Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Cerita Lebaran

pada 19 Juli 2016

Sudah agak terlambat yah mau cerita tentang lebaran tahun ini ? Biarin dah lebih baik terlambat dari pada terlambat banget… hihi

photo_2016-07-19_13-21-27

Rina dan keluarga mengucapkan,

“Taqabalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kullu ‘aamin wa antum bikhair”

Mohon Maaf Lahir & Bathin…

Sεlαmατ Hari Raya Idul Fitri,

1 Syawal 1437H

Dan semoga kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan tahun depan dalam kesucian diri dan kemantapan ibadah….Aamiin Aamiin Aamiin Allahumma Aamin

Lebaran kali ini, lebih meriah karena sudah ada Kaysan yang usianya masih 4 bulan. Maksudnya meriah adalah ramai dengan tangisan dan celotehnya. Awal Ramadhn sudah siap-siap sholat Idul fitri akan seru (baca : rempong) karena bawa dua krucil. Eh ternyata saya berhalangan tapi tetap diniatkan datang untuk mendengar khutbahnya saja. Pagi-pagi menjelang berangkat ke Mesjid, saya dan suami berbagi tugas, suami mengurus Kanaya dan saya kebagian mengurus Kaysan. Anak-anak sudah rapi semua, tapi bundanya belum mandi dan Kaysan tidur lelap, padahal sudah 6.45. Akhirnya suami memutuskan hanya mengajak Kanaya yang sudah mendekap mukenanya dari tadi. Tahu bundanya enggak ikutan ke mesjid, ada drama dooooong, Kanaya malah nangis. Tadinya mau dititipin tetangga eh sudah berangkat semua, yah terpaksa suami agak memaksa Kanaya untuk ikut saja, gimana nanti yang penting sudah sampai mesjid. Alhamdulillah sampai sana ketemu banyak tetangga jadi Kanaya aman.

Setelah keliling komplek cari angpau silaturahim dengan para tetangga, kami pulang ke rumah, tangis-tangisan, foto-foto, makan-makan, tidur-tiduran. Menjelang siang baru menemui mama di rumah adek, supaya terhindar dari macet. Tapiiiii yah namapun lebaran semua orang yang ga pernah keluar rumahpun jadi keluar rumah, jalanan muacet meskipun belum bisa mengalahkan macetnya Brexit.

Jadi dari lebaran sampai dengan hari Ahad, kami enggak kemana-mana, sodara-sodara pulang kampung semua. Mau jalan-jalan ke tempat wisata kok ya males banget yah sama rame dan antriannya. Jadi cukup menikmati liburan di rumah sambil menggemukkan badan.

Hari Senin saat sebagian orang sudah mulai aktivitas ,saya sekeluarga beserta mama, adik-adik dan keponakan malah menuju puncak. Rencana mau nginep di Villa Arga Sonya semalam saja. Alhamdulillah jalanan menuju puncak tidak macet, lancar jaya tidak ada hambatan. Meskipun ini sudah yang ketiga kalinya saya ke villa Arga Sonya, tapi tetaplah villa ini bikin jatuh cinta. Tempatnya luas, indah, dan nyaman buat anak-anak. Kanaya dan para sepupunya melihat tempat bermain seluas itu seperti baru keluar dari kandangnya, langsung berlarian kesana kemari, berenang, cari ikan, main layangan dan tidak lupa acara berantemnya.

Akhirnya kesampaian juga niat saya berenang di sini setelah bertahun tahun tidak pernah merasakan berenang lagi. Biasanya kalau ke kolam renang cuma jagain tas suami dan anak, atau kalau di kolam renang umum enggak pede mau nyemplung khawatir sama pakaiannya. Jadi jam setengah dua siang saat para penghni Villa tidur semua, saya menyelinap ke kolam renang, sambil menggeret pak suami minta ditemani. Suami yang baru saja selesai berenang dengan anak-anak menolak tapi tetap mau menemani di sekitar kolam renang saja sambil tilawah menyelesaikan odojnya. Widiiiiw, saya yang memang sudah lama kepengen berenang langsung norak kecipak kecipuk kesana kemari. Apalagi siang itu yang berenang hanya saya sendirian tidak ada orang lain , berasa kolam renang milik pribadi. Heuheuheu.

Malamnya adek ngajak keluar villa untuk makan jagung rebus, eh ternyata hujan deras, jadi kita makan mie rebus saja di dalam villa sambil ngobrol ngalor ngidul (yang penting agak mirip ada rebus-rebusnya). Paginya setelah subuh ngoprak ngoprak krucil mau diajak ke puncak pass, karena kalau siangan dikit biasanya macet di pasar Cisarua. Setelah keliling-keliling lalu kami sarapan di sekitar area Mesjid Ta’wun. Dari lima anak-anak cuma Kaysan aja yang enggak bisa jalan, jadi kalau kemana-mana selalu ada dalam gendongan emaknya. *Koyo mana koyo.

Siangnya setelah sholat zhuhur cuuuusss kami pulang menuju Bekasi dan sudah dihadang kemacetan sampai Gadog. Yah namapun lebaran yak, kurang afdol kalau enggak ada macetnya.

Nah begitu cerita lebaran tahun ini, capeeeek tapi menyenangkan bisa berlibur dengan orang-orang yang kita sayangi…

Iklan

8 responses to “Cerita Lebaran

  1. fitri3boys berkata:

    selamat lebaran juga bunda dua K dan keluarga…
    asik ya liburan ke Puncaknya..air kolamnya hangat apa dingin bun??

  2. Orin berkata:

    Hahahaha…iya jg ya mbak, Lebaran itu kenapalah jadi momen menggemukkan badan *lirik timbangan*

  3. winnymarlina berkata:

    lebarannya seru sekali mbak

  4. febridwicahya berkata:

    Waahaaa 😀 seru banget ya Mbak 😀 walaupun agak melelahkan, tapi serunya itu loooh yang bisa menjadi obat lelahnya 😀

  5. rinasetyawati berkata:

    iya betuul seru dan mnyenangkan meskipun sampai rumah yaa capek juga siih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: