Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Libur Lebaran 1438 H

pada 19 Juli 2017

 

1500478999518

Libur lebaran tahun ini kami ke Palembang…Yeaaaayyy….. Terbayang pertama kali saat menyebut Palembang adalah makanannya yang enak-enak. Selain tentu saja karena ingin silaturahim dengan keluarga besar suami dan sungkem sama mertua.

Tiket pesawat sudah dipesan dua  bulan sebelumnya dengan rencana hanya saya dan anak-anak yang naik pesawat sedangkan ayahnya berangkat seminggu sebelumnya dengan naik bis. Supaya bisa lebih banyak ngobrol dengan mertua karena secara kalau ada anak-anak tidak bisa leluasa. Awalnya sih saya agak ragu apa sanggup membawa dua bocah cilik yang lagi aktif-aktifnya. Tapi  demi pak suami bisa birrul walidain dengan ortunya saya nekat saja. Dulu saya juga pernah berdua saja dengan Kanaya saat usianya dua tahun. Insya Allah sekarang pasti bisalah.Tapi akhirnya di detik-detik terakhir keberangkatan pak suami engga tega membayangkan saya pergi bertiga. Akhirnya malah ikutan pesan tiket, untungnya masih tersedia seat untuk pesawat dengan waktu yang sama.

Kami berangkat dari bandara Halim Perdanakusuma jumat sore dan baru pertama kalinya naik pesawat dari sini menggunakan Citilink. Meskipun berangkatnya dua pekan setelah lebaran tetap yaaah penuuuh banget sampai di ruang tunggu tidak kebagian kursi. Alhamdulillah masih ada ruang menyusui yang meskipun kecil tapi tetap nyaman buat menunggu. Setelah beberapa lama ada pengumuman pesawat kami delay dua jam. Weeeeew…. meskipun dapet dispensasi nasi padang Sederhana tetap tidak bisa menutupi rasa kecewa karena anak-anak jadi rewel terlalu lama menunggu. Apalagi Kaysan terus-terusan menangis karena bosan dan mengantuk.

Akhirnya pesawat datang. Ini adalah pengalaman pertama kalinya untuk Kaysan naik pesawat, awalnya saya khawatir dia rewel tapi alhamdulillah meskipun tidak bisa diam sampai naik ke atas meja lipat, dia tidak menangis. Sampai Palembang pas magrib dan sampai rumah mertua jam 8 malam karena jalanan macet total. Kami langsung tepar karena kelelahan.

Paginya rumah mertua sudah ramai untuk persiapan acara Walimatus Safar pergi Haji bapak dan mimi . Hari ahadnya puncak acara, banyak orang di rumah sampai Kaysan dan Kanaya menangis karena kepanasan dan tidak terbiasa dengan ramainya orang. Senangnya acara hajatan di Palembang itu tidak terus menerus sampai malam seperti di Bekasi. Jam 12 siang acara selesai dan setelah itu rumah sudah rapi kembali.

Malamnya setelah magrib kami bersama saudara-saudara yang lain bisa jalan-jalan. Tujuan pertama adalah jembatan Ampera yang menjadi ikon kota Palembang. Beberapa kali saya ke tempat ini belum pernah berkunjung di malam hari dan ternyata rameeeeeee. Pemandangannya juga bagus, jembatannya lebih cerah karena lampu-lampu. Kelebihannya disaat malam cuaca tidak panas tapi sayangnya kami tidak bisa naik perahu. Padahal saya pengen banget ajak Kanaya Kaysan naik perahu.

Puas ngemil-ngemil di pinggiran sungai Musi, kami langsung ke restoran martabak Har. Bagi saya sih ini acara utamanya, heheheh. Kalau ke Palembang martabak Har itu adalah makanan wajib. Rasanya bikin nagih dan ngangenin. Meskipun kami ke sana jam 10 malam tapi kedai masih buka dan masih banyak pembeli juga. Makannya bergantian dengan pak suami karena anak-anak rewel pengen tidur. Lumayanlah meskipun kurang menikmati karena sambil meredakan rengekan anak-anak, tapi setidaknya sudah mencicipi lezatnya martabak Har.

Pulangnya kami menginap di rumah kakak ipar di daerah Borang. Ini juga jadi tempat favorit karena belakang rumah ada kebun buah yang saat kami datang, beberapa buahnya sedang panen. Lebih tepatnya dipaksakan panen supaya buah bisa dipetik segera karena tangan-tangan bocah sudah gemas ingin memetik buah langsung dari pohonnya. Buah yang jadi idola itu kelengkeng, meskipun masih muda tapi rasanya muaniiss. Saya baru tau kalau kelengkeng bisa juga tumbuh di Palembang karena selama ini lihat pohon Kelengkeng hanya di daerah Jawa Tengah saja.

Puas menjelajahi kebun, kami diundang makan siang oleh kerabat yang lain, lokasinya berdekatan. Makan siang yang menyenangkan karena ada menu penutup yang ditunggu-tunggu yaitu bakso. Jyaaah jauh-jauh ke Palembang cuma mau makan bakso yaaak. Eiits jangan salah ini bakso uenak banget rasanya asli daging sapi tanpa banyak campuran karena pemilik rumah itu penjual daging sapi. Pokoknya endeus tralala deh rasa baksonya.

Setelah itu lanjuuut ke rumah kakak ipar yang lain dan makan-makan lagi, kali ini menunya celimpungan, pempek, otak-otak, es buah, srikaya duren dan berbagai macam makanan ringan. Naksir berat sama otak-otaknya yang sebesar lontong. Ikan tenggirinya terasa banget, enggak tau lah saya habis berapa biji. Sadarnya saat perut terasa penuh hihihi.

Oh iya kami juga sempat pesta durian malam sebelumnya. Sudah pada tau kan kalau Palembang itu banyak durian enak. Tapi saya sih nonton saja keseruan mereka makan durian, karena engga doyan dan agak mual sama baunya.

Dua hari setelah acara walimatus safar di rumah mertua kami memang keliling Palembang untuk berkunjung ke beberapa rumah kerabat suami. Dan setiap kunjungan sudah dipastikan ada penambahan lemak di badan karena makanan yang disuguhkan terlalu sayang untuk ditolak hehehe. Sejenak mari kita lupakan timbangan.

Hari Rabu pagi kami sudah harus bersiap-siap terbang ke Jakarta. Kali ini menggunakan Batik Air menuju bandara halim perdanakusuma. Belajar dari pengalaman delay sebelumnya yang sampai dua jam, saya sudah mempersiapkan makanan untuk anak-anak dan saat sampai ruang tunggu sudah siap-siap menguasai ruang menyusui lagi. Alhamdulillah tidak ada delay dan penerbangan lancar jaya sampai Jakarta.

Selamat tinggal Palembang……

 

Iklan

One response to “Libur Lebaran 1438 H

  1. fitri3boys berkata:

    selamat lebaran bunda dan keluarga…asik bgt ya di Palembang ..mpek2 nya itu lho neka bgt , tekwan juga..eh jadi ngomongin makanan ya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: