Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Mudik ke Palembang 2014

pada 11 Agustus 2014

Alhamdulillah….
Ngeblog lagi setelah libur lebaran usia.

Sebelumnya aku dan keluarga mengucapkan …..
Taqabbalallahu minna wa minkum, Kullu Aam wa antum bil khayrin.
Mohon Maaf lahir dan bathin. Semoga setelah Ramadhan ini kita lebih baik lagi dalam segala hal, aamiin.

pizap.com14077314938151

 happy ied mubarak

Lebaran tahun ini sebenarnya aku dan suami tidak merencanakan mudik ke Palembang, ke rumah orang tua dan saudara- saudara suami. Pertimbangannya karena setelah lebaran kami harus bersiap siap mengontrak rumah selama dua bulan karena rumah yang kami tempati akan di renovasi. Tapi akhirnya luluh juga saat mertua berkali kali telpon meminta kita untuk ke Palembang karena kangen cucu. Seminggu sebelum lebaran akhirnya suamiku memesan tiket pesawat pulang pergi. Kami memilih pesawat terakhir di malam hari dan tidak pada saat arus mudik supaya dapat tiket yang lebih murah. Berangkat senin malam dan pulang kamis malam. Rencananya berlebaran dulu di Bekasi bersama mama dan adikku, lalu malamnya terbang ke Palembang.

DSC_1551menunggu pesawat datang

Aku dan keluarga baru kali ini naik pesawat di malam hari, biasanya di waktu pagi atau siang hari. Ternyata tetap ramai ya sodara-sodara. Kanaya yang tadinya semangat dan aktif menjelajahi ruang tunggu, akhirnya tidak sanggup menahan kantuk dan tertidur di pangkuanku. Kami juga tidak bisa menikmati pemandangan dari atas pesawat karena gelap. Tapi yang menyenangkan, jalanan menuju bandara lancar jaya bebas dari macet.

Sampai Palembang sudah hampir pukul 23.30 karena pesawat delay dan mengantri bagasi. Alhamdulillah keluarga suami yang menjemput sabar menunggu kedatangan kami. Jam segitu yang ada di pikiran kami adalah tiduuuuuur, tunda dulu makan pempek bikinan mertua. Meskipun sudah sangat ingin mencicipi.

Selasa pagi, kami bersiap siap dengan keluarga besar akan berkunjung ke rumah rumah saudara yang lain. Nah ini dia nih, moment yang paling ditunggu, makan makan makan. Setiap berkunjung kami wajib makan suguhan dari tuan rumah dan biasanya yang disuguhi itu makanan khas Palembang seperti pempek, tekwan, model, maksuba dll. #Umpetin timbangan. Aku suka hampir semua makanan palembang kecuali tempoyak, sampai sekarang belum berani mencicipi.

pizap.com14074754530391bersama keluarga besar

296905111 martabah Har dan mie celor makanan wajib di Palembang selain pempek,…yummy…

296905342makan , makan, makan

Hari ke dua di Palembang masih ada acara silaturahim. Keluarga suami ini termasuk keluarga besar dan biasanya memang setiap lebaran wajib kami kunjungi. Aku sih senang – senang saja, itu artinya makan-makan lagi kan hehehehe. Malam ketiga ini aku menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Wilayahnya ada di pinggir kota Palembang jadi hawanya lebih sejuk dan masih banyak pepohonan. Di belakang rumahnya ada kebun jeruk limau yang bikin geregetan pengen dipetikin semua.

pizap.com14074761113031
Malam terakhir di Palembang kami jalan-jalan keliling kota Palembang dan berakhir dengan makan-makan di sebuah restoran. Tapi rasanya belum sreg kalau ke Palembang tidak makan mie celor dan martabak har. Besoknya sebelum pulang aku dan suami menyempatkan makan mie celor di 26 ilir yang rasanya maknyus itu, aku sampai nambah lhoh, modusnya sih buat Kanaya, padahal buat emaknya, hehehe. #timbangan masukin kardus dulu. :)))

Meskipun ini ketiga kalinya Kanaya ke Palembang tapi dia belum pernah diajak ke sungai Musi. Jadi kami kesana sebentar saja. Foto-foto, naik perahu lalu pulang. Panasnya puoool meskipun sudah jam 4 sore. Suasana sangat ramai oleh pengunjung dan orang berjualan. Banyak juga penyewaan permainan anak-anak yang sering dijumpai di mall Bekasi. Sayangnya sekitar Jembatan Ampera ini sekarang jadi tidak terawat, banyak sampah berserakan, dan eceng gondok di pinggiran sungai. Kurang nyaman berlama lama disana menurutku.

pizap.com14074759719961Jembatan Ampera

pizap.com14074765052571

menyusuri sungai musi

DSC_1429
Selama di Palembang ini aku jarang sekali membuka HP. Pernah sebentar membuka IG dan melihat Della seorang blogger ngetop, sedang berada di Palembang juga, aku ingin menghubungi dia untuk kopdar tapi enggak ngerti caranya DM. Aku hanya meninggalkan komentar saja bahwa aku juga sedang di Palembang. Ternyata dia membalas mentionku dan menanyakan no hp. Sayangnya mention darinya baru aku baca saat sudah sampai di Bekasi…..wkwkwkwk. Kebangetan banget deh, padahal sebelum ke bandara aku sempat melewati daerah rumah Della di Sekip. Yah namapun belum berjodoh ya del, next time kita ketemuan di jembatan ampera yaaak, hehehehe.

Nah itu dia cerita libur lebaranku. Meskipun lelah tapi sangat menyenangkan dan menggemukan
Palembang, insya Allah kami kesana lagi lain waktu. ^_____*

Iklan

20 responses to “Mudik ke Palembang 2014

  1. jampang berkata:

    taqabbalallaahu minnaa wa minkum. taqbbal yaa kariim.

    sebelum puasa saya ke palembang dan sempet nyicipin juga martabak har. nggak nyoba yg lain karena cuma seharian doank 😀

  2. fitri2boys berkata:

    asik bgt lebarannya di palembang bersama keluarga besar ya Kanaya…ngiler liat makanan Palembangnya deh he he

  3. Inge Febria berkata:

    gamis biru di foto paling atas cakep bangett, mak…. 😀

    *gagalfokus

  4. nyonyasepatu berkata:

    aduh Palembang, selamat datang semua makanan enak haha

  5. Bibi Titi Teliti berkata:

    Buuuun…
    aku pun mohon maaf lahir batin yaaaaaah 🙂

    Seru sekali acara Lebaran nya Buuuun, sampe ke palembang segalaaa 🙂
    *jadi mendadak pengen pempek gini euy aku teh :)*

  6. nophi berkata:

    Mohon mahir lahir batin mbak rin…Wahhh seru ya mudik itu hohoho.. sama mbak oleh-oleh mudiknya menggemukkan hehehe

  7. Ade Sutok berkata:

    Mohon maaf lahir dan batin juga ya mbak,,, salam kenal semoga sukses selalu AMIIIN !!!

  8. myra anastasia berkata:

    kalau di Palembang, kayaknya bisa makan pempek sepuasnya 😀

  9. Evi berkata:

    Dalam suasana lebaran, mengunjungi para kerabat, wah puas menikmati makanan khas Palembang ya Mbak. Membaca mie celor 26, hehehe jadi ksngen tempat itu. Aku waktu ke Palembang juga makan di situ

  10. Lidya berkata:

    asyik ya bun makan-makan terus kalau ke Palembang heheh e yang aku inget makanan aja ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: