Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Kenapa Harus Selingkuh?

pada 2 Februari 2017

Ini kedua kalinya ada yang curhat tentang perselingkuhan.

Kisah yang pertama saya dilibatkan jadi penengah dan ikut berpikir bagaimana caranya supaya selingkuh tidak berlanjut. Saat itu saya belum menikah dan meskipun belum tahu bagaimana masalah dalam pernikahan, tapi hati saya cukup perih mengetahui hal ini, apalagi pelakunya orang yang faham agama.

Cerita perselingkuhan yang kedua, saya sudah menikah dan juga membuat saya jadi baper berhari-hari, bahkan sampai sekarang. Si istri yang suaminya selingkuh ini curhat berjam-jam di telepon dan akhirnya saat ada kesempatan untuk bisa bertemu, saya sudah tidak bisa mengendalikan perasaan lagi, kami menangis berpelukan. Perempuan kuat yang darinya saya belajar banyak hal, tentang kesabaran, keikhlasan dan lapang dada untuk memberi maaf. Yaaak, suaminya yang mengakui terang-terangan bahwa dia sudah tidur dengan wanita lain ini akhirnya kembali ke istrinya, dan dia menerimanya.

Kalau ada seseorang yang selingkuh, akan ada judge dari sekitar, pasangannya yang ditinggal selingkuh ini pasti enggak bener juga. Wajar dong dia selingkuh, lha suaminya/istrinya aja enggak pernah perhatian, pantas saja kalau dia cari perhatian ke orang lain.

Errrrr…… bukannya kekurangan pasangan itu pasti akan ada? Dia bukan malaikat tanpa kesalahan kan? Kenapa tidak mencoba untuk membicarakan atau memperbaiki kesalahannya? Kenapa…. kenapa…. banyak tanya di benak saya….

Emang situ yakin engga ada kekurangannya?? ( sinis amat mpok). Jangan-jangan bukan karena pasangan banyak kekurangan tapi karena yang selingkuh ini kurang piknik bersyukur. *Aaah mulai deh nyinyir. Kalau kita sadar banyak juga kekurangannya lalu kenapa kekurangan pasangan dijadikan alasan untuk selingkuh. Lalu saat selingkuh mencari lagi yang lain, yakin teman selingkuhnya ini sempurna ? Dari awal saja sudah kelihatan kan kekurangannya, MAU diajak selingkuh. Errrrr…

Saya paling engga setuju kalau ada yang selingkuh kemudian dibenarkan karena kekurangan pasangannya. Apapun alasannya, selingkuh adalah selingkuh, sebuah pengkhianatan atas komitmen pernikahan. Ini pendapat pribadi saya lhoh yaa, kalau ada yang pendapatnya beda silahkan saja.

Sebenarnya apa yang dicari sih dari perselingkuhan, hanya berpindah pindah dari satu kebohongan ke kebohongan yang lain, hidup tidak tenang karena khawatir ketahuan. Melarikan diri dari satu masalah ke masalah yang lainnya. Kesenangan semu, kesenangan sesaat yang justru hasil akhirnya akan menghancurkan pernikahan.

Dua kasus perselingkuhan ini mengajarkan saya bahwa sebenarnya kita tidak akan masuk ke dalamnya jika bisa menghindari pemicunya. Seperti kasus teman saya ini, dia berkenalan dengan seseorang, lalu bertukar no telpon, dan berlanjut dengan pertemanan. Seharusnya dari bahasa tubuh atau ucapan-ucapannya sudah bisa ditebak kan kalau si kenalan ini ada ketertarikan. Telpon malam-malam hanya untuk ngobrol enggak jelas padahal tahu kenalannya ini sudah beristri. Lalu… kenapa diladenin sih ? ( ealaah kok emosi gini sih saya).

Seharusnya kita bisa menjadi satpam bagi diri kita sendiri. Mengaktifkan alarm dari dalam diri kita, karena setan tidak pernah lelah menggoda dari segala penjuru dan selalu melihat dari titik terlemah kita. Kita tidak bisa menyetir pikiran orang lain supaya jangan menyerempet (bahasa apa inih) ke arah perselingkuhan, tapi kita bisa membuat benteng untuk tidak terjebak ke pusaran jebakan setan itu.

“ habis saya engga tegaan sih, mosok ada yang mau curhat saya cuekin”

“ cuma iseng doang kok, engga bakalan deh sampai selingkuh “

Eh…eh..eh…Berapa banyak sih orang akhirnya selingkuh hanya gara-gara masalah sepele. Awalnya jadi tempat curhat, lalu simpati, kemudian jatuh hati dan lalu…

Bahasan tentang selingkuh ini selalu akan jadi panjang dan jadi perdebatan tak berujung. Saya juga tidak punya hak menjudge orang-orang yang selingkuh. Maapkeun kalau tulisan di atas sangat berbau nyinyir.

Hidup ini banyak pilihan dan semoga Allah memberi saya kemampuan untuk memilih perbuatan yang baik-baik saja. Karena hidup hanya sebentar, sayang sekali kalau meninggalkan jejak yang tidak disukai oleh Sang Pemberi Kehidupan.

Iklan

26 responses to “Kenapa Harus Selingkuh?

  1. mawaddah1985 berkata:

    “Lalu saat selingkuh mencari lagi yang lain, yakin teman selingkuhnya ini sempurna ? Dari awal saja sudah kelihatan kan kekurangannya, MAU diajak selingkuh. Errrrr…”

    this mbak this!!! (kok jadi emosi)

    satu lagi mbak “Awalnya jadi tempat curhat, lalu simpati, kemudian jatuh hati dan lalu…” this banget !!!

    sorry haha jadi emosi.. punya kenalan yang begitu juga soale :((

    sama dengan isi blog ku dulu ini lho mbak
    https://sitimawaddah1985.blogspot.co.id/2015/03/persahabatan-tulus-dengan-lawan-jenis.html

  2. rayamakyus berkata:

    Kayak bang napi sering ngomong sih “kejahatan bukan karena ada niat pelakunya. Tapi karena ada kesempatan”.
    Sama halnya dengan kasus selingkuh. Emang awalnya ga ada niat, tapi melihat peluang yang sering jalan bareng, makan bareng apalah apalah bareng, jadi terbuka luas kesempatan.

    mari kt sama2 beristigfar, semoga dijauhkan dari hal sepele yang merusak pasangan kita 🙂

  3. shiq4 berkata:

    Kalau saya orang bertipe kolot. Mungkin sulit menerima pasangan yg sudah berkhianat.

  4. Triyoga AP berkata:

    Emang mungkin pas belum nikah, beberapa orang liatnya yang baik-baik aja kali ya mbak. Jadi pas nikah baru deh gak terima sana-sini. 😦

  5. elam berkata:

    Saya gk bs komen banyak soal ini. Hanya bisa berdoa semoga dijauhkan dr yg namanya perselingkuhan 🙂

  6. Selingan Indah Keluarga Utuh. Apapun alasannya ngga banget. Sakitnya tuh disini,buat yang diselingkuhi, sama kaya lagu dangdut. Mereka yang selingkuh biasanya bersikeras mereka benar ngga salah. bahkan ada teman yang beranggapan selama tidak ML (ufss ..sensor nih) hubungan mereka di anggap biasa aj teman tapi mesra, padahal mereka sering smsan, bbman, wa bahkan janjian makan bersama. Takkan cukup alfabet tuk membahas perselingkuhan ..durasinya panjang kali lebar. Mudah-mudahan Allah selalu memberi perlindungan di setiap langkah kita.

  7. alaniadita berkata:

    Baca baca langsung tentang selingkuh 😀
    Sedih sekali 😦
    Tapi gimana ya, kita ga bisa control apa yang orang mau ngelakuin. huvt.
    Semoga Allah memberi jalan ya, Mba.

  8. Ida Tahmidah berkata:

    Deuh selingkuh….. pokoknya jangan sampailah kita bahkan mendekatinya saja…syetan kenceng banget ngegodanya kalau sdh memulainya. Soalnya ini menyangkut perasaan..baper hehe…

  9. Mechta berkata:

    Akan ada banyak alasan bagi pelaku..jadi ya sebaiknya kita hati-hati saja sambil trs berdoa smoga tak kejadian pada kita, begitu ya mbak..

  10. omnduut berkata:

    Waduh topiknya berat banget ini. Aku mah boro mau selingkuh. Yang mau diselingkuhin aja gak ada -ngenes #eh hahaha

    Tapi bener, sebagai cowok pun aku gak suka sama orang yang demen selingkuh. Walau kata poligami halal, tapi aku gak akan menempuh jalan itu. InsyaAllah.

  11. Orin berkata:

    semoga keluarga kita dijauhkan dari ujian perselingkuhan ini ya mbak, Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: