Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Gerakan 20 menit Orangtua Mendampingi Anak

pada 21 Mei 2014

Sepekan kemarin, grup di wa dan bbm ramai dengan bahasan gerakan 20 menit orangtua mendampingi anak. Berhubung member grup kebanyakan emak-emak bawel dengan anak balita minimal satu, jadi tema seperti ini selalu jadi pembahasan yang menarik. Apalagi beberapa saat yang lalu sempat heboh dengan berita pelecehan seksual yang dialami oleh anak-anak.

IMG-20140523-WA0001
Saya sebagai ibu dengan seorang anak balita tentu juga ikut was was dengan pemberitaan ini. Betapa mengerikannya ternyata di luar sana banyak pedofil yang siap memangsa anak-anak apabila kita para orangtua lalai akan tanggung jawabnya. Rasanya kepingin memeluk anak setiap waktu, dan jangan sampai luput dari pengawasan kita.

Kisah Emon dari Sukabumi yang telah melakukan pelecehan seksual terhadap ratusan anak-anak seakan membuat mata kita kembali membelalak, setelah sebelumnya dikagetkan dengan kasus yang sama di sebuah sekolah elit di Jakarta. Ternyata cara Emon menggiring anak-anak ke dalam perangkapnya sangat halus sekali. Dia berusaha membangun keakraban dengan anak-anak melalui permainan, menemani belajar, membantu mengerjakan PR, mendongeng dan membelikan barang-barang kebutuhan anak.

Ketika Emon ditangkap, banyak anak-anak di lingkungannya yang merasa sedih dan kehilangan. Meskipun dia melakukan pelecehan seksual tapi ternyata Emon dianggap baik dan peduli. Dia lebih disukai daripada orangtua yang tidak menunjukkan kasih sayang. Teriris iris rasanya hati ini membaca artikel yang dikirimi teman lewat group.
Gerakan 20 menit orangtua mendampingi anak ini memang bukan satu satunya solusi tapi setidaknya menjadi pengingat orang tua untuk memperbaiki hubungannya dengan anak. Tidak cukup hanya 20 menit tapi bisa jadi lebih dari itu. Membangun komunikasi yang baik, dan membangun kepedulian supaya anak merasakan betul kasih sayang yang tulus dari orang tuanya.

Tanpa gerakan ini pun saya sudah menerapkan waktu yang berkualitas untuk putri mungil saya. Sebagai seorang ibu bekerja, saya sadar waktu saya tidak banyak bersama anak. Jadi setiap ada kesempatan bersama, saya selalu berusaha memberikan waktu yang terbaik untuknya. Pulang kerja, biasanya saya menyimak dulu celoteh Kanaya, mendengarkan cerita kesehariannya meskipun rasanya lelah sekali dan pengen cepat-cepat tiduran di kasur empuk. Setelah mandi dan makan, biasanya waktu saya sepenuhnya untuk dia.

Saya selalu berusaha meninggalkan gadget saat bersama anak, makanya sms, bbm, email akan sangat lama sekali saya balas saat sudah di rumah. Pernah beberapa kali khilaf masih pegang HP saat bersama Kanaya, dan dengan kritisnya dia bilang, bunda taroh dulu dong HP nya. Sejak saat itu, sebisa mungkin HP disingkirkan dari pandangan mata.

Mungkin saya belum sepenuhnya menjadi orang tua yang baik untuk Kanaya. Tapi saya selalu berusaha belajar terus berproses menjadi orang tua yang lebih baik untuknya. Beberapa kasus pelecehan anak itu seperti menyentak, bahwa banyak PR kita sebagai orang tua yang harus segera dikerjakan. Membangun komunikasi dengan anak, memperbaiki pola asuh, membentuk karakter, dll.

Kalau menuruti perasaan sih, bawaannya khawatir dan ketakutan saja membaca berita-berita yang menyeramkan tentang pedofil itu. Rasanya anak mau dikurung saja di dalam rumah tidak boleh kemana mana. Etapi anak juga butuh sosialisasi dengan teman-temannya. Mereka juga ingin menikmati masa anak-anaknya penuh kegembiraan dengan bermain bersama. Saya juga tidak ingin terlalu ketat membatasi ruang gerak anak yang bisa menghambat pertumbuhannya.

Memang tidak bisa sepenuhnya anak selalu dalam pengawasan kita. Hanya kepadaNya kita berserah, semoga Allah memberikan perlindungan untuk buah hati kita dimanapun mereka berada. Aamiin

Iklan

23 responses to “Gerakan 20 menit Orangtua Mendampingi Anak

  1. ndutyke berkata:

    Reblogged this on .ndutyke. and commented:
    Semoga gerakan 20menit ini bisa dilakukan tiap hari yaa. Jangan mau kalah dengan Emon-Emon di luar sana yg modus operandi-nya dengan cara melimpahi korban dan calon korbannya dengan waktu dan perhatian kepada mereka.

  2. naniknara berkata:

    semoga gerakan 20 menitnya nggak cuma pas harkitnas ya, setiap hari dan makin ditambah waktunya.

  3. jampang berkata:

    semoga nggak hanya 20 menit kebersamaan bersama anak

    😦

  4. mama-nya Kinan berkata:

    Idem..hp menyingkir dulu kalo dirumah..pas anak udah terlelap ganti deh emaknya gentayangan checki checki hp ..:)
    bener banget semoga kualitas time bersama anak nggak hanya 20 menit dan tanggal 20 kemarin aja..tapi diusahakan banyak waktu bersama..sebisa dan semampu yang kita bisa memberikannya 🙂

  5. myra anastasia berkata:

    semoga gerakan ini terus berlanjut 🙂

  6. Lidya berkata:

    semoga tidak hanya hari itu ya bun, tapi setiap hari bisa mendampingi anak, tentu saja dengan jam yang berbeda tiap orang tua

  7. Elsa berkata:

    ya alloh mbaaak… terima kasih sudah diingetin…
    aku sering sok sibuk kerja di toko, dan melupakan dija yang sama pengasuhnya…
    hiks

  8. Bibi Titi Teliti berkata:

    Buuun…
    berita tentang para pedofil itu emang bikin parno yah Buuuun…
    sama seperti dirimu, ingin rasanya Kayla dan Fathir aku simpen dalam saku aja deh…huhuhu…

    Insya Allah, anak2 kita akan selalu terhindar dari segala keburukan yah Buuuun 🙂
    Amin.

  9. wah kurang lama itu … 20 jam dampingi anak baru hebat heheh

  10. ded berkata:

    Semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Nya.
    Aamiiinnnn….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: