Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Be Smart With The Best Character

pada 11 Februari 2013

Bismilahirrohmanirrohim

Menjalani peran sebagai orang tua itu bukan perkara mudah. Terutama buat saya yang pengalamannya minim. Anak baru satu dan usianya masih piyik 27 bulan membuat saya selalu merasa harus meng up grade ilmu mendidik anak. Kadang saya sering merasa bingung bagaimana menghadapi Kanaya yang tantrum, kritis bertanya ini itu dan sering gamang bagaimana mendidiknya dengan cara yang tepat. Apalagi sekarang arus teknologi sedemikian modernnya, enggak kepengen Kanaya justru dapat pola pengasuhan dari media-media tersebut.

Sejak jadi orang tua saya jadi pecinta berat artikel-artikel parenting dan memperbanyak teman sesama emak-emak rempong yang sudah terlebih dahulu memiliki pengalaman mendidik anak. Kemudian salah satu yang menjadi minat saya adalah ikut dalam seminar-seminar Parenting yang diadakan di Bekasi. Bukannya males kalau jauh-jauh tapi karena masalah waktu dan jarak yang terbatas. Makanya sempat mupeng berat saat supermoms mengadakan seminar-seminar parenting di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Nah, saat mba Lidya menawarkan untuk ikut seminar parenting di sekolah anaknya, saya langsung tertarik dan mendaftar. Alhamdulillah ayahnya Kanaya juga bisa ikut jadi tambah semangat deh. Memang saya selalu berusaha mengajak si ayah ikutan seminar seperti ini supaya kami selalu mempunyai visi, misi dan ilmu yang sama dalam mendidik anak.

 IMG02384-20130203-0701

Acara seminar bertema `Be Smart With The Best Character’ pembicaranya bapak Irwan Rinaldi dari Yayasan Sahabat Ayah. Tempatnya di aula SDIT Thoriq bin Ziyad tanggal 2 Februari 2013 yang lalu. Menurut info sih acara mulai jam 8.00 tapi jam segitu saya masih di rumah karena hujan turun deraaaas sekali. Setelah ditunggu tidak reda akhirnya nekat juga boncengan naik alphard motor menembus hujan.

Sampai tempat acara, peserta baru sedikit tapi setelah hujan reda akhirnya yang lain mulai berdatangan. Setelah sambutan sambitan yang segambreng itu akhirnya acara dimulai juga. Sebenernya saya sudah niat mencatat materi seminar etapi karena banyakan terpukau dengan yang disampaikan pak Irwan jadinya malah ga banyak catatan. Mendengarkan beliau bicara ternyata jauh lebih menarik.

 IMG_0155

Di awal materi, Pak Irwan menyampaikan pengalamannya ketika berkunjung ke Bosnia (Bosnia apa Palestina ya..) bertemu dengan anak-anak yang mempunya semangat luar biasa. Mereka bahkan sudah terbiasa dengan cuaca yang ekstrim dan ketika Pak Irwan menawarkan makanan mereka menolak Kami tidak butuh makanan , yang kami butuhkan al quran. Subhanalllah. Pak Irwan pun merasakan ada sesuatu yang berbeda ketika mereka akhirnya berbaris dan memekikkan takbir. Ada kekuatan yang tidak biasa dari takbir yang keluar dari anak-anak kecil itu. Ya mereka memang berbeda dari anak-anak Indonesia yang sering kita temui, karena mereka memiliki karaker yang kuat yang sudah tertanam bahkan sejak mereka masih dalam kandungan.

 IMG_0169

IMG_0162

Ketika sedang mengikuti seminar, saya memasang status di BBM dan ternyata ada yang request tentang isi Seminar, tapiii ……..ya berhubung saya kebanyakan melongo mendengarkan Pak Irwan, jadi saya rangkum poin-pointnya saja ya….

  • Pengasuhan yang berkarakter akan menciptakan generasi yang Cerdas dan berakhlak mulia

  • Pola pengasuhan pendidikan selama ini lebih sibuk pada menghafal daripada memahami. Padahal tujuan utama dari pendidikan adalah bukan untuk mengisi otak anak dengan informasi melainkan dengan pemahaman dan mempraktekannya.

  • Kesuksesan hidup 80 % -90% ditentukan oleh karakter seseorang atau akhlakul kharimah. Tentunya kesuksesan hidup versi Islam ya.

  • Anak mengenal dan mengetahui nilai-nilai melalui panca inderanya, dari sana akan terlahir sikap dan tindakan yang dominan sehingga terbentuklah karakter, maka karakter inilah yang akan membentuk kepribadiannya. Nah anak-anak tentunya akan mencerna segala sesuatunya berawal dari rumah, maka ayah dan bunda adalah orang yang paling berperan dalam mengembangkan karakter anak

  • Karena panca indera anak akan sangat berpengaruh terhadap karakter, maka usahakan anak jangan dibiasakan terlalu sering di depan tivi. Ayah dan ibu harus kreatif dengan menciptakan hiburan-hiburan di rumah.

  • Anak akan meniru bagaimana orangtuanya menyelesaikan masalah, terutama ia akan melihat figur ayahnya dalam menghadapi pemasalahan di rumah.

  • Setiap anak yang melakukan kesalahan menjadi peluang bagi orang tua untuk mendapatkan pahala karena orang tua menunjukkan yang benar.

Cuma sedikit sih catatannya.Intinya, orang tua memiliki perang yang sangat besar dalam membentuk karakter anak, jadi dari kecil sudah dibiasakan untuk ditanamkan nilai-nilai positif.

Kadang kita orang tua ini terlalu kaku ketika berinteraksi dengan anak. Pak Irwan mencontohkan, ketika kita pulang ke rumah dan mengucapkan salam biasanya dilakukan di depan pintu. Cobalah sekali kali untuk mengucapkan salam sambil bersembunyi di balik jendela atau mengetuk kaca jendela. Perhatikan mimik wajah anak saat kita melakukan sesuatu yang tidak biasa. Sekali kali kita juga bisa berganti peran saat kegiatan mendongeng, minta anak untuk bercerita dengan memancing pertanyaan.

Orang tua juga harus banyak memberikan pujian terhadap hal positif yang dilakukan anak, karena itu bisa membuat dia percaya diri, tapi juga harus memberikan konsikuensi apabila anak melakukan kesalahan.

Ada yang bikin saya menangis saat pak Irwan mengatakan bahwa perlakuan orang tua di masa kecil akan terus membekas sampai si anak dewasa. Itu sangat benar dan saya merasakannya sendiri. Trauma berkepanjangan yang sangat sulit saya hilangkan dan saya berharap semoga saya tidak menciptakan kesalahan yang berulang pada Kanaya.

Acara yang singkat dengan materi yang padat itu terasa kurang buat saya, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab dan Pak Irwan juga tampak kewalahan menanggapi pertanyaan dari para peserta seminar. Tapi senengnya si ayah dapet hadiah dari panitia karena menjawab pertanyaan yang diajukan, meskipun sampai rumah bengong ternyata bukunya tidak ada hubungannya sama sekali dengan parenting. 🙂

Yang terpenting, setelah seminar ini banyak hal yang harus diperbaiki dalam merapkan pola pendidikan untuk Kanaya dan juga masih harus terus belajar dan berdoa untuk bisa menjadi orang tua yang baik untuk Kanaya. Doakan yaaa…

Iklan

33 responses to “Be Smart With The Best Character

  1. mimi berkata:

    pengen jg ikutan acara spt ini..tp susahnya tggal jauh dr kota ihikzz. smg sukses ilmu nya ya bun..curiga bengongnya krn apa tuh ? hihi

  2. Orin berkata:

    diajakin Teh Lidya jg mba Rin, tapi ga jadi ikut huhuhuhu

  3. Lidya berkata:

    itu karena soundsystemnya bun jadi kurang jelas ya hehehe .udah di komplain tuh. masih mending didepan konsen ya dengernya, aku dibelakang diusir2 duduknya untuk tamu undangan hehehe. nanti kalau sempet aku psoting juga isinya yang nyangkut dikepalaku ya

  4. HM Zwan berkata:

    uwahh,ini bunda naya????hehehe…
    iyha,kadang orangtua lebih menomorsatukan akademik dan menomor sekeiankan karakter.padahal jika diteliti lbh lanjut karakter itu sangat penting sekali,pernah denger wiseword ini “chacarcter first,knowledge follow”….

  5. hilsya berkata:

    bener Rin.. ini salah satu sekolah buat orangtua ya..
    harus banyak belajar dengan kurikulum yg bagus supaya jadi orangtua yg hebat

  6. Ely Meyer berkata:

    Bagus sekali ya mbak kalau ada smeinar seperti ini buat orang tua 🙂

  7. Desi berkata:

    emang hadiah bukunya apaan mba Rina.. ? 😀

  8. Myra Anastasia berkata:

    org tua itu sekolah pertama bagi anak2 ya mbak.. krn anak2 mencontoh org tua 🙂

  9. Evi berkata:

    kemauan kita meng-upgrade diri jadi bekal masa depan anak2 kita ya Mbak. ilmu yg dijabarkan dalam seminar ini padat, kalau diterapkan dengan sungguh2, insya allah akan tumbuh anak2 dengan karakter prima 🙂

  10. kartika berkata:

    Wah Rina.. ajak2 ya kalo ada seminar parenting di Bekasi lagi…

    Aku butuh juga, berhubung baru punya anak satu juga.. Masih belum pengalaman..

    Terima kasih juga juga share infonya,..^^ semoga kita bisa mendidik anak sehingga bisa menjadi generasi Islam yang berkarakter kuat.. 🙂 aamiinn

  11. saya juga pernah mendengarkan ceramah Pak Irwan (tahun lalu beliau dipanggil untuk mengisi acara buka puasa di kantor dan mengisi acara Bincang Bincang Ramadhan) dan saya kagum dengan cerita beliau. Ternyata kadang kita salah memperlakukan anak. Bener2 membuka wawasan banget terutama untuk para ayah karena Pak Irwan itu penggagas Sahabat Ayah.

    Sedikit pernah aku ceritain di blog waktu bulan Ramadhan kemarin. Maaf komennya panjang 🙂

    • rinasetyawati berkata:

      gpp lagi bun komen panjang2 saya malah seneng hehehe… iya setuju memang kalau pak Irwan udah ngomong bikin speechless…. jadi ngaca ternyata selama ini masih banyak salahnya dalam mendidik anak….

  12. Bibi Titi Teliti berkata:

    Alhamdulillah mampir sinih dapat ilmu yang sangat berharga Bun 🙂

    Makasih udah di share ilmunya yaaaa 🙂
    Setuju banget dengan bagian, anak terkadang suka cenderung disuruh menghapal daripada memahami…
    Lagi berusaha banget ini mba, setiap kali nyuruh apa apa dikasih pengertian segala macem alesannya biar bisa ‘patuh beralasan’ 🙂

  13. mama-nya Kinan berkata:

    haduh mbak enaknya yang ada dikota besar dan sekitarnya banyak ditawarkan seminar seminar parenting kayak gitu…*gigit ujung jilbab…..hehhee
    tapi untungnya punya banyak kawan blogger yang baik hati sharing di blognya …jadi update deh emak kinan yang diujung pulau ini ….tfs yah mbak

  14. mami zidane berkata:

    berarti saat berinteraksi dengan anak kita sebaiknya jangan terlalu kaku ya mbak.

    seminarnya pasti menarik sekali ya, coba kalo dekat, saya pasti ikut deh..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: