Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Seminar Parenting : Mendidik Generasi Al Quran

pada 23 Mei 2017
Sudah lama sekali saya tidak ikut seminar parenting , lupa kapan terakhir. Sempat punya pikiran, aaah percuma dah ikutan seminar parenting kemana mana, enggak ada perubahan, tetap galak, enggak sabaran dan sumbu pendek sama anak. Tapi akhirnya merasa malu sendiri, kok cetek amat ini pemikiran, memang tidak  bisa diaplikasikan ilmunya 100% tapi setidaknya saya jadi punya rem untuk mengendalikan diri saat berhadapn dengan anak dan punya niat untuk memperbaiki diri. Udah ikutan seminar parenting aja masih amburadul begini, apalagi enggak ikutan. Saya bukan super mom dan malaikat yang enggak punya salah dalam mendidik anak kan, justru kesalahan ini bisa jadi pembelajaran untuk lebih baik lagi.

Saat di grup sekolah Kanaya ada yang share tentang kegiatan parenting saya langsung tertarik, apalagi lokasinya tidak jauh dari rumah. Penyelenggaranya Persaudaraan Muslimah (SALIMAH) kota Bekasi. Langsung saya daftar lewat online karena khawatir penuh, biasanya acara-acara yang diadakan SALIMAh selalu full dengan emak-emak yang haus ilmu dan senang berbagi.

Saya titipkan Kaysan pada mbahnya dan setelah mengantarkan Kanaya ke sekolah saya langsung cuuusss ke TKP. Masih sepi jadi bisa pilih-pilih tempat duduk yang nyaman, tapi tidak berapa lama mulai berdatangan peserta dari ibu-ibu majelis taklim maupun perorangan dan perwakilan beberapa sekolah. Saya bertemu dengan beberapa teman yang ikutan juga, cipika cipiki, reunian, ngobrol sebentar dan langsung fokus dengan materinya. Berikut ini beberapa point yang saya rangkum dari acara parenting ini. Saya catat sebagai pengingat diri, supaya suatu saat nanti bisa dibaca lagi .

Seminar Parenting ini mengambil tema Mendidik Generasi Al Quran yang disampaikan oleh sepasang suami istri yang kompak yaitu pak Satria Hadi Lubis dan Ibu Kingkin Anida. Saat melihat mereka bersinergi di panggung pikiran saya langsung mengembara, Masya Allah betapa indahnya rumah tangga seperti ini, satu dengan yang lainnya saling mendukung dan punya banyak manfaat buat masyarakat. Keluarganya juga harmonis dengan menjadikan Al Quran sebagai dasar untuk mendidik anak-anaknya.

Awal materi Pak Satria menyampaikan terlebih dahulu mengenai surat dalam Al Quran yang harus menjadi landasan dan doa yang tak pernah putus kita panjatkan kepada Allah. QS 25: 74 “Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan anak-anak keturunan yang menjadi penyejuk mata kami dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa “

Dari Surat ini keluarga diharapkan menjadi teladan bagi keluarga lainnya.  Keluarga  yang dekat dengan Al quran adalah keluarga dengan generasi terbaik karena senantiasa belajar dan mengajarkan Al Quran serta akan menyelamatkan dirinya di dunia dan akhirat

Saat ingin menjadikan keluarga sebagai generasi AL Quran harus dimulai dari saat kita belum menikah. Pilihlah pasangan yang mempunyai  visi dan misi yang sama untuk membentuk generasi Al Quran.

Bila keluarga meninggalkan Al Quran maka perlahan kehidupannya akan buta dari cahaya kebenaran. Orang yang dihinakan oleh Al Quran salah satu cirinya adalah mengacuhkan Al Quran padahal sudah disampaikan kebenaran Al Quran padanya. Akhirnya dia akan lupa diri dan berteman dengan setan.

Di tengah-tengah materi, Ibu Kinkin memutar video tentang wawancara beberapa anak seusia SD yang ditanya tentang artis-artis idola mereka dan menjawab dengan lancar, tapi saat ditanya tentang berapa surat dalam Al Quran, berapa juz,  dan diminta untuk mengucapkan beberapa ayat Al Quran mereka kesulitan. Padahal anak-anak ini tinggal di negara yang mayoritas penduduknya Muslim. Sungguh ini jadi peringatan buat kita orang tua bahwa serangan ghozwul Fikri (perang pemikiran) sudah sedemikian gencar, dan salah satu bentengnya adalah mendekatkan anak-anak kepada Al Quran.

Untuk dapat mencintai Al Quran tentu saja butuh proses. Awalnya mungkin harus dipaksa atau memaksakan diri untuk selalu berinteraksi dengan Al Quran, kemudian dijadikan hal itu sebagai kebiasaan. Setelah terbiasa nantinya akan menjadi kebutuhan, hati terasa kering dan resah jika sehari saja tidak tilawah. Akhirnya setelah menjadi kebutuhan akan terasa betapa nikmatnya dekat dengan Al Quran.

Ada penelitian dari Dr. Shalih bin Ibrahim yang membagi mahasiswanya menjadi dua kelompok masing-masing 170 orang. Kelompok yang satu tidak menghafal Al Quran sedangkan kelompok yang lain diminta untuk menghafal AL Quran. Hasil penelitiannya, Para mahasiswa yang memiliki hafalan yang bagus memiliki kesehatan jiwa yang lebih tinggi dan lebih cerdas dibandingkan dengan yang tidak pernah menghafal Al Quran.

Ada beberapa tips dari ibu Kinkin Anida supaya kita dekat dengan Al Quran yaitu dengan senantiasa membaca Al Quran pagi dan malam hari serta terus belajar membenarkan bacaan Al Quran. Kemudian kurangi mendegarkan musik dan ganti dengan murotal yang memberikan efek kesehatan.

Untuk anak-anak sebaiknya perkenalkan Al Quran sejak dalam kandungan, selalu memperdengarkan Al Quran, konsisten dan ajarkan dengan cara yang unik supaya mereka tertarik. Jangan lupa berikan penghargaan karena mau terus belajar mencintai Al Quran dalam setiap kondisi.

Pak Satria juga menjabarkan tentang  teknik menghafal Al Quran dimana setiap orang akan berbeda beda caranya. Gunakan metode yang sesuai dengan kemampuan yang penting adalah konsisten.

Semoga rangkuman dari seminar parenting tentang generasi Qurani ini dapat bermanfaat yah, dan semoga juga kita termasuk ke dalam orang-orang yang mencintai Al Quran. Aamiin.

 

 

Iklan

3 responses to “Seminar Parenting : Mendidik Generasi Al Quran

  1. mysukmana berkata:

    pokoknya hbs maghrib jangan lupa walau satu ruku ya bu 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: