Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Liburan ke Ambarawa dan Solo

pada 20 Juli 2018

Ambarawasolo

Super duper Late post….

Alhamdulillah liburan sekolah tahun ini bisa pulang kampung ke kota kelahiran saya di Ambarawa. Lima tahun tidak berkunjung ke sini. Kangen dengan suasana pedesaan dan pemandangan alamnya yang indah.

Sebenarnya yang punya acara itu pak Suami dan teman-temannya yang berencana wisata kota Solo bersama keluarga. Saya memutuskan berangkat duluan ke Ambarawa karena rasanya kok sayang ya pergi  jauh jauh ke Solo melewati Ambarawa dan enggak mampir. Akhirnya saya, mama, Kanaya dan Kaysan mencuri start liburan dengan menginap dulu di Ambarawa selama 7 hari. Setelah itu baru ketemuan dengan rombongan keluarga yang lain di Solo. Suami menyusul karena masih banyak pekerjaan yang harus di selesaikan

Dan….. liburan bersama seorang lansia plus dua bocah cilik pun dimulai…..

Kami ke Ambarawa naik bis double decker Agra Mas dari poolnya di depan depsos Bekasi. Ngaret 2 jam karena alasan jalan tol macet. Sedihnya karena saat pagi sebelum berangkat  Kanaya muntah-muntah. Sudah di bawa ke dokter dan alhamdulillah muntah agak reda meskipun saya tetap khawatir karena perjalanan jauh dan tanpa ayahnya.

Saya baru pertama kalinya ke Ambarawa naik bis tingkat. Awalnya pengen banget duduk di lantai atas tapi realistis lah ya, bawa orang tua dan 2 anak yang lagi aktif-aktifnya engga mungkin pilih duduk di lantai 2.

Foto bis pinjam dari Agra Mas

Tiba di Ambarawa jam 3 pagi dan rasanya kaya mimpi bisa ada di kampung saya tercinta ini. Kota kecil yang bikin betah karena tidak terlalu ramai dan pemandangannya memanjakan mata banget. Seharian engga ke mana-mana cuma tidur dan makan aja. *tendangtimbangan. Hari hari selanjutnya barulah kami berempat keliling Ambarawa, demi menyenangkan anak-anak dan memuaskan hobi saya mencari objek foto.

Tujuan wisata yang pertama adalah museum kereta api Ambarawa. Sekarang jauh lebih rapih dan bersih. Anak-anak langsung heboh lihat kereta api sebegitu banyaknya. Kakaknya lebih suka baca-baca sejarah yang ditempel di dinding sedangkan adiknya minta naik kereta, jalan-jalan di gerbong, minta turun, naik lagi, ngejar-ngejar sampai punggung rasanya mau copot. Di saat ini langsung keingetan pak suami yang biasanya kalau jalan-jalan kebagian pegang Kaysan. *koyomanakoyo

Selesai menjelajahi Museum kereta api, lanjut ke Palagan Ambarawa yang sebenarnya jaraknya dekat dari museum, hanya jalannya agak menanjak. Saya pilih naik delman karena efisiensi waktu dan tenaga. Udah engga sanggup kalau Kaysan minta gendong. Sampai sana suasana tidak ramai hanya ada beberapa pengunjung. Saya bernostalgia sama mama, dulu waktu masih kecil sering banget ke tempat ini, dan sekarang kesini lagi sudah bawa anak-anak. Tidak banyak yang bisa dilihat selain kereta api, tank, pesawat terbang peninggalan jaman perang kemerdekaan dulu. Patung-patung pahlawannya malah membuat Kaysan takut.

Hari selanjutnya bingung mau ke mana, searching tempat wisata Ambarawa yang nyaman buat anak-anak malah jadi tambah bingung karena saking banyaknya. Akhirnya kami menuju Bandungan yang lokasinya menanjak seperti di puncak Bogor. Rencana awal mau ke candi Gedong Songo tapi seingat saya dulu pernah ke sana tempatnya agak curam dan menanjak terus. Males ah, punggung encok lagi kalau harus gendong Kaysan. Akhirnya pilih ke taman bunga Celosia yang lumayan menyenangkan buat anak-anak karena banyak patung dari film kartun kesayangan. Tempatnya tidak terlalu luas dan bunganya masih belum banyak, di beberapa tempat malah dipasang bunga tiruan. Tapi lumayan banyak spot foto yang bagus.

Di lain waktu saya mengunjungi beberapa tempat, hanya dengan Kanaya dan sepupu keliling Ambarawa naik motor. Mama dan Kaysan punya acara sendiri dengan saudara-saudara yang lain. Saya mengunjungi kampung warna warni di daerah Bejalen yang mirip dengan kampung warna warni di Malang. Sebagian besar rumah dindingnya di cat dengan warna warni pelangi dan beberapa dinding digambar semenarik mungkin. Ada juga perahu  besar yang dibuat di pinggir sawah yang juga dicat warna pelangi dengan pemandangan sawah dan gunung Merbabu. Perahu yang unik karena hanya bisa digunakan untuk foto-foto saja. Kreatif deh !

Salah satu daya tarik Ambarawa adalah rawa pening. Sekarang bisa melihat lebih dekat karena dibangun jembatan Biru yang posisinya agak ke tengah rawapening. Seingat saya dulu sewaktu kecil rawa pening ini indah sekali, sekarang masih tetap indah tapi agak kotor, banyak eceng gondok dan  entah sedang dibuat proyek apa jadi pemandangannya agak terganggu. Ada juga sih perahu wisata keliling rawapening, saya tidak mencobanya karena hari keburu sore. Tapi puas lah meskipun hanya sebentar di Jembatan biru , karena bisa mengambil foto-foto saat sunset.

Sesuai rencana, Hari Ahad pak Suami menjemput saya dan anak-anak. Hari Senin pagi baru menuju Solo bertemu dengan teman-teman yang lain. Memanfaatkan waktu yang ada di hari Ahad, kami jalan-jalan ke Borobudur. Sebenarnya saya kurang tertarik tapi pak suami kepengen banget ke sana. Akhirnya cuuus lah ahad pagi kita menuju Magelang dengan rute Salatiga, Kopeng, Ketep, Borobudur. Padahal pak suami baru sampai jam 5 pagi dari Bekasi. Tapi engga ada capeknya lanjut aja jalan-jalannya.

Kami hanya mampir sebentar ke Kopeng dan malah tanpa rencana mampir juga ke Ketep Pass. Menyaksikan Gunung Merapi dari ketinggian dan membaca sejarah meletusnya Gunung merapi dari museumnya. Sepanjang  jalan pulang pergi  Ketep disuguhi pemandangan kebun buah dan sayuran segar. Gemeees pengen metik.

Puas melihat Gunung Merapi dari Ketep dan wisata kuliner di sana kami langsung menuju Borobudur. Lumayanlah lah membakar kalori, naik ke puncak Borobudur yang tinggi. Susah bener mau foto-foto karena banyaknya pengunjung, jadi enggak lama  langsung turun lagi. Sampai bawah haus dan lapar makan soto daging semangkok. Nambah lagi dah lemaknya. *peluktimbangan.

Senin pagi, cuuuuuuuus ……………… lanjut ke Solo .

Diiringi kekhawatiran sang emak karena Kaysan tiba-tiba panas tinggi. Alhamdulillah saat di bis panasnya mulai turun, tapi saat sampai di hotel mulai panas lagi. Sorenya Kanaya berenang, Kaysan mulai rewel dan tidak mau makan, setelah itu makin tinggi panasnya dan buang-buang air. Tidak ada makanan sedikitpun yang masuk ke perutnya.  Sedihnya hati saya melihat kondisi Kaysan yang lemas. Saya sudah googling rumah sakit terdekat, siap-siap kalau malam itu harus membawanya ke rumah sakit. Semalaman saya tidak bisa tidur nyenyak. Berharap Kaysan sembuh karena paginya kita akan pergi ke Tawangmangu.

Alhamdulillah ya Allah… setelah subuh panasnya turun. Wajahnya masih sayu tapi sudah aktif bergerak ke sana kemari sambil bernyanyi nyanyi. Setelah sarapan, kami dan rombongan menuju Tawangmangu yang ternyata indah banget pemandangannya. Saya selalu suka dengan hawa pegunungan, bau khas hutan pinus dan pemandangan indah dari ketinggian. Betah banget di tempat ini, sayang cuma sebentar. Kalau bisa menginap atau kemping pasti lebih menyenangkan. Pulang dari Tawangmangu kami keliling kampung batik di daerah Laweyan dan makan nasi liwet, setelah itu istirahat di hotel. Zzzzzz…….

Besok paginya acara masing-masing, ayahnya janjian dengan teman lamanya, dan saya juga janjian bertemu dengan teman saat dulu masih ngantor. Kalau pak suami sendirian aja ketemu temannya, nah saya bawa anak-anak. Begitulah yaa nasib emak-emak, kemana mana bawa buntut….:). Pertemuan dengan teman saya ini terhitung singkat kami ngobrol-ngobrol di perjalanan menuju PGS untuk beli oleh-oleh dan makan Selat Solo. Meskipun singkat tapi senaaaang bisa bertemu melepas kangen.

Jam 12 kami keluar dari hotel menuju stasiun Solo Balapan untuk kembali ke Bekasi. Baru kali ini naik kereta dengan jarak yang jauh. Biasanya paling jauh naik Commuter Line ke Kota. Ternyata cukup menyenangkan yah ke luar kota naik kereta api, lebih cepat sampainya, engga terasa tau-tau sampai aja gitu di stasiun Bekasi.

Baiklah, liburan sudah selesai, mari kita kembali ke kehidupan nyata,…wkwkwkwk. Semoga setelah liburan ini jadi semakin semangat menjalani rutinitas. Aamiin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: