Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Liburan ke Palembang

pada 25 Oktober 2012

Libur tlah tiba… libur tlah tiba… horeee…horee….

*Tasya Mode on

Rutinitas hidup itu lama-lama suka bikin jenuh. Kadang sesekali kita perlu menyegarkan pikiran. Makanya saat pak suami menyuruh aku ke Palembang bersama Kanaya langsung manggut-manggut. Si ayah kepengen syukuran milad Kanaya yang ke 2 di Palembang sekaligus melepas kangen lah yaw 2 bulan terpisah pulau.

Tadinya sempat khawatir tidak diizinkan bos, tapi aku siasati dengan terlebih dahulu membeli tiket pesawat. Jadi saat izin aku langsung bilang, pak tanggal 19 dan 22 saya cuti ya mau ke Palembang tiket pesawat sudah dibeli. Bosku yang memang sebenarnya tidak pernah mempersulit anak buahnya, pura-pura tidak mengizinkan, aku bilang ok deh kalao ga diizinkan, ganti in yah tiket pesawat saya yang sudah dibeli 2 kali lipat. Hehehehe. Jangan ditiru yak, kelakuan anak buah yang bandel ini.

Alhamdulillah dapat tiket GA promo harga rada miring dari yang normal. Cuma yang bikin khawatir aku baru kali ini bepergian jauh dengan Kanaya menggunakan pesawat terbang. Kadang Kanaya itu bisa jadi anak manis yang menggemaskan tapi kadang kalau bad moodnya kambuh, aku sering kewalahan menghadapinya. Akhirnya aku cari strategi mempersiapkan ini itu supaya kalau Kanaya ngambek mudah dikendalikan. Seperti membeli mainan dan makanan makanan yang selama ini aku larang. Hahahaaha…….. emak-emak enggak konsisten. Biarin deh sesekali enggak apa-apa yang penting enggak ada kerusuhan selama perjalanan.

Alhamdulillah saat menunggu masuk ke dalam pesawat Kanaya masih ceria, bahkan mengundang tawa beberapa calon penumpang lain yang mendengarkan Kanaya bernyanyi twinkle twinkle. Masuk ke dalam pesawat sudah mulai merengek sepertinya mengantuk, aku buatkan susu dan memberinya kue. Alhamdulillah mulai anteng dan lebih anteng lagi saat ada sendok dan gelas plastik dari tante pramugari yang dijadikan mainan masak-masakan. Ya ampyuun enggak di darat enggak di udara, tetep ya senang main masak-masakan.

Sampai Palembang ayah sudah menjemput. Langsung cabcus ke rumah nenek, sorenya menjenguk uwak Herman yang kecelakaan dan malamnya jalan-jalan cari makanan khas Palembang. Tahun lalu saat ke Palembang, aku tidak sempat makan mie celor tapi kali ini puas-puasin meskipun makannya sambil menggendong Kanaya yang tertidur pulas. Aku pernah mengulas tentang mie celor disini

Sabtu pagi jalan-jalan lagi cari sarapan khas palembang. Pak suami menawarkan beberapa alternatif makanan eh aku malah penasaran sama bubur Palembang. Ternyata sama aja sih seperti bubur di pulau Jawa cuma bedanya kuahnya lebih banyak saking banyaknya sampai bisa buat berenang hehehehe. Kenyang sarapan, langsung jalan lagi beli kue tart buat acara ulang tahun Kanaya. Cerita tentang acara ultah Kanaya aku posting disini.

Ahad pagi, kami bertiga ke playground di salah satu mall di Palembang. Sebenarnya malas sih ya jauh jauh ke Palembang mainnya ke mall lagi. Tapi demi memenuhi keinginan Kanaya yang sudah lama tidak bermain di playground bersama ayahnya, akhirnya jadi juga kami kesana. Terbiasa di Bekasi bermain di playground yang luas, di Palembang ternyata playgroundnya sempiiiit banget. Kurang puas rasanya.

Setelah dari mall kami langsung menuju ayam lepaas di mangkunegara untuk makan siang. Sekaligus mengintip tempat suami mencari sesuap nasi segenggam berlian. Belum selesai makan, ada bbm masuk dari keponakan suami bahwa kami sudah ditunggu di rumah neneknya Kanaya untuk diajak jalan-jalan. Langsung ngaciiir lagi ke rumah nenek, disana sudah menunggu mertua dan para ipar. Mereka ingin mengajak aku dan Kanaya berkeliling Palembang karena hari ahad ini adalah hari terakhir kami di Palembang, Seninnya sudah harus terbang lagi ke Jakarta.

Aku sudah beberapa kali sih ke Palembang, tetapi tetap ya merasa exciting melihat sungai musi dari ketinggian jembatan ampera yang kemilau terkena sinar matahari sore. Tujuan kami sore itu adalah stadion Gelora Sriwijaya Palembang yang ternyata di hari Ahad sangat ramai pengunjung. Beberapa saat lalu Palembang jadi Tuan Rumah Sea Games XXVI  dan sisa kemeriahannya masih terlihat. Puas foto-foto di sekitar danau kami kembali ke pusat kota untuk mencari makanan.

Ada banyak pilihan makanan Palembang tapi akhirnya dipilihah martabak Har yang yummy itu. Palembang itu memang surganya wisata kuliner, banyak manakan enak dan unik disini yang tidak ditemui di tempat lain. Meskipun sekarang di Bekasi sudah mulai banyak dijual makanan khas Palembang, tapi tetep saja rasanya berbeda.

Sebenarnya aku kepengen banget beli oleh-oleh kerupuk yang tokonya ada di samping restoran martabak Har. Tapi pak suami melarang aku membawa oleh-oleh saat pulang dengan pertimbangan aku pulang hanya berdua dengan Kanaya dan khawatir akan merepotkan saat membawanya. Rencananya oleh-oleh yang aku inginkan akan di belikan nanti dan dikirim sekaligus dengan beberapa kado Kanaya via ekspedisi. Acciiiiikkkk……

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Malam terakhir di Palembang kami menginap di rumah kakak iparku di Borang. Rencananya besok kami berangkat ke bandara dari rumahnya. Malamnya ada insiden kecil yang membuat aku histeris. Kanaya yang aktif loncat-loncat di tempat tidur terjungkal ke lantai dengan posisi kepala di bawah. Aku yang melihat kejadian ini kaget dan reflek menjerit sambil menangis sampai mengagetkan seisi rumah. Ada benjol lumayan besar di keningnya, tapi alhamdulillah cepat hilang setelah diberi minyak but but dan setelah itu Kanaya langsung tertidur. Menyisakan penyesalan yang dalam kenapa aku sampai lengah menjaganya.

Paginya menjelang keberangkatan ke bandara Kanaya sudah ceria lagi. Seperti tidak ada kejadian apa-apa tadi malam. Kami menuju bandara diantar ibu mertua dan kakak ipar beserta seorang keponakan. Suami naik motor karena ingin terlebih dahulu membeli martabak Har dan mie celor buat mama dan adik-adikku di Bekasi. Karena makanan ini tidak terlalu merepotkan saat di bawa, akhirnya suami membolehkan aku membawanya untuk oleh-oleh. Yuuhuuuuu…..

Sampai bandara kami tertawa-tawa sambil dadah dadah … etapi itu cuma khayalan. Kejadian sesungguhnya adalah seperti selayaknya sebuah perpisahan. Penuh kesedihan dan derai air mata. Suami menciumi aku dan Kanaya bergantian, aku tahu diapun sebenernya sedang berusaha mengendalikan perasaannya. Aku terbata-bata bilang kepadanya, semoga suatu saat nanti kita bisa berkumpul bersama lagi seperti dulu karena sungguh keadaan terpisah seperti ini sangat berat bagiku dan tentunya berat juga buat suamiku.

Semoga Allah mengabulkan harapan-harapan kami……..

Iklan

36 responses to “Liburan ke Palembang

  1. Ely Meyer berkata:

    seneng ya mbak bisa dapat cuti dan berlibur, idenya keren juga biar diijinkan cuti 🙂

    membayangkan berkumpul bersama keluarga sungguh menyenangkan. Itu lihat foto mie celornya jadi laper aku mbak 🙂

    btw, lihat foto Kanaya jadi pengen meluk 🙂

  2. Ikakoentjoro berkata:

    Kok bisa long distance gimana ceritanya? Jadi ikutan sedih 😦

  3. Ummi Nabil berkata:

    ko ngga diceritain bun, pas pertama kali ketemu pak SUami 😛

    semoga harapannya terkabul.

    2 bulan terpisah… semoga diberi kekuatan selalu ya mba.

  4. Mayya berkata:

    Mdh2an segera berkumpul lagi ya mbaaaak!

  5. Ilham berkata:

    jadi penasaran pengen berenang di dalem kuah bubur palembang… hihi.

  6. ded berkata:

    Kayaknya mie celor enak juga, saya belum pernah nyoba Mb.
    Happy saja mb, ambil yang positifnya saja terhadap jalan yang kita tempuh….. 🙂

  7. Desi berkata:

    ahh peluk mba Rina.. :,(
    selalu sedih kalo baca cerita ttg LDR. Karna ku pun pernah merasakan itu. Alhamdulillah akhirnya bisa survive dan si ayah kemabli kerja di Jakarta.
    Smoga mba Rina dan misua bisa lewatin fase LDR ini yaa..dan ga lama lagi akan segera kumpul kembali..;))

  8. Hadijah berkata:

    Ga mau kasih kanaya adek bunda…

  9. bundadontworry berkata:

    selalu kagum dengan orang2 yang bisa bertahan dengan LDR , pastinya banyak tantangan dan pengertian yg super ya Rina
    Semoga saja Allah swt segera mengumpulkan Rina, Suami dan Kanaya bersama2 dlm satu rumah ,aamiin

    hiii…gemesszz banget liat Kanaya…titip cium sayang bunda utk Kanaya 🙂

    salam

  10. mama hilsya berkata:

    asiiiik… senengnya Rina
    insya Allah aku juga ikutan .. pd mau dateng 🙂

  11. honeylizious berkata:

    wah asyiknya yang bisa liburan, selama ini saya belum pernah ke Palembang 😦

  12. mimi berkata:

    Amin utk semua pegharapanya….palembang emg tmpt kuliner sumatra bun..pempek tekwan krupuk model dan cs nya

    hhhiyaaaaaa jd lafaarrrr hehe

  13. Mami Zidane berkata:

    bun…baca paragrap terakhir jadi kutan sedih deh…#hiks…lap air mata…#

    semoga suatu hari nanti bunda dan kanaya bisa kumpul lagi sama ayah ya…

    salam sayang untuk kanaya ya….

  14. herfinawaludin berkata:

    kunjungan awal pamans

  15. Maiko berkata:

    perpisahan emang menyedihkan. mungkin itu sebuah perjuangan.yg pada akhirnya berujung kebahagiaan. tetep smangat aja. slm knal

  16. lovelyristin berkata:

    Mbak.. Aku baru denger tuh.. Martabak har, minyak but but, mie celor Hihihi.. Lucu ya nama namanya… Btw, aku pengen juga mampir ke palembang, belum pernah.. Dulu sih sempat tinggal di. Medan… Btw.. Mbak LDR ya? Wah.. Klo gtu aku tau nih rasanya LDR sama suami, aku juga pernah mbak… 5 tahun LDR sama suami.. Ketemu dua bulan atau tiga bulan sekali, dan cuma 2 minggu kalau udh ketemu… Dan yg bikin kesel, aku ga bisa berkunjung dtg ke tpt suami, karena kondisi dan tempat yg tdk memungkinkan… Aku sempat tuhnulis di blog ttg LDR ku tapi gak banyak, karen emang kebetulan pas lg LDR, aku belum rajin nge blog kyk skrg… Sabar ya mbak… Doa nya terus ga putus supaya bisa bersama lg 🙂

    • rina berkata:

      wah pernah punya pengalaman yang sama yaa… makasih doanya, insya Allah selalu diberi kesabaran sampai akhirnya kita bisa kumpul kembali….. makasih kunjungannya yaaaa

  17. danirachmat berkata:

    Aamiiiin… Semoga bisa cepat berkumpul kembali.
    Liburannya seru kayaknya Mba. Jadi kangen Palembang. Dulu sempet juga beberapa kali ke sana. 🙂

  18. Bunda Riyang berkata:

    iyaa mba , Palembang memang surganya kuliner.. hiks..hiks..hiks..nangis bombai..ngeces seember..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: