Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Pepes Ayam

pada 4 Januari 2013

Pertama kali terdampar di blognya mba Erry  aku langsung jatuh cinta dan masang linknya di blognya Kanaya. Tapi lupa postingan yang mana yang aku baca pertama kali, yang aku inget waktu itu ketawa ngakak sendirian dan jadi ketagihan berkunjung ke sana.

Mbak Erry pinter banget mengemas postingan di blognya jadi tulisan yang tidak biasa.. Sebenernya tulisan sederhana sih tentang keseharian keluarga mereka, tapi jadi terlihat istimewa karena bener-bener ditulis dari hati terdalam seorang ibu yang punya dua anak manis yang lagi aktif-aktifnya. Ceritanya mengalir dan apa adanya. Jujur dan juga terpecaya. Lhaa malah jadi slogan acara tipi.

Meskipun di setiap postingan hampir selalu ada objek yang teraniaya, dan pastinya budget pengeluaran rumah tangga jadi bertambah karena sang suami harus bolak balik ke toko elektronik membeli kulkas baru sebagai ganti kulkas yang lama yang udah penyok-penyok di tendangin sang istri. wkwkwkwk……….. Untungnya rumahku jauh, jadi kulkasku ga dipinjem buat sasaran tendangan mba Erry *kekepin kulkas.

Setiap tulisan mba Erry di blognya aku suka, tapi ada satu postingan yang menurutku berkesan, yaitu saat Kayla minta mba Erry memasak pepes ayam seperti buatan mama temannya dan membuat si mama Kayla ini mendapat tekanan pergaulan dari anaknya sendiri.

Ngebayangin kalau suatu hari nanti Kanaya sekolah dan saat pulang bilang…. bundaaa, besok masakin pepes ayam ya kaya masakannya mamanya si anu….. Bundanya langsung pengsaaaaaaaan. Secara aku ini kemampuan masak memasaknya di bawah standart. Masak aer aja dicicipin, masak indomie pinter, giliran disuruh masak supermie bingung, apalagi disuruh masak pepes…….halllaaah…. emak macam apa aku ini.

Makanya saat baca postingan pepes ayam ini aku jadi merasa punya teman senasib. Ternyata masih ada emak-emak yang menyerah kalau di suruh masak yang rumit-rumit. Itu aku banget lho….*kokbangga. Peluuuk mamanya Kayla, ……puk puk puk…. kamu tidak sendirian mbak ……..kapan-kapan kita bikin geng emak-emak enggak pinter masak yiuukk... . Jyyaaahhh.

Yaaah, namapun emak-emak yee, enggak ada yang sempurna. Enggak pinter masak bukan berarti bisa masak eh salah, maksudnya enggak pinter masak pun bukan berarti aib banget. Jangan sampai gara-gara hal ini si kulkas jadi teraniaya lagi. Enggak perlu terlalu khawatir juga, selama warteg, Warung Nasi Padang dan rumah makan masih bertebaran di muka bumi ini , insya Allah keluarga kita masih bisa tetep makan….. hihihihii. * ditimpukHPSamsung

Etapi tapii… aku yakin sih mba Erry dan mungkin juga emak-emak yang lain yang enggak pinter masak seperti aku, pasti enggak diem aja menghadapi kenyataan ini. Hallllah…. Kami adalah emak-emak solehah yang sedang berproses menjadi emak yang baik.. Jadi pastinya akan terus belajar supaya bisa masak yang lebih beragam dan enak-enak buat keluarganya. Yaaah syukur syukur bisa ikutan jadi Master Chef Indonesia. Ngimpi boleh dunk yaa…yaa..yaaa… aaamiin.

Tulisan ini diikutsertakan pada “Bibi Titi Teliti’s Korean Give Away”

images777

Iklan

14 responses to “Pepes Ayam

  1. danirachmat berkata:

    Sukaaaa banget juga Mba sama postingan ini, awalnya mau bikin postingan yang diikutin berdasar postingan ini tapi kok ya gak tega ngetawain penderitaan orang. Huahahahaha…

  2. Orin berkata:

    Mudah2an nanti Nay ga minta dibikinin pepes ayam ya Bun, pepes ikan ajah hihihihi

  3. Bibi Titi Teliti berkata:

    Bundaaaaa 🙂
    Makasih udah ikutan GA ku yaaaaa 🙂

    Duh, padahal dalam hati diam diam berharap supaya gak ada yang memilih posting ini…hihihi…

    Cos dulu atuh ah, sesama emak emak gak doyan masak…hihihi…
    Dan mudah mudahan anak anak kita nanti selalu dilindungi supaya gak minta jenis masakan yang macem macem yah Bun…hihihi…
    Salam sayang buat Kanaya 🙂

    Sudah aku catat sebagai peserta yah Bun 🙂

  4. Lidya berkata:

    kalo kanaya sekolah disekolahnya pascal bundanya bisa beli pepes ayam dikantin dekat sekolah hehehe.

  5. Desi berkata:

    hihihi good luck ya mba…
    aku juga ikutan GA ini, mari kita sama2 berdoa supaya menang salah satu hadiahnya..:D

  6. Bunda Riyang berkata:

    Asli lucu banget… dulu aq juga nggak bisa masak, ceplok telur aja sampai pakai masker ama sarung tangan dulu biar nggak kecipratan minyak…hihihi. Tapi itu duluuuu… sekarang setelah 10 th berlalu… hampir mirip..wkkkk. Enggaklah.. masakanku sdh lumayan nggak bikin pingsan yang ngicipin (karena keasinan or kemanisan hiks )… Kalo urusan baking lain lagi, alhamdulilah kue-kueku enak kata yang mencicipi (karena gratisan kali hihihi..) belum PD sih terima pesanan.. ealah kok malah panjang kali lebar komennya (*malu)..

  7. Saya juga tidak pandai memasak mbak.Saya pernah memanggang roti bakar ancur deh rasanya ><

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: