Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Dua Hari Keliling Bandung

pada 17 April 2017

Sebenarnya rencana ke Bandung ini terbilang dadakan. Saya ngobrol sama suami kepengen banget piknik, tujuannya ke Bandung pun asal nyebut aja karena pertimbangannya tidak terlalu jauh dari Bekasi dan biayanya murah meriah. Saat disampaikan ke adik, eeeh pas banget dia juga punya rencana ke Bandung tapi belum ditentukan waktunya. Klooop dech….

Saya langsung cari villa via mbah google karena rencananya mau menginap satu malam di daerah Lembang. Salah satu tempat yang akan dikunjungi adalah The Lodge Maribaya, makanya cari Villa di sekitar situ supaya lebih dekat. Tujuan pertama dari Bekasi ke Farm House baru setelah itu menuju Villa karena anak-anak dan keponakan menagih berenang. Paginya ke Maribaya dan langsung cuuuus ngubek ngubek kota Bandung. Begitu rencananya.

Pagi sekitar jam 7 pagi kami sudah menuju Bandung. Rombongan lenong terdiri dari satu lansia, 5 dewasa dan 5 anak-anak. Rameeeeee dan seru, termasuk ada rebutan tempat duduk, rebutan makanan dll. Sebenarnya saya agak khawatir akan macet panjang karena kami pergi di saat libur Nasional, tapi alhamdulillah mulai masuk Tol Cikampek sampai keluar tol Pasteur lancar jaya. Hanya sedikit tersendat saat akan memasuki Farm House. Sebelum pergi saya dan suami sudah mencari sebanyak banyaknya informasi mengenai jalanan dan tempat-tempat yang akan dikunjungi. Dibantu juga sama mbak GPS yang sabar ngasih tau kita jalan.

Sampai Farm House saya kira kami orang pertama  karena masih jam 8.30 sudah sampai sana. Ternyata  rameeeeee, meskipun parkiran mobilnya masih tidak terlalu padat. Bayar tiketnya saat kami masih di dalam mobil, dan tiketnya bisa ditukar susu. Tempatnya asyik banget, instagramable, dan banyak bangunan yang unik. Tapi harus ekstra mengawasi anak-anak karena lima bocah ini seperti lepas dari kandang. Pengunjungnya banyak tapi tidak sebanyak saat weekend sepertinya, jadi masih bisa lah foto-foto tanpa banyak figuran. 🙂

Ini dia beberapa fotonya

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah puas di Farm House, kami menuju villa mengikuti rute yang sudah diberikan oleh pemilik villa. Lokasinya tidak jauh dari Farm House tapi  lumayan macet, ternyata sepanjang perjalanan menuju villa banyak tempat wisata, seperti De Ranch, Taman bunga, air terjun, resort dll. Jalanannya juga curam, berlubang dan melewati hutan. Sebelah kiri tebing dan kanannya jurang. Kami bertemu dengan sekelompok kera hutan yang bergelayutan di pohon-pohon pinggir jalan.

Sampai villa anak-anak langsung berenang sedangkan para orang tua makan siang. Setelah mandi dan sholat ashar, adik saya usul daripada bengong di vila, mendingan kita jalan-jalan wisata kuliner. Awalnya mama saya tidak setuju karena takut kalau harus melewati hutan tadi. Tapi kalah suara sama anak-anak dan cucunya, jadilah cuuus kita menuju kota Lembang untuk cari makanan.

Sebelum Isya kami sudah sampai lagi di vila dan istirahat karena besok pagi mau ke The Lodge Maribaya. Malam di Lembang tidak terlalu dingin tapi menjelang pagi semua berebut mencari selimut. Brrrrr,……. dingiiiin, saat matahari sudah muncul kami baru berani keluar vila dan jalan-jalan keliling desa. Subhanallah, kebun sayur memanjakan mata, hijau dan segar-segar.  Setelah antri mandi dan drama-drama kecil dengan anak-anak akhirnya kami berangkat menuju The Lodge Maribaya, sekitar 10 menit dari vila.

Sampai sana jam 8 dan pengunjung sudah ramai tapi loket penjualan karcis masuk baru buka jam 9. Jadi kami menunggu sambil foto-foto saja. Satu dua keponakan sudah mulai rewel dan saya pun jadi galau. Kalau melihat di google sih sebenarnya wahana di tempat wisata ini lebih  mengarah untuk dewasa, tidak recomended buat anak-anak. Waktu menunggu masih satu jam dan belum lagi antrian untuk wahananya. Berhubung ke tempat ini adalah ide saya akhirnya dengan lapang dada saya putuskan,  batal!!. Kecewa sih tapi saya engga boleh egois lah karena perginya kan rombongan.  Suami menghibur,  nanti kita ke sini lagi kalau anak-anak sudah besar yaaah. Hmmmmm…

IMG-20170404-WA0068IMG-20170404-WA0055

Kami langsung menuju ke kota Bandung lewat Dago yang jalanannya menurun dan curam. Tapi ternyata dekat saja karena tidak lama sudah masuk ke kota Bandung. Tujuan pertama alun-alun yang nge hits itu.  Tapi saat lewat kantor walikota,  anak-anak minta mampir gara gara Kanaya bilang,  iih ada ayunannya,  yang mana ternyata itu hanya halusinasinya dia aja.  Wkwkwk. Ketemu bis bandros di tempat itu tapi dapat informasi bis wisata itu tidak digunakan umum karena akan dipakai untuk tamu.  Yaaah…

Foto-foto sebentar di Taman Badak kami langsung menuju alun-alun dan sempat muter-muter cari tempat parkir yang ternyata ada di basement. Akhirnyaaa bisa nyelonjor juga di sini. Pengunjung tidak terlalu ramai tapi menurut info penjual bola,  kalau weekend padat pengunjung. Sebenarnya mau sekalian sholat Zuhur di mesjid alun alun tapi semua bilang lapaaaaar dan jam masih menunjukkan 11.00. Bingung mau cari makanan di mana akhirnya malah memutuskan sekalian aja ke Cihampelas karena keponakan mau beli kaos. Waaah keren banget Cihampelas sekarang karena penjualnya diberikan tempat di atas jalanan seperti fly over gitu dengan kondisi yang nyaman lengkap fasilitasnya ada toilet dan mushola juga.

Selesai makan,  sholat, belanja belinji dan beli oleh-oleh kami masuk lagi ke mobil. Di dalam mobil diskusi lagi mau ke mana,  mama saya sebagai ibu suri minta ke taman yang banyak jajanannya. Tapi anak-anak minta naik bis bandros yang ternyata bisa naik di daerah dekat gedung sate.  Saya lupa apa yah itu namanya.

Saat menuju ke sana tidak sengaja melewati taman Lansia.  Waaaah pas banget ini buat mama saya,  kami ngadem di taman yang rindang ini sambil makan bakso cuanki. Selesai istirahat, keponakan menagih janji naik bis bandros. Setelah tanya-tanya dengan tukang parkir akhirnya kami menuju lokasi sesuai petunjuk. Melewati beberapa taman yang teduh dan asri serta jalanan yang tidak ramai akhirnya ketemu taman yang ada dua robot di depannya. Anak-anak langsung antusias pengen turun, tapi kami hanya izinkan melihat dari dalam mobil karena khawatirnya akan lebih lama lagi. Ternyata di tempat itulah biasanya kita bisa naik bis bandros tapi setelah celingak celinguk kebingungan tidak ada satupun bandros yang nampak. Sementara langit mulai gelap dan sepertinya akan hujan lebat, terbayang kalau naik bis yang terbuka seperti itu kami akan basah kuyup kehujanan. Akhirnya pencarian bandros dibatalkan. Huuuuuuuu….. penonton anak-anak kecewa.

Bingung juga setelah ini mau kemana karena hari mulai sore dan mendung gelap tapi anak-anak menolak untuk pulang. Negosiasi alot di dalam mobil dan akhirnya keputusannya kita cari jalan menuju tol alias pulang. Jalanan sudah mulai macet dan gerimis mulai turun. Mampir dulu sebentar di tempat oleh-oleh karena saya mau beli klapper tart dan batagor.

Alhamdulillah perjalanan pulang lancar jaya hanya sedikit tersendat saat masuk tol Cikarang. Lelah sangat, apalagi saya dan suami bergantian memangku Kaysan yang sedang aktif aktifnya. Tapi senaaaaaang bisa jalan-jalan dadakan seperti ini. Ada yang nyeletuk, belum puas yah ke Bandungnya, kapan-kapan mau dong diajak lagi ke sana. Eeeeaaa….

Iklan

2 responses to “Dua Hari Keliling Bandung

  1. nyonyasepatu berkata:

    Pemadangannya bagus ya, gunugnnya jelas banget keliatan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: