Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Banjir pertama

pada 29 Januari 2014

Yeaaaayy…. postingan pertama di tahun 2014…

Sungguh teerr…laaa…llluu, ini blog dibiarkan berdebu.

Setelah huru hara rempongnya pekerjaan di akhir tahun, ternyata malah keterusan hiatus sampai akhir Januari. Maafkan teman-teman diriku belum sempat berkunjung ke blog kalian. Padahal ada banyak blog juga yang aku kangenin… uhuk…

Kali ini aku mau cerita tentang banjir. Yaaak, banjir pertama di rumahku setelah dihuni selama 7 tahun, ( eeh kok jadi inget cicilan rumah tinggal 3 tahun lagi ..yuhuuu ).

Jumat malam tanggal 17 Januari 2014 hujan turun dengan derasnya sejak sore hari. Aku dan suami masih santai-santai saja, begitu juga saat melihat air sudah banyak menggenang di jalanan depan rumah, kami masih becanda dengan Kanaya.

Begitu air sudah masuk teras, aku, suami dan ibuku panik membereskan barang-barang. Hanya hitungan menit rumahku langsung kebanjiran. Di dalam rumah setinggi betis orang dewasa. Kami hanya bisa pasrah kedatangan tamu yang tak disangka ini

Jam 2 malam hujan mulai reda, tapi banjir masih belum surut. Kami berempat belum ada yang tidur, karena kasur di kamar belakang penuh barang dan hanya ada satu kasur di kamar depan yang juga penuh dengan barang. Akhirnya kami berempat tidur berdesakan. Suamiku malah tidur sambil setengah duduk.

Rumahku memang hanya berlantai satu, doakan ya semoga Allah berikan rezeki lebih untuk membuat kamar di lantai 2, aamiin.

Malam itu sebenarnya suami sudah menyuruh aku menyiapkan pakaian dan perlengkapan Kanaya untuk mengungsi tapi ternyata hujan mulai reda dan banjir tidak semakin naik. Jadi kami tetap di dalam rumah dengan kondisi banjir

Suasana semakin mencekam karena listrik padam, dan aku cuma punya dua lilin yang tinggal setengah. Akhirnya untuk menghemat, kami hanya menggunakan satu lilin saja. Di luar hujan masih gerimis, gelap gulita, toko tidak ada yang buka dan kondisi banjir di jalanan masih tinggi. ( sudah cukup dramatis belum yaa… :))

Paginya hujan sudah reda tapi mendung masih bergelayut, perlahan-lahan banjir di dalam rumah surut. Aku, suami dan ibuku bekerjasama membersihkan rumah yang penuh dengan lumpur. Sabar…sabar…sabar….. kami saling menguatkan supaya tidak banyak mengeluh. Karena dalam kondisi seperti ini, rasanya sedih melihat rumah yang berantakan. Untungnya rumahku mungil jadi saat sore pekerjaan beberes rumah sudah selesai. Setelah magrib, kami menggelar karpet sambil meluruskan pinggang yang aduhai rasanya seharian dipakai ngepel dan mengeluarkan lumpur.

Saat sedang santai inilah tiba-tiba hujan turun lagi dengan derasnya. Suamiku langsung bilang padaku untuk siap-siap mengungsi, karena kali ini air sudah langsung masuk rumah lagi. Khawatir semakin tinggi dan kami terjebak di dalam.

Akhirnya malam itu ditengah hujan deras, aku, suami, ibuku dan Kanaya menerjang banjir untuk mengungsi di tingkat dua sebuah rumah kost-kostan yang saat itu tidak ada penghuninya. Sebelumnya suamiku memang sudah izin dengan pemiliknya.

Hujan masih belum berhenti, malah semakin deras. Beberapa tetangga juga terlihat panik. Aku membayangkan bagaimana kondisi rumahku, karena perkiraanku banjir kedua ini lebih parah dari sebelumnya. Hujan deras tidak berhenti selama hampir 4 jam. Terbayang dua rak buku yang tidak terselamatkan juga pakaian-pakaian di dalam lemari. Ah, biarlah harta mungkin bisa dicari lagi, yang terpenting adalah kami semua selamat dan berkumpul bersama.

Paginya, awan masih gelap tapi hujan tidak sederas semalam. Banjir di jalanan sepaha orang dewasa. Anehnya hujan mereda tapi banjir tidak surut. Baru kami tahu setelah ada pengumuman dari speaker mesjid ternyata tanggul di sungai dekat rumah jebol. Ada beritanya juga disini.

Sebagian warga bersama-sama membuat tanggul sementara dari karung yang diisi pasir. Pengerjaan dari pagi hingga sore. Setelah tanggul selesai, banjir perlahan surut dan kami kembali kerumah. Alhamdulillah rak buku utuh hanya bagian bawah saja yang basah, tapi yang bikin sedih, lemari Kanaya sudah dalam posisi jatuh dan bajunya basah semua. Satu box plastik berisi sprei, horden dll juga ikut basah. Rasanya kepala cekot-cekot melihat ini semua. Akhirnya untuk meringankan pekerjaan aku bawa semua yang basah-basah itu ke laundry dekat rumah. Rak TV dan beberapa barang lain juga banyak yang sudah tidak bisa digunakan,akhirnya dibuang. Butuh waktu dua hari untuk bisa membuat rumah bersih lagi, itu pun masih belum sempat membersihkan kasur yang ikut terendam.

Banjir tahun ini adalah banjir yang paling parah yang pernah aku alami dan menjadi yang pertama kali masuk ke dalam rumah. Yup, tidak perlu menyalahkan siapa-siapa apalagi sampai menggugat alam dan penciptanya. Semoga dengan bersabar dan ikhlas Allah ganti kerugian akbiat banjir ini dengan ganti yang lebih baik lagi…

Aamiin….

Semoga teman-teman yang juga kebanjiran Allah berikan kesabaran yaaa….

Iklan

42 responses to “Banjir pertama

  1. Hikari Azzahirah berkata:

    wow, kena banjir juga tho mbak?
    banjirnya seperti menyeluruh di indonesia. -__-“

  2. danirachmat berkata:

    Amiiin Mba. Turut merasakan gimana rasanya waktu kebanjiran Mba. Dulu di Surabaya saya juga sering kebanjiran yang masuk rumah dan tadi pagi hampir kejebak di tengah banjir. Semoga diberikan ganti yang jauh lebih baik ya Mba..

  3. Inge Febria berkata:

    tinggalnya di Bulak Kapal ya, mb?

    aku di Bulak Kelapa, nama gang di jurangmangu barat pd aren. Seringkali orang salah mengira aku tinggal di Bulak Kapal πŸ˜€

    btw, semoga gak banjir-banjir lagi ya, mb….

  4. nyonyasepatu berkata:

    semoga semua yang banjir2 cepet surut ya 😦 hari ini liat banyak foto di IG yang juga kejebak banjir.

  5. jampang berkata:

    *mengaminkan*

    banjir kali ini juga bsia menyebabkan air masuk ke rumah krn posisi jalan lebih tinggi dari teras dan akhirnya dibuatkan tanggul atau apalah namanya supaya airnya nggak masuk. dan alhamdulillah nggak masuk airnya.

  6. mbakje berkata:

    masyaallah… semoga kesabarannya berbuah manis yaa… semoga sekeluarga dikaruniai sehat wal afiat

  7. liamarta berkata:

    Semoga banjirnya cepat surut ya mbak. Be safe, mbak πŸ™‚

  8. lulu berkata:

    Rina… semoga diberikan kesehatan dan ekstra kesabaran ya… turut sedih dengernya.
    semoga ini yang pertama dan terakhir… gak banjir2 lagi, apalagi yang masuk rumah.
    Dan mengaminkan segala doa yang baik, aamiin

  9. ndutyke berkata:

    hik hik… *peluk bunda dan naya*

  10. Orin berkata:

    Mbak Rinaaaaa *berpelukan dulu sesama kebanjiran* hehehehe.
    Iya mbak, memang harus bersabar ya, kemarin saya malah datang lg banjirnya, pdhl sisa2 banjir tgl 18 itu pun belum bisa beres betul di rumahku heuheu

    • rinasetyawati berkata:

      iya bekasi dikepung banjir niy, klo tanggul ga jebol sih ga banjir biasanya, tapi karena air saking derasnya jadi jebol, semoga pada sabar semua yaaa kita2 yang kebanjiran…*pelukorin

  11. Swastika Nohara berkata:

    Aduuuh… semoga banjirnya lekas surut (atau udah surut?) dan bs segera bersih2 ya mbak… Emang tahun ini teman2ku bilang banjirnya mendadak banget…. Salam kenal πŸ˜€

  12. hai mak Rina, salam kenal ya ^^
    aku juga pernah ngalamin banjir, alhamdulillaah hanya semata kaki.. itu juga udah lumayan cape beberesnya, apalagi dirimu ya mak.. mudah2an ada hikmahnya ya mak, aamiin.

  13. Lidya berkata:

    Aamiin, sama-sama mendoakan ya bun. sesama rumah satu lantai πŸ™‚

  14. fitri2boys berkata:

    Bun..temanku juga yang di BEkasi dah tinggal 6 tahun baru kali itu kebanjiran…

    Mudah2an gak kebanjiran lagi ya Bun..(kok jadi inget cicilan rumah yang masih 9 tahun lagi gubraks he he he he)

  15. mama hilsya berkata:

    sekarang masih hujankah? kita di sini sudah menjelang musim panas..

  16. Elsa berkata:

    masyaallahh Mbak….

    aku yang setiap hari lihat tayangan banjir di TV aja ikut sedih gak karuan, apalagi yang menjadi korban ya…

    semoga ke depannya banjir gak dtang lgi yaa…

  17. myra anastasia berkata:

    semoga ini jadi banjr yang pertama sekaligus terakhir ya Mbak πŸ™‚

  18. Lyliana Thia berkata:

    mbak Rinaaaa…. lg sibuk lagi yaaah…
    sama dgn blog kanaya, perasaaan dah baca dari kapan tau tp blm komen.. hahaha

  19. Linda MS berkata:

    Alhamdulillah kalau tempat saya aman dari banjir πŸ™‚ kalau tempat saya banjir entah jakarta sudah kaya apa 😦

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: