Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Rumah Idaman

pada 10 Mei 2013

 

Sejak sebelum menikah aku selalu memimpikan punya rumah sendiri sebagai tempat tinggal.  Apalagi setelah menikah, memiliki rumah menjadi prioritas utama. Meskipun di awal menikah tentu saja harus jadi kontraktor terlebih dahulu. (kontraktor maksudnya ngontrak rumah heheh).  Aku dan suami mempunyai pemikiran yang sama, setelah acara pernikahan selesai, kami tidak akan lama tinggal di rumah orang tua dan sudah harus mulai berpikir akan tinggal di mana.

Saat sedang mencari rumah kontrakan, alhamdulillah ada teman suami yang menawarkan untuk sementara menempati rumahnya yang kosong di daerah Mustika Sari Bekasi. Kami tidak perlu membayar uang sewa, hanya membayar uang listrik dan iuran warga saja. Senaaaaang sampai koprol 7 kali, disaat membutuhkan , Allah menurunkan pertolongan. Jadilah aku dan suami memindahkan seluruh barang-barang dari tempat kost masing-masing.

Haduuuuh pusingnya melihat barang-barang sebanyak itu, belum lagi pemilik rumah juga tidak membawa semua barangnya. Benar ya sabda Rasulullah yang mengatakan menikahlah maka engkau akan kaya. Terbukti, sejak nikah aku jadi kaya, ember punya dua, sapu punya dua, piring jadi banyak. Maklum bawaannya anak kost segambreng, hehehehe

Target kami berdua selanjutnya adalah harus punya rumah sendiri maksimal setelah satu tahun pernikahan. Jadi mulailah kami bersemangat mencari rumah idaman dengan berbagai cara. Kadang datang ke pameran rumah, dapat informasi dari teman atau cara yang paling manual, jalan-jalan ke beberapa perumahan dan mencatat nomor telponnya jika ada rumah yang ingin dijual.

Bapak mertua yang mengetahui kami rajin mencari informasi rumah pernah bertanya, memang kalian punya uang berapa ?, aku dan suami kompak menjawab, tidak punya dan akhirnya sukses ditertawakan. Aku memang tidak punya uang cash untuk membeli tapi semangat untuk punya rumah sendiri mengalahkan segalanya….* eciyeee. Tapi masih waras kok kami enggak mau bayar pakai daun. Lagian sapa juga orang yang mau dibayar pake daun, situ mo dipentung *LOL

Yang ada di pikiran kami saat itu, cari aja dulu, insya Allah nanti Allah yang memberikan jalannya. Alhamdulilah, memang ternyata keyakinan yang kuat bahwa Allah akan menolong menjadi jalan untuk mendapatan solusi. Kami mendapatkan jalan keluar yang tidak disangka-sangka.

Saat proses pencarian rumah idaman ini, kami menetapkan beberapa persyaratan, diantaranya rumah harus menghadap timur, dekat dengan mesjid, dekat dengan Rumah sakit atau klinik, tidak melewati perlintasan kereta api dan yang paling penting sesuai budget.

Setelah beberapa bulan dalam pencarian akhirnya ada seorang teman ibuku yang menawarkan sebuah rumah di perumahan yang tidak terlalu jauh dari pintu tol Bekasi Timur. Saat pertama kali mengunjungi rumah itu, sebenarnya aku kurang tertarik karena kondisi rumah yang kelihatan tidak terawat, terbayang harus mengeluarkan uang banyak untuk merenovasi. Tapi ibu dan suamiku justru yang bersemangat.

Setelah didiskusikan, kami sepakat mengambil rumah itu. Banyak pertimbangan yang membuat aku akhirnya memilih rumah di lokasi ini. Semua persyaratan rumah idaman versi aku dan suami terpenuhi, hanya tinggal memikirkan bagaimana merenovasi. Sekali lagi ada saja jalan yang Allah bukakan untuk kami,

Satu tahun dua bulan setelah menikah , alhamdulillah target kami memiliki rumah sendiri (meskipun dengan cara kredit) terwujud. Saat itu tidak terpikir bagaimana mengisi rumah dengan perabotan, yang penting bisa pindahan aja dulu.

Saat pindahan, rumahku belum di cat jadi kalau kita bersandar di dinding, bajunya jadi ada bercak putihnya. Bahkan saking semangatnya pindahan, enggak sadar saat malam tiba, jendela tidak ada hordennya, jadilah kami sibuk menutup jendela dengan kain seadanya. Hihihii….

Sudah hampir 7 tahun aku tinggal di rumah ini, dan banyak kejadian yang mengesankan, salah satunya adalah kelahiran Kanaya yang aku tunggu selama 4 tahun. Alhamdulillah dikaruniai juga tetangga-tetangga yang baik hati. Aku tinggal di perumahan lama yang penghuninya kebanyakan adalah keluarga senior, jadi mereka sering menganggap aku adik atau anak sendiri.

Rumahku memang mungil, bahkan ada yg bilang sangat strategis (kamar mandi deket, dapur deket), tapi di rumah inilah aku akan merajut impian-impian bersama keluargaku. Membesarkan anak-anakku dengan kasih sayang dan insya Allah menua bersama pak Suami. Aamiin…aamiin ya Allah aamiin…

Iklan

44 responses to “Rumah Idaman

  1. hani wahab berkata:

    waaah aku juga KPR rumah second mbak, perumahan udah lama jugak, baru skitar 1 tahun lalu, seruu yah tinggal mandiri ^^

  2. yeye berkata:

    Mau kecil, mau jelek, klo rumah sendiri mah enak yah mba 🙂
    Kynya klo udh drmh sendiri itu hati lega yah hehhehe

  3. ayanapunya berkata:

    biar kecil yang penting punya sendiri ya, mba 🙂

  4. niken berkata:

    Sama nih mbak Rina, istanaku (wuiih istanaa), juga strategis. Kemana2 dekat. hahaha.
    Mbak Rina baru 1 tahun pernikahan sudah punya rumah sendiri. Aku harus menunggu hampir 18 tahun. Bersyukur ya mbak.

  5. Lidya berkata:

    bener bun, serba dua ya. Aku juga jadi punya komputer 2, barang2 lain juga dua hehehe. Bun aku pikir ini postingan cring-cring tapi kok gak ada linknya 🙂

  6. hilsya berkata:

    kayaknya kalo bukan anak konglo.. ga bisa deh begitu merit langsung punya rumah..
    tetep yah cinta amat sangat ama BTN.. toss

  7. lulu berkata:

    aamiin

    iya mbak, meski kecil, rumah sendiri tetaplah yg terindah ya 🙂

  8. 🙂 semoga Allah selalu melimpahkan perlindungan, berkah dan rahmat buat mbak e ya aamiin
    Salam kenal ya…
    di tunggu kunjungan baliknya + komentarnya juga hehehe

  9. Alhamdulillaah…, ikut senang saya membacanya, Mbak, sungguh…

  10. Erit07 berkata:

    Asal bahagia,rumah kecil sudah lebih dari cukup,,,

  11. Lyliana Thia berkata:

    ikut mengaminkan… semoga menjadi surga utk keluarga dibawah atapnya.. ^_^
    dianggap “adik” oleh tetangga itu sesuatu yg membahagiakan yah mbak… 🙂

  12. D I J A berkata:

    Kata Tante Elsa…
    kalo rumahnya baguuusss…. tapi tetangganya gak bagus,
    pastinya bikin gak nyaman.

    bener gak sih tante?

  13. Kartika berkata:

    Alhamdulillah ya mbak udah rumah sendiri..

    Cerita rumah memang selalu mengsankan.. Bener banget “menikahlah maka kamu akan kaya”

    Pas habis nikah mau jd kontraktor dibujuki sama ibu biar tetep di rumah suami aja, uangnya ditabung aja buat beli rumah…

    Habis lairan Dzaky, ditawari rumah deket rumah ibu. satu RT cuma beda empat rumah.. Semua adalah karunia Allah yg tak terkira.. Alhamdulillah ^^

  14. Ejawantah's Blog berkata:

    Bahagia itu disaat kita dapat bersyukur dengan apa yang kita dapatkan ya Mba. Ikut bahagia.

    Sukses selalu
    Salam,

  15. Abi Sabila berkata:

    Masalah rumah juga salah satu yang sering kami bicarakan, Mbak. Sejauh ini belum menemukan solusi bagaimana bisa tinggal bareng dengan lokasi kerja yang berjauhan, istri di Jakarta saya di Serang, coba dicari yang berada di tengah, belum menemukan juga, barangkali salah satu ( kemugnkinan besar saya ) harus mengalah, pindah kerja agar bisa berkumpul setiap hari. Maaf, kok jadi curcol begini.

  16. emaknyashira berkata:

    Dan setelah punya rumah sendiri gw juga jadi paham rin, kenapa mamah gw dulu segitu streng nya nyuruh anaknya bantuin beresin dan ngurus rumah , perjuangan punya rumah sendiri ituloh yang bikin kita sayaaang dan pengen supaya rumah awet dan bisa ikut menyaksikan perjalanan hidup kita *lap aer mata* *pake tagihan KPR*

  17. berapa lantai? berapa kamar? kalo dekat aku pingin mampir.

  18. Indi berkata:

    pasti senang dan bangga sekali ya punya tempat tinggal sendiri. itu juga yang lagi aku usahakan sekarang, i’m getting older sudah waktunya menyicil rumah 🙂

  19. myra anastasia berkata:

    biar kecil, yg penting “rumahku, surgaku”. Iya, kan? 🙂

  20. ochimkediri berkata:

    Alhamdulillah sudah punya sendiri…kalo sudah menikah,rencananya yang paling utama memang beli rumah sendiri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: