Merangkai Inspirasi

Bulu pena akan membawamu terbang, dengan kata-kata yang kau tulis seperti halnya bulu menerbangkan burung menuju langit. (Leonardo Da Vinci)

Wisata ke Malang

pada 2 Mei 2019

1556766267793

Bismillahirrohmanirrohim

Alhamdulillah, saya dan keluarga berkesempatan bisa mengunjungi Malang dengan tujuan utamanya Gunung Bromo. Salah satu destinasi wisata yang sudah lama saya impikan. Selama ini selalu mupeng lihat foto-fotonya yang cantik. Qodarullah akhirnya bisa kesampaian juga.

Kami berangkat Kamis pagi menggunakan pesawat menuju Malang. Pesawat sempat berputar putar di atas kota Malang selama hampir setengah jam karena antri masuk bandara yang lumayan padat. Alhamdulillah stok cemilan cukup jadi anak-anak sibuk dengan makanan. Tapi saya lapar berat, meskipun sudah makan lontong 3 biji saat di bandara. Maklumlah orang Indonesia asli belum afdol kalau belum ketemu nasi. πŸ˜„πŸ˜„

Sampai Malang mobil sewaan dan drivernya sudah menanti, langsung cuuus ke kota Batu karena memang kami akan menginap di salah satu Home stay di Kota Batu. Makannya kapaaan ? menurut driver dia merekomendasikan sebuah tempat makan di Batu. Huhuhuhu jauh emen mas, perut udah keroncongan. 😁😁😁 Sampai TKP ludes satu piring nasi rawon yang ternyata emang rasanya endeuuss tralala.

Selesai urusan makan, kami langsung ke home stay yang lokasinya ternyata tidak jauh dari rumah makan. Rencana istirahat dulu sebentar sorenya mau jalan-jalan ke Alun Alun Kota Batu. Emaknya beberes (lupakan istirahat), anak-anak berenang. Mungkin karena terlalu lelah dan tidak tidur siang, Kaysan langsung tidur pulas, jadi saat ke Alun Alun dia dalam keadaan tidur nyenyak digendong ayahnya.

PhotoGrid_1556767353955
Baru pertama kali ini ke kota Batu dan rasanya langsung jatuh cinta. Kotanya sejuk, bersih dan rapi mirip Ambarawa. Penasaran sama bakso Malang yang dijual di Alun-Alun, setelah dicicipi, errr…kok rasanya masih enakan bakso Malang di Bekasi yah. Setelah puas berkeliling dan wisata kuliner, akhirnya kami kembali ke penginapan. Harapannya bisa tidur nyenyak karena capeeeek, tapi kenyataannya anak-anak malah baru tidur jam 9 malam dan itu artinya jam tidur saya juga menyesuaikan. 😊

Paginya kami keliling kota Batu lagi, kali ini tujuannya ke Selecta. Sejauh mata memandang bunga warna warni yang indah dan menyejukkan. Anak-anak langsung bahagia lihat kolam renang dengan banyak seluncuran, tapi saya langsung kasih kode no no no no. Berenang cukup di penginapan saja, tujuan ke Selecta untuk menyenangkan bundanya yang mau ngumpulin stok foto bunga. Hahaha titah nyonya besar pantang dilanggar yaah…. πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

Setelah dari Selecta kami mampir sebentar ke kebun apel untuk merasakan sensasi memetik apel dan memakannya langsung dari pohon. Nah di tempat ini anak-anak yang paling senang, terutama Kaysan yang semangat sekali memasukkan apel-apel ke dalam plastik, sambil bilang, aku lagi metik mangga nih .. πŸ™‚ Ngotot banget yang gelayutan di pohon itu mangga, bukan apel πŸ˜„

Puas makan apel kami menuju Musium Angkut. Awalnya saya kurang semangat karena berpikir palingan isinya cuma mobil-mobil biasa. Setelah sampai di sana ternyata, bukan cuma anak-anak yang senang, saya pun jadi antusias. Berbagai angkutan dari yang tradisional, alat transportasi jadul sampai yang modern ada semua. Anak-anak senang banget karena diperbolehkan naik mobil pemadam kebakaran keliling musium dengan sirinenya yang meraung raung . Saya tertarik dengan replika kota-kota di dunia yang suasananya dibuat semirip mungkin dengan aslinya. Saat saya unggah foto di status WA banyak yang menduga saya beneran ada di Luar Negeri. πŸ˜„

PhotoGrid_1556767143657.jpg
Tidak terasa hampir 4 jam kami berkeliling di musium angkut. Anak-anak menolak diajak pulang, masih betah katanya. Tapi kami harus segera ke penginapan karena malamnya akan dijemput untuk ke Bromo. Rencana dari Bromo langsung ke Stasiun untuk kembali ke Bekasi. Tugas mamak beberes lagi dan packing, supaya saat dijemput semuanya sudah siap.

Jam 12 malam kami bangun karena jeep yang menjemput sudah datang. Kanaya mudah dibangunkan, tapi Kaysan langsung digendong oleh ayahnya . Saya berharap anak-anak melanjutkan tidurnya di mobil tapi ternyata malah segar bugar dan menikmati perjalanan. Mungkin takjub karena baru sekali ini naik mobil Jeep yang goyangannya cihuy πŸ˜„

Memasuki wilayah Bromo, perjalanan makin mencekam ( nyonya lebay ), sepanjang jalan hanya terlihat hutan dan jurang. Suasana gelap, dingin dan jalanannya menanjak. Tapi kami tidak sendirian, ada ratusan atau malah mungkin ribuan jeep warna warni konvoi di belakang dan di depan jeep yang kami tumpangi. Sempat beberapa kali berhenti karena ada Jeep yang rusak. Makin mendekati Bromo jalanan semakin ekstrim, beberapa kali saya terbentur dinding mobil karena goncangan Jeep. Kaysan langsung saya pangku karena khawatir dia terlempar, sedangkan suami bagian menjaga Kanaya yang tertidur.

Salah satu tujuan kami lebih awal datang ke Bromo adalah karena ingin melihat sunrise dari bukit yang ada di depan gunung Bromo dan gunung Batok, tapi belum sampai ke tempat yang pas untuk melihat pemandangan yang lebih bagus, jeep sudah tidak bisa berjalan lagi karena padatnya pengunjung. Akhirnya kami turun dari jeep, sholat Subuh di jalanan dan segera dapat menyaksikan indahnya matahari yang perlahan muncul dengan warnanya yang indah. Masya Allah, meskipun gunung bromonya tidak terlihat jelas, dan sedang erupsi tapi pemandangannya luar biasa. Lelahnya perjalanan terbayar sudah. Rasanya ingin berlama lama di tempat itu untuk menikmati keindahannya. Tapi kami harus segera turun dari bukit karena akan ada beberapa spot yang akan dikunjungi, seperti pasir berbisik dan bukit teletubies.

PhotoGrid_1556779683381PhotoGrid_1556779804998
Saya salut dengan anak-anak yang tidak rewel selama perjalanan. Sebelumnya tidak pernah terbayang perjalanan menuju Bromo yang lumayan terjal (menurut saya) harus membawa duo krucil Kanaya dan Kaysan . Awalnya ragu apakah mereka nyaman di bawa ke tempat yang ekstrim seperti ini, eh ternyata…justru mereka yang paling menikmati perjalanan.

Menjelang siang Jeep mengantar kami menuju Stasiun untuk menunggu kereta yang akan membawa kami pulang ke rumah. Dan dimulailah insiden yang membuat kami pontang panting. Ternyata pak suami salah memilih stasiun saat memesan tiket via online, harusnya kami menunggu di stasiun Malang Lama bukan di stasiun Malang Baru yang saat ini kami datangi. Dengan bawaan yang lumayan banyak dan sambil menggandeng anak-anak akhirnya kami diantar ke stasiun yang benar oleh dua becak. Lokasinya lumayan jauh, dan ini yang membuat saya was was karena jam keberangkatan kereta sudah mepet waktunya. Ufff…. bener bener deh jantung rasanya mau copot karena saking takutnya ketinggalan kereta. Akhirnya….. sampai stasiun tepat waktu bahkan masih sempat bebersih badan dan ganti baju. Legaaaa….

Alhamdulillah meskipun di akhir perjalanan mendapat kejutan kecil seperti ini, kami tetap senang bisa mengunjungi Malang dan Bromo. Insya Allah next time mudah-mudahan bisa kesini lagi. Kata Kanaya, aku pengen ke Jatim Park bun….euleeeuuh…..πŸ˜„πŸ˜„

Jazakumullahu khairan untuk sponsor baik hati nun jauh di sana. Semoga denganΒ  menyenangkan hati kami untuk bisa sampai ke Malang, Allah balas dengan balasan yang berlipat lipat. Aamiin.

Iklan

One response to “Wisata ke Malang

  1. ndu.t.yke berkata:

    Aku pernah 2x ke Bromo pas jaman gadis dulu, hehehe

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: