Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

2 bulan

pada 21 Juni 2012

Alhamdulillah udah 2 bulan toko yang aku rintis berjalan. Belum mencapai target sih tapi yaa dinikmati aja prosesnya. Namanya juga masih belajar jadi pengusaha. Ibarat anak kecil masih tertatih tatih dan harus banyak yang dibenahi. Salah satu kendala yang aku rasakan adalah karena masih berstatus jadi amphibi, separuh TDA separuhnya TDB jadi belum maksimal banget mengelola toko. Aku baru bisa mengontrol saat pulang kerja, dan pesanan – pesanan pun baru bisa direspon saat libur sabtu ahad. Yaaah… mudah-mudahan suatu hari nanti bisa full TDA, keluar kerja, serius bisnis sambil ngurusin keluarga… aamiin ya Allah.


Bulan Juni ini toko online dan offlineku ikut beberapa event bazar. Bazaar yang pertama di festival pasaran dinar dirham. Ceritanya bisa dibaca disini. Lalu bazar yang kedua di universitas Gunadarma Kalimalang selama 2 hari dan selanjutnya akan ikut bazaar juga di kampus UNISMA Bekasi. Menjemput rezeki dari bazaar ke bazaar deh pokoknya.


Seperti yang aku ceritakan di tulisan sebelumnya, dunia usaha seperti ini adalah hal yang baru buatku. Biasanya pulang kerja istirahat, leyeh-leyeh, sekarang setelah Kanaya tidur dan pekerjaan rumah selesai aku membuka lap top untuk mengecek jualan on lineku atau sekedar mempromosikan daganganku ke teman-teman. Membuat perencanaan apa saja yang harus aku lakukan untuk meningkatkan penjualan. Bahkan aku sering berdiskusi dengan suami hingga larut malam membicarakan rencana bisnis ke depan. Yah begitulah, hidup jadi terasa lebih hidup sejak memutuskan punya usaha. Adrenalin terpacu terus dan semangat tidak boleh luruh.


Oh ya, ada juga sesuatu hal di bulan Juni ini yang membuat aku belajar banyak hal. Tokoku kecurian. Bagaimana rasanya?? indaaah syekali…. hehehehe. Ya kaget lah saat penjaga toko menelpon aku sambil menangis dan menceritakan baru saja ada 2 pencuri masuk toko dan telah mengambil uang di laci. Saat itu aku langsung menenangkan Tika (penjaga toko) yang masih shock. Sepulang kerja aku langsung ke TKP dan mendapati Tika masih menangis sambil minta maaf padaku.


Jadi menurut cerita Tika, ada dua orang masuk ke toko, seroang ibu dan anaknya yang sudah besar. Ibu itu memilih kerudung tapi posisinya memaksa Tika untuk melayaninya dengan membelakangi meja kasir, jadi Tika tidak tahu kalau anaknya beraksi. Percobaan pencurian pertama gagal karena jam di meja terjatuh. Lalu selanjutnya ibu itu meminta Tika mengajari anaknya memakai kerudung dengan posisi lagi-lagi membelakangai meja kasir. Nah, kemungkinan pada saat itulah si ibu tadi beraksi. Tika masih belum sadar kalau ibu itu mencuri. Saat mereka sudah keluar toko dan Tika ingin menghitung uang, baru tersadar toko sudah kecurian.


Alhamdulillah 2 hari sebelum kejadian aku mengambil uang di laci yang jumlahnya cukup banyak, sehingga kerugian tidak terlalu besar. Aku mengikhlaskan kejadian ini sebagai sarana belajar buat aku, tetapi Tika ternyata masih trauma dan terus menerus merasa bersalah. Aku malah khawatir setelah kejadian ini dia jadi tidak mau lagi menjaga toko, wah alamat pusing deh cari penggantinya. Aku sampai berkali-kali meyakinkan dia bahwa aku tidak marah atau menyalahkan Tika. Hanya aku berpesan kejadian ini menjadi pembelajar bahwa harus lebih hati-hati lagi. Kalau tidak ada kejadian ini mungkin aku atau Tika akan terlena dan kurang waspada. Aku anggap uang yang dicuri itu sebagai biaya belajar bisnis. (tsah,,, sok bijak dah….)


Yaaa….. semoga ke depannya lebih baik lagi. Toko semakin maju, pembeli banyak dan yang penting semoga Allah memberi keridhoanNYA… aamiin….



gambar nyomot dimarih

Iklan

10 responses to “2 bulan

  1. mungkin lebih aman kalau lacinya dikunci dan kuncinya dibawa ketika meninggalkan meja…

    ikut mengaminkan

  2. Nunk Subarga berkata:

    Wah kecurian rin? ikut prihatin..:-(..gila ya ntu emak2 nekad banget,mba fanda juga baju muslim di tokonya pernah dicuri sama pelanggan,kalau ada rezeki pasang kamera cctv aja rin..moga bisnisannya makin lancar.

  3. hanifa syahida berkata:

    ya begitulah mba resiko jualan, hehehe… makasih doanya mba Nung

  4. hanifa syahida berkata:

    iya mas rifki makasih sarannya… sekarang uang ga pernah taroh di laci lagi

  5. hanifa syahida berkata:

    terima kasih sudah meng aamiinkan… ^____*

  6. Kosi (Peduli) berkata:

    Wah, sdh pernah ikut FHP ya ? Sy jg sering ikut FHP, dagangannya ganti2, kadang sembako, kadang baju2, herbal dll. Capek, tp seruuuu…Hamzah sama bgt dg Kanaya, klo diajak dagang di FHP seneng jajan macem2, krn umminya jg seneng belanjain dirham di arena fhp, hihi…

  7. Maya Siswadi berkata:

    wah, ada juga ya yg tega mencuri dg cara begitu
    moga2 akan dpt rejeki yg lebih besar lagi yaaa

  8. hanifa syahida berkata:

    iya mba kosi ternyata seru ya, soale pake acara hitung menghituung soale takut selisih rugi hehehe

  9. hanifa syahida berkata:

    iya bunda, begitulah orang yaa… makasih doanya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: