Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Islamic Book Fair 2015

pada 10 Maret 2015

Selalu ada kegembiraan di bulan Maret. Bukan karena usia saya berkurang di bulan ini #terkode, tapi karena Maret selalu identik dengan Islamic Book Fair dan menjadi destinasi wisata ruhani yang rutin saya kunjungi.

IBF tahun ini diselenggarakan dari tanggal 27 Februari sampai 8 Maret dan seperti biasa di adakan di Istora Senayan. Saya sudah mendapatkan bcnya melalui medsos sejak awal Februari. Saat itu sudah pesimis sepertinya tahun ini tidak bisa ke IBF karena budgetnya tidak mencukupi. Maklum, kalau lihat buku saya sering kalap dan kalau bawa uang sedikit cuma bisa ngeces kecewa saja. Lebih baik tidak berangkat meskipun rasanya sedih bingiiiit.

Sampai akhirnya di hari terakhir penutupan IBF, pak suami memutuskan kami berangkat dengan pertimbangan perlu membeli banyak buku buat Kanaya. Sementara buat emaknya, dimohon untuk plester mata merem saja jika melewati stand buku-buku incaran. 🙂

DSC_2730

Ahad pagi yang mendung, saya dan pak suami berboncengan naik motor dari Bekasi menuju Senayan. Kanaya tidak ikut karena sudah janji ingin mengunjungi sepupunya. Lagipula IBF di hari terakhir pasti dipenuhi pengunjung, dan sangat tidak nyaman untuk Kanaya.

Baru sampai Kalimas hujan turun dengan deras, dan akhirnya diputuskan motor dititipkan di penitipan motor, lalu kami pergi berdua menggunakan bis sambil bergandengan tangan. Uhuuy… terima kasih IBF yang sudah membuat saya dan suami pacaran lagi sambil nostalgia masa muda. 🙂

Senayan di hari Minggu ternyata sangat padat, antrian pintu masuk mengular sampai ke jalan utama. Butuh perjuangan untuk bisa sampai ke dalam gedung IBF, dan seperti dugaan, kondisi di dalam pun padat dengan pengunjung. Saya langsung menyerbu stand buku anak-anak sambil berdesak-desakan, buku yang menjadi prioritas adalah buku cerita dan buku aktivitas.

Saat kami datang sebenarnya pas banget dengan acara bedah buku oleh penulis favorit saya Salim A Fillah, tapi setelah sekian lama menunggu acara tidak kunjung dimulai. Mengingat waktu dan masih banyak buku yang harus dicari, akhirnya kami meninggalkan panggung utama.

DSC_2694

Sejujurnya, berburu buku di tengah kepadatan pengunjung seperti ini sangat tidak nyaman. Ruangan ber AC pun jadi tidak terasa. Sebelumnya, saya selalu menghindari berkunjung ke IBF di hari terakhir karena sudah tau kondisinya seperti ini. Tapi, kalau melihat banyak diskon buku di hari penutupan, rasanya terbayar sudah lelahnya. Puaaaas bisa dapat buku segambreng dengan harga murah. #Tetep yeeee makirit.

DSC_2690

DSC_2692

DSC_2712

DSC_2708

DSC_2697

DSC_2704

Setelah keliling stand sampai berputar dua kali, akhirnya saya dan pak suami pulang. Meskipun rencana awal hanya membeli buku-buku untuk Kanaya, tapi ya kebangetan banget kalau emaknya enggak kebagian buku juga hehehe. Alhamdulillah kebeli juga buku parenting yang sampai sekarang masih rapi dengan plastiknya karena belum sempat saya baca.

Insya Allah, tahun depan, semoga diberi kesehatan dan kecukupan rezeki jadi bisa berkunjung lagi ke IBF. aamiin

DSC_2733

Iklan

23 responses to “Islamic Book Fair 2015

  1. lazione budy berkata:

    Tahun ini saya ga ke sana. Tabungan di rak masih bejibun untuk segera diselesaikan dulu

  2. mawaddah1985 berkata:

    iya mbak… 2 tahun lalu aku dateng di hari terakhir..
    berharap dapat diskon gede2an emang hahaha
    tapiii ya ampun udah kayak pepes 😀

  3. jampang berkata:

    saya ke IBF baru dua kali kayanya. itu pun bukan buat beli buku. ketemuan sama temen dan bawain buku JJYT yang numpang jual di stand BMI 😀

  4. dani berkata:

    Saya baru sekali ke IBF tapi bukan tahun ini. Waktu itu pas weekend saya datangnya. Ramenyaaaaa. Gak tahan saya Mbak. Makanya tahun ini juga gak tertarik datang. Udah nanti aja pas bacaan habis baru cari di toko buku aja. Hehehe.

  5. Lyliana Thia berkata:

    Wah aku udah lama gak ke IBF mbak.. hihihi… males gak ada temennya 😛

    Kebayang deh senengnya kanaya dpt oleh2 buku banyakk.. 😀

  6. Sewaktu kuliah dulu gak pernah ketinggalan pergi ke islamic book fair, sehingga kaki pegal keliling nyari buku..

  7. Orin berkata:

    beberapa tahun terakhir udh ga pernah lagi datang ke pameran gitu mbak, kalaaaap hahaha, skrg cuma belanja buku di tokbuk online, jadi terkontrol coz sayang kalo transfer banyak2 hihihihi

  8. Bibi Titi Teliti berkata:

    Duuuh…
    Asyik sekali Bunda abis nge-borong buku euy 🙂
    Aku juga kalo jalan2 ke toko buku suka lapar mata buuun..

    Makanya…aku lebih suka hunting buku nya di palasari aja, alias buku2 bekas…bhuahaha…
    Duit seratus ribu bisa dapet segambreng tuh Buuun…

    tapi emang harus hati2 dan lebih selektif sih milihnya…
    Kalo kesono gak pernah bareng anak2, harus sendirian biar puas muter2nya hehe…

  9. Lidya berkata:

    aku udah lama gak ke book fair bun. Suamiku sekarang suka gak mau hehehe tapi hampir tiap minggu ke toko buku sih

  10. della berkata:

    Aku malah seumur hidup baru satu kali ke IBF, Rin. Pusing kalo kebanyakan orang. Kalo kata kakakku sih kurang niat aja, buktinya dese bisa ke sana tiap tahun, hehehe..

  11. myra anastasia berkata:

    kalau ke book fair, saya selalu usahakan bukan di wiken hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: