Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Orang Tua Cerdas, Anak Berkualitas

pada 8 April 2013

 

Yeaaay… Seminar parenting lagi….

Setelah sebelumnya ikut seminar Menanamkan Pendidikan Karakter Model Rasulullah di Islamic Center Bekasi dan Be Smart With The Best Character di Pondok Hijau, aku ikutan lagi Seminar Parenting dengan tema Jadilah Orang Tua Cerdas Maka Anak Berkualitas. Acara berlangsung pada hari sabtu tanggal 6 April 2013 di Griya Wulan Sari Bekasi, penyelenggaranya Komite SDI Baabut Taubah. Pembicaranya Bapak Fauzan Ahmad dari Rumah Motivasi dan Inspirasi Indonesia (RUMI)

Tadinya sempat enggak jadi ikutan karena suami tiba-tiba ada acara di Bogor. Sebelumnya kami sepakat akan selalu menghadiri acara seminar parenting berdua, supaya ilmu yang terserap bisa dipraktekkan bersama. Tetapi akhirnya diputuskan berangkat juga karena sayang kalau enggak datang, temanya bagus. Apalagi ternyata dapet tiket gratis dan ada teman juga yang mau ikutan. * pecinta gretongan.

Acara dibuka oleh pak Fauzan dengan Ice Breaking yang banyak memberikan pertanyaan seputar anak-anak, kemudian dilanjutkan ke materi yang lebih dalam. Berikut aku rangkum beberapa materi yang disampaikan beliau.

Setiap orang tua pasti sangat mendambakan anak yang cerdas, kreatif, mandiri dan berakhlak mulia, tapi sayangnya tidak diiringi dengan kelimuan dalam merancang kemajuan anak. Ada orang tua yang fokus merancang prestasi keilmuan tapi minim dalam mengembangkan prestasi keimanan. Padahal prestasi keilmuan harus seimbang dengan prestasi keimanan.

IMG02552-20130406-1118

Anak yang semasa kecilnya sering mendapat penolakan dari orangtuanya, sebagaian besar ketika dia memasuki usia SMP atau SMA akan mengalami hambatan dalam pergaulan dan tidak terbuka dengan orang tuanya. Padahal kita orang tua, sangat ingin anak-anak terbuka dalam segala hal. Keadaan ini lah yang sering juga menyebabkan banyak permasalahan remaja seperti seks bebas, narkoba, tawuran pelajar dll.

Pak Fauzan menampilkan video tentang permasalahan remaja yang mengerikan. Diantara peserta terlihat sampai ada yang meneteskan air mata karena sedih melihat kondisi seperti ini. Beberapa tahun ke depan mungkin masalahnya akan lebih banyak lagi kalau orang tua tidak tanggap dengan anak-anaknya.

Sedemikan berpengaruhnya perlakuan orangtua ketika anak-anak masih balita, membuat kita harus lebih berhati-hati dalam berinteraksi. Anak kita bukanlah orang dewasa bertubuh kecil, tapi dia memang anak-anak yang butuh diajak berinteraksi dengan bahasa mereka. Penelitian menyebutkan bahwa dalam sehari anak membutuhkan minimal 13 kali pelukan dari orang tuanya, terutama usia balita. Hayyyoooo sudah peluk anaknya belum hari ini?

Anak-anak yang semasa kecil pernah dibentak sampai anak terkejut, akan kehilangan 500 sel otaknya. Terbayang kan kalau setiap hari anak menghadapi bentakan? Akan jadi apa anak kita. Rumah yang selalu penuh dengan amarah akan membuat anak menjadi sulit berkembang. Setiap anak itu istimewa, terlahir merdeka tanpa setitik dosa, punya hak yang sama dan punya potensi luar biasa. Jadi ciptakan suasana menyenangkan di dalam rumah kita.

IMG_0393

IMG_0394

Ketika Pak Fauzan bertanya ke beberapa peserta tentang kenalkah anda dengan anak masing-masing? Rata-rata menjawab kenal sambil menyebutkan nama, tingginya, bentuk wajah dll. Yaaa begitulah sebagian dari orang tua memang hanya mengenal anak secara fisik atau casingnya saja. Padahal di dalam anak kita sudah ada chip kesolehan, kecerdasan, kemamdirian yang belum diketahui oleh orang tuanya dan tidak dikembangkan dengan baik.

Beberapa informasi penting yang harus diketahui dan dimaksimalkan orangtua adalah pengetahuan tentang gaya belajar, pola energi, pola perilaku dan hemisfer Otak.

Ada beberapa cara manusia dapat meneria informasi yang erat kaitannya dengan cara belajar:

  1. Auditori

    Anak menerima informasi dengan pendengarannya yang lebih dominan. Anak dengan type ini memiliki sensitifitas yang tinggi, orang tua tidak boleh bicara dalam nada yang tinggi, tidak bisa belajar dalam keadaan berisik, tidak boleh belajar dalam hati. Cara belajarnya harus dengan bicara supaya telinga lebih mendengar. Jika ada masalah harus bicara berhadapan dari hati ke hati.

  2. Visual

    Menerima informasi dengan indera penglihatan yang lebih dominan. Boleh membaca dalam hati, bisa belajar di tengah keramaian. Cara mengajarkannya dengan metode maping (peta pikiran) dan banyak mengunakan kata, “dengarkanlah”, “perhatikan” dll yang mengaktifkan fungsi penglihatan

  1. Kinestetik

    Menerima informasi dengan indera penerima rangsang gerak, melibatkan banyak indera dan segala sesuatu yang berhubungan dengan gerak motorik Ciri-cirinya tidak bisa diam, selalu bergerak. Cara menyelesaiakn masalah dengan sentuhan dan pelukan. Anak Kinestetik sering di cap anak nakal karena tingkahnya yang selalu ingin bergerak, padahal begitulah caranya belajar.

Kita orang tua juga harus cerdas melihat apakah anak kita termasuk anak yang lebih banyak menggunakan otak kanan atau otak kirinya, karena dengan mengetahui hal ini akan lebih mudah mengarahkankan talentanya.

Seperti kita tahu, otak kanan didominasi dengan pusat khayalan dan kreativitas, seni, ekspresi, berpikir linear dan tidak terstruktur, tidak memikirkan hal-hal dengan detail, cara kerja memorinya jangka panjang dan apabila terjadi kerusakan pada area otak kanan yang terganggu adalah area kemampuan visual dan emosi.

Otak kiri didominasi perkembangan logika dan rasio, berpikir sistematis, bahasa verbal, berpikir linear, terstruktrur, analisis, cara berpikir jangka pendek dan apabila ada gangguan maka yang terganggu adalah kemampuan bicara, bahasa dan matematika.

IMG_0395

Dengan melihat dan mengenali seluruh potensi yang ada pada anak kita, diharapkan orang tua tidak salah dalam menyikapi karakter anaknya. Jadi benar ya, kecerdasan orang tua akan sangat berpengaruh dalam menjadikan anak-anak kita anak yang berkualitas.

Alhamdulillah seminar selesai sekitar 13.30. Pulang ke rumah dengan semangat baru untuk memberikan pola asuh terbaik untuk amanah yang telah Allah berikan ini. Tetap ya … ikutan seminar seperti ini belum menjamin jadi orang tua yang baik, masih terus belajar, belajar dan belajar supaya bisa memberikan yang terbaik buat Kanaya.

Mohon maaf kalau tulisannya semrawut, mudah-mudahan bermanfaat.

Iklan

30 responses to “Orang Tua Cerdas, Anak Berkualitas

  1. Ummi Nabil berkata:

    pasti seru ya bun kalo dengerim seminar parenting begiin. apalagi kalo gratis pula, hehehe
    usia balita memang perlu penanganan hati2 dari ortunya. nah untuk itu, perlu dicari ilmu nya

  2. Lidya berkata:

    Makin banyak ilmu yang didapat ya buns etelah semnar. Teirma aksih sudah berbagi ilmu juga

  3. omanfaqod berkata:

    nambah wawasan 😀

  4. mami zidane berkata:

    Menarik sekali seminar parenting semacam ini ya mbak…:)

    Anak anak ternyata nggak boleh di bentak ya ….hmm, semoga para orangtua bisa memahami hal seperti ini ya.

  5. adrian10fajri berkata:

    salam kenal..

    silahkan berkunjung ke blog saya >> http://www.adrian10fajri.wordpress.com (Pesona Palembang)

  6. yeye berkata:

    TFS Mba Rin, smoga bermanfaat utk kita smua 🙂

  7. Ochimkediri berkata:

    wiiih bagus tuh temanya…kalo boleh menambahi…berbagai macam pola asuh yang diterapkan ortu kepada anak2nya, ada 3 macam pola asuh menurut teori yang pernah saya baca: permisif,demokratis dan otoriter,
    permisif terlalu membebaskan anak tanpa batas dan tak terkontrol,demokratis pola asuh yang membebaskan namun tetap terpantau kedua ortu dan membebaskan pilihan anak serta selalu mengadakan komunikasi timbal balik,sedangkan otoriter adalah pola asuh yang terlalu mengekang anak sehingga anak tumbuh dgn sikap yang tertutup karena terbiasa dengan tuntutan dan hukuman yang sering di berikan ortu,
    dari ketiga pola asuh tadi,tentunya yang demokratis yang terbaik 😀

  8. naniknara berkata:

    mantap, makasih sharingnya

  9. Ika Koentjoro berkata:

    Kedepan tantangan anak-anak kita lebih berat. Jadi orang tua kudu pinter. Siip, sepakat banget sama postingannya 🙂

  10. Kartika berkata:

    Sangat bermanfaat banget mbak Rin tulisannya..

    Aku baru baca di FB tentang info seminar ini. Maklum jarang buka FB. Tapi kebetulan tanggal segitu ada acara.

    Eh tapi ya, walo aku ga ikut secara langsung tapi tulisanmu bener-bener nambah ilmu banget buat aku. Dan ajang koreksi juga buat aku. Sudahkah aku menjadi bunda yang baik buat Dzaky. Ya jujur aja masih suka emosi kalo ngadepin tingkah Dzaky yang ada2 aja itu. *minta stok sabarnya dunk mbak.Hehehehe

  11. Hanna HM Zwan berkata:

    seneng deh ikut seminar…dibatam belum pernah,bisnis terus seminarnya hickz 😀
    informatid dan banyak ilmu kalo sering ikut seminar parenting ya mbk..big hug buat naya 😀

  12. Triya berkata:

    Salam kenal Mba. Mau tanya donk, aq juga tinggal di daerah bekasi timur, klo ikut2 seminar gitu dapet infonya drmn ya? Makasih mba 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: