… kacamata baru

Teman : iya dong… keren kan…

Saya : Hmmm…. warnanya ngejreng yaa…

Teman : Hahahahaha… iya nih

Saya : anak istri enggak ada yang protes tuh pak

Teman : Hahahaha…. anak saya marah-marah saat tauk saya pakai frame warna ini

Saya : kalo saya jadi anak bapak, saya umpetin tuh kaca mata biar ga dipake

Teman : hahahahaha…..

Duh iseng banget yah saya ini. Kenapa juga harus berkomentar dengan pilihan frame kaca mata orang lain. Suka-suka dia dong mau pakai kacamata warna apapun. Kalau masalah tidak cocok dengan usianya yang sudah 50 tahun, kan itu masalah selera ya…. iya bukan ya…. hehehehe

Alhamdulillah teman saya ini tau kalo saya cuma becanda, dan tidak marah dengan gurauan saya. Dan akhirnya sayapun tau ternyata memang dia suka dengan kaca mata ber frame merah meskipun anaknya protes dan saya berkomentar miring, buktinya sampai hari ini kacamata itu masih nangkring di wajahnya

Yah… begitulah. Setiap orang punya selera masing masing. Apa yang yang saya sukai belum tentu disukai juga oleh orang lain, begitu juga sebaliknya. Saya tidak boleh mengerutkan dahi saat seorang teman memakai rok bunga-bunga kuning dengan atasan blouse kotak-kotak hijau dipadu jilbab polos dengan bordir coklat tua, karena ini masalah selera, dan orang sah-sah saja memakai apa yang dia suka.

Pun saya juga tidak berhak berkomentar kenapa orang suka sekali dengan jengkol yang dari baunya saja membuat kepala kliyengan ( kaboooor…… takut ditimpuk penggemar jengkol…. hehehe)

Ini juga sama halnya seperti suami saya yang terheran-heran melihat saya sangat menikmati potongan-potongan pizza, iissh di otakku namanya roti itu ya kalo enggak keju ya coklat, roti kok dikasih sayuran ( kalo ini masalah selera atau ndeso yaa… wakakaka… maapkeun pak suami). Yaa… pizza bagi suami saya adalah makanan aneh, tapi bagi saya ini makanan lezat, dan kembali lagi masalah selera orang yang berbeda beda. Makanya sempat nyesel waktu maksa suami ke resto pizza supaya dia doyan makan pizza, di sana malah cuma dicolek colek doang sambil nyengir-nyengir jijay…. ah mendingan makan nasi warteg ajah, katanya

Karena masalah selera ini jadi hak pribadi setiap orang, maka saya juga tidak boleh protes saat ada anggota DPR yang punya jam tangan seharga 250 juta, lhaa emang seleranya dia sama jam harga segitu ya…. hehehehe

(gubrak.com, daripada 250 juta buat beli jam tangan, mendingan buat nyumbang gedung sekolah yang roboh deh pak…. eeeaaaa… selera itu riin… seleraaaaa…..).

Iklan

4 responses to “Ini Masalah Selera

  1. yang terakhir seleranya kebangetan mbak…. masa membiarkan orang2 yang diwakilinya hidup sengasar sementara dia yang jadi wakil malah hidup bermewah2 🙂

  2. hanifa syahida berkata:

    iyah itu sih selera tinggi merendahkan harga diri… ups…

  3. Nunk Subarga berkata:

    Capa tukh yang pake kacamata frame merah……

  4. hanifa syahida berkata:

    capa capa ciiih… hihihi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: