Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Rak Buku

pada 12 Januari 2017

Sejak sebelum nikah dan sudah berpenghasilan, saya rajin beli buku. Meskipun bacanya nyicil dan baru selesai entah di zaman apa 🙂 Waktu itu tempat menyimpan buku numpang di lemari kaca punya ortu dan sebagian akhirnya diusung ke kamar kost. Buku-buku hanya saya letakkan di atas lemari kecil dengan posisi berdiri supaya memudahkan pencarian. Hampir setiap hari rajin dibersihkan supaya tidak berdebu, maklumlah masih banyak waktu luang.

Setelah menikah, jumlah buku semakin banyak karena dapat tambahan dari buku-buku suami. Sedangkan lemari kaca milik ortu juga sudah penuh. Akhirnya beli rak buku sederhana yang penting bisa menampung buku sementara supaya tidak berserakan. Karena rak bukunya murah meriah hore, jadi belum ada usianya setahun sudah rusak. Dia tidak sanggup lagi menanggung beban kehidupan yang demikian berat buku yang lumayan banyak.

Belum selesai masalah rak buku, saya sudah mulai mengumpulkan buku-buku anak yang jumlahnya tidak sedikit. Padahal saat itu masih dalam masa penantian sang buah hati, tapi bukunya sudah segambreng. Makin pusinglah saya memikirkan di mana buku-buku itu diletakkan. Saya mah type yang bertindak dulu baru mikir belakangan 🙂

Suatu sore sepulang kerja, tidak sengaja melewati pameran furniture di sebuah mall dan tertarik dengan rak buku coklat tanpa kaca yang kelihatannya cakep. Berhubung harganya murah tapi jenis kayunya bagus, akhirnya saya beli. Tetap prinsip mak irit dipakai, enggak kapok dulu pernah beli rak buku murah yang usianya cuma seumur jagung. Sekaligus dua deh, karena mikirnya nanti kalau beli satu rak bukunya penuh pasti saya bingung lagi.

photo_2017-01-12_09-01-11

Alhamdulillah rak buku ini awet, pernah kena banjir dua kali tapi tetap tegar berdiri. Sudah lebih dari 10 tahun baru agak doyong sedikit karena kebanyakan buku. Selama belum punya anak masih rajin bersih-bersih rak dan bukunya. Tapi saat punya anak satu mulailah rasa malas muncul, kadang seminggu sekali dibersihkan, kadang malah sebulan sekali baru sempat. Hadeeeeuuh, juara deh joroknya.

Punya anak dua, semakin akut rasa malasnya bebersih rak buku. Tapi segera tersadar saat si bungsu Kaysan ternyata alergi debu. Menurut dokter segala yang memicu batuk harus disingkirkan dari rumah. Karpet, boneka, kipas angin dan lain-lain sudah disingkirkan tapi Kaysan tidak kunjung sembuh. Akhirnya saya berkesimpulan sendiri, pencetus batuknya Kaysan dari rak buku.

Horeeeeee…. ada alasan ganti rak buku. *modus emaknya.

Diskusi dengan suami, akhirnya saya pesan rak atau lemari buku yang tertutup atau ada kacanya. Ide model rak bukunya disesuaikan dengan ukuran ruangan dan kebutuhan dan cencu saja disesuaikan juga dengan isi kantong. Kepinginnya sih yang begina begini, kayu yang bagus, panjangnya juga sampai mentok ke dua dinding dll. Tapi sadar diri budegtnya cuma seuprit. Akhirnya jadinya seperti ini. Lumayanlah bisa menampung buku-buku dan tertutup rapat.

photo_2017-01-12_12-08-28

Abaikan rumah yang berantakan dan foto model yang belum pada mandi yah.

Ternyata malah lebih rapi dengan rak buku tertutup seperti ini. Kaysan juga sembuh dari batuk-batuknya. Emakpun riang gembira karena tugas beberes rak buku sudah agak berkurang. Debu tetap ada sih tapi enggak sebanyak rak buku yang terbuka.

Alhamdulillah

 

Iklan

15 responses to “Rak Buku

  1. naniknara berkata:

    wah sepertinya saya harus mengikuti jejak nih, ganti rak buku

  2. rangtalu berkata:

    wah, bukunya banyak mba. kami kepengen juga punya banyak buku, menjadi semacam pustaka keluarga 🙂
    tapi buku2 masih sedikit dan belum ada lemarinya, hehe

  3. ndu.t.yke berkata:

    #tepokjidat Kok samaan siiiih Kaysan dan B. Lagi alergi & B juga kayaknya alergi debu. Klo dirimu jd dapet excuse beli lemari, aku dapet excuse buat belanja bantal guling baru (bye yg kapuk-kapuk, halo silikon-dakron!)…. plus: beli sprei baru, hehehe….

  4. nyonyasepatu berkata:

    Debu ini ya dimanaaaaa aja ada. Sebel

  5. Ceritaeka berkata:

    Buku itu emang harta yaaa! Tos banget.
    Btw lucu, raknya warna putih gitu. Cantik.

  6. fitri3boys berkata:

    cakep deh rak bukunya..kita juga akhirnya beli yang ketutup dan putih gitu…

  7. omnduut berkata:

    Rak bukuku pada gugur diterjang banjir (alhamdulillah bukunya terselamatkan) 🙂 cuma tetep aja pas lihat rak buku ancur gitu jadinya sedih hiks. Suka banget rak yang di foto terakhir itu mbak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: