Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Fotografi dengan Smartphone

pada 26 Mei 2017

fotografi dengan smartphone

Sejak malas buka Facebook karena banyak huru hara, saya malah jadi rajin mengunjungi Instagram. Awalnya banyak follow selebgram yang sering mendekor rumah dengan cara DIY. Saya yang senang banget dengan dekorasi rumah dan kerajinan tangan jadi makin betah di IG. Mulai deh coba bebenah rumah dan membuat printilannya dari barang-barang bekas.

Waaaah foto hasil DIY nya selebgram cakep cakep banget. Setelah tertarik dengan DIY nya sekarang malah tertarik bagaimana bisa foto sebagus itu. *emakemaklabil.

Berhubung saya enggak punya kamera canggih yang harganya bisa bikin kepala nyut nyutan dan cuma punya kamera hp, jadi saya maksimalkan apa yang saya punya. Mulailah atas nama penasaran hampir tiap hari saya ngubek ngubek google untuk cari tau bagaimana teknik foto yang baik, terutama foto dengan menggunakan smartphone. Cusss langsung praktekin foto apa saja yang ada di rumah.

Dengan pede tingkat kecamatan saya upload hasil cekrak cekrek di IG. Eeh kok banyak yang DM bilang foto saya bagus. Malah ada yang minta diajarin segala. Hahaha gimana mau ngajarin lha ini aja engga tau benar apa salah. Pokoknya prinsipnya foto enak dilihat sama mata saya, entahlah mata orang lain.

Untuk lebih meyakinkan bahwa teknik foto menggunakan smartphone ini benar atau tidak, saya ikutan workshopnya mba Arriana, salah satu selebgram yang IG nya selalu saya kepoin. Beliau ini enggak pelit berbagi ilmu, kadang sering share behind the scene foto-fotonya dan yang paling senang kebanyakan fotonya pakai smartphone juga seperti saya.

Workshop diadakan di resto Kayu Tjokelat Bekasi. Pesertanya engga banyak, kalau buat saya sih senang aja peserta sedikit karena engga terlalu ramai. Saat saya datang, mba Arriana sudah datang juga dengan perlengkapan foto yang kumplit dan membawa dua jagoannya. Senangnya ketemu selebgram yang selama ini cuma lihat di IG. Beliau ini orangnya seru, ramah dan sabar. Saya yang memang penasaran dengan dunia fotografi ini bawel banget tanya-tanya terus tapi dijawabnya dengan lugas.

Ini dia beberapa hal yang saya rangkum saat workshop kemarin :

1. Faktor utama dari fotografi adalah pencahayaan. Semakin baik cahayanya, makin baik hasil fotonya. Cahaya yang paling bagus itu adalah cahaya alami dari matahari. Usahakan kalau foto di samping jendela, dekat pintu atau teras antara jam 8 sampai jam 11 siang. Jangan foto jam 12 siang karena cahaya terlalu keras dan banyak bayangan. Gunakan reflektor untuk memantulkan cahaya supaya lebih merata. Bisa menggunakan kaca, stereofoam, atau aluminium oil yang diletakkan berseberangan dengan sumber cahaya. Boleh foto di dalam ruangan asal menggunakan lampu sorot atau lampu meja yang langsung menyinari objek dengan bantuan difuser supaya jatuhnya cahaya lebih merata. Buat tukang foto amatiran kaya saya sih lebih senang pakai cahaya alami, engga ribet. *emakantiribet.

2. Jangan menggunakan zoom ya, kalau mau lebih detail obyeknya dekatkan saja kameranya. Fungsi zoom pada kamera hp akan menurunkan resolusi foto dan membuat foto jadi tidak tajam.

3. Saat akan foto produk atau obyek apapun kita harus menentukan tema dan siapkan properti sesuai tema. Misal mau foto bros, maka propertinya bisa jilbab, baju dll yang berhubungan dengan bros. Jangan tiba tiba ada palu di dekat bros kan engga ada hubungannya. Usahakan foto yang akan ditampilkan itu menceritakan sesuatu.

4. Tentukan angle yang akan digunakan. Misal untuk foto breakfast atau story telling sebaiknya pakai angle flat lay, foto diambil dari atas. Untuk foto makanan yang banyak topingnya seperti pizza, bisa diambil dari atas untuk memperlihatkan detail pizza. Tapi kalau foto botol atau benda yang tinggi atau digantung sebaiknya menggunakan eye level atau yang sejajar dengan mata. Bisa juga menggunakan angle 30 derajat untuk mengambil foto makanan, bros, jepit dll.

5. Background foto juga sebaiknya tidak terlalu ramai dan warnanya tidak bertabrakan dengan obyek foto. Warna yang paling aman itu hitam atau putih bisa juga menggunakan motif kayu dengan warna yang natural.

6. Setelah cekrak cekrek foto kita percantik dengan proses editing. Foto yang siap diedit itu adalah foto yang memang sudah bagus karena teknisnya sudah benar. Jadi bukan foto amburadul yang disulap menjadi foto yang keren. Kalau cara pengambilan fotonya sudah tidak bagus kemungkinan juga akan sulit diedit karena hasilnya tetap jelek. Aplikasi edit foto untuk android banyak tersedia di play store tinggal pilih mana yang paling mudah. Saya pernah membahasnya disini. Tidak perlu menggunakan semua fitur yang ada di aplikasi foto, cukup gunakan brightness, contras dan saturation. Tapi jangan berlebihan juga karena hasilnya malah jadi aneh. Jangan lupa diberi watermark ya fotonya. Biarin deh diledekin, halaaah foto jelek aja pake dikasih nama, ga ada yang nyuri dah fotonya…. Gpp pede aja dikasih nama supaya kita menghargai hasil karya kita sendiri.

Nah… Enggak ribet kan foto foto pakai hp? Semakin sering berlatih semakin lihai kita menyusun style, mengatur cahaya dan makin pede untuk upload di sosmed. Untuk yang foto produknya buat jualan juga jadi makin laris jualannya karena fotonya keren dan pembeli jadi tertarik. Bisa juga untuk latihan foto, kita ikutan akun fotografi di IG yang setiap hari meminta kita foto dengan tema tertentu. Sekalian belajar foto juga dari para senior yang hasil fotonya cetttaaaar.

Selamat cekrak cekrek yaaah.

Iklan

One response to “Fotografi dengan Smartphone

  1. susie ncuss berkata:

    bagus teh fotonya… šŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: