Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Libur Lebaran di Palembang

pada 28 Juni 2018

1529906223887(1)

 

Alhamdulillah

Libur lebaran tahun ini saya dan keluarga bisa kembali ke Palembang silaturahim dengan keluarga besar suami. Awalnya memang tidak ada rencana ke Palembang karena sudah terlanjur beli tiket ke Ambarawa, kota kelahiran saya. Tetapi pertengahan Ramadhan, dengan berbagai pertimbangan   kami memutuskan mudik juga ke Palembang. Jadi persiapannya serba mendadak , termasuk hunting tiket pesawat yang mahalnya ampyuuuuun. Biasanya kalau kami mau ke Palembang sudah beli tiket beberapa bulan sebelumnya jadi bisa cari yang lebih murah.

Apapun kesulitannya, selalu ada kemudahan kan ya. Alhamdulillah bisa terbang juga ke Palembang meskipun dapat penerbangan malam hari. Awalnya khawatir anak-anak rewel karena jam tidur terutama Kaysan yang sejak disapih jadi sering tantrum. Tapi alhamdulillah mereka menikmati perjalanan. Kami ada di Palembang selama 6 hari, ngapain aja sih….. nah ini dia catatannya.

Hari pertama

Tiba di Palembang jam 12 malam dan langsung meluncur ke rumah kakak ipar di daerah Pinang Mas. Engga sempat lagi bebersih, langsung tidur karena ngantuk berat. Bangun tidur Kaysan nangis karena mungkin bingung ini ada di mana. Tidak perlu waktu yang lama akhirnya dia sudah ceria lagi dan bermain bersama sepupunya. Alhamdulillah Kanaya dan Kaysan termasuk anak yang menyenangkan dan mudah beradaptasi jika diajak ke berkunjung ke suatu tempat. Kalaupun rewel biasanya karena Kaysan ngantuk atau bangun tidur dan itupun tidak berlangsung lama. Rencana hari pertama di Palembang adalah berkunjung ke rumah kerabat yang tersebar di beberapa wilayah Palembang. Kami konvoi  3 mobil mengunjungi saudara suami yang lebih tua. Sesuai dengan ciri khasnya Palembang, selalu ada pempek di setiap rumah yang kami kunjungi, selain makanan khas Palembang lainnya, tekwan, celimpungan, model dan lain lain. Berkunjung, makan-makan, kenyang, jalan lagi laper lagi, makan lagi begitulah terus sampai sore menjelang. *tendang timbangan.

Kunjungan hari pertama berakhir di rumah mertua tapi kami tidak menginap karena baju ganti masih ada di rumah kakak ipar. Jadi malam itu kami menginap lagi di Pinang mas.

Hari kedua

Banyak tamu yang berkunjung di rumah kakak ipar, jadi rencananya kami akan di antar ke rumah mertua sore hari. Saya gunakan kesempatan ini untuk istirahat, setelah seharian kemarin keliling kota Palembang. Tidur, makan, ngobrol, makan lagi, tidur lagi, ngemil – ngemil. Proses penggendutan pun dimulai sodara-sodara J

Menjelang magrib kami diantar ke rumah mertua di 11 ilir setelah sebelumnya mampir dulu ke rumah saudara. Disuguhi pempek kulit yang garing, renyah, kriuk kriuk, uenak bingiiit. Ga ada malunya saya sampai ngabisin hampir setengah piring. Beneran enak banget pempek yang garing seperti ini. Prinsipnya jangan pake malu, karena kalau makannya malu-malu bakalan nyesel. Untungnya urat malu ada 17, ilang satu masih ada 16 hihihihihi

Hari ketiga

Hari ketiga ini kami ada di rumah abah dan nenek yang  menerima banyak tamu . Jadi tidak bepergian ke mana-mana. Sorenya baru jalan-jalan ke rumah teman mertua semasa haji tahun 2017 yang lalu. Sambil menemani mereka reunian, team hore menghabiskan makanan yang disuguhkan. Kanaya dan Kaysan senang sekali karena pempeknya unik, ditengahnya ada sosis. Ludes satu piring, karena emaknya ikutan nyomot juga berkali kali. Setiap rumah yang kami kunjungi memang hampir selalu ada pempek, tapi pempeknya  punya ciri khas tersendiri.  Jadi tidak pernah bosan dan selalu tertarik mencicipinya.

Malamnya kami menginap di rumah kakak ipar yang lain, di daerah Borang. Berbeda dengan rumah mertua yang ada di pusat kota, rumahnya lebih sejuk karena masih banyak kebun.

Hari keempat

Hari ini saatnya piknik bersama keluarga besar. Menggunakan dua mobil kami berkunjung ke GOR Jakabaring dan tempat wisata hutan pinus Punti Kayu. Palembang sedang mempercantik diri karena sebentar lagi akan ada hajatan Sea Games di sini. Pembangunan LRT sudah hampir selesai dan GOR nya juga sedang diperbaiki. Waaaaah ternyata GOR Jakabaring ini bisa dijadikan tempat wisata. Tempatnya nyaman dan teduh untuk bersantai bersama keluarga. Saat akan foto di depan stadion, kami diusir beberapa satpam karena menginjak rumput. Uppps maapkeun, saking semangatnya lihat berbagai ornamen lucu dan unik. Kami juga mengunjungi tempat untuk olah raga air yang bagus sekali warna airnya biru seperti di laut dan  ramai sekali seperti di Ancol. Beberapa pengunjung menggelar tikar dan duduk duduk menikmati angin sepoi sepoi. Kami tidak lama di sana setelah menjelajah beberapa lokasi langsung keluar menuju Punti Kayu. Panasnya bo’ mentereng banget.

Setelah berpanas-panasan di Jakabaring kami ke Punti Kayu yang adem dan teduh karena dikelilingi pohon pinus. Senangnya di tengah kota yang padat dan panas masih ditemukan hutan yang indah seperti ini. Kami langsung gelar tikar dan makan bersama di bawah pohon. Nah ini baru namanya piknik beneran karena ada makan-makannya bekal dari rumah.

Ada beberapa wahana yang bisa dikunjungin tapi harus bayar tiket lagi. Sayangnya masih jarang ditemukan tempat sampah jadi hutan yang indah ini terlihat kotor karena sampah berserakan di mana-mana. Kami sampai sore di sana karena menunggu anak-anak antri  Flying Fox. Setelah pengunjung berkurang mulai bermunculan lah kera-kera yang entah dari mana datangnya, mengambil sisa makanan yang ditinggalkan pengunjung.

Pulang dari Punti Kayu kami mampir makan martabak Har. Yeaaaaay…. ini makanan favorit saya, kuahnya itu lho bikin pengen nambah terus. Enaaaaaaaak banget. Meskipun makannya harus cepat karena gantian sama pak suami gendong Kaysan yang engga mau anteng.

Hari kelima

Hari ini Kami akan berwisata religi ke museum Al Quran raksasa di Palembang. Lokasinya agak jauh dari pusat kota. Karena pas banget jam makan siang, kami mampir dulu ke rumah makan pindang Meranjat  Syafiq di Musi 2. Makannya kurang tenang karena lokasinya dikelilingi kolam yang sebagian tidak berpagar. Si bocah 2 tahun senang banget main di pinggiran kolam, bikin emaknya jantungan.

IMG20180620122805

Setelah kenyang, kami menuju museum Al Quran Raksasa. Jalanannya agak terjal dan sedikit macet. Sampai lokasi, ternyata sudah penuh pengunjung. Saya berpikir namanya museum pasti ber AC dan nyaman, ternyata situasi di dalam sangat panas dan pengap, mungkin karena banyaknya pengunjung. Kami tidak tahan juga berlama lama di dalam. Setelah foto ala kadarnya kami langsung cuuusss pulang.

Hari keenam

Hari ini adalah hari terakhir kami di Palembang, sejak pagi saya sudah packing oleh oleh baju kotor . Biasalah kalau bepergian begini kan yang paling repot emaknya, memastikan baju terangkut semua dan merapikan barang bawaan. Setelah beres packing, saya belajar membuat pempek dengan adik ipar yang sudah mahir sekali membuat pempek yang endeus. Langsung terjun membuat pempeknya sih engga, hanyak menyaksikan dan mendokumentasikan step stepnya saja. Insya Allah nanti di Bekasi tinggal praktek. Dengan catatan kalau enggak males yaaah, hihihihi.

IMG20180621164241

Sorenya kami menuju bandara Sultan Mahmud Badaruddin II untuk terbang ke Bekasi, diantar keluarga besar. Hiks hiks…sedihnya harus berpisah.

Alhamdulillah enam hari yang menyenangkan dengan membawa banyak cerita dan oleh-oleh *eh.

See you next time Palembang

IMG20180621193808

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: