Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Keputusan itu….

pada 5 Desember 2012

Pernahkah temans berada dalam sebuah persimpangan pilihan dan diharuskan mengambil keputusan jalan mana yang akan dipilih? Bagaimana rasanya ?? bingung-bingung pusing yak….

 

Aku pernah beberapa kali mengalaminya, dan selalu bimbang apakah keputusan yang aku pilih itu benar atau tidak. Mulai dari hal-hal yang besar seperti menentukan jurusan kuliah, memilih jodoh (eciyee…) atau hal-hal kecil seperti memutuskan mau naik angkot yang mana. ^___*

 

Sejak menikah, alhamdulillah aku tidak terlalu kebingungan seperti sebelumnya saat mengambil keputusan karena apapun keputusan yang diambil selalu dirundingkan berdua dengan suami. Seperti kondisi LDR yang aku alami saat ini, hampir setiap pekan kami berdua selalu membicarakan berbagai kemungkinan. Apakah tetap menjalani kondisi LDR yang sudah berjalan hampir 6 bulan ini atau menyudahinya yang berarti salah satu dari kami harus meninggalkan tempat tinggal yang sekarang.

 

Setelah kami berdua rinci masalahnya ternyata memang banyak yang harus dikorbankan kalau aku yang harus meninggalkan Bekasi diibandingkan kalau suami yang meninggalkan Palembang. Akhirnya kami sepakat untuk mengakhiri LDR sampai di bulan ini saja. Horeeeeeeee….. koprol tujuh kali . Suami memutuskan untuk resign dari pekerjaannya yang lama dan berniat memulai segalanya dari nol di Bekasi.

 

Nekat !!! itu komentar salah satu temanku, tapi kami tetap melaju seperti perahu kertasnya Maudy Ayunda… eeeaaaaaa.

 

Keputusan ini sudah dipertimbangkan dengan matang termasuk konsekuensinya. Alasan utama adalah karena ternyata kebersamaan dengan keluarga itu punya arti penting buat aku dan suami, selain karena manajemen di tempat bekerja suamiku tidak bagus.

 

Teringat perkataan seorang teman ketika aku curhat tentang LDRku. Menikah itu menyatukan bukan memisahkan, kenapa setelah Allah menyatukan justru sekarang malah terpisah-pisah… jdeeeerr, nancep banget deh kalimat itu di hati.

 

LDR bagi pasangan suami istri itu tidak baik rin, bisa mematikan perasaan, coba deh bayangin disana suamimu pasti kangen anak istri, tapi karena keadaan, lalu berusaha untuk menepis atau menyingkirkan perasaan itu, lama kelamaan dia akan terbiasa dan berkurang kepekaannyai terhadap keluarganya.….. errrrrr…. nancep untuk yang kedua kalinya.

 

Ditambah lagi ada salah satu komentar di blog Kanaya yang menyinggung juga tentang LDR, bahwa perpisahan seorang anak dengan orang tuanya akan mempengaruhi perkembangan anak. Waduuuh… semakin galaulah hatiku dan suami.

 

Beberapa pertimbangan itulah yang akhirnya membuat aku dan suami mengambil keputusan ini. Setiap orang memiliki prioritas yang berbeda dalam hidupnya. Bisa jadi ada keluarga yang sanggup bertahun-tahun menjalani LDR.. Teman suamiku malah sampai 15 tahun baru bisa berkumpul secara normal dengan keluarganya dan mereka baik-baik saja, tapi ada juga yang seperti keluargaku yang hanya merasa mampu menjalaninya selama hampir 6 bulan saja. Itu adalah pilihan.

 

Makanya aku berusaha untuk menutup kuping atas komentar yang tidak mengenakkan tentang keputusan kami ini. Kami tau, keputusan ini bukan tanpa resiko dan kami sudah siap dengan konsekuensinya. Cuma satu keyakinan kami, Allah tidak akan diam saja menyaksikan hambaNya yang berusaha menjemput rezeki, insya Allah jalan kemudahan akan mengiringi setiap kesulitan.

Mungkin ini adalah jawaban Allah atas doa-doa panjangku dan harapanku saat perpisahan dengan suami di bandara Palembang liburan yang lalu.  Aku berharap Allah mempertemukan dan mengumpulkan kami kembali dalam keluarga yang utuh entah dengan bagaimana caranya. Aku menyerahkan kepada Allah untuk memilihkan cara terbaik menyatukan keluargaku

Yeaaay….. alhamdulillah, sepenuh syukur akhirnya aku, suami, dan Kanaya bisa berkumpul bersama-sama lagi. Tidak ada yang lebih membahagiakan selain kebersamaan dengan keluarga kecilku.

Kanayaaaa…. kita bisa bonceng motor ayah lagi nak….. xixixixi

 

danbo018

gambar diambil dari sini

Iklan

29 responses to “Keputusan itu….

  1. mbakje berkata:

    LDR kirain singkatan dari “Let Down Reflect” hehehe… Selamat bersatu kembali 🙂

  2. Desi berkata:

    Mba Rinaaa……aku berkaca2 baca ini..karna ini sama persis dengan keadaan yang dulu aku lalui. Keputusan si ayah yang resign dari kerjaan yang dulu demi tetep bersama istrinya. Padahal disana karirnya sedang bagus2nya.

    Walopuuun memang siayah sempet ngerasain yang namanya jobless untuk beberapa bulan. Tapi akhirnya dengan pantang menyerah dan terus berusaha, akhirnya siayah bisa dapet kerjaan ditempat yang sekarang.

    Bener mba..asal kita mau berusaha dan terus berdoa dan tentunya yakin bahwa keputusan untuk tetep bersama keluarga adalah yang terbaik, pasti akan ada jalannya…Allah sudah mengatur semuanya..;))

    semangat ya mba.. ;))

  3. Lidya berkata:

    Allhamdulillah, aku senang bun emndengarnya jadi bisa sama-sama lagi ya. karena anak juga butuh sosok ayah didekatnya, apalagi bundanya ya hehehe

  4. mama hilsya berkata:

    duuuh.. trus gimana nasib eike Rin?
    ihiiiiks..
    masih 2 tahun lagi nih…

    • rinasetyawati berkata:

      waduh gimana ya mbakyu…..seperti yg aku bilang setiap keluarga punya prioritas yg berbeda…. aku doakan semoga Allah memudahkan urusannya dan diberi keputusan terbaik juga…. etapi masih bisa pulang ke indo kan ya mbak…

  5. lulu berkata:

    Alhamdulillah, selamat berkumpul kembali y mbak! semoga dilancarkan jalannya, aamiin

  6. ririsnovie berkata:

    Terharuu bacanya mbaakk..semoga keluarga mbak rina selalu mendapat keberkahan 🙂

  7. mami zidane berkata:

    alhamdulilah ya mbak….akhirnya bisa ngumpul bertiga lagi ya…ikut senang mendengarnya…:)

  8. ristin berkata:

    Alhamdulillah.. bisa kumpul lagi, memang bisa kumpul itu suatu rezeki yg ga ada bandingannya, aku bisa merasakannya mbak.. setelah 5 tahun misah, terus ada kabar dari kantor suamiku untuk bisa kerja lagi di Jakarta, sujud syukur aku mbak.. sangking happynya 🙂 btw, untuk rezeki banyak pintu darimana saja yang Allah kasih buat kita, tinggal kitanya aja nih mau lewat pintu yang mana ^ ^

  9. Pungky KD berkata:

    Alhamdulilah Selamat ya mbak…

    Doakan kami segera menyusul…..
    #nangis dipojokan karena udah setahun lebih LDR

  10. Bibi Titi Teliti berkata:

    ya ampuuuuun…
    persis banget kejadiannya ama aku dan abah deh bunda iniiiiiih…

    Abah pun mutusin buat resign ajah daripada kelamaan LDR…ribet euy…
    tantangan akan lebih besar bun…
    Tapi InsyaAllah pasti akan bisa menjalani yaaaah…

    aku akan turut mendoakan 🙂

  11. Tebak Ini Siapa berkata:

    Ahihihi akhirnyaaa jadi satu lagi ya mbak…
    Semua pasti ada jalannya hihi!
    Cmunguddh mbak 😀

  12. Elsa berkata:

    kalo kata orang jawa, mangan gak mangan sing penting kumpul. maksudnya adalah berkumpulnya keluarga itu prioritas utama… sampai sampai dikatakan yang penting bisa bersama sama meskipun tidak mampu makan.

    emang lebih baik buat Kanaya yaaa….

    • rinasetyawati berkata:

      iya mba Elsa, bener banget, tetanggaku juga ngomong begitu sama si ayah, waktu nasehatin supaya ayah balik lagi ke Bekasi… insya Allah ini jadi pilihan terbaik buat keluargaku… makasih ya udah kesini…

  13. della berkata:

    Alhamdulillah Rin, semoga jadi keputusan yang terbaik bagi semuanya, ya 🙂
    Cieeeee.. nanti boncengan di motornya peluk pinggang yg erat doooooooooooooooooonnggg.. ^O^

  14. Orin berkata:

    aahhh…senangnya kembali berkumpul.
    Iya mba Rin, tutup telinga ajah, pasti adaaa aja ya yg komentar ini ituh ga penting, abaikan aja, kita sendiri yg tau apa yg terbaik untuk keluarga. Semangaaaat 😉

    • rinasetyawati berkata:

      iya mbak kadang orang berkomentar tetapi tidak tau permasalahan sebenarnya. Kalau ngurusin yg begituan ga udah2 yak… semangaaat insya Allah selalu semangat… makasih mba Orin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: