Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Mewujudkan Mimpi Punya Toko

pada 11 Mei 2012

Lama banget ga nengokin MP, sampai debunya setebel ini *bersihbersihpakekemoceng

Padahal buanyak banget yang ingin ditulis, tentang aku, Kanaya, keluarga, teman dsb. Lagi-lagi si sibuk jadi alasan, padahal sebenernya sih karena enggak pinter manajemen waktu.

Jadi ngapain aja selama sebulan ini??

Jreenggg……

Alhamdulillah salah satu impianku punya toko sudah terwujud, masih toko kecil sih dengan modal yang sangat-sangat mefet. Ini pun tidak terduga semuanya serba mendadak dan nyaris tanpa persiapan, hanya mengalir begitu saja. Sungguh Allah selalu punya rencana – rencana yang tidak pernah terpikir oleh hambaNya. Aku yang kepengen banget punya salon muslimah ternyata Allah belokkan menjadi toko muslim. Padahal aku sudah bertemu konsultan salon, cari tempat, cari pegawai dll. Ternyata memang Allah menginginkan aku belajar bisnis ini dulu.

Aku coba rangkum kronologisnya

Rabu, 4 April 2012

Suamiku melewati sebuah kios di Jalan Kartini Bekasi yang di pintunya ada tulisan di kontrakkan. Dia mencatat no telponnya dan mengambil gambarnya dengan kamera. Saat menjemputku di kantor dia langsung membicarakan hal ini….. kesempatan emas nih dek, ruko di depan mesjid di jalan yang ramai dan strategis. Aku menanggapi dengan biasa-biasa saja, toh aku pikir aku aku dan suami tidak memiliki uang untuk membayar sewanya.

Kamis, 5 April 2012

Siang setelah sholat Zuhur, suamiku menelpon, katanya sedang berada di rumah pemilik kios yang akan disewakan. Dia bernegosiasi sampai akhirnya harga sewa bisa duturunkan beberapa persen. Alhamdulillah, aku ikut senang , akhirnya impianku punya usaha bisa terwujud. Tapi setelah itu aku tanya, uang bayar sewanya gimana mas?, suamiku juga kebingungan dapat jawaban. Hahahaha… benar-benar calon pengusaha modal dengkul aja. Ga punya uang tapi berani negosiasi harga kios. Setelah itu pembicaraan terputus. Tidak beberapa lama dia telpon kembali, alhamdulillah dek ada yang percaya sama kita mau kasih pinjaman buat sewa kios. Ah kemudahan dari Allah selalu datang di saat genting. Hari itu aku dan suami lumayan panik karena orang yang meminjamkan uang ada di luar pulau, sedangkan bank sebentar lagi tutup. Kalau suami tidak menyerahkan uang itu paling lambat keesokan harinya, sudah ada banyak calon penyewa yang mengantri ingin menyewa kios tersebut. Sedangkan besok hari jumat libur nasional sebelum hari sabtu dan ahad. Nah kesempatan hanya hari ini saja. Akhirnya pertolongan ALLAH datang kembali, si investor memberikan uangnya via transfer beberapa menit sebelum bank tutup.

Sabtu, 14 April 2012

Setelah berdiskusi panjang lebar di setiap malam dengan suami, akhirnya kami sepakat untuk memulai bisnis ini dengan pakaian muslim, dan menamakan toko dengan Gerai Muslim Almira. Seminggu setelah uang sewa kios diserahkan, kami mulai bebenah, mengecat, memasang kaca, membeli perlengkapan dll. Masalah datang lagi saat ingin membeli barang-barang yang akan di jual, ternyata modal kurang. Alhamdulillah keluarga mau berinvestasi. Jadi aku bisa berbelanja kebutuhan toko. Oh ya, ada banyak pengalaman seru saat aku berbelanja di tanah abang, jujur saja, aku paling tidak suka keramaian pusat perbelanjaan, tapi ternyata tekad yang kuat untuk belajar berbisnis bisa mengalahkan segalanya. Jadilah hari itu aku berkeliling tanah abang sambil mempelajari situasi.

Ahad 15 April 2012

Aku menargetkan pekan depan toko sudah bisa dibuka. Jadi sabtu ahad ini aku benar-benar bisa fokus mempersiapkan segala sesuatunya. Karena aku masih berstatus karyawati, maka waktu yang paling memungkinkan untuk beberes toko adalah sabtu ahad. Aku berusaha memanfaatkannya seefektif mungkin. Alhamdulillah sms yang aku sebar ke teman-temanku mencari info tentang pegawai yang mau menjaga toko mendapatkan hasil. Dari beberapa orang yang melamar lewat sms, akhirnya aku memilih seorang mahasiswa tingkat akhir yang insya Allah bisa dipercaya membantuku.

Sabtu 21 April 2012

Insya Allah Gerai Muslim Almira akan dibuka pada hari ahad tanggal 22 April, aku sudah menghubungi ustadzah yang akan memimpin doa untuk syukuran kecil-kecilan dan mengundang beberapa temanku untuk menghadiri pembukaan tokoku.

Ternyata, manusia cuma bisa berencana, sabtu pagi Kanaya muntah-muntah dan panas. Aku segera membawa ke rumah sakit terdekat karena khawatir dia dehidrasi. Sampai dengan sabtu malam belum ada perubahan dan akhirnya aku memutuskan untuk menunda pembukaan toko di hari ahad. Sedih sih karena kejadian ini, tetapi Kanaya jauh lebih penting, aku ingin fokus dulu mendampingi Kanaya dan melihatnya ceria kembali.

Ahad 22 April 2012

Seharusnya sesuai rencana, hari ini toko resmi dibuka. Tetapi aku malah kembali berada di rumah sakit karena Kanaya semakin lemas. Aku tidak bisa kemana-mana dan melakukan apapun karena dia hanya ingin ada dalam pelukanku. Tapi aku dan suami sepakat insya Allah toko akan tetap dibuka hari senin esok hari. Meskipun barang yang dijual belum kumplit, tapi aku dan suami berpendapat biarlah toko berjalan dulu apa adanya sambil mengenalkan ke masyarakat sekitar. Masalah syukuran dan pembukaan resminya bisa lain waktu.

Senin 23 April 2012

Alhamdulilah toko sudah dibuka, seperti mimpi rasanya punya toko sendiri meskipun masih sangat sederhana. Meskipun kondisinya sedang sedih karena Kanaya masih sakit, tapi aku tetap bersyukur toko bisa dibuka. Hari itu aku cuti dari kantor karena tidak bisa meninggalkan Kanaya dalam kondisi seperti itu.

Sampai dengan hari ini alhamdulillah banyak pelajaran yang bisa kuambil saat memulai bisnis ini. Mulai dari bagaimana bersabar, mempelajari situasi, belajar berkomunikasi dan memikirkan strategi pemasarannya. Semua kulakukan secara otodidak sambil bertanya ke teman-teman yang sudah senior dalam berbisnis. Saat ini aku memang masih bekerja di kantor, manajemen toko aku lakukan setelah pulang kerja dan berbelanja barang saat sabtu ahad. Insya Allah suatu saat nanti mudah-mudahan aku bisa benar-benar berpindah quadrant dari seorang TDB (tangan di bawah) menuju TDA (tangan di atas) yang sesungguhnya dan tidak menyambi seperti ini.

Insya Allah dengan doa dan keyakinan yang kuat Allah akan memudahkan langkahku. Aamiin

Semangaaaatttttt….!!!!!

Iklan

11 responses to “Mewujudkan Mimpi Punya Toko

  1. Nunk Subarga berkata:

    Jl Kartini?……Komplek Kartini di BEkasi…..itu mah tempat uwak nya om Riva atuh………Selamat ya rina baik..mudah2n bisnis nya ini menjadi wasilah untuk menjadi lebih sukses den barakah…..

  2. hanifa syahida berkata:

    aamiin… makasih ya mba nung… wah deketan dunk… klo ke kartini mampir atuh mbak….

  3. Nunk Subarga berkata:

    Kesitu kalau silaturahim lebaran doang..hehehehe

  4. hanifa syahida berkata:

    eeaaa…. lebaran mah tutup kali yaak…. hehehe

  5. Nunk Subarga berkata:

    gak hari H koq..biasanya setelah 1 minggu di Bandung

  6. yaya syahrir berkata:

    alhamdulillah. selamat mba.
    smg berkah.:)

  7. hanifa syahida berkata:

    aamiin… makasih yaa

  8. selamat ya mbak. semoga sukses.
    ceritanya mirip dengan teman saya. mau buka usaha, terus sudah nego sewa ruko, eh pas sepakat, uangnya nggak ada karena yang semula mau pinjemin membatalkan. terus coba kontak ke teman2. ternyata ada yang mau ngasih pinjaman tapi adanya di seberang pulau. bedanya waktunya nggak mepet masih ada semingguan.

  9. Siti Hamidah berkata:

    Alhamdulillah, semoga usahanya lancar ya mbak 🙂

  10. hanifa syahida berkata:

    iya itulah mas, kalau pertolongan ALlah sudah datang kita dibikin terkaget kaget

  11. hanifa syahida berkata:

    aamiin… makasih ya mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: