Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Nasihat makjleb di pagi hari

pada 27 September 2013

Pagi – pagi buka grup di WA dan mendapati ada artikel makjleb dari salah seorang teman, yang ternyata setelah di googling berasal dari sini

http://www.andriewongso.com/articles/details/10504/Pemenang-Kehidupan

SEMANGAT PAGI : Suatu hari, dua orang sahabat menghampiri sebuah lapak untuk membeli buku dan majalah. Penjualnya ternyata melayani dengan buruk. Mukanya pun cemberut. Orang pertama jelas jengkel menerima layanan seperti itu. Yang mengherankan, orang kedua tetap enjoy, bahkan bersikap sopan kepada penjual itu. Lantas orang pertama itu bertanya kepada sahabatnya, “Hei. Kenapa kamu bersikap sopan kepada penjual yang menyebalkan itu?”

Sahabatnya menjawab, “Lho, kenapa aku harus mengizinkan dia menentukan caraku dalam bertindak? Kitalah sang penentu atas kehidupan kita, bukan orang lain.”

“Tapi dia melayani kita dengan buruk sekali,” bantah orang pertama. Ia masih merasa jengkel.

“Ya, itu masalah dia. Dia mau bad mood, tidak sopan, melayani dengan buruk, dan lainnya, toh itu enggak ada kaitannya dengan kita. Kalau kita sampai terpengaruh, berarti kita membiarkan dia mengatur dan mempengaruhi hidup kita. Padahal kitalah yang bertanggung jawab atas diri sendiri.”

Tindakan kita kerap dipengaruhi oleh tindakan orang lain kepada kita. Kalau mereka melakukan hal yang buruk, kita akan membalasnya dengan hal yang lebih buruk lagi. Kalau mereka tidak sopan, kita akan lebih tidak sopan lagi. Kalau orang lain pelit terhadap kita, kita yang semula pemurah tiba-tiba jadi sedemikian pelit kalau harus berurusan dengan orang itu.

Coba renungkan. Mengapa tindakan kita harus dipengaruhi oleh orang lain? Mengapa untuk berbuat baik saja, kita harus menunggu diperlakukan dengan baik oleh orang lain dulu? Jaga suasana hati. Jangan biarkan sikap buruk orang lain kepada kita menentukan cara kita bertindak! Pilih untuk tetap berbuat baik, sekalipun menerima hal yang tidak baik.

“Pemenang kehidupan” adalah orang yang tetap sejuk di tempat yang panas, yang tetap manis di tempat yang sangat pahit, yang tetap merasa kecil meskipun telah menjadi besar, serta tetap tenang di tengah badai yang paling hebat.

Dalem banget gak siiih kata-katanya ituuuuhhhhhh…….

Dalem buat aku tentu saja, yang belakangan ini sedang ruwet hubungannya dengan seorang rekan gara-gara satu kata bernama Fitnah.. Setelah kejadian itu aku langsung menjaga jarak. Berkomunikasi seperti biasa sih, tapi jadi ekstra hati-hati dan berinteraksi seperlunya, apalagi belakangan diketahui bahwa yang jadi korban fitnah bukan hanya aku saja. Mungkin dia merasakan aku sekarang jadi lebih kaku, karena nyaris jadi irit bicara dan menanggapi dingin setiap perbincangan dengannya

Ternyata ga baik yaaa ituh kelakuan diriku…. *toyor kepala sendiri

Dalam dunia persilatan pekerjaan kita pasti tidak bisa menghindari dengan yang namanya berhubungan dengan orang lain yang cencu saja punya karakter-karakter yang berbeda. Aku sering menemukan karakter orang yang “ajaib” dan menguras air mata emosi. Daaaaaan ……. kadang terpancing juga untuk bereaksi negatif terhadap tingkah ajaibnya itu.

Nyolot dibalas nyolot, kesel dibalas kesel. Secara tidak sadar ataupun sadar, kita sering membiarkan orang mengatur cara kita bersikap. Eh ya rugi amat sih sebenarnya, ngapain juga kita jadi ikutan error. Kalau kita punya pilihan untuk bisa bersikap sebaliknya, kenapa enggak…..

Iiissshhhh….. susah tauuukkkk….

Iya sih memang tidak mudah, tapi bukan berarti enggak bisa kan ya? *nunjuk diri sendiri inih.

PR buat aku pribadi, supaya selalu menyiapkan dada yang luaaas seperti samudera supaya tidak ada lagi orang lain yang bisa mengatur dan mempengaruhi hidup. Yiuuk move on…

Iklan

28 responses to “Nasihat makjleb di pagi hari

  1. mama-nya Kinan berkata:

    Ini aku baca di fb kemarin mbak soal ini..selamat pagi dari sahabat lalu di menyertakan Quote itu…penasaran juga isinya..mantep dan dalam banget …bener..
    hmmm aktualnya susah yah mbak untuk mengimplementasikan ini kepada kita kalo kita di cemberutin pasti kita akan berasa aneh…ikuta juga cuek hehehe..

  2. danirachmat berkata:

    Benul banget Mba Rina, we are response-able. Kita yang pilih respon kita gimana terhadap apa yang kita terima. LAgi belajar nih buat kontrol diri, 😀

  3. amy syahmid berkata:

    bener mbak dalam banget kata2nya, langsung makjleb banget jg dah ke aku.
    *mangguk2 bacanya*

  4. jampang berkata:

    hwaaa…. sering banget ngalamin nih… sikap kurang baik dari orang saya balas dengan kurang baik juga

  5. ayanapunya berkata:

    Saya juga masih sering gitu, mba. Klo dijutekin ya jutekin balik

  6. lazione budy berkata:

    Bahasa Jawa-nya tetep ADEM.

  7. Dwiyani berkata:

    Huaaaa….very very makjleb
    Bener juga, kenapa kita jadi ikutan error? kenapa juga api dibalas dg api? #toyor my self
    Musti banyak2 belajar legowo yaa..

    Thank yaa Rin… udah mengingatkan 🙂

  8. lovelyristin berkata:

    Betul Tuh… Seringnya kita terbawa sebel ya klo ada org yg nyebelin, dan suliiiiitt sekali untuk membalas dgn kebaikan klo dah ada yg nyebelin gitu hahaha… Penataan hati, proses untuk ikhlas memang pelan2 harus mau dilakukan, seprti yyg mbak bilang… Suasana hati kita, adalah kita yg menentukan.. Mantap!

  9. Lidya berkata:

    sering ikutan sebel harus gak ya bun

  10. Baginda Ratu berkata:

    Wah, betulllll mbak. Kita sendiri yg menentukan, akan jadi manusia spt apa kita di mata Allah, ya.
    Tapi susaaaahhh, baik2 sama orang yg jahat sama kita. Yg ada: ente jual, ane beli, huahaha…

  11. nh18 berkata:

    Ada banyak hal terjadi diluar kuasa kita …
    tapi ada satu hal yang bisa kita kuasai … yaitu reaksi kita dalam menghadapi hal-hal yang diluar kuasa kita itu tadi …
    (Stephen Covey, The 90/10 principle)

    Salam saya

  12. mama hilsya berkata:

    itu aku Rin… sekarang males ngomong ama satu orang… eh ndilalah, harus satu grup buat kelas besok lagi… bwahaha…

  13. hilsya berkata:

    sampe sekarang.. aku masih panas2an tuh, hahaa…. udh tingkat i don’t care malahan..

  14. lulu berkata:

    jleb jleb banget Rin…. TFS ya….
    berguna bgt buat aku yang seringkali bersikap ala cermin ini 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: