Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Long Distance Marriage

pada 11 Juli 2012

Ketika menikah, tidak pernah terpikir sedikitpun suatu saat akan menjalani pernikahan dengan jarak jauh. Selama ini ada di zona nyaman, selalu bersama suami dan puteri mungilku menjalani hari yang penuh warna-warni. Sampai akhirnya suami harus mengambil keputusan atas tawaran bekerja di pulau lain. Ah, akhirnya sampai juga aku pada takdirku yang ini.


Pertama kali wacana ini sampai ke telingaku,aku masih menanggapinya biasa saja, meskipun sempat terbersit pemikiran, kalau benar-benar terjadi apa aku sanggup hidup terpisah dengan suami yang selama 6 tahun ini selalu mendampingiku. Aku masih terus berharap hal ini tidak terjadi.


Tapi ternyata suamiku punya pemikiran lain. Dia menggangap tawaran ini adalah kesempatan yang luar biasa yang mungkin tidak datang lagi. Berhari hari pak suami berdiskusi denganku, meminta pendapatku atau lebih tepatnya meminta keikhlasanku untuk mengizinkannya mengambil kesempatan ini. Jujur saja, aku merasa berat karena Kanaya masih kecil untuk ditinggal ayahnya, lagi pula aku harus mengurus rumah sendirian, bekerja dan mengurus toko. Aku merasa tidak sangggup harus melaluinya tanpa ada suami di sampingku.


Tapi akhirnya aku berusaha lapang dada untuk membolehkannya mengambil tawaran itu. Beberapa hari menjelang keberangkatannya, aku masih murung, sering menangis diam-diam. Aku mengiznkannya pergi tapi aku tidak bisa membohongi perasaanku bahwa aku sesungguhnya merasa kehilangan. Dan ternyata kebimbanganku itu justru membuat suamiku jadi ragu, dia pun sedih dan merasa tidak tega harus meninggalkanku.


Hingga akhirnya aku curhat ke seorang teman di bbm yang mempunyai kasus yang sama yaitu terpisah sementara dari suaminya. Dari percakapan itu aku mendapat pencerahan, dadaku tambah lapang dan aku semakin mantap bahwa aku harus memberi semangat untuk suamiku dan bukan membebaninya dengan kesedihanku.


Malamnya aku bicara serius dengan suamiku bahwa sekarang aku sudah lapang dan ikhlas membolehkan suamiku mengambil kesempatan itu dan aku akan berusaha sabar menghadapi berbagai masalah saat suamiku tidak ada. Lagi pula masih ada ibu dan adik-adikku di Bekasi. Jadi aku tidak benar-benar sendiri. Memang idealnya kehidupan rumah tangga itu tidak terpisah-pisah, tapi setiap orang punya kondisi berbeda dan punya pilihan yang berbeda pula. Rencana ke depan kalau kondisi memungkinkan aku yang akan pindah mengikuti suamiku.


11 Juli 2012 bertepatan dengan pemilihan gubernur DKI, suamiku berangkat ke tempat tujuan. Aku dan Kanaya digendonganku melepas kepergianya sampai teras rumah. Aku mengantarnya dengan wajah optimis, penuh senyum dan tanpa air mata. Bahkan Kanaya yang biasanya menangis kalau ayahnya pergi, saat itu hanya menatap ayahnya saja dan berkata hati-hati ayah… Duuuh permata hati bunda, so sweet…..


Aku yakin perpisahan ini hanya sementara, suatu saat kami akan berkumpul kembali. Selagi masih ada ALLAH tidak ada masalah yang tidak terpecahkan, Allah yang akan menjagaku. Ada ataupun tidak ada suami, Allah akan terus bersamaku. Tidak ada kehidupan yang abadi kan ya, sekarang atau nanti aku dan suami akan tetap merasakan perpisahan. Perpisahan yang tidak ada satupun mahluk dapat mengelaknya, yaitu maut.

Suamiku, Semoga Allah juga selalu menjagamu disana, jangan lupa kalau pulang ke rumah bawa oleh-oleh yang banyak yaaa…..

( teuteuppp….) ^______*

Iklan

6 responses to “Long Distance Marriage

  1. semoga menjadi pintu rezeki yang lebih banyak dan berkah ya mbak 🙂

  2. Maya Siswadi berkata:

    ga ikut suami pindah?

  3. hanifa syahida berkata:

    aamiin ya ALlah…*doayangkhusyu

  4. hanifa syahida berkata:

    belum tau kedepannya niy mba.. ^___*

  5. Nunk Subarga berkata:

    Owh,LDL, maaf baru baca .. kalau lintas pulau masih di indonesia juga lama2 terbiasa dan tetap merasa dekat, masih banyak yg LDL nya lebih jauh,moga cepat kumpul lagi

  6. hanifa syahida berkata:

    iya mba Nung.. hiks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: